Arsip Kategori: Media

Suksesi Raja Media Rupert Murdoch dan Tantangan Generasi Kedua


ROBERT ADHI KSP

Rupert Murdoch (84) berencana menyerahkan kendali perusahaan 21st Century Fox kepada putra-putranya. James Murdoch akan menjadi Chief Executive Officer, sedangkan Lachlan Murdoch akan berperan sebagai Co-Executive Chairman.

Ini merupakan bagian dari rencana suksesi jangka panjang Rupert Murdoch. Namun, belum jelas kapan perubahan kepemimpinan di perusahaan itu ditetapkan. “Masalah suksesi merupakan agenda pertemuan komisaris,” kata juru bicara Fox, Nathaniel Brown.

Rupert Murdoch 130615

Meskipun mundur, Rupert Murdoch tetap menjadi Executive Chairman. Dia diharapkan terus melakukan pengawasan strategis dan mempertahankan kendali utama perusahaannya. Keluarga Murdoch mengendalikan baik 21st Century Fox dan News Corporation secara efektif. Mereka juga menguasai sebagian kerajaan media Murdoch melalui kepemilikan hampir 40 persen saham di kedua perusahaan itu.

Usia Murdoch sudah 84 tahun, tetapi dia tidak sakit-sakitan. Dia masih muncul di kantornya dengan penuh energi. Banyak yang berharap Murdoch tetap datang ke kantor secara rutin. “Ini masih tetap menjadi perusahaan Murdoch sampai kapan pun,” kata Rich Greenfield, analis media BTIG Research.

Sebagai bagian dari reorganisasi, Chase Carey akan mundur dari perannya sebagai Chief Operating Officer di Fox dan bekerja sebagai penasihat perusahaan. Carey menjabat eksekutif tertinggi kedua di Fox sejak tahun 2009 dan dihormati di Wall Street Journal. Dia memainkan peran integral dalam rencana suksesi ini.

Menurut orang dekat keluarga Murdoch, James dan Lachland memiliki hubungan yang baik. James akan menjabat CEO, sedangkan Lachlan menduduki pos Chairman. Ini sesuai rencana sang ayah.

James dan Lachlan naik ke puncak Fox yang didirikan ayah mereka. Namun, industri media saat ini mengalami perubahan. Kakak-adik itu harus memandu dunia baru media yang lebih kompleks dengan teknologi distribusi dan periklanan digital pada tahun-tahun mendatang. Eksekutif media dan analis menggambarkan James sebagai eksekutif yang memiliki pengalaman mengoperasikan perusahaan media di berbagai negara, juga seorang yang lebih segar, lebih muda, dan memiliki perspektif dalam bisnis. Peran James mendorong ayahnya mengambil saham di Vice, perusahaan media muda, dan mengakuisisi TrueX, perusahaan teknologi periklanan (“Rupert Murdoch to Put Media Empire in Sons’ Hands”, The New York Times, 11 Juni 2015). James digambarkan sebagai “seorang lelaki yang sangat berbakat, dan akan menjadi pelayan yang jujur dan terhormat di perusahaan,” kata Leo Hindery Jr, mantan CEO Tele-Communications Inc yang bekerja sama dengan kerajaan Murdoch selama puluhan tahun dan kini managing partner InterMedia Partners.

Lanjutkan membaca Suksesi Raja Media Rupert Murdoch dan Tantangan Generasi Kedua

Iklan

Ketika Netizen Melaporkan Terbakarnya Gedung di Manhattan


ROBERT ADHI KSP

Peristiwa terbakarnya sebuah gedung di kawasan East Village, Manhattan, New York, Amerika Serikat, mendapat perhatian dari netizen. Terbakarnya gedung yang terjadi pada Kamis (26/3) pukul 15.17 waktu setempat atau Jumat (27/3) dini hari WIB itu diawali dari ledakan.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, ledakan di gedung itu berkaitan dengan gas. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Empat orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan belasan orang lainnya luka-luka. Gedung yang berfungsi sebagai tempat komersial dan tempat tinggal itu berlokasi antara Second Avenue dan Seventh Street.

Para pengguna media sosial Twitter dan Facebook yang berada di dekat lokasi kejadian ramai-ramai mengunggah foto dan video peristiwa itu.

Seorang penulis asal Sydney, Australia, yang sedang berada di sekitar lokasi menulis di Twitter-nya, @ScottWesterfeld, “Ledakan keras di sudut 7th Street dan 2nd Ave. Polisi berdatangan di sini.” Scott mengunggah beberapa laporan lagi dan mengumumkan siapa saja boleh menggunakan fotonya asalkan memberi kredit namanya.

“Saya baru mendengar suara keras. Banyak warga membantu mereka yang berlarian keluar dari gedung yang terbakar. Second Avenue ditutup untuk lalu lintas dari 9th Street ke Houston. Pengendalian massa masih terjadi. Tak satu pejalan kaki pun diizinkan masuk dari 9th Street ke 7th Street,” lapor penulis novel itu dalam Twitter-nya.

Pasukan penjinak bom New York Police Department (NYPD) berada di lokasi. Scott menulis pendapatnya, “Saya tidak berpikir ledakan ini aksi terorisme.”

Lanjutkan membaca Ketika Netizen Melaporkan Terbakarnya Gedung di Manhattan

“Obor Rakyat” Bukan Produk Jurnalistik


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Kasus tabloid ”Obor Rakyat” yang melibatkan Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah Setyardi Budiyono menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui juru bicara kepresidenan, Presiden SBY menegaskan bahwa Istana tidak tahu-menahu tindakan Setyardi menerbitkan ”Obor Rakyat”. Isi tabloid ini semuanya fitnah dan meniupkan isu SARA, yang mendiskreditkan calon presiden Joko Widodo.

