Arsip Kategori: Duduk Perkara

Apa yang Diinginkan Microsoft Setelah Mengakuisisi LinkedIn?


ROBERT ADHI KSP

Microsoft hari Senin (13/6/2016) mengumumkan telah membeli secara tunai jejaring profesional LinkedIn dengan nilai 26,2 miliar dollar AS. Ini merupakan akuisisi terbesar bagi Microsoft sejak Satya Nadella menjabat CEO.

Setelah akuisisi ini, LinkedIn tetap mempertahankan brand dan produknya, tetapi akan menjadi bagian dari produktivitas dan segmen proses bisnis Microsoft. CEO LinkedIn Jeff Weiner akan melapor kepada Satya Nadella.

Didirikan 14 Desember 2002 oleh Reid Hoffman, Allen Blue, Konstantin Guericke, Eric Ly, dan Jean-Luc Vaillant, serta dirilis secara resmi pada 5 Mei 2003, LinkedIn kini memiliki 433 juta anggota dari 200 negara dan teritorial di seluruh dunia, sebagian besar para profesional. Sebanyak 60 persen anggota LinkedIn mengakses jejaring sosial itu dari ponsel cerdas mereka. Jumlah pencari kerja lewat LinkedIn meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 7 juta orang. Selama 13 tahun perjalanannya, LinkedIn mengakuisisi 16 perusahaan jejaring sosial dan aplikasi.

Apa sebenarnya yang diinginkan Microsoft setelah membeli LinkedIn? CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan, akuisisi ini menyatukan cloudterbesar di dunia dengan jejaring profesional terkemuka di dunia. “Saya telah mempelajari LinkedIn sambil merenungkan bagaimana jejaring dapat melakukan diferensiasi layanan cloud. Ini jelas bagi saya bahwa tim LinkedIn telah mengembangkan bisnis fantastis dengan membangun jejaring secara mengesankan, dengan memiliki lebih dari ratusan juta profesional di seluruh dunia,” kata Nadella. Microsoft berharap LinkedIn menjadi pusat profil profesional yang muncul dalam aplikasi, seperti Outlook, Skype, Office, bahkan Windows. Feed berita masuk ke dalam aliran data, yang akan menghubungkan para profesional satu sama lain melalui aktivitas rapat, catatan, dan surat elektronik.

 

Satya Nadella bahkan memberi contoh Cortana, aplikasi asisten pribadi cerdas yang dikembangkan Microsoft, terhubung dengan LinkedIn untuk menyediakan konteks orang yang mungkin dapat diajak bertemu secara profesional. Sangat jelas bahwa Microsoft melihat LinkedIn sebagai bagian penting yang membuat Cortana lebih cerdas.

Lanjutkan membaca Apa yang Diinginkan Microsoft Setelah Mengakuisisi LinkedIn?

Hari Berdarah di Kelab Malam di Orlando


ROBERT ADHI KSP

Kelab malam Pulse yang berlokasi di 1912 South Orange Avenue, dekat Kaley Street, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2016) dini hari, ingar-bingar dengan musik berirama Latin. Kelab malam yang menyebut diri sebagai “Hotspot Latin Orlando” itu sedang menggelar pesta kelas atas “Sabtu Latin” yang menampilkan tiga DJ dan pertunjukan midnight.

“Setiap ruangan di kelab malam ini penuh sesak,” kata DeAngelo Scott (30), yang meninggalkan kelab Pulse pukul 01.58.

Seorang lelaki duduk di kelab malam itu sejak pukul 01.00 dinihari, menikmati minuman sendirian. Wajahnya sudah dikenal oleh beberapa pengunjung yang sering ke sana.

Beberapa menit setelah jarum jam menunjukkan angka 2, lelaki itu bangkit dari tempat duduknya, mengeluarkan senjata AR-15, sepucuk pistol, berikut amunisi yang dibawanya, dan mulai melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah pengunjung di ruang utama. Dalam sekejap, Pulse yang dikenal sebagai ”kelab malam paling hot bagi para gay di Orlando” itu berubah menjadi lautan darah.

Peluru-peluru beterbangan mengenai 103 orang yang berada di dekat si penembak. Sebanyak 49 orang tewas bersimbah darah, sedangkan 53 korban lain mengalami luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit. Ketika peristiwa terjadi, kelab malam itu dipenuhi 320 orang.

