Pangeran Harry Akan Menikah dengan Artis Meghan Markle Maret 2018


R. ADHI KUSUMAPUTRA

LONDON, SENIN — Pangeran Harry (33), cucu Ratu Inggris Elizabeth II, sudah bertunangan dengan Meghan Markle (36), seorang model dan artis asal Amerika Serikat. Pangeran Harry dijadwalkan menikah pada musim semi mendatang. Tanggal dan tempat pernikahan akan segera diputuskan. Kemungkinan besar waktunya adalah Maret 2018. Demikian pernyataan keluarga Kerajaan Inggris pada Clarence House, Senin (27/11).

Lihat gambar di Twitter

Uskup Agung Canterbury Justin Welby akan memimpin upacara pernikahan pasangan Harry dan Markle tersebut. Welby mengatakan sangat gembira dengan kabar bahagia itu. Welby juga yang memimpin upacara pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, Duke dan Duchess of Cambridge, pada 2011 silam.

Pangeran Harry adalah anak bungsu Pangeran Charles, hasil pernikahan dengan Putri Diana.

Saudara laki-laki Harry, Pangeran William, dan istrinya, Kate, mengatakan, ”Kami sangat bahagia mendengar kabar Harry akan menikah. Senang bisa mengenal Meghan dan menyaksikan betapa bahagianya Meghan Markle dan Harry bersama-sama.”

Clarence House menyebutkan, pasangan Harry dan Markle bertunangan di London pada November ini. Pasangan ini diharapkan memamerkan cincin pertunangan mereka dalam sesi pemotretan hari Senin ini.

Ratu Elizabeth II dan Duke of Edinburgh menyampaikan rasa bahagia mereka atas kabar cucu mereka dan calon pengantin, serta berharap keduanya bahagia.

Lihat gambar di Twitter
Orangtua Meghan Markle, Thomas Markle dan Doria Ragland, dalam pernyataan resmi yang disiarkan Kensington Palace, Senin, menyebutkan, mereka menginginkan anak perempuan mereka dan Harry bahagia seumur hidup.
”Putri kami selalu menjadi orang baik dan penuh cinta. Melihat kedekatannya dengan Harry, yang berbagi kualitas yang sama, itu merupakan sumber kegembiraan dan kebahagiaan bagi kami, orangtua,” demikian pernyataan orangtua Meghan Markle.

Komentar senada disampaikan Pangeran Charles. Pangeran Wales itu senang dan tentu sangat bahagia mendengar kabar Harry dan Markle.

Meghan Markle, artis Amerika Serikat yang terkenal dalam drama Suits,bertemu dengan Harry pada musim panas 2016. Keduanya bertemu di London sejak 16 bulan lalu. Pasangan ini hampir tidak terpisahkan beberapa bulan terakhir ini.

Pasangan ini akan tinggal di Nottingham Cottage di Kensington Palace. Markle otomatis akan menjadi Her Royal Highness, Princess Henry of Wales, dan diharapkan menjadi seorang Duchess of Sussex apabila Harry dinobatkan sebagai Duke of Sussex oleh Ratu Elizabeth II pada hari pernikahannya kelak.

Pasangan ini akan tinggal di Nottingham Cottage di Kensington Palace. Markle otomatis akan menjadi Her Royal Highness, Princess Henry of Wales, dan diharapkan menjadi seorang Duchess of Sussex apabila Harry dinobatkan sebagai Duke of Sussex oleh Ratu Elizabeth II pada hari pernikahannya kelak. Ini seperti Kate Middleton yang menjadi Duchess of Cambridge setelah dia mengucapkan sumpahnya pada 2011 silam.

Akan tetapi, Meghan Markle tidak otomatis menjadi Princess Meghan karena dia tak punya darah bangsawan.

Namun, tidak seperti halnya Kate, Markle bukan seorang ”ratu di masa depan”. Dengan kehadiran anak-anak Pangeran William dan Kate Middleton, Harry terlalu jauh dari garis suksesi untuk memiliki prospek yang realistis untuk menjadi raja Inggris di masa depan.

Siapa Meghan Markle?

Siapa Meghan Markle, calon istri Pangeran Harry? Meghan Markle membawa sesuatu yang berbeda dalam keluarga Kerajaan Inggris. Dia seorang Amerika, statusnya bercerai, dan dia lahir dari ras campuran. Model dan artis Amerika ini pernah menikah dengan produser film Trevor Engelson pada 2011 setelah berpacaran selama tujuh tahun. Namun, dua tahun kemudian, pada 2013, mereka bercerai.

