Arsip Kategori: Pariwisata

Pekan Raya Indonesia Bakal Gerakkan Ekonomi


ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Pekan Raya Indonesia atau PRI, pameran multiproduk berskala besar, akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 20 Oktober-10 November 2016 mendatang. Pameran yang mengintegrasikan konsep belanja, hiburan, rekreasi, edukasi, serta menggabungkan beragam produk nasional dan internasional ini merupakan yang pertama di Indonesia.

20160125ksp ICE-1.jpg
Indonesia Convention Exhibition (ICE) berlokasi di kawasan BSD City, Tangerang, Banten

Menurut Ketua Umum Pekan Raya Indonesia Irwan Oetama, kegiatan PRI akan meningkatkan pendapatan daerah. Dia berharap PRI memberi banyak manfaat bagi banyak orang, menghasilkan efek domino yang positif, yang mampu menggerakkan dan menggairahkan perekonomian Indonesia. Pekan Raya Indonesia, kata Ketua Harian PRI E Ernawan, berusaha mendorong tumbuhnya perekonomian nasional melalui industri MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di Indonesia.

Lanjutkan membaca Pekan Raya Indonesia Bakal Gerakkan Ekonomi

Iklan

ICE, Rumah Baru bagi Musisi, Pekerja Seni, Pekerja Kreatif


ROBERT ADHI KSP

Indonesia Convention Exhibition, gedung konvensi dan ekshibisi terbesar di Asia Tenggara, yang berlokasi di BSD City, Tangerang, Banten, menjadi ikon baru dan menjadi “rumah” bagi pekerja seni dan musisi Indonesia.

Dalam bulan Agustus 2015, Indonesia Convention Exhibition (ICE) menampilkan acara-acara seni, mulai dari Teater Koma yang memainkan lakon “Sampek Engtay” yang legendaris, acara musik yang menghadirkan duet Afgan dan Raisa, sampai pada penampilan Magenta Orchestra pimpinan Andi Rianto dengan bintang-bintang musik: Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Rossa, Ari Lasso, Judika, Maudy Ayunda, Kunto Aji, dan Zahra Damariva.

Magentra Orchestra pimpinan Andi Rianto (kiri) membawakan karya para komposer Indonesia  dengan musisi (dari kiri) Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Ari Lasso, Judika, Zahra Damariva, Maudy Ayunda, dan Kunto Aji. Tidak tampak adalah Rossa. Pertunjukan musik digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (9/8/2015) malam.
Magentra Orchestra pimpinan Andi Rianto (kiri) membawakan karya para komposer Indonesia dengan musisi (dari kiri) Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Ari Lasso, Judika, Zahra Damariva, Maudy Ayunda, dan Kunto Aji. Tidak tampak adalah Rossa. Pertunjukan musik digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (9/8/2015) malam. KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Sampek Engtay Teater Koma

Kompas yang menonton pertunjukan “Sampek Engtay” oleh Teater Koma pada Minggu (2/8) siang melihat antusiasme penonton yang memenuhi kursi-kursi di Hall 1 ICE. Selama tiga hari Teater Koma menghibur penonton dengan cerita yang disadur dari legenda Tiongkok tentang kegagalan cinta sepasang kekasih.

Lakon “Sampek Engtay” yang dimainkan Teater Koma di ICE BSD City, awal Agustus lalu, merupakan produksi ke-140 teater pimpinan Ratna Riantiarno itu. Menurut Ratna, lakon “Sampek Engtay”, kisah cinta klasik Tiongkok, tetap menarik penonton meski sudah dipentaskan lebih dari 100 kali sejak 1988.

“Penonton Teater Koma yang berdomisili di Tangerang dan di wilayah selatan Jakarta kini bisa lebih nyaman menjangkau pentas di ICE BSD. Sungguh hal yang membahagiakan karena mereka yang tak sempat menonton pentas-pentas Teater Koma kini punya peluang besar menyaksikan pentas kami di ICE BSD City karena lokasi yang relatif dekat,” ujar Ratna Riantiarno dalam buku panduan.

Dalam lakon “Sampek Engtay” di ICE BSD, yang berperan sebagai Engtay adalah Tuti Hartati, sedangkan yang berperan sebagai Sampek adalah Ade Firman Hakim. Lakon yang dimainkan lebih dari empat jam itu tetap memikat penonton.