Sementara di ruang Patio yang lokasinya di sebelah ruang utama, DJ Ray Rivera (42) sedang memainkan musik reggae ketika suara tembakan terdengar. “Saya pikir suara petasan,” kata Rivera. “Tapi suara itu tak juga reda. Saya melihat banyak orang bergelimpangan di lantai,” ungkapnya.

Seorang pengunjung melihat satu orang membawa senjata dan melepaskan tembakan ke semua arah di dalam kelab malam itu. Saat terdengar rentetan tembakan, para pengunjung bergegas keluar melalui pintu belakang kelab malam, kata seorang saksi mata kepada News 6. Sebagian lagi bersembunyi di kamar mandi kelab malam itu.

Seorang pengunjung kelab malam mendengarkan sekitar 40 tembakan. Pengunjung  lain menyebutkan mendengar sekitar 100 kali tembakan. ”Saya melihat darah di mana-mana,” katanya.

Kepala Kepolisian Orlando John Mina mengatakan, seorang anggota polisi berseragam yang bertugas di kelab malam itu mendengarkan suara tembakan. Dia terlibat baku tembak dengan si penembak yang masuk ke dalam kelab malam dan kemudian menyandera sedikitnya 100 pengunjung.

Seorang saksi mata mengungkapkan, lelaki itu meminta para sandera untuk tidak menelepon ataupun mengirim pesan singkat melalui ponsel. Ketika beberapa sandera tidak mengindahkan perintahnya, lelaki itu meminta semua ponsel dikumpulkan.
“Apakah kalian berkulit hitam?” tanya lelaki itu. Lalu sepasang sandera berkulit hitam menjawab, “Ya”. “Saya tidak punya persoalan dengan kalian orang berkulit hitam,” kata lelaki itu.

Setelah itu, lelaki bersenjata berbicara dengan orang tak dikenal di ponsel -kemungkinan penegak hukum atau stasiun berita, dan mengatakan kepada mereka, “Amerika harus berhenti mengebom NIIS.”

Lelaki itu juga menelepon 911 dan menyatakan kesetiaannya pada NIIS. Tak lama kemudian, dia menelepon seseorang yang dia kenal. Lelaki itu kemudian masuk ke kamar mandi dan melepaskan tembakan. Saksi mata yang mengisahkan ini mengungkapkan, dia dan seorang temannya yang terbaring di antara puluhan jenazah lainnya. Selama tiga jam, keduanya pura-pura sudah meninggal dunia, sampai akhirnya diselamatkan tim penyelamat.

Lelaki itu masuk ke kamar mandi untuk “mencuci tangannya” dan menggunakan pengering, dan menyangka saksi mata yang berkisah ini, sudah tewas.

Satu pesan yang dipublikasikan di laman Facebook Pulse sekitar pukul 03.00 menyebutkan, “Setiap orang diminta keluar dari Pulse dan berlarilah.”

Tiga jam setelah itu, atau sekitar pukul 05.00 menjelang pagi, Mina mengungkapkan, otoritas Orlando mengambil keputusan untuk menyelamatkan para sandera. Satu tim SWAT dikerahkan ke lokasi. Sembilan petugas menggunakan “dua peledak yang dikendalikan” untuk mengalihkan perhatian pelaku. Dalam baku tembak dengan sembilan polisi itulah, pelaku penembakan tersebut tewas. Salah satu polisi terluka. “Tapi, helm polisi menyelamatkan nyawa anggota kami,” kata Mina. Tim SWAT menyelamatkan 30 sandera yang bersembunyi di kamar mandi kelab malam itu.

Lanjutkan membaca Hari Berdarah di Kelab Malam di Orlando

Bom Bunuh Diri di Ankara dan Masa Kegelapan Turki


ROBERT ADHI KSP

Setelah melakukan foto diri atau selfie di dalam bus yang membawa puluhan orang, Dijle Deli, seorang mahasiswi, mengunggahnya ke media sosial dan menulis, “Kami ke Ankara untuk membawa perdamaian.” Deli dan ratusan orang lainnya berencana melakukan aksi damai, memprotes konflik antara Pemerintah Turki dan militan Kurdi di Turki tenggara.