Pasangan ini bertemu pertama kali di London pada Juli 2016 ketika teman dekat Markle, yaitu Markus Anderson, memperkenalkannya kepada sang pangeran. Baru beberapa bulan kemudian, media Inggris berhasil mendapatkan kabar percintaan pasangan ini.

The Sunday Express merupakan media pertama yang mengungkapkan bahwa pacar baru Pangeran Harry adalah Meghan Markle yang berusia 36 tahun. Berita itu dimuat di halaman depan pada Oktober 2016, yang kemudian menjadi cerita berseri di media Inggris itu.

Lihat gambar di Twitter

Lahir pada 4 Agustus 1981 dan besar di Los Angeles, AS, Markle tinggal di Toronto, Kanada. Ia terkenal karena berperan sebagai Rachel Zane dalam drama TV Amerika, Suits. Markle tampil pertama kali dalam acara TV AS pada episode drama medis General Hospital tahun 2002, sebelum berpindah peran dalam CSIWithout a Trace, dan Castle.

Lihat gambar di Twitter

Markle kemudian muncul dalam film-film utama Hollywood, termasuk Get Him to The GreekRemember Me, dan Horrible Bosses. Ia juga muncul dalam serial sci-fi berjudul Fringe dan berperan sebagai Agen Khusus FBI Amy Jessup.

Ayah Meghan Markle seorang sinematografer untuk acara hit tahun 1980-an berjudul Married…with Children.

Robert Hardman, pewarta Daily Mail yang menulis buku tentang Ratu Inggris, mengatakan, Meghan Markle yang pernah menikah itu bukan persoalan bagi keluarga Kerajaan Inggris. ”Bertahun-tahun lalu itu menjadi isu utama, tetapi itu tidak perlu dikatakan lagi. Maksud saya, hidup telah berubah. Anda tahu, kan, Pangeran Wales menikah dengan Duchess of Cornwall pada 2005,” katanya dalam wawancara dengan BBC.

Meghan Markle lahir dari ayah dan ibu yang berbeda ras. Menurut Stephen Bates, koresponden keluarga Kerajaan Inggris, kepada The Guardian, ”warisan” ras campuran Markle bukan menjadi persoalan bagi rakyat Inggris. Cukup banyak bangsawan Inggris menikah dengan orang-orang dengan ras campuran sebelumnya. ”Saya pikir, rakyat Inggris tentu saja nyaman dengan kondisi semacam ini,” katanya kepada BBC.

”Lima puluh tahun yang lalu, itu akan menjadi masalah pada masa itu. Tetapi, hari ini saya pikir rakyat Inggris akan menganggapnya hal biasa dan mereka akan mengucapkan selamat kepada keluarga kerajaan yang telah beralih generasi itu,” katanya.  (THE GUARDIAN/THE TELEGRAPH/BBC)

Iklan

Pembantaian Munich 1972 dan Pembalasan Mossad


oleh ROBERT ADHI KSP

Selasa, 5 September 1972, pukul 04.00 menjelang pagi. Delapan orang bersenjata memanjat pagar dan menyelinap masuk ke perkampungan atlet Olimpiade di Munich (Muenchen), Jerman. Membawa tas besar, mereka menuju lantai empat bangunan di Connollystrasse Nomor 31, tempat atlet dan pelatih laki-laki Israel tinggal.  

Bersenjatakan senapan serbu dan granat, kelompok yang menamakan diri sebagai organisasi Black September, salah satu faksi PLO, itu masuk ke apartemen pertama dan menyandera pelatih dan ofisial Israel, yaitu Yossef Gutfreund, Amitzur Shapira, Kehat Shorr, Andrei Spitzer, Jacov Springer, dan Moshe Weinberg. 

Mereka kemudian masuk ke apartemen lain dan menangkap atlet gulat dan atlet angkat besi Israel, Eliezer Halfin, Yossef Romano, Mark Slavin, David Berger (sarjana hukum blasteran Israel-Amerika), dan Zeev Friedman. 

Kelompok bersenjata itu melepaskan tembakan ketika Romano dan Weinberg berusaha melawan. Kedua orang itu tewas di tempat. Teroris tersebut kemudian menyandera sembilan orang.

ISTIMEWA

Kelompok Black September menyelinap ke perkampungan atlet Olimpiade Munich tahun 1972, membunuh atlet/ofisial Israel, dan menyandera sembilan orang. Kelompok itu kemudian menembak sembilan atlet/ofisial Israel.

Pemimpin kelompok itu, yang dikenal dengan nama Luttif Afif atau nama samaran Issa, berusia 35 tahun, mengajukan sejumlah permintaan, di antaranya agar 234 tahanan yang sebagian besar warga Palestina dibebaskan dari penjara Israel dan dibawa ke negara Arab yang aman. Mereka juga menuntut dua orang lainnya, Andreas Baader dan Ulrike Meinhof, pemimpin kelompok teroris Baader-Meinhof, dibebaskan dari penjara Jerman.  