Seorang pencinta teater yang tinggal di Serpong, Elfrida, mengatakan, ia senang sekali dapat menyaksikan pentas Teater Koma di ICE BSD. “Sekarang tak perlu bermacet-macet ke Jakarta untuk menikmati seni pertunjukan yang berkualitas. Saya berharap ICE terus menampilkan pertunjukan teater berkualitas,” katanya.

Para pemain Teater Koma memainkan lakon
Para pemain Teater Koma memainkan lakon “Sampek Engtay” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Minggu (2/8) lalu.
KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Lanjutkan membaca ICE, Rumah Baru bagi Musisi, Pekerja Seni, Pekerja Kreatif

Fairmont, Raffles, dan Target Wisman di Indonesia


ROBERT ADHI KSP 

Dua hotel baru berbintang lima beroperasi di lokasi premium di Ibu Kota. Hotel Raffles berlokasi di kawasan Kuningan, sedangkan Hotel Fairmont di kawasan Senayan. Masuknya brand hotel baru di Jakarta menunjukkan bahwa Indonesia makin dilirik investor asing. Kehadiran dua hotel baru itu juga mendukung target pemerintah menarik wisatawan mancanegara hingga 12 juta orang.

Hotel Raffles Jakarta yang berlokasi di Ciputra World di kawasan segitiga emas Kuningan diresmikan pertengahan Maret lalu. Adapun Hotel Fairmont Jakarta yang bersebelahan dengan Plaza Senayan diresmikan pada Kamis (6/8).

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel ketika meresmikan Hotel Fairmont mengingatkan kembali target pemerintah menarik 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini. Kehadiran dua hotel baru berbintang lima di Jakarta akan membantu target wisatawan itu tercapai. Hotel Raffles dan Fairmont memberikan gambaran nyata bagaimana menariknya investasi di Indonesia saat ini.

Fairmont dan Raffles

Februari lalu, Presiden Joko Widodo menetapkan sektor pariwisata sebagai bisnis unggulan nasional, menargetkan 12 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2015 dengan penerimaan devisa negara 12 miliar dollar AS.

Untuk itu, pemerintah menaikkan anggaran promosi pariwisata secara drastis empat kali lipat dari Rp 300 miliar per tahun menjadi Rp 1,2 triliun per tahun. Angka itu menunjukkan komitmen Presiden yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan sektor pariwisata dan menjadikan sektor ini primadona. Indonesia yang memiliki beragam budaya dan keindahan alam dari Sabang sampai Merauke harus menjadi daya tarik wisatawan.

Lanjutkan membaca Fairmont, Raffles, dan Target Wisman di Indonesia

Serangan di Museum Bardo dan Industri Pariwisata Tunisia


ROBERT ADHI KSP

Serangan teroris bersenjata di Museum Nasional Bardo di Tunisia, Rabu (18/3) pekan lalu, menewaskan 23 orang dan melukai puluhan lainnya. Apakah industri pariwisata Tunisia bakal padam pasca serangan di Museum Bardo? Rakyat Tunisia bersatu padu berupaya membangkitkan kembali citra pariwisata Tunisia melalui media sosial. Sementara Pemerintah Tunisia dengan cepat menangkap mereka yang diduga terlibat dalam serangan mematikan itu.

BardoTunisia 23032015

Dari jumlah yang tewas, 20 di antaranya adalah wisatawan asing yang berkunjung ke Museum Bardo. Dua puluh korban tewas adalah berkebangsaan Italia (4 orang), Jepang (3), Perancis (3), Polandia (3), Spanyol (2), Kolombia (2), Rusia (1), Belgia (1), Inggris (1). Tiga orang lainnya yang tewas adalah warga Tunisia, termasuk dua lelaki bersenjata Kalashnikov yang menyerang museum. Warga Tunisia lainnya yang tewas adalah seorang polisi.

Kementerian Kesehatan Tunisia dalam pernyataannya hari Sabtu (21/3) menyebutkan, sebanyak 43 orang luka-luka, 33 di antaranya sudah meninggalkan rumah sakit di Tunisia, dan 10 lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Charles Nicolle (Polandia 2 orang, Jepang 2, Belgia 1, dan Perancis 1), RS Rabta (Jepang 1 orang), RS Habib Thameur (Afrika Selatan 1 orang), serta RS militer (Rusia 1 orang dan Italia 1 orang). (”Ministry of Health reveals nationality of 20 tourists victims of Bardo Museum attack”, Agence Tunis Afrique Presse, 21 Maret 2015).

