Arsip Kategori: Internasional

Nasib Mantan Presiden Interpol dan Kampanye Antikorupsi Xi Jinping


20181009KSP Meng

 

oleh ROBERT ADHI KSP

Pernyataan Pemerintah China yang menyebutkan Meng Hongwei (64 tahun), Wakil Menteri Keamanan Publik yang juga Presiden Interpol, terjerat kasus suap dan korupsi, mengejutkan banyak pihak. Meng ditahan dan diperiksa oleh Komisi Pengawas Nasional, badan antikorupsi tertinggi di China sejak akhir September 2018 lalu.

Kasus penangkapan Meng Hongwei merupakan kasus terbaru penangkapan pejabat dan tokoh di China dalam kaitan kampanye antikorupsi yang dilancarkan Xi Jinping sejak 2012. Kasus-kasus korupsi di China kini ditangani Komisi Pengawas Nasional (NSC) yang belum lama ini diberi kekuasaan yang lebih luas dan kuat.

Xi Jinping yang menjabat Sekjen Partai Komunis China sejak 2012 dan menjadi Presiden China sejak tahun 2013 meluncurkan kampanye antikorupsi. Selama enam tahun terakhir, lebih dari satu juta orang dihukum karena terjerat kasus korupsi dan suap. Namun langkah Xi Jinping dikritik karena itu dianggap sebagai cara Xi menghancurkan lawan-lawan politiknya.

Sejumlah pengamat dan analis internasional mengomentari penahanan atas (mantan) Presiden Interpol tersebut. “Presiden Interpol ditangkap di negara asalnya karena korupsi, itu sangat memalukan,” kata Richard McGregor dari Sydney’s Lowy Institute, seperti dikutip CNN, Selasa (9/10/2018).

“Partai Komunis China tidak responsif terhadap dunia luar dan hanya asyik dengan dunia internal sendiri. Penangkapan Meng menunjukkan Komisi Pengawas Nasional hanyalah perpanjangan tangan partai, bukan lembaga pemerintah yang mewujudkan perlindungan hukum yang lebih besar,” kata McGregor.

Advokat hak asasi manusia, Michael Caster berpendapat, “Sungguh sangat memprihatinkan jika China berpikir dapat menculik dan menahan pimpinan organisasi internasional dengan sewenang-wenang.”

Michael menyimpulkan bahwa Meng Hongwei sebagai Presiden Interpol bekerja untuk melayani kebijakan Partai Komunis yang dipimpin Xi Jinping.

Kasus Meng Hongwei ini menyusul kasus aktris China, Fan Bingbing yang menghilang berminggu-minggu dan ternyata terjerat kasus penghindaran pajak. Menurut Caster, “Ini menunjukkan tidak ada yang aman dari jangkauan partai tersebut. Siapapun bisa menjadi korban berikutnya.”

Namun media pemerintah China, Global Times membantah tuduhan tersebut. “Media Barat tidak menghormati dan tidak memahami hukum China, juga salah paham terhadap kampanye antikorupsi China. Di manapun, sistem hukum China berbeda dengan Barat. Mereka dengan arogan menganggap perbedaan itu sebagai kekurangan,” demikian editorial Global Times.

Lanjutkan membaca Nasib Mantan Presiden Interpol dan Kampanye Antikorupsi Xi Jinping

Iklan

Mantan Presiden Interpol Dituduh Bahayakan Partai dan Kepolisian


20181008KSP Presiden Interpol

 

Meng Hongwei (64 tahun) baru dua tahun menjalankan perannya sebagai Presiden Interpol/ICPO (International Criminal Police Organization) yang bermarkas di Lyon, Perancis. Meng terpilih dalam Sidang Umum ke-85 Interpol di Bali, Indonesia pada 10 November 2016 silam. Seharusnya Meng masih memimpin organisasi kepolisian dan penegak hukum yang beranggotakan 192 negara di seluruh dunia itu sampai tahun 2020.

Namun kabar mengejutkan datang dari Lyon. Sekretariat Jenderal Interpol melalui akun twitternya Minggu (7/10/2018) menyatakan Presiden Interpol Meng Hongwei mengundurkan diri dan Sekretariat Jenderal Interpol menerima pengunduran diri Meng. Interpol akan memilih presiden baru dalam Sidang Umum ke-87, November 2018 mendatang.