Namun, foto selfie itu foto terakhir Deli karena tak berapa lama, sekitar pukul 10.04, dua bom meledak hampir bersamaan mengguncang Ankara, ibu kota Turki itu. Deli termasuk salah satu dari 128 korban yang tewas dalam insiden berdarah, Sabtu (10/10), itu. Hari itu, ratusan orang, dari aktivis remaja sampai nenek berusia 70 tahun, menggelar aksi damai dengan menyanyi, menari, dan mengibarkan bendera yang digelar serikat buruh, kelompok masyarakat sipil, asosiasi sayap kiri, dan pendukung Partai Demokratik Rakyat Kurdi (HDP).

screenshot-print.kompas.com 2015-10-13 11-40-26

“Ledakan pertama terdengar sangat keras disusul ledakan kedua beberapa detik kemudian. Potongan tubuh beterbangan. Saya tersadar, banyak teman saya di lokasi itu. Ini peristiwa paling buruk dalam hidup saya,” ujar Serdar Cil (23) kepada BBC.

Di antara yang tewas adalah Meryem Bulut (70), seorang anggota Saturday Mothers, sekelompok ibu yang mencari anak-anak lelaki mereka yang hilang dalam tahanan polisi pada puncak kampanye anti teror di Turki tenggara pada 1990-an. Cucu Bulut tewas tahun lalu ketika bersama gerilyawan Kurdi di Pegunungan Sinjar melawan militan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Korban tewas lainnya adalah Elif Kanlioglu (19), mahasiswi Mersin University di Turki selatan. Putri seorang politisi lokal dari partai sayap kiri, Partai Buruh Rakyat (EMEP), itu sempat mengunjungi orangtuanya di Aydin di wilayah Aegean sebelum menumpang bus menuju Ankara untuk menghadiri aksi damai.

Sehari setelah insiden peledakan bom, ribuan orang berkumpul di dekat lokasi kejadian di stasiun kereta Ankara. Banyak yang menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membangkitkan sentimen nasionalisme dalam perlawanan terhadap kelompok militan separatis Kurdi (PKK). “Erdogan pembunuh. Polisi pembunuh,” demikian teriak kerumunan massa di Sihhiye Square.

Sampai Senin (12/10), belum ada pihak yang bertanggung jawab atas ledakan bom di Ankara itu. Pemerintah Turki meyakini serangan itu dilakukan militan NIIS.

Aksi bom bunuh diri itu disebutkan dilakukan oleh dua lelaki. Targetnya massa pro Partai HDP dan aktivis sayap kiri yang pada hari itu menggelar rally damai untuk menyerukan perdamaian antara Pemerintah Turki dan militan Kurdi-hal yang mustahil dilakukan PKK.

Surat kabar Haberturk mengutip sumber kepolisian mengatakan, jenis bahan peledak dan pilihan target mengarah pada NIIS. Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah sangat rentan terhadap infiltrasi militan NIIS. Namun, kelompok itu, yang biasanya selalu bersuara setelah melakukan serangan, tidak mengklaim apa pun atas serangan bom di Ankara.

Kantor berita pemerintah, Anadolu, seperti dikutip Reuters, Senin, memberitakan, 43 tersangka ditangkap dalam operasi yang menargetkan militan NIIS di seluruh Turki, mulai dari Sanliurfa di wilayah tenggara sampai Izmir di wilayah barat dan di Antalya di selatan. Tidak jelas kapan mereka ditangkap.

Lanjutkan membaca Bom Bunuh Diri di Ankara dan Masa Kegelapan Turki

Setelah Mantan Pemimpin Eksekutif Hongkong Donald Tsang Didakwa Korupsi


ROBERT ADHI KSP

Mantan pemimpin Hongkong Donald Tsang (70), Senin (5/10), didakwa melakukan korupsi pada saat dia mengelola Hongkong. Tsang yang menjabat Kepala Eksekutif Hongkong selama tujuh tahun sejak 2005 menjadi pejabat tertinggi Hongkong yang menghadapi sidang korupsi.

Tsang mengakhiri masa jabatannya pada Juni 2012 setelah mengakui menerima hadiah dari taipan Hongkong dalam bentuk perjalanan kapal pesiar mewah dan jet pribadi. Namun, Tsang menegaskan bahwa hal itu tak terkait konflik kepentingan.

Sejak saat itu, Tsang diselidiki oleh Komisi Independen Antikorupsi (Independent Commission Against Corruption/ICAC).