Beberapa warga Italia yang menjadi korban adalah penumpang kapal pesiar Costa Fascinosa, yang selama tujuh hari mengarungi Laut Mediterania. Pelabuhan Tunis salah satu tempat berlabuh kapal pesiar itu. (”Tunisia: 23 killed in terror attacks on tourists”, Al Arabiya, 18 Maret 2015).

Otoritas Tunisia hari Sabtu (21/3) mengumumkan telah menangkap lebih dari 10 militan atas dugaan keterlibatan dalam serangan bersenjata di Museum Nasional Bardo. Dua orang bersenjata yang tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan Tunisia diketahui sebagai Yassine Laabidi dan Hatem Khachnaoui. Keduanya meninggalkan Tunisia pada Desember 2014 dan pernah mengikuti latihan bersenjata di Libya.

Perdana Menteri Tunisia Habib Essid menegaskan, aksi terorisme tidak mendapat tempat di negeri itu. ”Aksi teroris tidak akan menghalangi Tunisia bergerak maju membangun berbagai proyek untuk mengurangi marjinalisasi dan menciptakan lapangan kerja. Tunisia baru secara tegas berkomitmen membawa proses konstruksi demokrasi ini mencapai tujuan akhir, apa pun kesulitan dan hambatannya,” kata Essid, yang optimistis dengan masa depan Tunisia. Dia mengajak semua rakyat Tunisia bersatu, mendukung upaya aparat keamanan memerangi terorisme di negeri itu (”Essid: Terrorism will by no means deter Tunisia to move forward in achieving development projects”, Tunisian News Agency, 21 Maret 2015).

Museum Bardo di Tunisia adalah salah satu lokasi pariwisata paling populer di Tunisia. Museum itu menyimpan koleksi terkenal berupa benda-benda antik dan warisan yang lain dari Kekaisaran Romawi. Negara di Afrika utara itu mengandalkan sektor pariwisata. Serangan ke Museum Bardo melumpuhkan aktivitas pariwisata di negeri itu. Padahal, sebanyak 15 persen pendapatan Tunisia berasal dari sektor pariwisata.

Serangan di Museum Bardo itu merupakan serangan terburuk yang menimpa orang asing di Tunisia sejak bom bunuh diri di Sinagog di Pulau Djerba tahun 2002 yang menewaskan 14 warga Jerman, 2 warga Perancis, dan 5 warga Tunisia.

Media sosial

Tunisia adalah negara pertama yang menggaungkan Arab Spring dan menularkannya kepada negara-negara lainnya di Afrika Utara dan Timur Tengah. Rakyat Tunisia sudah terbiasa menggunakan media sosial untuk melakukan perubahan.

Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa atau The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengecam keras serangan terhadap Museum Bardo di Tunisia, demikian juga pengguna media sosial di dunia.

Tagar #JeSuisBardo dan #JeSuisTunisien sempat masuk tren topik dunia. Dalam empat hari terakhir, topsy.com mencatat 11.032 cuitan di Twitter yang menggunakan tagar #JeSuisBardo, dan 21.455 cuitan yang menggunakan tagar #JeSuis Tunisien, sebagai tanda solidaritas terhadap Tunisia.

Lanjutkan membaca Serangan di Museum Bardo dan Industri Pariwisata Tunisia

KEK Tanjung Lesung dan Pariwisata Banten


Tanjung Lesung

ROBERT ADHI KSP

Hari Senin (23/2), Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung di Provinsi Banten. Pemerintah berkeinginan kawasan Tanjung Lesung menjadi salah satu pusat wisata berkelas internasional yang berbasis maritim.

Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Tanjung Lesung meliputi kawasan seluas 1.500 hektar dan memiliki garis pantai sepanjang 13 kilometer, menyimpan keindahan panorama wisata alam mulai dari Pantai Anyer dan Pantai Carita di utara, Tanjung Lesung, hingga Taman Nasional Ujung Kulon di selatan, juga Gunung Anak Krakatau dan Pulau Umang. Menurut rencana, di kawasan ini akan dibangun hotel, sekolah pariwisata, dan sarana pendukung lainnya.