Juru bicara kepresidenan kepada pers, Sabtu (14/6), mengungkapkan, Presiden sangat terganggu dengan berita tersebut dan menjanjikan akan ada investigasi dan tindakan dari Sekretariat Kebinet yang membawahi staf khusus.

Selain menjabat staf khusus presiden, Setyardi Budiyono saat ini juga menjabat komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII. Nama Setyardi berada dalam tabloid Obor Rakyat sebagai pemimpin redaksi.

Setyardi bersikukuh tabloidnya merupakan karya jurnalistik. Dia mencantumkan namanya dalam tabloid itu. Namun, Dewan Pers menegaskan, tulisan-tulisan yang dimuat dalam tabloid Obor Rakyat bukan karya jurnalistik yang dikerjakan dengan menghormati kode etik jurnalistik, di antaranya tidak menyinggung suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

Dewan Pers menilai penulisan Obor Rakyat tidak didasarkan pada fakta-fakta yang ada dan dikonfirmasi dengan benar. Pengelola Obor Rakyat telah menyalahi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kode Etik Jurnalistik.

Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menegaskan, apa yang dilakukan oleh Setyardi Budiyono dan Darmawan Sepriyossa melalui tabloid Obor Rakyat jelas melanggar prinsip-prinsip jurnalistik. Dewan Pers tidak bisa melindungi Setyardi dan Darmawan yang bekerja tanpa berpegang pada prinsip jurnalistik. Dewan Pers meminta Polri untuk tidak ragu menindak siapa pun yang melakukan pelanggaran berat (Kompas, 16/6/2014).

Lanjutkan membaca “Obor Rakyat” Bukan Produk Jurnalistik

Independensi Media dan Pemilu


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Tiga pengusaha pemilik jaringan media di Indonesia adalah pemimpin partai politik yang ikut pemilihan umum. Apakah ada korelasi antara gencarnya pemberitaan tentang parpol yang dipimpin pemilik media dan perolehan suara dalam pemilihan legislatif pada April lalu?

Para pemilik media yang juga petinggi parpol peserta Pemilu 2014 itu adalah Hary Tanoesoedibjo (49), Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) parpol tersebut. Hary yang juga calon wakil presiden yang diusung Partai Hanura adalah pemilik dan CEO Media Nusantara Citra (MNC) Group.

Hary mengendalikan stasiun televisi RCTI, Global TV, MNC TV, Sindo TV, juga jaringan radio Sindo Trijaya, Global Radio, V Radio, dan sejumlah radio lainnya. Hary juga pemilik Koran Sindo, dan beberapa tabloid dan majalah, serta pemilik situs online Okezone.com dan sindonews.com.

Pemilik media selanjutnya yakni Surya Paloh (62), pendiri stasiun Metro TV, surat kabar Media Indonesia, dan Lampung Post, adalah Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Kemudian Aburizal Bakrie (67), pemilik stasiun TV One dan ANTV, serta situs online Vivanews, adalah Ketua Umum Partai Golkar sejak 2009.

Lanjutkan membaca Independensi Media dan Pemilu

Hilangnya Kebebasan Pers di Mesir


Mesir

ROBERT ADHI KSP

KEBEBASAN pers di Mesir sudah hilang. Sejak terjadi gejolak politik tahun 2011, terutama sejak kudeta militer 2013, jurnalis Mesir tidak lagi bebas menyampaikan laporannya. Kasus terakhir, delapan jurnalis Al Jazeera yang ditangkap pada akhir 2013 diadili pengadilan di Kairo dengan tuduhan ”melakukan konspirasi dengan kelompok teroris” dan didakwa ”menyebar- luaskan informasi yang salah dan rumor kepada masyarakat internasional tentang Mesir”.

Al Jazeera adalah stasiun televisi yang bermarkas di Doha, Qatar. Kedelapan jurnalis Al Jazeera tersebut termasuk warga Australia, Peter Greste, dan warga Mesir, Baher Mohamed dan Mohamed Fahmy, yang ditangkap otoritas Mesir sejak 29 Desember 2013.

Lanjutkan membaca Hilangnya Kebebasan Pers di Mesir

Jangan Runtuhkan Pilar Keempat!


Jangan Runtuhkan Pilar Keempat!
Jangan Runtuhkan Pilar Keempat!

oleh ROBERT ADHI KSP

Juru kamera jaringan TV SkyNews dari Inggris, Mick Deane (61), tewas tertembak ketika meliput bentrokan antara pasukan keamanan dan massa pendukung presiden yang dikudeta, Muhammad Mursi, di Rabaa Al-Adawiya Square, Kairo, Mesir, Rabu (14/8). Mick Deane yang saat itu bersama koresponden Sky News untuk Timur Tengah, Sam Kiley, mengembuskan napas terakhirnya beberapa jam setelah dibawa ke rumah sakit.

Lanjutkan membaca Jangan Runtuhkan Pilar Keempat!

Internet Rontokkan Media Cetak Amerika


oleh ROBERT ADHI KSP

Apakah Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, telah menyelamatkan nyawa ”The Washington Post” setelah ia membeli surat kabar terkemuka di Amerika Serikat yang berusia 136 tahun itu? Kondisi ”The Washington Post” mempertegas kondisi sebagian besar media cetak di AS yang sekarat di tengah kehadiran internet dan merebaknya perangkat digital.

Lanjutkan membaca Internet Rontokkan Media Cetak Amerika