Hongkong selama ini dilihat sebagai kota yang dikelola dengan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Namun, kasus-kasus terbaru telah menimbulkan kecurigaan publik terhadap hubungan pemerintah dan pemimpin industri. Publik Hongkong curiga dengan peranan sistem Tiongkok terkait hubungan personal atau guanxi yang cenderung menggemukkan roda bisnis.

Hongkong dari lantai 102 Hotel The Ritz-Carlton Hongkong. Foto diambil pada pertengahan September 2015.
Hongkong dari lantai 102 Hotel The Ritz-Carlton Hongkong. Foto diambil pada pertengahan September 2015.

Deputi Tsang lebih dulu didakwa korupsi

Sebelumnya, tulis The Guardian, mantan deputi pemimpin eksekutif Hongkong Rafael Hui dipenjara karena korupsi setelah dinyatakan bersalah menerima suap dari taipan properti Thomas Kwok dan saudaranya, Raymond Kwok.

Ketika menjabat kepala sekretariat administrasi, Hui adalah deputi Tsang pada periode 2005-2007. Hui dipenjara pada Desember setelah divonis 7,5 tahun atas lima dakwaan korupsi dan hukuman itu membuatnya menjadi pejabat tertinggi di Hongkong pada saat itu yang terbukti menerima suap.

Jaksa mengatakan, Hui menikmati standar hidup tinggi yang boros, yang melampaui gaji resminya. Hui memiliki perempuan simpanan di Shanghai, memberi perempuan itu hadiah berupa tas, arloji, dan properti mewah. Hui didakwa menerima 34 juta dollar Hongkong atau sekitar 4,39 juta dollar AS untuk menjadi “mata dan telinga” taipan Kwok dalam pemerintahan.

Adapun Thomas Kwok divonis lima tahun penjara atas dakwaan penyuapan terhadap Hui, sedangkan saudaranya, Raymond Kok, dinyatakan bersih.

Menanggapi vonis terhadap Hui, Tsang kemudian menulis surat kepada pengadilan, memohon keringanan hukuman untuk Hui.

Siapa Donald Tsang

Siapa Donald Tsang? Ketika Donald Tsang Yam-kuen ikut dalam pemilihan pemimpin eksekutif Hongkong satu dekade yang lalu, Tsang menjanjikan layanan publik yang bersih dan efisien. “Apakah ini Hongkong yang kita ketahui? Apakah ini Hongkong yang kita banggakan?” demikian kata-kata Tsang yang menyihir publik Hongkong saat itu seperti diungkap South China Morning Post.

Lanjutkan membaca Setelah Mantan Pemimpin Eksekutif Hongkong Donald Tsang Didakwa Korupsi

Makna Kunjungan Historis Paus Fransiskus ke Kuba dan AS


ROBERT ADHI KSP

Paus Fransiskus (78) melakukan kunjungan historis ke Kuba, Minggu (20/9), bertemu dengan Presiden Kuba Raul Castro (84) dan mantan penguasa Kuba, Fidel Castro (89). Paus Fransiskus merupakan tokoh penting di balik mencairnya hubungan Kuba dan Amerika Serikat yang membeku selama lebih dari 50 tahun. Berkat diplomasi yang dilakukan pemimpin 1,3 miliar umat Katolik sedunia itulah, kini bendera Kuba berkibar di Washington dan sebaliknya bendera AS berkibar di Havana.

Paus Fransiskus juga akan berkunjung ke Amerika Serikat pada Selasa (22/9) sampai Minggu (27/9), bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC. Paus Fransiskus akan disambut Obama dengan suka cita karena besarnya peranan Vatikan menormalisasi hubungan Washington-Havana. Paus Fransiskus juga akan berbicara di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, serta menggelar berbagai acara di Philadelphia.

Kunjungan Historis Paus

Ketika mengunjungi Fidel Castro di rumahnya di Havana, pada Minggu seusai menggelar misa, Paus membawa dua buku yang ditulis teolog Italia, dan satu buku lainnya yang ditulis mantan guru Fidel. Sedangkan Fidel menghadiahi Paus sebuah  buku berjudul “Fidel and Religion” yang ditulis imam asal Brasil dan aktivis Frei Betto. Dari rumah Fidel, Paus mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Raul Castro di Palace of the Revolution, Havana. (“Pope meets with Fidel Castro, urges Cubans to ‘serve people,’ not ideas”,Washington Post, 20 September 2015).