Kawasan wisata yang relatif sudah ”jadi” adalah kawasan pariwisata Tanjung Lesung, yang dikembangkan konsorsium PT Banten West Java, anak perusahaan Jababeka. Tempat wisata yang terletak di sebuah semenanjung kecil di deretan selatan kawasan pantai barat Selat Sunda ini mudah ditempuh setelah jalan menuju ke lokasi ini diperbaiki.

Tanjung Lesung memang ibarat perawan cantik yang setelah didandani rapi, mulai dilirik banyak lelaki. Berlokasi di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, kawasan wisata terpadu Tanjung Lesung dapat ditempuh dalam waktu antara 2,5 jam dan 3 jam dari Jakarta melalui Tol Jakarta-Merak dengan jarak tempuh sekitar 160 kilometer.

Burung camar bergembira menyambut matahari terbit di Tanjung Lesung. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Burung camar bergembira menyambut matahari terbit di Tanjung Lesung.
FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Tidak mulus

Namun, yang menjadi persoalan adalah infrastruktur jalan tidak selamanya mulus. Apabila musim hujan tiba, jalan rusak dan hancur. Waktu tempuh bisa lebih panjang. Sudah waktunya dibangun jalan bebas hambatan yang memudahkan wisatawan menuju lokasi.

Menikmati matahari terbit di Tanjung Lesung. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Menikmati matahari terbit di Tanjung Lesung.
FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Lanjutkan membaca KEK Tanjung Lesung dan Pariwisata Banten

Pariwisata Sektor Unggulan Nasional


ROBERT ADHI KSP

PariwisataPresiden Joko Widodo menetapkan sektor pariwisata sebagai bisnis unggulan nasional, menargetkan 12 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2015 dengan penerimaan devisa negara sebanyak 12 miliar dollar AS.

Dalam rapat kabinet terbatas bidang pariwisata di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2), Presiden Joko Widodo menyampaikan keyakinannya bahwa sektor pariwisata mampu menjadi sektor unggulan yang memacu pertumbuhan ekonomi. Presiden mewajibkan semua kementerian mendukung kebijakannya.

Untuk itu, pemerintah menaikkan anggaran promosi pariwisata secara drastis empat kali lipat, dari Rp 300 miliar per tahun menjadi Rp 1,2 triliun per tahun. Angka itu menunjukkan komitmen Presiden yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan sektor pariwisata dan menjadikan sektor ini primadona. Indonesia yang memiliki beragam budaya dan keindahan alam dari Sabang sampai Merauke harus menjadi daya tarik wisatawan.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui 19 pintu utama dan pintu lainnya sepanjang 2014 tercatat 9.435.411 orang, atau naik 7,19 persen dibandingkan dengan jumlah wisman yang datang sepanjang 2013 (sebanyak 8.802.129 orang). Wisman terbanyak yang datang ke Indonesia pada 2014 berasal dari Singapura (1,51 juta), diikuti Malaysia (1,27 juta), Australia (1,098 juta), dan Tiongkok (959.231 orang).

Semua daerah di Indonesia, menyimpan keindahan alam tiada tara, mulai dari pegunungan, hutan, pantai biru, sampai biota di bawah laut. Bahkan, masih banyak keindahan tersembunyi. Keindahan alam dari ujung barat hingga ujung timur itu sesungguhnya merupakan anugerah Tuhan untuk bangsa Indonesia. Apabila dikelola dengan baik, keindahan alam Indonesia ini berpotensi besar untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.

Kebijakan Presiden Joko Widodo menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan harus didukung penuh, terutama agar Indonesia makin cepat lepas landas. Semua sektor harus dikerahkan untuk mempromosikan keindahan Indonesia sehingga makin banyak orang asing tahu bahwa Indonesia benar-benar the truly Asia, yang memiliki destinasi wisata paling lengkap di dunia. Semuanya ada!

Pemerintah juga harus memanfaatkan pertumbuhan kelas menengah Indonesia, yang makin sering melakukan perjalanan ke beberapa tempat wisata. Prakiraan McKinsey Global Institute, jumlah kelas menengah Indonesia 145 juta pada 2030. Angka ini betul-betul berkah bagi Indonesia dan potensi itu harus dimanfaatkan secara maksimal.