Pertandingan olahraga dunia di Olimpiade ke-20 di Munich itu dihentikan sementara. Jaringan televisi yang sebelumnya menyiarkan pertandingan olahraga kelas dunia itu langsung beralih melakukan siaran langsung real time aksi terorisme di Munich dan disaksikan sekitar 900 juta orang dari lebih dari 100 negara di seluruh dunia. 

Lanjutkan membaca Pembantaian Munich 1972 dan Pembalasan Mossad

MRT ke Serpong


MRT ke Serpong

ROBERT ADHI KSP

Ketika berkunjung ke Redaksi Kompas pekan lalu, Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan rencana MRT memperpanjang jalur transportasi massal cepat (mass rapid transportation/MRT) itu hingga wilayah Bintaro dan Serpong di Kota Tangerang Selatan.

Dari stasiun dan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, MRT itu akan diperpanjang melintasi sepanjang tepi jalan tol Pondok Indah-Bintaro-Serpong, dan dibuat di atas jalur layang.

Tanggapan positif atas rencana itu terungkap di media sosial dan grup-grup Whatsapp. Umumnya warga yang tinggal di sekitar lokasi yang akan dilalui MRT menyambut baik rencana MRT Jakarta memperpanjang jalurnya hingga pinggiran Jakarta.

Rencana itu tentu bukan tanpa perhitungan matang. William mengincar calon penumpang MRT dari penduduk BSD City yang pada tahun 2017 ini diperkirakan lebih dari 300.000 jiwa. Apabila ditambah penduduk Gading Serpong, Alam Sutera, dan perumahan-perumahan lain di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, termasuk Bintaro Jaya, Pamulang, Ciputat, dan sekitarnya, jumlahnya lebih dari satu juta jiwa. Ini pasar potensial yang menggiurkan bagi MRT.

Selama ini, sebagian dari mereka sudah menikmati layanan KRL commuter line jurusan Tanah Abang-Serpong-Parungpanjang-Maja. Tetapi, sebagian lagi masih enggan meninggalkan mobil pribadi mereka. Jika diperpanjang melintasi hunian di Bintaro dan Serpong, MRT diperkirakan akan lebih menggoda kelas menengah berpindah ke moda transportasi massal itu.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, yang selama ini pusing dengan kemacetan di wilayah kotanya, langsung berkomentar, ”Ini keren dan patut didukung. Saya sudah mengusulkannya sejak DKI Jakarta masih dipimpin Pak Basuki Tjahaja Purnama.” Suara senada diungkap Michael Widjaja, CEO Sinarmas Land, pengembang yang membangun BSD City. MRT akan membuat warga makin mudah menuju jantung kota Jakarta tanpa pusing memikirkan ongkos tol dan biaya bahan bakar.

Michael sebelumnya menyatakan sedang merencanakan bersama investor Jepang membangun kereta ringan (light rail transit/LRT) di BSD City. Jika pengembang lain di Gading Serpong dan Alam Sutera ikut bergabung, LRT itu akan saling menghubungkan wilayah BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera. Dan yang terpenting, LRT itu akan terkoneksi langsung dengan MRT Jakarta yang ujungnya di Serpong.

Kelas menengah di metropolitan Jakarta dan Bodetabek yang selama ini naik mobil pribadi membutuhkan kenyamanan dan ketepatan waktu. Dengan jarak waktu kedatangan kereta MRT setiap lima menit sekali dan tarif sekali naik MRT sekitar Rp 20.000 per orang, MRT bisa menjadi salah satu pilihan yang menggoda. Apalagi MRT langsung ke jantung Ibu Kota, melintasi pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan di kawasan Sudirman-Thamrin. MRT juga akan terkoneksi dengan jaringan kereta bandara, sejumlah halte utama bus transjakarta (bus rapid transit/BRT), dan LRT jurusan lain.

Memperpanjang jalur MRT hingga Serpong merupakan langkah dan strategi cerdas. MRT tak sekadar menunggu, tapi langsung menjemput penumpang hingga ke permukiman.

SUMBER: KATA KOTA, HARIAN KOMPAS, MINGGU 3 SEPTEMBER 2017

Teori Konspirasi dalam Kematian Putri Diana


oleh ROBERT ADHI KSP

 

Diana1
Putri Diana dan Pangeran Charles saat menikah pada 29 Juli 1981. DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

 

Sabtu, 30 Agustus 1997, malam. Putri Diana (36) dan kekasih barunya, Dodi al-Fayed (41), putra Mohammad al-Fayed—pengusaha Inggris berdarah Mesir—menikmati makan malam dalam kamar suite berinterior suasana abad ke-18 di Imperial Suite di Hotel Ritz Paris, Perancis.