Paus Fransiskus kemudian mengunjungi Katedral Havana, bertemu dengan para biarawati, imam, uskup, dan seminaris. Paus Fransiskus mengingatkan kembali agar mereka merangkul kaum miskin dan papa. “Di sanalah tempat kalian akan bertemu dengan Yesus,” kata pemimpin gereja Katolik sedunia itu.

Di luar Katedral Havana, Paus Fransiskus menyampaikan khotbahnya di depan kerumunan kaum muda Kuba. Paus meminta kaum muda untuk memiliki impian dan menolak godaan hidup, juga menghormati mereka yang memiliki pandangan hidup yang berbeda. “Sungguh seorang Paus yang keren,” teriak beberapa orang muda di tengah kerumunan setelah mendengar khotbah Paus.

Lanjutkan membaca Makna Kunjungan Historis Paus Fransiskus ke Kuba dan AS

Suksesi Raja Media Rupert Murdoch dan Tantangan Generasi Kedua


ROBERT ADHI KSP

Rupert Murdoch (84) berencana menyerahkan kendali perusahaan 21st Century Fox kepada putra-putranya. James Murdoch akan menjadi Chief Executive Officer, sedangkan Lachlan Murdoch akan berperan sebagai Co-Executive Chairman.

Ini merupakan bagian dari rencana suksesi jangka panjang Rupert Murdoch. Namun, belum jelas kapan perubahan kepemimpinan di perusahaan itu ditetapkan. “Masalah suksesi merupakan agenda pertemuan komisaris,” kata juru bicara Fox, Nathaniel Brown.

Rupert Murdoch 130615

Meskipun mundur, Rupert Murdoch tetap menjadi Executive Chairman. Dia diharapkan terus melakukan pengawasan strategis dan mempertahankan kendali utama perusahaannya. Keluarga Murdoch mengendalikan baik 21st Century Fox dan News Corporation secara efektif. Mereka juga menguasai sebagian kerajaan media Murdoch melalui kepemilikan hampir 40 persen saham di kedua perusahaan itu.

Usia Murdoch sudah 84 tahun, tetapi dia tidak sakit-sakitan. Dia masih muncul di kantornya dengan penuh energi. Banyak yang berharap Murdoch tetap datang ke kantor secara rutin. “Ini masih tetap menjadi perusahaan Murdoch sampai kapan pun,” kata Rich Greenfield, analis media BTIG Research.

Sebagai bagian dari reorganisasi, Chase Carey akan mundur dari perannya sebagai Chief Operating Officer di Fox dan bekerja sebagai penasihat perusahaan. Carey menjabat eksekutif tertinggi kedua di Fox sejak tahun 2009 dan dihormati di Wall Street Journal. Dia memainkan peran integral dalam rencana suksesi ini.

Menurut orang dekat keluarga Murdoch, James dan Lachland memiliki hubungan yang baik. James akan menjabat CEO, sedangkan Lachlan menduduki pos Chairman. Ini sesuai rencana sang ayah.

James dan Lachlan naik ke puncak Fox yang didirikan ayah mereka. Namun, industri media saat ini mengalami perubahan. Kakak-adik itu harus memandu dunia baru media yang lebih kompleks dengan teknologi distribusi dan periklanan digital pada tahun-tahun mendatang. Eksekutif media dan analis menggambarkan James sebagai eksekutif yang memiliki pengalaman mengoperasikan perusahaan media di berbagai negara, juga seorang yang lebih segar, lebih muda, dan memiliki perspektif dalam bisnis. Peran James mendorong ayahnya mengambil saham di Vice, perusahaan media muda, dan mengakuisisi TrueX, perusahaan teknologi periklanan (“Rupert Murdoch to Put Media Empire in Sons’ Hands”, The New York Times, 11 Juni 2015). James digambarkan sebagai “seorang lelaki yang sangat berbakat, dan akan menjadi pelayan yang jujur dan terhormat di perusahaan,” kata Leo Hindery Jr, mantan CEO Tele-Communications Inc yang bekerja sama dengan kerajaan Murdoch selama puluhan tahun dan kini managing partner InterMedia Partners.

