ROBERT ADHI KSP

Empat besar buku digital gratis Pustaka KSP Kreatif yang paling banyak diakses di Google Books selama periode Juni 2023-Februari 2025

Penerbit Pustaka KSP Kreatif didirikan oleh Robert Adhi Kusumaputra pada November 2022 dan mulai mengunggah buku-buku digital (e-book) di Google Books atau Google Buku (dan juga Gramedia Digital) pada bulan Juni 2023. Buku-buku digital apa saja yang paling banyak diakses pembaca di Google Books? Berikut data-data periode Juni 2023 sampai Februari 2025.

Rumah Belajar Masa Depan (Penulis: Ferry Sutrisna Wijaya)


Rumah Belajar Masa Depan adalah disertasi Ferry Sutrisna Wijaya dengan judul asli “Pengembangan Model Konseptual Rumah Belajar Lingkungan Hidup (Eco Learning Camp) Sebagai Model Pendidikan Nilai”.  Penelitian ini dilatarbelakangi keprihatinan akan krisis lingkungan hidup dan krisis nilai, keprihatinan akan terpisahnya pendidikan lingkungan hidup dengan pendidikan nilai, pentingnya rumah belajar di masa depan, dan pengalaman empiris mengembangkan Spirit Camp sebagai rumah belajar lingkungan hidup. Saat ini tidak ada model pendidikan lingkungan hidup yang dikembangkan sebagai model pendidikan nilai untuk sekaligus menanggapi krisis lingkungan hidup dan krisis nilai. 

“Bangkitnya Kewirausahaan Sosial di Indonesia: Kisah Muhammadiyah” (Penulis: M. Arsjad Rasjid; Editor: Robert Adhi Ksp & Chrisma Albandjar)

Kewirausahaan sosial (social enterpreneurship) adalah sebuah model bisnis yang tujuannya menyelesaikan masalah sosial dengan menggunakan instrumen bisnis. Model kewirusahaan ini tidak hanya mencari keuntungan tetapi juga berorientasi pada dampak sosial dan menyelesaikan kembali sebagian besar keuntungannya untuk misi sosialnya ini. Model ini dikenal dengan triple bottom line yaitu People, Planet, dan Profit. Kewirausahaan sosial merupakan model bisnis yang populer di kaum muda yang berjiwa sosial dan ingin mandiri secara finansial. Bidang yang populer di antaranya adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi hijau, disabilitas, pengentasan kemiskinan, gender, lingkungan.

Muhammadiyah adalah contoh kewirausahaan paling tua di Indonesia, yang sejak awal mengembangkan kewirausahaan sosial di Indonesia. Keuntungan dari rumah sakit, sekolah, dan bisnis lainnya digunakan untuk membiayai pesantren dan kegiatan sosial lainnya sehingga ada keberlanjutan secara mandiri.

“Sumiyati, Srikandi Perubahan, Inspirasi Bagi Perempuan” (Penulis: Robert Adhi Ksp)

Buku “Sumiyati, Srikandi Perubahan, Inspirasi Bagi Perempuan” merupakan biografi profesional Sumiyati, perempuan pertama yang menjabat Inspektur Jenderal di Kementerian Keuangan. Sumiyati, anak desa dari Sragen, Jawa Tengah ini dalam pengabdiannya selama 39 tahun 4 bulan, meninggalkan banyak legacy yang bermanfaat bagi insan Kemenkeu, di antaranya mendirikan Corporate University (Corpu) — yang kini menjadi benchmark bagi kementerian dan lembaga lain di Indonesia, dan mengubah status STAN menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN.

Buku ini memuat perjalanan hidup Sumiyati yang sulit dan keras sejak awal di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen dan perjuangannya untuk tetap mengenyam pendidikan tinggi gratis (dibiayai negara) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Jakarta, dilengkapi dengan testimoni sejumlah narasumber tentang sosok Sumiyati. 

