Arsip Kategori: Sudut Pandang

ICE dan Gairah MICE di Indonesia


ROBERT ADHI KSP

Indonesia Convention Exhibition, gedung konvensi dan ekshibisi yang dibangun di lahan seluas 22 hektar di kawasan BSD City, Tangerang, Banten, akan menggairahkan industri MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) di Indonesia.

Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang kini memiliki luas 117.257 meter persegi dan kelak akan memiliki luas sampai 200.000 meter persegi merupakan gedung konvensi dan ekshibisi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Jika ICE diperluas hingga 200.000 meter persegi, gedung konvensi dan ekshibisi itu akan berada di posisi dua besar di Asia, di bawah China Import and Export Fair Complex di Guangzhou, Tiongkok (338.167 meter persegi).

Indonesia Convention Exhibition (ICE) merupakan gedung MICE terbesar di Asia Tenggara. Dibangun di lahan seluas 22 hektar di BSD City, Tangerang, Banten, ICE menjadi ikon MICE dan kebanggaan Indonesia. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Indonesia Convention Exhibition (ICE) merupakan gedung MICE terbesar di Asia Tenggara. Dibangun di lahan seluas 22 hektar di BSD City, Tangerang, Banten, ICE menjadi ikon MICE dan kebanggaan Indonesia.
FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Saat ini ICE memiliki luas 117.257 meter persegi dan menjadi gedung konvensi dan ekshibisi terbesar dan terluas di Asia Tenggara, serta salah satu yang terbesar di Asia. ICE di atas Singapore Expo (SGExpo) seluas 92.000 meter persegi, Suntec Singapore International Convention & Exhibition Centre (82.000 meter persegi), Jakarta International Expo (JIExpo) yang memiliki luas 74.171 meter persegi, Hongkong Convention and Exhibition Center (HKCEC) seluas 72.991 meter persegi, dan Jakarta Convention Center (JCC) seluas 35.000 meter persegi.

Jika luasnya sudah 200.000 meter persegi, posisi ICE akan berada di atas Shanghai New International Expo Centre di Shanghai, Tiongkok (199.741 meter persegi), IMPACT Exhibition and Convention Center di Nonthaburi, Thailand (140.283 meter persegi), Guangdong Modern International Exhibition Center di Dongguan, Tiongkok (116.128 meter persegi), KINTEX di Goyang-si, Korea Selatan (108.696 meter persegi), China International Exhibition Center di Beijing, Tiongkok (106.838 meter persegi), Shenzhen Convention & Exhibition Center di Shenzhen, Tiongkok (104.980 meter persegi), Singapore Expo Convention Center (100.335 meter persegi), Tokyo Big Sight di Tokyo, Jepang (80.825 meter persegi), dan Cotai Expo di Makau (75.251 meter persegi).

Namun, berapa pun posisi ICE di Asia, yang pasti kehadiran ICE di BSD City bakal menggairahkan industri MICE di Indonesia dan Asia. ICE dioperasikan oleh Deutsche Messe, perusahaan operator global asal Jerman yang diakui dunia. Deutsche Messe adalah organizer pameran dagang terkemuka, di antaranya Hannover Messe, CeBIT, CeMAT, Domotex, dan LIGNA. Deutsche Messe juga operator Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), venue paling sukses di Asia.

Saat ini ICE memiliki sepuluh ruangan dengan luas total 50.000 meter persegi; ruang konvensi seluas 4.000 meter persegi, berkapasitas 10.000 orang; 33 ruang rapat berbagai ukuran; area outdoor seluas 50.000 meter persegi; dan area selasar seluas 12.000 meter persegi.