Pada saat yang hampir bersamaan, Minggu menjelang tengah malam, istri Meng, Grace, menggelar jumpa pers di Lyon. Grace mencemaskan nasib suaminya yang melakukan perjalanan ke China.

Grace menerima ancaman dalam bentuk emoji berupa pisau belati dalam WhatsApp. Meng masih sempat memberi tahu, “Tunggu telepon saya.” Namun sejak itu, Grace tak pernah dihubungi lagi dan dia hilang kontak dengan suaminya.

Pada Minggu malam juga, pemerintah China seperti dilansir China Daily menyebutkan, Meng Hongwei, Wakil Menteri Keamanan Publik, sedang diperiksa dan diselidiki oleh lembaga tertinggi antikorupsi China yaitu Komisi Pengawas Nasional karena diduga melakukan pelanggaran hukum. Saat itu belum dijelaskan secara rinci jenis pelanggaran hukum yang dilakukan Meng.

Membahayakan partai dan kepolisian
Senin (8/10/2018) siang WIB, pemerintah China mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Meng Hongwei saat ini sedang ditahan dan diselidiki dalam kasus suap dan korupsi. Namun belum jelas kapan Meng melakukan suap dan korupsi yang dilakukannya.

China menanggapi permintaan Interpol yang pada 6 Oktober meminta klarifikasi dan penjelasan tentang hilangnya Meng Hongwei di negara asalnya.

Kementerian Keamanan Publik China seperti dikutip The South China Morning Post Senin menyebutkan, “Meng diduga melakukan suap serta korupsi dan melanggar undang-undang yang sangat membahayakan Partai Komunis China (partai berkuasa) dan Kepolisian China.”

Pemerintah China membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam penyuapan yang dilakukan Meng.

Lanjutkan membaca Mantan Presiden Interpol Dituduh Bahayakan Partai dan Kepolisian

Misteri Hilangnya Presiden Interpol Meng Hongwei


oleh ROBERT ADHI KSP

Berita mengejutkan datang dari markas besar Interpol di Lyon, Perancis. Presiden Interpol periode 2016-2020, Meng Hongwei (64 tahun), dilaporkan hilang sejak melakukan perjalanan ke negara asalnya, China, pada 29 September 2018 lalu. Istri Meng yang sejak 2016 mengikuti suaminya tinggal di Lyon,  melaporkan hal ini kepada Kepolisian Perancis.

Kepolisian Perancis hari Jumat (5/10/2018) menyatakan sedang melakukan investigasi atas hilangnya Meng Hongwei, pejabat China pertama yang menduduki posisi puncak dalam organisasi Interpol yang beranggotakan 192 negara. Meng terpilih dalam Sidang Umum ke-85 Interpol yang digelar di Bali, Indonesia, tahun 2016 silam. Interpol adalah organisasi kerja sama kepolisian dan penegak hukum terbesar di dunia.

Namun terpilihnya Meng sempat membuat akademisi dan aktivis hak asasi manusia khawatir dia akan menyalahgunakan kekuasaan Interpol untuk menangkap orang-orang China yang tinggal di luar negeri. Salah satunya disampaikan oleh Nicholas Bequelin, Direktur Amnesti Internasional untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, pada 10 November 2016, menanggapi akun twitter Interpol yang mengabarkan Meng Hongwei terpilih sebagai Presiden Interpol.

Pemerintah China selama beberapa tahun terakhir ini meminta bantuan negara-negara asing untuk menangkap dan mendeportasi kembali warga negara China yang melakukan korupsi dan yang terlibat terorisme.

Interpo

 

Di bawah kepemimpinan Meng,  Interpol pada April 2017 pernah mengeluarkan red notices kepada konglomerat China, Guo Wengui atas permintaan pemerintah China. Guo Wengui merupakan satu dari 44 orang yang mendapat red notices dari Interpol.

Lanjutkan membaca Misteri Hilangnya Presiden Interpol Meng Hongwei

Siapa 10 Miliarder Terkaya di China?


Pony Ma Huateng, orang terkaya di China. REPRO CHINA DAILY

 

Majalah bisnis China, New Fortune, mengeluarkan daftar terakhir 500 orang terkaya di China berdasarkan kekayaan pribadi mereka per 8 Mei 2018.