Target Presiden menjadikan sektor pariwisata sektor unggulan bukan hal berlebihan. Pada 2014, sektor pariwisata di posisi keempat penyumbang devisa negara (10,054 juta dollar AS), di bawah migas, batubara, dan minyak sawit. Tahun 2015, posisinya tidak jauh berbeda. Namun, tidak salahnya apabila pada tahun-tahun mendatang sektor pariwisata melesat ke tiga besar penyumbang devisa negara.

Untuk mewujudkan itu, pemerintah harus bekerja keras. Selama bertahun-tahun lamanya, Indonesia masih menghadapi persoalan klasik, yaitu keterbatasan infrastruktur. Agar dapat bersaing dengan negara-negara lain yang juga mengandalkan sektor pariwisata, Indonesia harus membangun berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari bandara, pelabuhan, jalan, akomodasi, hingga lainnya. Segera wujudkan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah. Bukan saatnya lagi berwacana!

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SELASA 17 FEBRUARI 2015

Industri MICE dan Gairah Pariwisata


MICE

ROBERT ADHI KSP

Konser musik penyanyi jazz asal Kanada Michael Buble di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Serpong, Banten, Kamis (29/1), ditonton sekitar 9.000 orang. Tingginya minat penggemar musik terhadap musisi internasional ini menunjukkan kegairahan industri  MICE  yang merupakan bagian dari   pariwisata di Indonesia.

Suksesnya konser Michael Buble yang digelar Dyandra Entertainment, anak perusahaan Dyandra Media International, tampaknya membuat promotor musik lainnya, Ismaya, percaya diri. Lewat Twitter-nya, Jumat (30/1), Ismaya mengumumkan konfirmasi kehadiran penyanyi pop Amerika Serikat, Katy Perry, yang akan manggung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) pada 9 Mei 2015.

Venue di ICE memang sangat representatif.  ICE yang dibangun pengembang Medialand International dan Sinar Mas Land di lahan seluas 22 hektar di kota mandiri BSD City, Tangerang, Banten, ini memiliki 10 hall.

ICE dikelola Deutsche Messe, yang memiliki pengalaman selama 67 tahun, di antaranya mengelola gedung konvensi ekshibisi terbesar di dunia di Hannover (Jerman) dan Shanghai New International Expo Center (SNIEC) di Shanghai, Tiongkok. Deutsche Messe juga organisator beberapa acara, antara lain Hannover Messe, CeBIT, ceMAT, Domotex dan Ligna.

ICE, kata Presiden Direktur Deutsche Messe, operator ICE, Mark Schloesser, merupakan tempat yang fantastis, paling menarik di Indonesia dan Asia Tenggara. Gedung konvensi dan ekshibisi terbesar di Asia Tenggara ini juga berteknologi canggih dan ramah lingkungan. Kabel-kabel berada di bawah lantai dan tidak berseliweran di lantai.

Infrastruktur pendukung, seperti akomodasi hotel, juga sudah siap. Di kawasan Serpong saat ini sudah tersedia 3.500 kamar di berbagai hotel. Itu cukup untuk mendukung acara-acara konvensi dan ekshibisi di ICE. Grup  Santika dan Accor juga akan membangun hotel-hotel baru di kawasan ini. Saat ini sedang dibangun Hotel Santika Premiere (bintang 4). Rencananya akan dibangun dua hotel lainnya, yaitu Santika (bintang 3) dan Amaris (bintang 2).

Acara-acara konvensi, ekshibisi, dan konser musik memang membutuhkan venue yang representatif. Tidak hanya gedungnya, tata cahaya dan kualitas suara pun harus prima. Gedung yang berteknologi canggih itu juga harus dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, seperti akomodasi yang cukup, akses jalan yang mudah, dan lahan parkir yang luas.

Saat ini ICE dapat diakses dari jalan tol lingkar luar ke arah BSD dan tol Jakarta-Tangerang. Akses baru, tol BSD-Bandara Soekarno-Hatta, diharapkan sudah beroperasi sebelum Asian Games 2018. Kemudahan akses ini menjadi kelebihan ICE.