Lanjutkan membaca Suksesi Raja Media Rupert Murdoch dan Tantangan Generasi Kedua

Perang Kartel Narkotika Makin Membara dan Mengguncang Meksiko


ROBERT ADHI KSP

Hari Jumat (22/5/2015) merupakan hari paling berdarah di Meksiko dalam masa kepemimpinan Presiden Enrique Pena Nieto. Sedikitnya 44 orang tewas dalam baku tembak selama tiga jam antara pasukan keamanan Meksiko dan kelompok kartel narkotika di sebuah peternakan terpencil yang dikenal dengan nama Rancho del Sol, di dekat kota Tanhuato, salah satu markas anggota kartel Generasi Baru Jalisco (Jalisco New Generation/JNG), dekat perbatasan Negara Bagian Michoacan dengan Negara Bagian Jalisco.

Awalnya polisi federal menerima informasi bahwa kelompok bersenjata berkumpul di sebuah peternakan. Ketika tentara dan polisi federal mendekati lokasi tersebut, tiba-tiba dari sebuah kendaraan muncul kelompok lelaki bersenjata yang melepaskan tembakan. Kendaraan itu kemudian merapat ke arah peternakan dan masuk ke sebuah gudang di sana. Sebanyak 500-an tentara dan polisi federal yang menggunakan peluncur roket dan senjata semiotomatis mengejar dan mengepung mereka dari udara dan darat. Baku tembak itu akhirnya menewaskan puluhan anggota kartel, termasuk dua anggota polisi federal dan melukai satu polisi lainnya.

Kartel Narkotika Meksiko

Video yang diperoleh Associated Press memperlihatkan polisi federal berada di lokasi di tengah kobaran api dan jenazah tergeletak di ladang, di samping peralatan pertanian. Di dekatnya tampak sejumlah pakaian, kasur, dansleeping bag penuh noda darah. Pihak keamanan Meksiko menahan 3 orang dan menyita 36 senjata semiotomatis, 2 senjata lebih kecil, serta 1 granat dan senapan kaliber 50. Aparat juga menyita 8 kendaraan, 6 di antaranya hangus terbakar.

Polisi tidak menyebutkan nama pemilik peternakan seluas 112 hektar tersebut dengan alasan keamanan. Di kawasan itu terdapat rumah besar dan lapangan tenis. Peternakan itu sudah beroperasi selama 15 tahun.

Komisioner Keamanan Nasional Alejandro Rubido, seperti dikutip The Telegraph, menyebutkan, para tersangka yang tewas dalam baku tembak itu adalah anggota organisasi kriminal yang wilayah operasinya di Negara Bagian Jalisco. Meski tidak menyebutkan secara khusus kartel JNG, Rubido menggambarkan kartel narkotika itu menguasai wilayah di lokasi terjadi baku tembak.

Hanya dalam beberapa tahun, kartel JNG berkembang pesat dari sebuah faksi kecil dalam kartel Sinaloa menjadi kelompok kriminal terkuat di Meksiko. Kartel ini masuk dalam daftar hitam organisasi kejahatan narkotika yang disusun Amerika Serikat.

Pesatnya perkembangan kartel JNG mencerminkan perubahan peta kejahatan terorganisasi di Meksiko. Setelah banyak bos-bos kartel narkotika di Meksiko diburu aparat keamanan dan terbunuh dalam serangan, kartel JNG justru mengambil keuntungan dari rontoknya kartel-kartel lain. Mereka mengambil alih wilayah kartel-kartel yang sudah melemah.

Lanjutkan membaca Perang Kartel Narkotika Makin Membara dan Mengguncang Meksiko

Diplomasi Paus Fransiskus, dari Cairkan Kebekuan AS-Kuba sampai Akui Negara Palestina


ROBERT ADHI KSP

Sejak terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik dan pemimpin 1,2 miliar penganut Katolik di seluruh dunia, Maret 2013 silam, Paus Fransiskus (78) aktif memainkan diplomasi internasional. Tahun lalu, Paus membantu mencairkan hubungan Kuba dan Amerika Serikat yang sudah bermusuhan selama lebih dari setengah abad. Rabu (13/5) lalu, Vatikan menyatakan mengakui negara Palestina secara de facto.