Pony Ma atau Ma Huateng (46), pendiri dan CEO Tencent, raksasa teknologi China, dinobatkan sebagai orang paling kaya di China tahun 2018, menggeser posisi Wang Jianlin, chairman perusahaan pengembang realestat Dalian Wanda.

Orang terkaya nomor dua di China adalah Jack Ma (Alibaba) dan nomor tiga Xu Jiayin (Evergrande Group).

Pony Ma mendirikan dan memimpin perusahaan layanan pesan instan China yang bermarkas di Shenzhen. Platform internetnya termasuk QQ, WeChat, dan Tenpay. Tencent kini menjadi perusahaan paling bernilai di Asia.

Tidak seperti Jack Ma (meskipun sama-sama bermarga Ma, keduanya tidak punya hubungan keluarga), Pony Ma cenderung menghindari sorotan publik.  Ia juga masuk dalam daftar ”World’s 10 Most Powerful CEO’s” tahun 2018 dan daftar 15 orang terkaya di dunia.

Pony Ma mengenyam pendidikan di Universitas Shenzhen dan mendapatkan ijazah dalam ilmu komputer pada 1993. Ia kemudian bekerja mengembangkan peranti lunak ”pager”. Pada masa itu, China baru memiliki satu komputer untuk 100 orang.

Ia tinggal di Shenzhen dan menghasilkan 176 dollar AS untuk pekerjaan pertamanya. Lima tahun setelah lulus, tulis CNBC.com, Pony Ma, yang saat itu berusia 27 tahun, bergabung dengan empat teman sekelasnya di universitas untuk ikut mendirikan Tencent. Mereka menciptakan layanan pesan instan mirip AOL Messenger yang disebut QQ yang terhubung pada desktop dan ponsel. QQ langsung menjadi platform pesan instan terbesar di China.

Tencent mulai menghasilkan uang melalui iklan dan biaya bulanan dari pengguna chat QQ premium. Sampai 2001, Tencent mengumpulkan 32 juta dollar AS dalam investasi dan pada 2004 Tencent go public di Hong Kong. Pada 2011, Tencent meluncurkan aplikasi pesan khusus ponsel yang dinamakan WeChat, terpisah dari QQ. Sejak saat itu, WeChat dijuluki ”satu aplikasi mengatur semuanya”.

WeChat makin populer di China, sementara Whatsapp yang sudah diakuisisi Facebook dilarang digunakan di China. Pengguna aktif WeChat hampir 1 miliar orang setiap bulan. Mereka dapat mengirim teks, panggilan, bermain gim, mengirim uang, berbelanja, membayar pesanan di restoran, memesan taksi, dan bahkan berkencan daring.

Lanjutkan membaca Siapa 10 Miliarder Terkaya di China?

Pangeran Harry Akan Menikah dengan Artis Meghan Markle Maret 2018


R. ADHI KUSUMAPUTRA

LONDON, SENIN — Pangeran Harry (33), cucu Ratu Inggris Elizabeth II, sudah bertunangan dengan Meghan Markle (36), seorang model dan artis asal Amerika Serikat. Pangeran Harry dijadwalkan menikah pada musim semi mendatang. Tanggal dan tempat pernikahan akan segera diputuskan. Kemungkinan besar waktunya adalah Maret 2018. Demikian pernyataan keluarga Kerajaan Inggris pada Clarence House, Senin (27/11).

Lihat gambar di Twitter

Uskup Agung Canterbury Justin Welby akan memimpin upacara pernikahan pasangan Harry dan Markle tersebut. Welby mengatakan sangat gembira dengan kabar bahagia itu. Welby juga yang memimpin upacara pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, Duke dan Duchess of Cambridge, pada 2011 silam.

Pangeran Harry adalah anak bungsu Pangeran Charles, hasil pernikahan dengan Putri Diana.

Saudara laki-laki Harry, Pangeran William, dan istrinya, Kate, mengatakan, ”Kami sangat bahagia mendengar kabar Harry akan menikah. Senang bisa mengenal Meghan dan menyaksikan betapa bahagianya Meghan Markle dan Harry bersama-sama.”

Clarence House menyebutkan, pasangan Harry dan Markle bertunangan di London pada November ini. Pasangan ini diharapkan memamerkan cincin pertunangan mereka dalam sesi pemotretan hari Senin ini.

Ratu Elizabeth II dan Duke of Edinburgh menyampaikan rasa bahagia mereka atas kabar cucu mereka dan calon pengantin, serta berharap keduanya bahagia.