Lanjutkan membaca Industri MICE dan Gairah Pariwisata

Industri Kreatif Bakal Berkibar


Industri Kreatif

ROBERT ADHI KSP

Presiden Joko Widodo akan membentuk sebuah badan khusus untuk mengembangkan industri kreatif di negeri ini. Badan itu nanti langsung di bawah Presiden. Pernyataan itu memberi makna bahwa Presiden memberi prioritas bagi pengembangan industri kreatif di Indonesia. Presiden ingin berbagai talenta yang tersebar dalam berbagai bidang dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menggerakkan ekonomi.

Ketika berbicara dalam Kompas100 CEO Forum 2014 di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (7/11), Jokowi memberi contoh majunya industri musik di Korea Selatan karena dukungan pemerintah. K-Pop bisa mendunia karena Pemerintah Korsel serius menggarap industri kreatif ini. Melalui K-Pop, banyak orang di dunia mengenal Korsel.

Jokowi juga menyinggung soal Kaskus, situs forum komunitas maya terbesar dan nomor satu di Indonesia, yang didirikan anak-anak muda Indonesia (Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan). ”Kaskus itu platform asli Indonesia. Tapi, mengapa tak ada bank yang mau suntik dana ke Kaskus dan perusahaan sejenis ini?” tanya Jokowi. ”Mungkin karena tak ada agunan, ya. Padahal, perusahaan digital semacam ini mempunyai prospek besar. Saya yakin, jika perusahaan semacam ini diberi kesempatan, pasti tidak akan kalah dari Facebook yang dirintis Mark Zuckerberg,” kata Jokowi.

Presiden juga memberi contoh perusahaan yang memproduksi T-shirt di Bandung yang menampilkan desain yang bagus. Produk-produknya diekspor. ”Perusahaan-perusahaan seperti ini harus didukung penuh,” katanya.

Demikian pula industri kreatif di bidang animasi yang ”hidup” di Bandung dan Yogyakarta. Di masa depan, orang Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Di era digital seperti sekarang, perusahaan startup yang didirikan anak-anak muda Indonesia terus bermunculan. Ini menunjukkan potensi Indonesia yang luar biasa dalam dunia digital.

Lanjutkan membaca Industri Kreatif Bakal Berkibar

Menikmati Salju Gunung Titlis di Swiss


Titlis

ROBERT ADHI KSP

Titlis adalah nama gunung di gugusan Pegunungan Alpen di Swiss dengan ketinggian 3.020 meter di atas permukaan laut. Titlis adalah mutiara di mahkota Swiss, dan satu-satunya ”glacier” yang dapat diakses masyarakat umum. Ketika berada di puncak gunung bersalju ini, kita dapat menikmati panorama menakjubkan. Hamparan salju melapisi puncak gunung tersebut.

Pengunjung yang akan menikmati panorama salju di puncak Gunung Titlis harus naik cable car dari Engelberg, desa di lembah Pegunungan Alpen. Turis yang mengunjungi negara Swiss pada umumnya diajak operator perjalanan wisata ke Gunung Titlis, selain ke kota tua Lucerne.

Upaya Pemerintah Swiss menjadikan puncak Gunung Titlis yang selalu ditutupi salju itu sebagai destinasi wisata dimulai sejak satu abad yang lalu.

Lanjutkan membaca Menikmati Salju Gunung Titlis di Swiss

Volendam, Desa Nelayan di Belanda


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Volendam adalah desa nelayan dan pelabuhan di Belanda yang kini berubah menjadi tujuan wisata paling populer di ”Negeri Kincir Angin” tersebut. Hampir semua wisatawan mancanegara yang mengunjungi negeri Belanda diajak ke Volendam.

Di Volendam, wisatawan pada umumnya menikmati aneka hidangan laut yang dijual di tempat makan yang tersebar di seputar lokasi.

“Menikmati udang di Volendam menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan. ”Lezatnya tiada tara,” kata Elfrida, salah seorang wisatawan Indonesia. Selain udang, hidangan laut yang juga disajikan adalah cumi dan ikan.

Di Volendam, turis-turis juga memanfaatkan foto bersama keluarga dengan kostum pakaian tradisional Belanda. Foto dengan pakaian khas Belanda menjadi suvenir dan kenang-kenangan dari tempat ini.

Lanjutkan membaca Volendam, Desa Nelayan di Belanda

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: