Arsip Tag: Siborongborong

Tingginya Harga Tiket Berdampak Negatif terhadap Pariwisata Tapanuli


Suasana sejuk di luar Kafe Piltik di Siborongborong, Tapanuli Utara. FOTO: ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Hari Minggu 13 Januari 2019 lalu, saya mengunjungi Kafe Piltik yang “cozy” dengan suasana alam yang sejuk, sebelum kembali ke Jakarta melalui Bandara Silangit. Kafe Piltik ini sudah dua tahun dikelola Edward Tigor Siahaan dan istrinya. Lokasinya di Siborongborong, sekitar 3 km dari Bandara Silangit.

Saya ditemani Pak Jonner Napitupulu, sosok pengusaha yang sedang saya tulis biografinya. Kafe ini bernuansa “country”, suasana pedesaan dengan pemandangan alam yang sejuk, dilengkapi dengan “homestay” (semalam antara Rp 350.000-Rp 450.000).

Dalam percakapan dengan kami pada Minggu pagi, Edward menyampaikan, “Hampir semua Batak keren sudah pernah ke kafe ini. Juga sejumlah menteri dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.” Tentu saja wisatawan dari Jakarta seperti saya.

Suasana Kafe Piltik di Siborongborong, Tapanuli Utara. FOTO: ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Edward juga menyampaikan keluhan soal turunnya jumlah wisatawan sejak naiknya harga tiket sampai dua kali lipat. “Masak tarif tiket ke Silangit dua kali lipat dibandingkan ke Bali?” katanya kecewa.

Saya menyimak ucapan Edward dengan serius. Saya bisa memahami keluhannya karena dia dan istrinya kembali ke kampung, untuk ikut membangun pariwisata daerah melalui kafe keren itu. Lha masak tidak didukung oleh sektor lain? Pak Jonner yang dekat dengan Pak Luhut Panjaitan berjanji menyampaikan keluhan ini.

Edward Tigor Siahaan dan istrinya, pemilik dan pengelola Kafe Piltik di Siborongborong, Tapanuli Utara. FOTO: ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Setelah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, saya membaca berita: pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat sampai 60 persen. (Wah rupanya pemerintah cepat tanggap).

Semoga kebijakan pemerintah ini makin menghidupkan pariwisata Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Sayang kan jika kafe keren semacam Kafe Piltik ini harus tutup akibat kekurangan tamu. Semoga pemerintah membuat kebijakan terpadu untuk memajukan pariwisata daerah.

Robert Adhi Ksp, 15 Januari 2019