Diana dan Dodi baru saja tiba di Paris setelah berlibur di Pulau Sardinia, Italia. Diana dan kekasihnya menghabiskan satu minggu di atas kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter bernama ”Jonikal” yang berlayar di pesisir Pantai Emerald di Pulau Sardinia. Kapal pesiar mewah itu milik Mohammad al-Fayed. Jonikal berkali-kali berhasil menghindari para paparazi yang mengejarnya. Diana tampak kecewa karena dia diburu seperti itu. Suasana hati Diana tegang. Diana memberi tahu Dodi bahwa dia ingin ke Paris ”sesegera mungkin”.

Diana dan Dodi baru saja tiba di Paris setelah berlibur di Pulau Sardinia, Italia. Diana dan kekasihnya menghabiskan satu minggu di atas kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter bernama Jonikal yang berlayar di pesisir Pantai Emerald di Pulau Sardinia.

Dalam hitungan jam, pesawat Gulfstream-IV mendarat di bandara pribadi Sardinia. Jet pribadi itu kemudian terbang dari Sardinia menuju bandara Le Bourget, sekitar 16 kilometer sebelah utara Paris.

Henri Paul, pelaksana tugas kepala keamanan Hotel Ritz Paris, menjemput mereka di bandara Le Bourget, lalu membawa mereka ke Hotel Ritz yang berlokasi di Place Vendome No 15. Hotel yang dibangun tahun 1898 oleh pengusaha hotel asal Swiss, Cesar Ritz, dan berkolaborasi dengan chef asal Perancis, Auguste Escoffier, itu dibeli oleh Mohammad al-Fayed pada tahun 1979 yang kemudian merenovasinya.

Pada tahun 1997, Mohammad al-Fayed (tahun 2017 ini berusia 88 tahun) adalah pemilik department store Harrods di Knightsbridge, London. (Harrods dijual Mohammad al-Fayed pada 2010 ke perusahaan Qatar dengan nilai 2,4 miliar dollar AS.)

Pukul 23.45, Mohammad al-Fayed menelepon Henri Paul. ”Kamu harus menyopiri mobil itu hati-hati. Kamu tidak boleh lupa, nyawa ibu calon raja Inggris dan putra tercinta saya ada di tanganmu. Saya percaya kamu tidak akan melupakan itu. Hanya Tuhan yang tahu betapa saya memercayaimu,” kata Al-Fayed.

Pukul 23.50, pengawal Diana dan Dodi, Trevor Rees-Jones, berada di dalam bar Ritz bersama staf keamanan hotel lainnya dan Henri Paul. Mereka mendiskusikan rute mana yang akan diambil. Paul sangat optimistis. ”Hotel akan menyediakan dua Range Rover untuk menipu para paparazi. Tipuan ini akan memberi Paul cukup waktu untuk meloloskan dari kejaran paparazi. ”Kendengarannya bagus,” kata Rees-Jones.

Minggu, 31 Agustus 1997, pukul 00.15. Henri Paul di lobi hotel menggunakan ponselnya untuk menggerakkan dua kendaraan tipuan. Empat menit kemudian, dua Range Rover itu keluar dari Place Vendrome di depan Ritz dan melaju kencang. Sejumlah paparazi tergoda untuk mengejar dua mobil itu.

Pukul 00.20, di pintu belakang Hotel Ritz, Henri Paul tiba dengan Mercedes dan menjemput Diana dan Dodi. Dua sejoli itu naik Mercedes S-280 yang disopiri Henri Paul. Mobil itu melaju di jalan-jalan di kota Paris, berusaha menghindari kejaran para paparazi yang masih menunggu di sekitar hotel.

Pukul 00.22, sebuah Fiat Uno warna putih melintasi lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di Place de la Concorde. Paul menghentikan Mercedes di traffic light itu.

Lanjutkan membaca Teori Konspirasi dalam Kematian Putri Diana

Richard Nixon, Presiden Pertama AS yang Mundur karena Skandal


Jumat, 9 Agustus 1974. Richard Milhous Nixon (saat itu berusia 61 tahun) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden ke-37 Amerika Serikat. Nixon merupakan presiden pertama AS yang mengundurkan diri dalam sejarah 185 tahun lembaga kepresidenan AS.