Indonesia Convention Exhibition (ICE) memiliki ruang konvensi (grand ballroom) seluas 4.000 meter persegi. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Indonesia Convention Exhibition (ICE) memiliki ruang konvensi (grand ballroom) seluas 4.000 meter persegi.
FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Lanjutkan membaca ICE dan Gairah MICE di Indonesia

Diplomasi Selfie PM India Narendra Modi dan Para Pemimpin Negara


ROBERT ADHI KSP

Sebuah foto bermakna seribu kata. Perdana Menteri India Narendra Modi tampaknya meyakini betul makna kalimat bijak itu. Foto selfie Modi bersama Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang pada pertengahan Mei 2015 menjadi selfie paling berpengaruh dalam sejarah. Diplomasi selfie yang dilakukan Modi dalam setiap kunjungannya ke luar negeri memberi makna tersendiri bagi kepemimpinannya.

Modi berhasil mengambil hati rakyat Tiongkok ketika dia sengaja membuat akun mikroblog Weibo (mirip Twitter, tetapi khusus Tiongkok). Begitu selfieModi bersama Li diunggah ke akun Weibo, jumlah pengikut (follower) Modi di Weibo melesat dalam waktu singkat menjadi 16,5 juta. Foto selfie kedua pemimpin negara itu dilihat oleh 31,85 juta orang.

Narendra Modi

Banyak pengguna Weibo mengomentari foto selfie dua perdana menteri itu. ”Cute premier!” tulis mereka. Banyak pula yang meminta Modi tetap mengunggah di mikroblog Weibo pasca kunjungannya ke Tiongkok. Sebagian lagi mempertanyakan mengapa para pemimpin Tiongkok tidak hadir di media sosial. ”Apakah tidak lebih baik PM Li memiliki akun Weibo sendiri? Agar kami dapat berkomunikasi dengan dia langsung,” tulis seorang pengguna Weibo, seperti dikutip The Times of India.

Di Tiongkok, para pemimpin negeri itu memang masih jarang aktif bermain di media sosial. Membahas kehidupan pribadi para politisi di Tiongkok masih dianggap tabu. Data pribadi mereka masih menjadi rahasia negara. Selama kunjungan tiga hari di Tiongkok, Modi mengunjungi kota Xian, Beijing, dan Shanghai, melakukan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, PM Li Keqiang, dan pejabat lainnya. Pemimpin India itu memperkuat hubungan ekonomi dengan Tiongkok, serta membahas masalah perbatasan kedua negara. Dari Tiongkok, Modi bertemu dengan Presiden Mongolia Tsakhiagiin Elbegdorj, Minggu (17/5), dan keduanya juga ber-selfie. Narendra Modi memang dikenal aktif dalam media sosial. Jumlah pengikutnya di media sosial Twitter tercatat 12,4 juta. Adapun jumlah orang yang like Facebook-nya tercatat 28,4 juta. Jumlah pengikutnya di Instagram tercatat 477.000 (sampai 20 Mei 2015).

Lanjutkan membaca Diplomasi Selfie PM India Narendra Modi dan Para Pemimpin Negara

Ancaman terhadap Jurnalis yang Tak Kunjung Reda


ROBERT ADHI KSP

Setiap tanggal 3 Mei, jurnalis di seluruh dunia memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day). Namun, setiap tahun pula, kalangan jurnalis masih harus prihatin. Dalam 10 tahun terakhir, sedikitnya 675 jurnalis terbunuh. Negara-negara yang sedang dilanda perang di kawasan Timur Tengah menjadi negara yang mematikan bagi para jurnalis. Setelah Suriah dan Irak di Timur Tengah, Filipina merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang paling berbahaya bagi jurnalis.

Bahkan, menjelang peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, John Kituyi (63), editor The Mirror Weekly, surat kabar di kota Eldoret, Kenya barat, tewas setelah diserang orang tak dikenal, Kamis (30/4). Jurnalis setempat mengatakan, pembunuhan John Kituyi diduga terkait tulisan yang diturunkan seminggu sebelumnya. Tulisan itu tentang Wakil Presiden Kenya William Ruto dan pejabat lain yang diseret Mahkamah Kriminal Internasional karena terlibat dalam kejahatan kemanusiaan yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi menyusul pemilu Desember 2007 silam.

Hari Kebebasan Pers Dunia

Di Somalia, seorang jurnalis radio, Daud Ali Omar (35), tewas diberondong tembakan oleh lelaki bersenjata di rumahnya di kota Baidoa, Rabu (29/4). Daud, produser Radio Baidoa yang pro pemerintah, sering meliput kekerasan regional dan politik lokal. Belum ada kelompok yang bertanggung jawab, tetapi jurnalis setempat dan polisi menduga kelompok militan Al-Shabab yang melakukan pembunuhan tersebut.

Masih pada bulan April, seorang jurnalis televisi Libya, Muftah al-Qatrani (33), ditembak mati di kantornya di kota Benghazi, Libya timur, Rabu (22/4). Libyan Center for Freedom of the Press dalam pernyataan persnya menyebutkan, pembunuhan jurnalis televisi itu terkait dengan pekerjaannya.

Menurut situs Committee to Protect Journalists (CPJ), sejak Januari sampai awal Mei 2015, tercatat 21 jurnalis terbunuh dengan motif yang sudah dikonfirmasi. Mereka berasal dari Banglades (2), Brasil (1), Guatemala (1), Ukraina (1), Suriah (1), Sudan Selatan (5), Perancis (8), Meksiko (1), dan Yaman (1). Sementara enam jurnalis lain terbunuh dengan motif yang belum terkonfirmasi. Mereka berasal dari Kolombia (2), Yaman, Guatemala, Brasil, dan Filipina (masing-masing satu orang). Lanjutkan membaca Ancaman terhadap Jurnalis yang Tak Kunjung Reda

Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global


ROBERT ADHI KSP

Obesitas kini menjadi masalah kesehatan publik yang lebih besar dibandingkan kelaparan. Lebih dari 2,1 miliar penduduk dunia atau hampir 30 persen dari populasi global mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut Global Burden of Disease Study yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet, jumlah itu hampir dua setengah kali jumlah orang dewasa dan anak-anak yang kekurangan gizi.

Obesitas menyumbang angka 5 persen penyebab kematian di seluruh dunia karena obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker. Pada 2010, kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan 3,4 juta orang meninggal.

Krisis ini tidak hanya merupakan tekanan besar bagi dunia kesehatan, tetapi juga merupakan ancaman bagi ekonomi global. Menurut penelitian terbaru McKinsey Global Institute (MGI), dampak obesitas terhadap ekonomi secara keseluruhan mencapai 2 triliun dollar AS per tahun atau sekitar 2,8 persen dari produk domestik bruto dunia. Ini setara dengan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh kebiasaan merokok atau kekerasan bersenjata, perang, dan terorisme (How the world could better fight obesity, McKinsey & Company, November 2014).

Obesitas

Problem ini akan makin memburuk terutama jika kecenderungan ini terus berlanjut. Hampir setengah dari populasi orang dewasa di dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada 2030. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Margaret Chan menyatakan, ”Tak satu pun negara yang berhasil mengatasi epidemi obesitas di semua kelompok umur.”

Studi The Lancet menunjukkan, di seluruh dunia proporsi indeks massa tubuh (body mass index/BMI) orang dewasa meningkat pada periode 1980-2013 dari 28,8 persen menjadi 36,9 persen untuk laki-laki dan dari 29,8 persen menjadi 38 persen untuk perempuan. Padahal, indeks massa tubuh normal antara 18,5 persen dan 25 persen.

Di Indonesia, lebih dari 40 juta orang dewasa mengalami obesitas. Modernisasi telah membuat asupan kalori penduduk Indonesia tidak seimbang, demikian kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng (Kompas, 2 Juni 2014).

Tingkat obesitas penduduk Indonesia, menurut BBC, berada di urutan ke-10 dunia, setelah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Rusia, Brasil, Meksiko, Mesir, Jerman, dan Pakistan.

Diatasi secara komprehensif

Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD), epidemi global ini tidak terbatas pada negara maju. Di negara berkembang yang sebagian penduduknya baru keluar dari kemiskinan, kegemukan menjadi masalah baru. Lebih dari 60 persen penderita obesitas di dunia hidup di negara berkembang. Industrialisasi dan urbanisasi yang pesat meningkatkan pendapatan dan asupan kalori penduduk. Di India dan Tiongkok, misalnya, prevalensi obesitas di kota-kota 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan di desa-desa.