Lihat gambar di Twitter
Orangtua Meghan Markle, Thomas Markle dan Doria Ragland, dalam pernyataan resmi yang disiarkan Kensington Palace, Senin, menyebutkan, mereka menginginkan anak perempuan mereka dan Harry bahagia seumur hidup.
”Putri kami selalu menjadi orang baik dan penuh cinta. Melihat kedekatannya dengan Harry, yang berbagi kualitas yang sama, itu merupakan sumber kegembiraan dan kebahagiaan bagi kami, orangtua,” demikian pernyataan orangtua Meghan Markle.

Komentar senada disampaikan Pangeran Charles. Pangeran Wales itu senang dan tentu sangat bahagia mendengar kabar Harry dan Markle.

Meghan Markle, artis Amerika Serikat yang terkenal dalam drama Suits,bertemu dengan Harry pada musim panas 2016. Keduanya bertemu di London sejak 16 bulan lalu. Pasangan ini hampir tidak terpisahkan beberapa bulan terakhir ini.

Pasangan ini akan tinggal di Nottingham Cottage di Kensington Palace. Markle otomatis akan menjadi Her Royal Highness, Princess Henry of Wales, dan diharapkan menjadi seorang Duchess of Sussex apabila Harry dinobatkan sebagai Duke of Sussex oleh Ratu Elizabeth II pada hari pernikahannya kelak.

Pasangan ini akan tinggal di Nottingham Cottage di Kensington Palace. Markle otomatis akan menjadi Her Royal Highness, Princess Henry of Wales, dan diharapkan menjadi seorang Duchess of Sussex apabila Harry dinobatkan sebagai Duke of Sussex oleh Ratu Elizabeth II pada hari pernikahannya kelak. Ini seperti Kate Middleton yang menjadi Duchess of Cambridge setelah dia mengucapkan sumpahnya pada 2011 silam.

Akan tetapi, Meghan Markle tidak otomatis menjadi Princess Meghan karena dia tak punya darah bangsawan.

Namun, tidak seperti halnya Kate, Markle bukan seorang ”ratu di masa depan”. Dengan kehadiran anak-anak Pangeran William dan Kate Middleton, Harry terlalu jauh dari garis suksesi untuk memiliki prospek yang realistis untuk menjadi raja Inggris di masa depan.

Siapa Meghan Markle?

Siapa Meghan Markle, calon istri Pangeran Harry? Meghan Markle membawa sesuatu yang berbeda dalam keluarga Kerajaan Inggris. Dia seorang Amerika, statusnya bercerai, dan dia lahir dari ras campuran. Model dan artis Amerika ini pernah menikah dengan produser film Trevor Engelson pada 2011 setelah berpacaran selama tujuh tahun. Namun, dua tahun kemudian, pada 2013, mereka bercerai.

Pasangan ini bertemu pertama kali di London pada Juli 2016 ketika teman dekat Markle, yaitu Markus Anderson, memperkenalkannya kepada sang pangeran. Baru beberapa bulan kemudian, media Inggris berhasil mendapatkan kabar percintaan pasangan ini.

The Sunday Express merupakan media pertama yang mengungkapkan bahwa pacar baru Pangeran Harry adalah Meghan Markle yang berusia 36 tahun. Berita itu dimuat di halaman depan pada Oktober 2016, yang kemudian menjadi cerita berseri di media Inggris itu.

Lihat gambar di Twitter

Lahir pada 4 Agustus 1981 dan besar di Los Angeles, AS, Markle tinggal di Toronto, Kanada. Ia terkenal karena berperan sebagai Rachel Zane dalam drama TV Amerika, Suits. Markle tampil pertama kali dalam acara TV AS pada episode drama medis General Hospital tahun 2002, sebelum berpindah peran dalam CSIWithout a Trace, dan Castle.

Lihat gambar di Twitter

Markle kemudian muncul dalam film-film utama Hollywood, termasuk Get Him to The GreekRemember Me, dan Horrible Bosses. Ia juga muncul dalam serial sci-fi berjudul Fringe dan berperan sebagai Agen Khusus FBI Amy Jessup.

Ayah Meghan Markle seorang sinematografer untuk acara hit tahun 1980-an berjudul Married…with Children.