Simbol Vatikan mengakui negara Palestina dilambangkan pula dengan kanonisasi dua biarawati Palestina, yaitu Suster Mariam Bawardy dan Marie-Alphonsine Danil Ghattas. Keduanya hidup pada abad ke-19 dan menjadi orang suci pertama dari Palestina. Mereka adalah dua dari empat biarawati yang dikanonisasi Paus Fransiskus dalam upacara seremonial di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, yang dihadiri Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan delegasi dari Israel serta 2.000 peziarah dari sejumlah negara. Dalam upacara itu, Paus melukiskan Mahmoud Abbas sebagai ”malaikat perdamaian”.

Diplomasi Paus Fransiskus

April 2015, Paus Fransiskus mengingatkan semua pihak perihal pembantaian Armenia yang menewaskan sekitar 1,5 juta warga Armenia pada masa Dinasti Ottoman, awal abad ke-20. Paus Fransiskus menarik perhatian dunia karena menggunakan kata ”genosida” untuk pembantaian massal tersebut. Pernyataan Paus Fransiskus sempat menimbulkan reaksi keras dari Pemerintah Turki yang mengatakan peristiwa itu terjadi pada masa Perang Dunia I.

”Paus Fransiskus seorang yang mampu berdoa di Blue Mosque di Istanbul dan kemudian berbicara tentang genosida Armenia. Dia bukan seseorang yang terikat oleh kebenaran politik. Itu diplomasi dari pemimpin yang sesungguhnya,” kata mantan Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini.

Setelah pendahulunya, Paus Benediktus XVI, lebih banyak berkutat pada persoalan teologi ilmiah, Paus Fransiskus mengembalikan wajah Gereja Katolik yang mengutamakan upaya perdamaian di dunia. Hal itu diwujudkan melalui langkah-langkah diplomasi seperti dilakukan Paus Yohanes Paulus II yang membantu mengakhiri Perang Dingin.

Lanjutkan membaca Diplomasi Paus Fransiskus, dari Cairkan Kebekuan AS-Kuba sampai Akui Negara Palestina

Perang Kartel Narkotika Berkobar Lagi di Meksiko


ROBERT ADHI KSP

Perang kartel narkotika di Meksiko berkobar lagi. Sedikitnya 7 orang tewas dan 15 orang luka-luka di Negara Bagian Jalisco dalam tiga hari terakhir. Kekerasan terjadi menyusul operasi besar-besaran yang digelar Pemerintah Meksiko, yaitu Operasi Jalisco, sejak Jumat (1/5) untuk menangkap para pemimpin kartel narkotika Generasi Baru Jalisco. Kelompok ini salah satu organisasi kejahatan paling berpengaruh di Meksiko dan terlibat dalam perdagangan narkotika skala besar di sepanjang pantai barat Meksiko yang berbatasan dengan Samudra Pasifik.Kartel MeksikoMelalui akun Twitter-nya, juru bicara Pemerintah Negara Bagian Jalisco di Meksiko, Gonzalo Sanchez, menyebutkan, ke-7 korban tewas itu terdiri dari 3 tentara, 1 polisi Negara Bagian Jalisco, 2 tersangka, dan 1 warga sipil. Dalam wawancara dengan surat kabar El Universal, Sanchez menyatakan, pemerintah meyakini, kartel Generasi Baru Jalisco bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan tersebut.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto melalui akun Twitter-nya, Sabtu pekan lalu, menyesalkan peristiwa yang menewaskan para prajurit yang sedang menjalankan tugas di Jalisco.