Sampai tahun 1980, satu dari 10 orang mengalami obesitas di negara-negara yang tergabung dalam OECD. Tiga dekade kemudian, angka ini naik dua-tiga kali lipat.

Penelitian terbaru OECD menyebutkan, pada 2014, satu dari lima anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas di negara-negara di wilayah OECD. Epidemi obesitas menyebar dalam lima tahun terakhir, meningkat 2 persen-3 persen di Australia, Kanada, Perancis, Meksiko, Spanyol, dan Swiss. Namun, angka obesitas mulai relatif stabil di Inggris, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Lanjutkan membaca Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global

Menunggu Janji MRT dan LRT Terwujud


ROBERT ADHI KSP

Wajah transportasi Jakarta akan berubah menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang. Transportasi massal cepat (MRT) jurusan Lebak Bulus-Bundaran HI diharapkan sudah terwujud. Light rail transit rute Cibubur-Cawang-Grogol yang dibangun konsorsium BUMN juga ditargetkan rampung pada 2018.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana pembangunan kereta api ringan (LRT) di Jakarta. Dari tujuh rute yang direncanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dua rute diprioritaskan dan ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018. Dua rute LRT itu adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

MRTLRTJKT

Kabar ini menggembirakan dan membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi massal berbasis rel menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi. Presiden meminta agar pembangunan MRT dan LRT dilanjutkan ke rute Cikarang-Balaraja (timur-barat) sehingga wilayah Jabodetabek saling terhubung dengan moda transportasi massal secara mudah dan cepat.

Publik tentu berharap pembangunan MRT dan LRT di Jakarta betul-betul terwujud nyata karena publik sudah bosan dengan wacana dan janji yang disampaikan para pemimpin negeri ini.

Pembangunan infrastruktur MRT dan LRT memang sudah menjadi kebutuhan kota Jakarta. Pembangunan moda transportasi massal sebenarnya sudah direncanakan sejak lebih dari seperempat abad silam, sejak pemerintahan Presiden Soeharto.

Lanjutkan membaca Menunggu Janji MRT dan LRT Terwujud

Melesatnya Jumlah Orang Superkaya di Tiongkok


ROBERT ADHI KSP

Meskipun pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat sejak tahun lalu, jumlah orang superkaya di Tiongkok pada tahun ini mencatat rekor tertinggi. Dalam China Ultra High Net Wealth Report 2014-2015 seperti dikutip China Daily (6/4/2015) terungkap, jumlah orang Tiongkok daratan yang memiliki aset kekayaan bernilai sedikitnya 500 juta yuan atau setara dengan 81,35 juta dollar AS sekitar 17.000 orang.

Orang Superkaya Tiongkok

Laporan yang dirilis China Minsheng Bank dan Hurun Research Institute, Kamis pekan lalu di Beijing, itu menyebutkan, sejak tahun 2008 sampai tahun 2013, jumlah orang superkaya di Tiongkok daratan tak lebih dari 1.000 nama. Namun, jumlah orang superkaya pada 2015 mencatat rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Laporan itu berdasarkan investigasi secara mendalam terkait di mana mereka tinggal, bagaimana mereka mengakumulasi kekayaan mereka, dan gaya hidup mereka.

Jumlah total aset orang superkaya Tiongkok melonjak menjadi 31 triliun yuan, atau 10 kali produk domestik bruto (PDB) Norwegia dan 20 kali PDB Filipina. Mereka rata-rata berusia 51 tahun dan memiliki aset rata-rata 1,82 triliun yuan.

Sebagian besar yang masuk dalam daftar orang superkaya Tiongkok adalah wirausaha, pengusaha properti dan investor profesional. Sebanyak 300 orang dari mereka memiliki aset kekayaan bernilai sedikitnya 10 miliar yuan dan sebanyak 5.100 orang memiliki aset kekayaan bernilai antara 1 miliar dan 2 miliar yuan. Dan, terbanyak memiliki aset kekayaan bernilai 500 juta sampai 1 miliar yuan.

FOTO: DOKUMENTASI ROBERT ADHI KSP
FOTO: DOKUMENTASI ROBERT ADHI KSP

Jumlah orang Tiongkok yang memiliki kekayaan sekitar 500 juta yuan meningkat. Jumlah orang superkaya di Tiongkok lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Rupert Hoogewerf, pendiri Hurun Research Institute mengaitkan kondisi ini dengan perkembangan ekonomi Tiongkok dan pemulihan pasar saham.

Sebagian besar wirausaha datang dari industri manufaktur dan perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham di Shanghai atau Shenzhen. Situs zaobao.com (Singapura) melaporkan, 55 persen dari orang-orang superkaya Tiongkok ini tidak tinggal di kota-kota lapis pertama, seperti Beijing misalnya, tetapi di kota-kota lapis kedua dan lapis ketiga.

Sebenarnya indikator ini sudah terlihat sejak 5-10 tahun lalu. Ketika mengunjungi kota Hangzhou dan Suzhou tahun 2010, Kompas melihat iklan dan ruang pamer mobil-mobil mewah bertebaran. Orang-orang kaya baru di Tiongkok menyukai mobil-mobil mewah, seperti Audi, BMW, Ferrari, Maserati, Volkswagen, Lexus, Mercedes Benz, Porche, Lamborghini, Land Rover, Volvo, Infiniti, sampai Cadillac. Betapa mudahnya menemukan mobil Ferrari parkir di depan sebuah toko kecil di kota Suzhou, misalnya. Kota itu bukanlah kota lapis pertama.

Lanjutkan membaca Melesatnya Jumlah Orang Superkaya di Tiongkok

Lee Kuan Yew dan Perannya dalam Kemajuan Tiongkok


ROBERT ADHI KSP

Ketika berkunjung ke Tiongkok untuk kali pertama pada 1976, Lee Kuan Yew yang saat itu Perdana Menteri Singapura bertemu dengan pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping. Pada tahun itu, Tiongkok baru mulai melakukan reformasi di bidang ekonomi.

Setelah kunjungan Lee ke Beijing, Deng melakukan kunjungan balasan ke Singapura. Pertemuan itu meninggalkan kesan yang kuat bagi Deng. Pemimpin Tiongkok itu mengatakan telah menjadikan Lee sebagai mentor pribadinya.

Lee Kuan Yew

Pertemuan itu memupuk rasa hormat yang dalam di antara kedua pemimpin negara tersebut. Nasihat Lee dalam bidang perekonomian memengaruhi pemikiran Deng, yang kemudian melakukan reformasi dramatis yang melambungkan Tiongkok dalam masa modernisasi dan pertumbuhan yang tinggi (“This Man Helped Turn China into an Economic Power”, CNN Money, 23 Maret 2015).

“Lee Kuan Yew adalah seorang negarawan Asia yang unik dan berpengaruh, seorang ahli strategi yang mengedepankan nilai-nilai Asia dan perspektif internasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hong Lei, pekan lalu. Lee disebut sebagai seorang yang menciptakan dan meletakkan dasar hubungan Tiongkok-Singapura sehingga begitu kuat sampai saat ini.

Selama bertahun-tahun Lee selalu mengingatkan dunia untuk tidak memandang sebelah mata pengaruh global Tiongkok. Dalam wawancara dengan CNN tahun 2008, Lee menegaskan, “Setiap tahun Tiongkok tahu bahwa mereka tumbuh menjadi lebih kuat. Mereka mendekati kemajuan Barat, baik dalam bidang ekonomi, teknologi, maupun industri. Tiongkok bukan kekuatan baru, melainkan kekuatan lama yang hidup kembali.”

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengutus Wakil Presiden Li Yuanchao untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Lee Kuan Yew di Singapura, akhir pekan lalu. Dalam pesannya kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Xi mengatakan, Lee Kuan Yew bukan hanya pendiri negara Singapura, melainkan juga politisi dan ahli strategi yang sangat dihormati dalam komunitas internasional.

“Lee adalah sahabat lama masyarakat Tiongkok dan seorang bijaksana yang dihormati. Sebagai pendiri, pionir, dan promotor hubungan Tiongkok-Singapura, Lee Kuan Yew dan para pemimpin Tiongkok dari generasi lebih tua membangun hubungan bilateral dan memberi kontribusi sangat penting bagi kerja sama dan persahabatan kedua negara serta masyarakatnya,” demikian pesan Xi (“Chinese Vice President Attends Lee Kuan Yew’s Funeral”, China Daily, 29 Maret 2015).

Lee juga mendorong kerja sama Singapura dengan sejumlah kota dan provinsi di Tiongkok, termasuk membangun kawasan industri di kota Suzhou, Tiongkok timur. Lee berhasil membangun kepercayaan komunitas Tiongkok dan komunitas bisnis Tiongkok sehingga merekatkan hubungan masyarakat kedua negara dalam berbagai aspek kehidupan.

Lee tidak hanya memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Singapura, tetapi juga membangun sistem pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Prediksi Lee tentang Tiongkok

Dalam buku Lee Kuan Yew: The Grand Master’s Insight on China, the United States, and the World (2013) yang ditulis Graham Allison, Robert D Blackwill, dan Ali Wyne serta diberi pengantar oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger disebutkan, Lee sudah memprediksi masa depan Tiongkok yang gemilang. Tiongkok, menurut ramalan Lee, akan menjadi kekuatan nomor satu di Asia dan bahkan menyamai AS.

Lanjutkan membaca Lee Kuan Yew dan Perannya dalam Kemajuan Tiongkok

Demo Brasil dan Skandal Petrobras


ROBERT ADHI KSP
Brasil diguncang demonstrasi besar-besaran, Minggu (15/3). Sekitar 1 juta pengunjuk rasa di 22 negara bagian di negeri itu menuntut Presiden Brasil Dilma Rousseff dimakzulkan. Pemerintahan Rousseff menghadapi krisis ekonomi dan skandal korupsi masif yang melibatkan perusahaan minyak negara Petrobras.

Pengunjuk rasa di Sao Paulo dalam aksi demonstrasi besar-besaran, Minggu (15/3), menuntut Presiden Brasil Dilma Rousseff dimakzulkan. Hal itu dilakukan menyusul terbongkarnya skandal suap dan korupsi di Petrobras, perusahaan minyak negara itu.

Demo Brasil

Brasil dengan ekonomi ketujuh terbesar di dunia pada 2013 kini masuk dalam kondisi resesi pada 2015. Hal itu terutama sebagai dampak dari inflasi tinggi dan merosotnya nilai mata uang Brasil yang mencapai titik terendah dalam 12 tahun terakhir.

Padahal, Brasil, anggota BRIC (Brasil, Rusia, India, Tiongkok), sempat diprediksi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sebagai salah satu dari lima negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pendapatan per kapita Brasil pada 2013 tercatat 11.173 dollar AS atau berada di posisi ke-60 (menurut IMF).

Demo besar-besaran di seluruh Brasil yang didukung partai politik oposisi ini terutama dipicu skandal Petrobras yang bergaung keras sejak akhir 2014. Para penyelidik Brasil menemukan bukti adanya pencucian uang dalam jumlah besar di Petrobras. Belasan politisi, sebagian dari partai politik berkuasa pendukung Rousseff, terlibat dalam penyuapan itu.

Presiden Rousseff tidak ikut diselidiki, tetapi Rousseff merupakan Menteri Energi Brasil dan juga Chairwoman Petrobras selama kasus penyuapan dan korupsi terjadi di Petrobras. Sebelum menjadi perempuan presiden pertama di Brasil pada 2011, Rousseff yang berasal dari Partai Pekerja merupakan Kepala Staf Presiden Lula da Silva. Dia memenangi pemilihan umum pada Oktober 2010, salah satu pemilu paling ketat di Brasil.

Lanjutkan membaca Demo Brasil dan Skandal Petrobras