Robert Hardman, pewarta Daily Mail yang menulis buku tentang Ratu Inggris, mengatakan, Meghan Markle yang pernah menikah itu bukan persoalan bagi keluarga Kerajaan Inggris. ”Bertahun-tahun lalu itu menjadi isu utama, tetapi itu tidak perlu dikatakan lagi. Maksud saya, hidup telah berubah. Anda tahu, kan, Pangeran Wales menikah dengan Duchess of Cornwall pada 2005,” katanya dalam wawancara dengan BBC.

Meghan Markle lahir dari ayah dan ibu yang berbeda ras. Menurut Stephen Bates, koresponden keluarga Kerajaan Inggris, kepada The Guardian, ”warisan” ras campuran Markle bukan menjadi persoalan bagi rakyat Inggris. Cukup banyak bangsawan Inggris menikah dengan orang-orang dengan ras campuran sebelumnya. ”Saya pikir, rakyat Inggris tentu saja nyaman dengan kondisi semacam ini,” katanya kepada BBC.

”Lima puluh tahun yang lalu, itu akan menjadi masalah pada masa itu. Tetapi, hari ini saya pikir rakyat Inggris akan menganggapnya hal biasa dan mereka akan mengucapkan selamat kepada keluarga kerajaan yang telah beralih generasi itu,” katanya.  (THE GUARDIAN/THE TELEGRAPH/BBC)

Teori Konspirasi dalam Kematian Putri Diana


oleh ROBERT ADHI KSP

 

Diana1
Putri Diana dan Pangeran Charles saat menikah pada 29 Juli 1981. DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

 

Sabtu, 30 Agustus 1997, malam. Putri Diana (36) dan kekasih barunya, Dodi al-Fayed (41), putra Mohammad al-Fayed—pengusaha Inggris berdarah Mesir—menikmati makan malam dalam kamar suite berinterior suasana abad ke-18 di Imperial Suite di Hotel Ritz Paris, Perancis.

Diana dan Dodi baru saja tiba di Paris setelah berlibur di Pulau Sardinia, Italia. Diana dan kekasihnya menghabiskan satu minggu di atas kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter bernama ”Jonikal” yang berlayar di pesisir Pantai Emerald di Pulau Sardinia. Kapal pesiar mewah itu milik Mohammad al-Fayed. Jonikal berkali-kali berhasil menghindari para paparazi yang mengejarnya. Diana tampak kecewa karena dia diburu seperti itu. Suasana hati Diana tegang. Diana memberi tahu Dodi bahwa dia ingin ke Paris ”sesegera mungkin”.

Diana dan Dodi baru saja tiba di Paris setelah berlibur di Pulau Sardinia, Italia. Diana dan kekasihnya menghabiskan satu minggu di atas kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter bernama Jonikal yang berlayar di pesisir Pantai Emerald di Pulau Sardinia.

Dalam hitungan jam, pesawat Gulfstream-IV mendarat di bandara pribadi Sardinia. Jet pribadi itu kemudian terbang dari Sardinia menuju bandara Le Bourget, sekitar 16 kilometer sebelah utara Paris.

Henri Paul, pelaksana tugas kepala keamanan Hotel Ritz Paris, menjemput mereka di bandara Le Bourget, lalu membawa mereka ke Hotel Ritz yang berlokasi di Place Vendome No 15. Hotel yang dibangun tahun 1898 oleh pengusaha hotel asal Swiss, Cesar Ritz, dan berkolaborasi dengan chef asal Perancis, Auguste Escoffier, itu dibeli oleh Mohammad al-Fayed pada tahun 1979 yang kemudian merenovasinya.

Pada tahun 1997, Mohammad al-Fayed (tahun 2017 ini berusia 88 tahun) adalah pemilik department store Harrods di Knightsbridge, London. (Harrods dijual Mohammad al-Fayed pada 2010 ke perusahaan Qatar dengan nilai 2,4 miliar dollar AS.)

Pukul 23.45, Mohammad al-Fayed menelepon Henri Paul. ”Kamu harus menyopiri mobil itu hati-hati. Kamu tidak boleh lupa, nyawa ibu calon raja Inggris dan putra tercinta saya ada di tanganmu. Saya percaya kamu tidak akan melupakan itu. Hanya Tuhan yang tahu betapa saya memercayaimu,” kata Al-Fayed.

Pukul 23.50, pengawal Diana dan Dodi, Trevor Rees-Jones, berada di dalam bar Ritz bersama staf keamanan hotel lainnya dan Henri Paul. Mereka mendiskusikan rute mana yang akan diambil. Paul sangat optimistis. ”Hotel akan menyediakan dua Range Rover untuk menipu para paparazi. Tipuan ini akan memberi Paul cukup waktu untuk meloloskan dari kejaran paparazi. ”Kendengarannya bagus,” kata Rees-Jones.

Minggu, 31 Agustus 1997, pukul 00.15. Henri Paul di lobi hotel menggunakan ponselnya untuk menggerakkan dua kendaraan tipuan. Empat menit kemudian, dua Range Rover itu keluar dari Place Vendrome di depan Ritz dan melaju kencang. Sejumlah paparazi tergoda untuk mengejar dua mobil itu.

Pukul 00.20, di pintu belakang Hotel Ritz, Henri Paul tiba dengan Mercedes dan menjemput Diana dan Dodi. Dua sejoli itu naik Mercedes S-280 yang disopiri Henri Paul. Mobil itu melaju di jalan-jalan di kota Paris, berusaha menghindari kejaran para paparazi yang masih menunggu di sekitar hotel.

Pukul 00.22, sebuah Fiat Uno warna putih melintasi lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di Place de la Concorde. Paul menghentikan Mercedes di traffic light itu.

Lanjutkan membaca Teori Konspirasi dalam Kematian Putri Diana

Richard Nixon, Presiden Pertama AS yang Mundur karena Skandal


Jumat, 9 Agustus 1974. Richard Milhous Nixon (saat itu berusia 61 tahun) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden ke-37 Amerika Serikat. Nixon merupakan presiden pertama AS yang mengundurkan diri dalam sejarah 185 tahun lembaga kepresidenan AS.

Berita mundurnya Nixon menjadi berita utama harian Kompas, Sabtu, 10 Agustus 1974, dengan judul ”Nixon Mundur – Gerald Ford Dilantik jadi Presiden ke-38 AS”.

Halaman muka Harian Kompas Sabtu 10 Agustus 1974
Halaman muka Harian Kompas Sabtu 10 Agustus 1974. ARSIP HARIAN KOMPAS

Richard Nixon lahir di Yorba Linda, California, 9 Januari 1913, menyelesaikan pendidikan hukum di Duke University School of Law pada 1937. Nixon memulai karier politiknya sejak tahun 1946 di Califonia ketika dia merebut kursi Kongres dari Jerry Voorhis. Generasi tahun 1940-an melihat dia sebagai tokoh Republik yang sangat antikomunis.

Anak-anak dari generasi tersebut memberikan suara mereka yang pertama dalam pemilihan Presiden Dwight D Eisenhower, saat itu Richard Nixon sebagai wakil presiden. Richard Nixon menjabat wapres pada 20 Januari 1953 hingga 20 Januari 1961, selama dua periode, satu paket dengan Dwight D Eisenhower, yang terpilih lagi sebagai presiden untuk empat tahun kedua.  

Generasi 1960-an melihat Nixon kalah tipis dari John F Kennedy yang terpilih sebagai Presiden AS. Setelah itu, tahun 1962, Nixon kalah lagi dalam perebutan kursi Gubernur California, tempat asal Nixon. 

Kekalahan demi kekalahan yang dialaminya tidak membuat Nixon patah semangat. Akhirnya dalam pemilihan presiden tahun 1968, Richard Nixon menang tipis atas Hubert Humphrey. Nixon menjadi presiden ke-37 AS, menggantikan Lyndon B Johnson. Wakil presiden bagi Richard Nixon pada periode 1969-1973 adalah Spiro Agnew, sedangkan pada periode kedua (sampai 1974) adalah Gerald Ford. 

Dalam masa jabatan pertamanya, Richard Nixon berhasil mengakhiri Perang Vietnam, mengatasi konflik-konflik rasial, dan pergolakan mahasiswa di dalam negeri, serta mengekang inflasi. Nixon berkunjung ke Moskwa dan Peking (Beijing) untuk membuka era baru hubungan Timur dan Barat.

Dalam pemilihan presiden berikutnya tahun 1972, Richard Nixon terpilih kembali sebagai Presiden AS dengan kemenangan mutlak, merebut kemenangan di 49 negara bagian dari 50 negara bagian di AS.