Berita mundurnya Nixon menjadi berita utama harian Kompas, Sabtu, 10 Agustus 1974, dengan judul ”Nixon Mundur – Gerald Ford Dilantik jadi Presiden ke-38 AS”.

Halaman muka Harian Kompas Sabtu 10 Agustus 1974
Halaman muka Harian Kompas Sabtu 10 Agustus 1974. ARSIP HARIAN KOMPAS

Richard Nixon lahir di Yorba Linda, California, 9 Januari 1913, menyelesaikan pendidikan hukum di Duke University School of Law pada 1937. Nixon memulai karier politiknya sejak tahun 1946 di Califonia ketika dia merebut kursi Kongres dari Jerry Voorhis. Generasi tahun 1940-an melihat dia sebagai tokoh Republik yang sangat antikomunis.

Anak-anak dari generasi tersebut memberikan suara mereka yang pertama dalam pemilihan Presiden Dwight D Eisenhower, saat itu Richard Nixon sebagai wakil presiden. Richard Nixon menjabat wapres pada 20 Januari 1953 hingga 20 Januari 1961, selama dua periode, satu paket dengan Dwight D Eisenhower, yang terpilih lagi sebagai presiden untuk empat tahun kedua.  

Generasi 1960-an melihat Nixon kalah tipis dari John F Kennedy yang terpilih sebagai Presiden AS. Setelah itu, tahun 1962, Nixon kalah lagi dalam perebutan kursi Gubernur California, tempat asal Nixon. 

Kekalahan demi kekalahan yang dialaminya tidak membuat Nixon patah semangat. Akhirnya dalam pemilihan presiden tahun 1968, Richard Nixon menang tipis atas Hubert Humphrey. Nixon menjadi presiden ke-37 AS, menggantikan Lyndon B Johnson. Wakil presiden bagi Richard Nixon pada periode 1969-1973 adalah Spiro Agnew, sedangkan pada periode kedua (sampai 1974) adalah Gerald Ford. 

Dalam masa jabatan pertamanya, Richard Nixon berhasil mengakhiri Perang Vietnam, mengatasi konflik-konflik rasial, dan pergolakan mahasiswa di dalam negeri, serta mengekang inflasi. Nixon berkunjung ke Moskwa dan Peking (Beijing) untuk membuka era baru hubungan Timur dan Barat.

Dalam pemilihan presiden berikutnya tahun 1972, Richard Nixon terpilih kembali sebagai Presiden AS dengan kemenangan mutlak, merebut kemenangan di 49 negara bagian dari 50 negara bagian di AS.

Lanjutkan membaca Richard Nixon, Presiden Pertama AS yang Mundur karena Skandal

Selasa Siang Berdarah di Hotel JW Marriott


Masih Menyala
Ledakan bom di Hotel JW Mariott dan Plaza Mutiara, Jakarta Selatan, 5 Agustus 2003. KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

 

ROBERT ADHI KSP

Selasa, 5 Agustus 2003. Restoran Sailendra, restoran buffet di Hotel JW Marriott, setiap jam makan selalu ramai. Pada jam makan siang, banyak kalangan eksekutif yang suka makan di restoran yang menyajikan aneka hidangan lokal dan internasional itu. Bagi kalangan ekspatriat, makan siang di restoran hotel bintang lima itu relatif ”murah” dibandingkan dengan di negeri mereka. Sebab, hanya dengan 15 dollar AS (sekitar Rp 125.000, harga pada tahun 2003) per orang, mereka sudah bisa makan enak dengan pilihan beragam. Restoran ini disukai karena dari balik kaca transparan, pengunjung dapat melihat view lapangan hijau di kawasan Mega Kuningan dengan latar belakang gedung-gedung jangkung.

Sejak dibuka resmi pada September 2001, Hotel JW Marriott, Jakarta, waralaba jaringan hotel pengusaha Amerika, yang dimiliki pengusaha Indonesia, Tan Kian, itu langsung menjadi salah satu primadona bagi kalangan ekspatriat, pebisnis, dan pejabat Indonesia, terutama karena lokasinya strategis, di kawasan segitiga emas Kuningan, Jakarta Selatan.

Beberapa perusahaan asing multinasional yang sebelumnya bekerja sama dengan hotel lain langsung beralih ke Hotel JW Marriott. Hotel ini menawarkan tarif kamar relatif lebih murah dengan tambahan fasilitas antar jemput ke bandara dan ke kantor mereka di sekitar Kuningan. Tak heran jika banyak rapat penting dan pertemuan bisnis digelar di hotel ini. Pada masa normal, tingkat hunian hotel ini 70- 80 persen, sebagian besar ekspatriat dan orang Indonesia yang bekerja di perusahaan asing.

JW Marriott selama ini sering dianggap sebagai hotelnya orang-orang Amerika Serikat. Selain karena waralaba jaringan hotel itu memang milik pengusaha Amerika, juga karena banyak perusahaan Amerika dan perusahaan multinasional memilih hotel ini sebagai basis. Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, misalnya, dirayakan di hotel ini.

Pada hari itu, pegawai restoran cukup sibuk melayani sekitar 200 tamu yang akan menikmati makan siang di restoran yang sejuk dan lapang itu. Di luar hotel, matahari terik menyengat Jakarta. Tak banyak tamu yang lalu lalang di jalan masuk ke lobi yang bentuknya setengah lingkaran itu. Di ujung jalan dekat Plaza Mutiara–yang bersebelahan dengan bangunan Hotel JW Marriott–tampak berderet taksi Silver Bird menunggu penumpang.

Saat itu jam menunjukkan pukul 12.44.10. Suara gelegar disertai guncangan keras membuat orang-orang di dalam hotel itu kaget dan shock. Lampu di Restoran Sailendra berjatuhan. Dinding kaca rontok. Tetamu pun panik, berlarian ke luar. Busy lunch di Sailendra pun berubah menjadi bloody lunch. Sebab, di tempat ini banyak korban yang mengalami cedera berat dan ringan.

Getaran yang keras membuat kaca-kaca kamar di hotel itu hancur berantakan. Kantor Java Musikindo di lantai dua Plaza Mutiara termasuk yang hancur. Adri Subono, pemilik Java Musikindo yang biasanya ada di dalam kantornya, lolos dari maut karena saat ledakan terjadi dia sedang ke kamar kecil.

Kaca-kaca di gedung Menara Rajawali yang juga bersebelahan dengan hotel itu tampak pecah meski tak separah Hotel JW Marriott dan Plaza Mutiara. Di gedung itu sejumlah kedutaan besar asing berkantor, seperti Peru, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia.

Dari sembilan korban (kemudian menjadi 10) yang tewas yang masuk kamar jenazah RSCM dan sudah diidentifikasi, delapan di antaranya ”orang-orang kecil”. Mereka tidak tahu-menahu dengan urusan politik, tetapi harus terkena dampaknya.

Hanya satu korban tewas yang berkebangsaan asing, yaitu Hans Winkelmolen, bankir warga negara Belanda, mantan Presiden Direktur Rabobank Indonesia, yang pada hari naas itu sedang makan siang bersama penggantinya, Antonio Costa, warga negara Kanada.

Makan siang Winkelmolen dan Antonio Costa itu sebetulnya diagendakan bersama Miranda Goeltom, mantan petinggi Bank Indonesia. Namun, karena mobil Miranda terjebak macet di depan Mal Ambassador, di seberang Hotel JW Marriott, Miranda akhirnya lolos dari maut.

 

Periksa Nama
Seorang warga negara asing memeriksa nama-nama korban pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott Jakarta Selatan, 5 Agustus 2003. KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

 

Lanjutkan membaca Selasa Siang Berdarah di Hotel JW Marriott

“Shopping Street”


ROBERT ADHI KSP

Survei yang dilakukan Universitas Stanford, Amerika Serikat, belum lama ini menyebut orang Indonesia paling malas berjalan kaki, ”hanya” 3.513 langkah per hari. Adapun orang Hongkong paling rajin berjalan kaki dengan rata-rata 6.880 langkah per hari. Para peneliti pun mengecek data menit per menit dari 700.000 orang yang menggunakan aplikasi pemantau aktivitas, Argus, di telepon seluler.

Di Jakarta, melihat kondisi sebagian besar kawasan pedestrian, survei Universitas Stanford itu bisa jadi benar adanya. Bagaimana berharap warga Jakarta rajin berjalan kaki jika kondisi trotoar di Ibu Kota tak nyaman dilalui? Banyak trotoar berubah fungsi, diokupasi pihak tertentu. Bertahun-tahun pengawasan pemerintah lemah dan terkesan dibiarkan. Agustus ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melancarkan kampanye Bulan Tertib Trotoar.

Selain itu, Jakarta juga memang tidak memberi ruang bagi warga untuk berjalan kaki, apakah sekadar untuk menikmati kuliner atau berbelanja. Belum terdengar rencana pemerintah membangun shopping street, kawasan belanja yang nyaman bagi pejalan kaki, yang menjadi ikon kota.

Sejumlah kota besar di mancanegara, sebut saja Singapura memiliki Orchard, Barcelona (La Rambla), Budapest (Vaci Utca), Vienna (Karntner Strasse), Paris (Champs-Elysees), Berlin (Kurfurstendamm), New York (Fifth Avenue), Shanghai (Nanjing Road dan The Bund), dan Milan (Vittorio Emanuele II).

 

IMG_9784
Vaci utsa, Budapest, Hungaria. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

 

Di kota-kota itu, warga kota bersama wisatawan mancanegara dapat berjalan kaki di trotoar lebar, berbelanja sambil menikmati pemandangan gedung-gedung tua bersejarah. Selain dapat menjadi ikon kota, shopping street juga membantu warga Jakarta lebih aktif berjalan kaki.

Jika kendalanya cuaca dan polusi udara, sebenarnya ada cara lain yang bisa membuat orang Jakarta senang berjalan kaki dengan nyaman. Manfaatkan stasiun-stasiun bawah tanah mass rapid transit (MRT) Jakarta yang sedang dibangun dengan membuat lorong-lorong bawah tanah terkoneksi dengan pusat perbelanjaan dan perkantoran seperti yang terlihat di sejumlah kota di dunia, salah satunya Tenjin (Fukuoka, Jepang).

Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Thamrin City, misalnya, dapat saling terhubung melalui lorong-lorong bawah tanah yang menyambung dengan stasiun bawah tanah MRT. Demikian juga Pacific Place dan kawasan SCBD terhubung dengan kawasan Senayan (Plaza Senayan, Hotel Fairmont, Senayan City, Senayan Square, fX Sudirman, Ratu Plaza) melalui kawasan pejalan kaki di bawah tanah, yang tentu saja menyambung dengan stasiun MRT terdekat. Bahkan, idealnya kawasan bawah tanah itu juga terkoneksi dengan stasiun-stasiun KRL terdekat. Stasiun MRT Senayan, misalnya, terkoneksi dengan Stasiun KRL Palmerah.

Mengajak warga Jakarta senang berjalan kaki memang tidaklah cukup dengan kata-kata. Pemerintah perlu menyediakan shopping street di permukaan tanah ataupun di bawah tanah yang terhubung dengan stasiun MRT dan KRL. Ini sekaligus mengajak warga menggunakan transportasi umum massal. Mari dimulai dengan mengembalikan trotoar sesuai fungsinya.

SUMBER: KATA KOTA, HARIAN KOMPAS, 6 AGUSTUS 2017

Hidup Sederhana Orang-orang Superkaya Dunia


ROBERT ADHI KSP

Ketika menulis buku Panggil Aku King tahun 2009, saya mendapat kesempatan mewawancarai Robert Budi Hartono, pendiri klub Djarum, klub bulu tangkis yang ikut membesarkan pebulu tangkis Indonesia, Liem Swie King, pada zamannya.

Saya bersama King mendatangi Pak Budi Hartono di kantornya di Jakarta Pusat. Dari luar, kantor itu tidak tampak mencerminkan kantor orang terkaya di negeri ini.

Pak Budi Hartono bercerita bagaimana dia mengajak King berlatih di gudang tembakau yang pada malam hari ”disulap” menjadi lapangan bulu tangkis. Pak Budi sendiri yang mengangkut genset untuk menerangi tempat berlatih.

Seusai wawancara, Pak Robert Budi Hartono mengajak saya dan Liem Swie King makan siang di kantin perusahaan. Pak Budi dengan santai antre bersama karyawannya untuk mengambil menu buffet sembari mengajak kami juga untuk ikut antre.

Peristiwa itu sudah lama, tahun 2009, tetapi sampai sekarang saya masih terkesan pada sosok Pak Budi Hartono yang bersahaja dan sederhana. Padahal, Pak Robert Budi Hartono selalu dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia bersama saudaranya, Michael Budi Hartono.

Apa yang dilakukan Robert Budi Hartono itu tidak jauh berbeda dengan Amancio Ortega, pendiri Zara, yang masih makan siang bersama karyawannya di kantin perusahaan.

Lanjutkan membaca Hidup Sederhana Orang-orang Superkaya Dunia

Satu Windu Setelah Bom Guncang Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta


 

Ritz KSP1
Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan pasca-ledakan bom, 17 Juli 2009. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

 

ROBERT ADHI KSP

Jumat, 17 Juli 2009. Ruang pertemuan Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan tampak ramai. Para CEO dan pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, energi, sumber daya alam, ketenagalistrikan mengadakan breakfast meeting Indonesia Country Programme (ICP) yang digelar CastleAsia. 

CastleAsia adalah penyedia jasa intelijen bisnis. Perusahaan tersebut memberikan informasi dan laporan tentang isu-isu terkini di bidang politik dan ekonomi yang akan dihadapi para pebisnis. Topik yang dikupas hari Jumat itu adalah tentang industri pertambangan dan industri berat. 