Anggota kartel narkotika tersebut menghentikan sejumlah bus dan truk untuk memblokade jalan tol yang menghubungkan Guadalajara, ibu kota Negara Bagian Jalisco, dengan kota-kota lain. Kelompok ini memblokade 39 jalan di Negara Bagian Jalisco sehingga mengganggu perjalanan ke 25 kota lain. Aparat keamanan menangkap 19 orang, empat orang di antaranya terlibat baku tembak. Dalam insiden itu, 19 orang mengalami luka-luka, termasuk tiga warga sipil yang mengalami luka bakar.Kelompok itu membakar 7 kendaraan, 11 kantor bank, dan 5 stasiun pengisian bahan bakar di Guadalajara, kota terbesar kedua di negeri itu.Kelompok kartel ini juga menembak sebuah helikopter militer yang ikut dalam Operasi Jalisco dan memaksa helikopter itu mendarat darurat sekitar 250 kilometer barat daya Guadalajara. Kementerian Pertahanan Meksiko menyebutkan, 10 tentara dan 2 polisi federal luka-luka, sedangkan 3 tentara lain hilang (”7 Killed on Holiday Weekend During Mexican Anti-drug Cartel Operations”, Fox News, 3 Mei 2015).
Gubernur Jalisco Aristoteles Sandoval bertekad menangkap semua pemimpin kartel narkotika Jalisco dan membongkar organisasi ini sampai ke akar-akarnya. Mantan pejabat intelijen Meksiko, Alejandro Hope, menyatakan, kekerasan yang dilakukan kartel narkotika merupakan respons atas upaya pemerintah menggelar Operasi Jalisco. Ini menunjukkan kemampuan kelompok itu melakukan serangan dan mengamankan pemimpin mereka yang diyakini bernama Nemesio Oseguera Cervantes atau dipanggil ”El Mencho”.
Dalam dua bulan terakhir ini, lebih dari 20 anggota kepolisian terbunuh diserang kartel narkotika di Negara Bagian Jalisco tersebut. Aksi kartel Jalisco terakhir terjadi pada April lalu. Anggota kartel ini menembakkan senapan serbu dan melemparkan granat ke arah serombongan polisi di dekat Puerto Vallarta. Serangan di siang bolong yang terencana dengan baik itu menewaskan 15 polisi Negara Bagian Jalisco yang sedang melaju di jalan tol menuju Guadalajara, Senin (6/4). Kawasan itu merupakan markas kartel narkotika Generasi Baru Jalisco.

Sebelumnya, pada 19 Maret, lima polisi, termasuk kepala kepolisian kota Zacoalco de Torres, tewas diberondong tembakan oleh lelaki bersenjata.

Kartel Jalisco dibentuk pada 2010 setelah polisi federal menewaskan Ignacio ”Nacho” Coronel, letnan di kartel Sinaola yang menguasai wilayah Guadalajara. Kartel Jalisco mengendalikan pusat-pusat produksi dan transportasi kokain, heroin, metamfetamin, serta mariyuana. Dalam episode paling mengerikan dari perang antarkartel narkotika di Meksiko, anggota kartel Jalisco mengatakan bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 35 anggota kartel Zeta. Mayat-mayat mereka dibuang di jalan utama pelabuhan Teluk Veracruz pada 2011.

Kemunduran

Desember 2014, Presiden Pena Nieto menyatakan, Jalisco adalah salah satu negara bagian yang keamanannya paling tidak stabil selain Tamaulipas, Guerrero, dan Michoacan. Negara bagian-negara bagian itu mendapat prioritas dalam penanganan kejahatan, tetapi kekerasan di empat wilayah tersebut tak kunjung berhenti.

Lanjutkan membaca Perang Kartel Narkotika Berkobar Lagi di Meksiko

Kebangkitan Ekonomi Tiongkok dan India, Kebangkitan Asia


ROBERT ADHI KSP

Ketika banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat, India justru mengalami hal sebaliknya. Dana Moneter Internasional menyebutkan, pertumbuhan ekonomi India tahun 2015 ini 7,2 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat menjadi 7 persen.

Reformasi kebijakan baru dan meningkatnya kepercayaan pebisnis menjadi kekuatan baru bagi aktivitas perekonomian India. Pada 2019, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memprakirakan produk domestik bruto (PDB) India akan melebihi gabungan PDB Jepang dan Jerman. Juga akan melampaui gabungan dari PDB Rusia, Brasil, dan Indonesia. Lebih dari 50 persen populasi India di bawah 25 tahun. Pada 2030, India diprakirakan memiliki jumlah tenaga kerja terbesar di dunia. Dengan lebih dari satu miliar orang yang menjadi tenaga kerja, angkatan kerja di India akan lebih besar dari angkatan kerja gabungan dari Amerika Serikat, kawasan Eropa, dan Indonesia. Dari sinilah titik tolak prediksi IMF tentang India.

Asia Bangkit

Belum dalam waktu dekat

Namun, apakah ini pertanda India akan menyalip Tiongkok dalam waktu dekat? Belum tentu dan tidak dalam 20 tahun ke depan. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat bukan berarti Tiongkok tertinggal. India saat ini masih menghadapi segudang tantangan, di antaranya angka pengangguran yang tinggi, inflasi kronis, dan masih kurangnya pembangunan infrastruktur.

Lanjutkan membaca Kebangkitan Ekonomi Tiongkok dan India, Kebangkitan Asia