Lanjutkan membaca Richard Nixon, Presiden Pertama AS yang Mundur karena Skandal

Raja Arab Saudi Faisal Bertamu ke Indonesia pada Juni 1970


Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 menarik perhatian khalayak. Ini merupakan kali kedua Raja Arab Saudi berkunjung ke Indonesia. Sebelumnya, pada 10-12 Juni 1970 atau 47 tahun yang lalu, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

 

11-06-1970-raja-arab
Berita Harian “Kompas” Kamis 11 Juni 1970 berjudul “Raja Faisal Tiba di Jakarta”

 

Harian Kompas, Senin, 8 Juni 1970, mengabarkan, Raja Faisal kelahiran Riyadh yang berusia 65 tahun itu juga menjabat menteri luar negeri. Faisal diangkat ayahnya, Raja Arab (saat itu) Abdul Aziz, pada 1929 ketika mengubah direktorat urusan luar negeri menjadi kementerian luar negeri. Beberapa kali Faisal memimpin misi ke luar negeri, menghadiri konferensi dan pertemuan internasional. Faisal ke Bahrain dan kota-kota di Eropa sebagai Utusan Raja Abdul Azis. Faisal ikut dalam proses pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menandatangani pernyataan bersama untuk membentuk PBB di San Francisco (Amerika Serikat) pada 1945, serta hadir dalam sidang yang membahas rencana Piagam PBB.

Faisal mengunjungi AS pada 1937 atas undangan Presiden AS Franklin Delano Roosevelt, menghadiri Konferensi Menteri-menteri Luar Negeri Negara-negara Arab yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.

Kunjungan Raja Arab Faisal ke Indonesia pada Juni 1970 untuk memperat hubungan persahabatan kedua negara. Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik, seperti dikutip harian Kompas, Rabu, 10 Juni 1970, mengatakan, Raja Faisal membicarakan masalah Arab-Israel, hubungan ekonomi-perdagangan Indonesia-Arab Saudi, dan masalah haji. Menurut Adam Malik, kunjungan Raja Faisal tidak dapat dipisahkan dari hasil Konferensi Islam di Jeddah sebelumnya.

Lanjutkan membaca Raja Arab Saudi Faisal Bertamu ke Indonesia pada Juni 1970

Berkunjung ke Markas Besar Interpol di Lyon


Tahun 2016 ini, Indonesia menjadi tuan rumah Sidang Umum Interpol pada saat Kepala Kepolisian RI dijabat oleh Jenderal Polisi Tito Karnavian. Tapi jangan lupa, Mayjen (sekarang Irjen) Purnawirawan I Gusti Made Putera Astaman sejak tahun 1990-an sudah memperjuangkan agar Indonesia menjadi tuan rumah Sidang Interpol. 

LYON. Kota di timur Perancis ini berada di antara Paris dan Marseille, 470 km dari Paris dan 320 km dari Marseille. Kota ini menjadi tujuan kami sepulang mengikuti  Sidang Umum Interpol di Dakar, Senegal, November 1992. Dari Stasiun Gare de Lyon di Paris, kami naik TGV, kereta api tercepat di dunia saat itu, menuju Lyon. TGV, Train a Grande Vitesse atau kereta api supercepat itu melayani rute Paris-Lyon sudah sejak tahun 1981 dengan kecepatan 320 km per jam. 

1992: Kunjungan ke Markas Besar ICPO-Interpol di Lyon, Perancis, dipimpin Deops Kapolri Mayjen Pol IGM Putera Astaman. FOTO DOK KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Di kota Lyon inilah, ICPO-Interpol mengendalikan semua aktivitas yang berkaitan dengan kejahatan internasional dan lintas batas. Semua daftar pencarian orang atau DPO di berbagai negara dikirim ke markas besar Interpol di Lyon. Kunjungan ke Markas Besar Interpol di Lyon merupakan ide Pak Putera Astaman, yang memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Umum ICPO-Interpol di Dakar, Senegal. Sebelumnya Pak Putera Astaman sudah berkomunikasi dengan Sekjen Interpol Raymond E Kendall dan staf Sekretariat Jenderal Interpol, M Chomorro. Markas besar Interpol seluas 14.500 meter persegi yang berlokasi di daerah Quai Achille Lignon itu mulai dibangun Juli 1987 dan diresmikan Presiden Perancis Francois Mitterand pada 27 November 1989. Sebelumnya markas Interpol berada di Saint Cloud, Paris, yang ditempati sejak 1966. Pembangunan gedung baru itu menelan biaya 29.978.724 franc Swiss.