Harian Kompas, Sabtu 18 Juli 2009 mewartakan, dalam daftar eksekutif yang hadir dalam breakfast meeting di Hotel JW Marriott terdapat nama Timothy David Mackay, Presiden Direktur Holcim Indonesia, yang termasuk dalam korban tewas; David Potter, Direktur Eksplorasi PT Freeport Indonesia; Adrianto Machribie, Komisaris PT Freeport Indonesia; Kevin Moore, Presiden Direktur Husky Energy; Gary Ford, Presiden Direktur Anadarko Oil; Edward Thiessen dan Pedro Sole, Chief Executive Officer (CEO) Alstom Power; Patrick Foo, CEO AEL Indonesia; Noke Kiroyan, Managing Partner pada Kantor Pengacara Kiroyan and Partners; dan James Castle, CEO CastleAsia.

Adrianto Machribie, salah seorang warga negara Indonesia yang hadir dalam breakfast meeting tersebut dan saat itu menjabat Komisaris dan Senior Adviser untuk Chairman Freeport Mcmoran Copper & Gold. Selebihnya para pimpinan perusahaan dari berbagai kebangsaan, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Belanda, Jerman, Kanada, India, Jepang sampai Norwegia.

Adrie duduk di kursi nomor tiga di meja panjang yang berkapasitas maksimal 24 orang itu. “Saya sengaja memilih tempat duduk di dekat pilar,” kata Adrie dalam percakapan dengan Kompas, beberapa waktu lalu.  Dia mengaku merasa terlindungi bila duduk di dekat tiang atau pilar bila terjadi gempa ataupun ledakan yang menyebabkan gedung runtuh.

Lanjutkan membaca Satu Windu Setelah Bom Guncang Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta

Ketika Perancis Terlibat Deportasi 13.000 Orang Yahudi ke Auschwitz


ROBERT ADHI KSP

Tanggal 16-17 Juli 1942. Polisi Perancis di bawah rezim Vichy —pemerintahan boneka Nazi Jerman — meluncurkan Operasi “Spring Breeze”, yang menangkap lebih dari 13.000 orang Yahudi di Paris. Awalnya mereka dibawa ke stadion Velodrome d’Hiver (Vel d’Hiv) di Paris, sebelum dikirim ke kamp konsentrasi di Auschwitz, Polandia.

Hanya kurang dari 100 orang yang selamat. Salah satunya Sarah Lichtsztejn-Montard (saat ini berusia 89 tahun). Sarah adalah satu dari segelintir korban Vél d’Hiv; yang berhasil melarikan diri dari stadion yang dijadikan kamp Nazi itu.

Auschwitz KSP1
Bangunan kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, Polandia, yang kini dijadikan museum. Foto diambil 26 Juni 2017. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Untuk waktu yang lama, setiap malam Sarah mengalami mimpi buruk yang sama. “Pada malam hari, saya melihat hantu hijau kecil di Vel d’Hiv,” katanya dengan suara yang jelas. “Hantu itu mengeluarkan cahaya,” ungkapnya kepada France24.

Pada tahun 1942, Sarah baru berusia 14 tahun. Remaja kelahiran Polandia itu tinggal bersama ibunya di sebuah apartemen sederhana di distrik ke-20 Paris. Ayahnya, Moise, ditangkap pada Juli 1941 dan dikirim ke kamp pengasingan Pithiviers, dan berhasil melarikan diri. Ayahnya bersembunyi di sebuah kamar di Paris dan menggunakan surat palsu.

Pada 15 Juli, Sarah dan teman-teman sekelasnya merayakan hari terakhir sekolah sebelum liburan musim panas. Pada hari itu, seorang teman sekelasnya, keturunan Yahudi memberitahu kepada Sarah bahwa orangtuanya, “mengenal seorang komisaris polisi yang mengatakan kepada mereka bahwa dia sedang mempersiapkan sebuah pabrik yang akan mempekerjakan perempuan, anak-anak dan orang tua dalam jumlah yang besar. Dia menambahkan bahwa mereka akan meninggalkan apartemen mereka dan saya harus melakukan hal yang sama.”

Setibanya di rumah, Sarah memberi tahu ibunya, Maria, tentang hal itu. Namun ibunda Sarah tidak mempercayai rumor itu. “Tidak mungkin Perancis menangkap perempuan dan anak-anak. Bagi ibu, Perancis adalah negara yang melindungi hak asasi manusia,” ungkap Sarah.

Lanjutkan membaca Ketika Perancis Terlibat Deportasi 13.000 Orang Yahudi ke Auschwitz

Writing is the Painting of the Voice