Sebelumnya, markas besar Interpol berlokasi di Vienna, Austria. Kongres kedua International Criminal Police Congress yang digelar di Vienna tahun 1923, menetapkan ibu kota Austria itu sebagai markas besar ICPC. Kemudian pada masa Perang Dunia II, tahun 1946, Paris ditetapkan sebagai markas besar ICPC dan akronim Interpol mulai digunakan. Tahun 1956, ICPC berubah menjadi ICPO (International Criminal Police Organization) hingga sekarang.

1992: Markas Besar ICPO-Interpol di Lyon, Perancis. FOTO: DOKUMENTASI KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Lanjutkan membaca Berkunjung ke Markas Besar Interpol di Lyon

Meliput Sidang Interpol di Senegal


Tahun 1992 merupakan tahun yang penuh pengalaman luar biasa bagi saya. Meliput tiga konferensi internasional, mulai dari Konferensi ASEANAPOL di Brunei Darussalam bulan Agustus, meliput Konferensi Gerakan Non-Blok di Jakarta bulan September, hingga meliput Sidang Umum ICPO-Interpol di Dakar, Senegal, Afrika Barat, 4-10 November 1992.

Kali ini saya menulis laporan dari Senegal, yang menjadi tuan rumah Sidang Umum ke-61 ICPO-Interpol. Senegal, bekas koloni Perancis, adalah sebuah negara di Afrika Barat. Luasnya 196.722 km persegi, berbatasan dengan Samudera Atlantik di sebelah barat, Mauritania di sebelah utara, Mali di sebelah timur, Guinea-Bissau di sebelah selatan. Nama Senegal diambil dari Sungai Senegal yang mengalir di perbatasan timur ke utara.

Senegal pada abad ke-9 merupakan bagian dari Kerajaan Takrur dan pada abad ke-13 dan 14 menjadi wilayah Kerajaan Djolof. Pada pertengahan abad ke-15, Portugis mendarat di pantai Senegal, disusul Perancis. Pengaruh Perancis terasa sangat kuat, bahkan setelah negeri ini merdeka tahun 1960.

Dakar, ibu kota Senegal, berada di semenanjung Cap-Vert di tepi Samudera Atlantik. Luas kota hanya 82,38km persegi, namun digabung dengan kawasan sekitarnya, luasnya menjadi 574 km2 (kurang sedikit dari luas Kota Jakarta).  Dakar merupakan pusat pertemuan dua peradaban Afrika dan Eropa, titik pertemuan budaya tradisional dan modern. Pada abad ke-17 dan 18, kota ini menjadi pusat perdagangan. Pedagang dari sejumlah kerajaan penjajah datang dan membangun pos di sepanjang pantai yang menghadap Samudera Atlantik.  

Di kota yang berabad-abad lalu sibuk dengan perbudakan inilah, Sidang Umum Interpol digelar.  Pada waktu itu peserta Sidang Umum ke-61 Interpol menginap di Hotel Le Meridien President (sekarang hotel bintang lima yang memiliki pemandangan luas ke Samudera Atlantik itu berubah nama menjadi Hotel King Fahd Palace).   Jika ditilik dari namanya, hotel itu dulu milik jaringan Perancis Le Meridien, sekarang tampaknya sudah berubah milik Arab Saudi.

1992: Delegasi Indonesia dalam Sidang Umum Interpol di Dakar, Senegal, November 1992. Foto di depan KBRI di Dakar, Senegal. Dari kiri ke kanan Drs M, Chariri (Kasubdit Intel Ditjen Bea dan Cukai), Kolonel Drs Ismet Ibrahim (Sekretaris Direktorat Reserse Polri), Mayjen Drs Aji Komaruddin (Kapolda Jawa Tengah), Duta Besar RI untuk Senegal, ketua delegasi Mayjen Drs IGM Putera Astaman (Deputi Kapolri bidang Operasi),  Sutardi SH (pejabat Biro Hukum Bank Indonesia),   Kolonel Drs Suharyono (Kepala Sekretariat NCB-Interpol) dan saya wartawan Kompas Robert Adhi Ksp, paling kanan. FOTO: DOKUMENTASI KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Lanjutkan membaca Meliput Sidang Interpol di Senegal