“Bersyukur, Berkarya, Berbagi – 30 Tahun Metland” (Penulis: Robert Adhi Ksp)


“Bersyukur, Berkarya, Berbagi – 30 Tahun Metland Mewarnai Negeri” adalah buku yang mengisahkan perjalanan 30 tahun perusahaan pengembang Metropolitan Land — yang setelah perubahan nama dan logo pada 2010 dan go public pada 2011, berubah menjadi PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Selama tiga dekade, Metland membuktikan diri sebagai pengembang yang berkomitmen tinggi menyediakan produk-produk berkualitas.

“Spritualitas Ekologi” (Editor: Ferry Sutrisna Wijaya)

Belakangan ini cukup banyak suara berasal dari kaum agamawan tentang spiritualitas ekologi. Apa yang melandasi berkembangnya wacana itu? Apa kaitannya antara persoalan lingkungan hidup dan kepercayaan agama? Bukankah masalah lingkungan hidup seperti pemanasan global, perubahan iklim, ancaman kepunahan makhluk hidup, dan sebagainya adalah perkara alamiah yang solusinya ada di wilayah sains, teknologi, dan kebijakan politik belaka, tanpa perlu campur tangan agama? Apa relevansi spiritualitas ekologi? Singkatnya, dapatkah manusia menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup yang nyatanya sudah gawat dan mendesak ini tanpa agama? Apakah pertimbangan rasional dan sains seharusnya cukup untuk menggerakkan manusia di seluruh dunia untuk mulai bertindak mengatasi kerusakan bumi?

Ada yang bahkan menuduh agama justru berperan dalam mengakibatkan krisis lingkungan hidup, yakni ajaran bahwa manusia diutus oleh Tuhan untuk menguasai dunia. Maka, manusia menguras sumber daya alam sebanyak-banyaknya secara semena-mena. Akibatnya, terjadilah krisis yang kita hadapi sekarang. Apakah dalam dirinya sendiri agama ternyata tidak mempunyai dorongan untuk melindungi alam? Jika pada hari ini kaum agamawan memunculkan wacana untuk menyelamatkan lingkungan hidup dengan berdasarkan ajaran moral agama bukankah itu ironis?

“Belajar Mencintai Papua” (Editor: Ferry Sutrisna Wijaya)


Pastor Ferry Sutrisna Wijaya, seorang imam Keuskupan Bandung, berkunjung dan tinggal beberapa saat di tengah jemaat katolik di sebuah desa Papua. Dalam perjalanannya, ia membuat serangkaian tulisan yang merefleksikan pengalaman pribadinya, menggambarkan apa yang ia lihat, dengar, rasakan, dan alami di Papua. Ia tak hanya bicara tentang alam, tempat, orang, cara hidup, tapi juga tentang gagasan, cita-cita, dan harapan. Bunga rampai ini mengumpulkan catatan-catatan tersebut beserta tulisan-tulisan lain dari berbagai pihak yang dalam caranya masing-masing mencintai Papua.

“Marwanto Harjowiryono, Maestro Simfoni Perbendaharaan” (Penulis: Robert Adhi Ksp)

Biografi profesional berjudul “Marwanto Harjowiryono, Maestro Simfoni Perbendaharaan – Pengawal ‘Die Hard’ APBN, Pendobrak Reformasi Birokrasi” mengungkap perjalanan karier Marwanto Harjowiryono, tokoh pembaruan yang meninggalkan jejak banyak legacy di Kementerian Keuangan. Marwanto pernah menjadi Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan, Direktur Eksekutif Asian Development Bank, menjabat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan. Jauh sebelum itu, Marwanto adalah sosok di balik layar penyusunan APBN pada masa krisis Asia. 

Buku ini tidak sekadar memuat berbagai legacy Marwanto Harjowiryono dan aneka pengalamannya bertugas 36 tahun di Kemenkeu, tetapi juga testimoni puluhan narasumber yang menguatkan itu semua. Buku ini layak dibaca oleh generasi muda Kementerian Keuangan dan calon pemimpin di masa depan. Banyak yang dapat dipelajari kaum muda dari kepemimpinan Marwanto Harjowiryono.  Tujuan utama buku biografi profesional ini disusun adalah agar pengetahuan dan pengalaman Marwanto selama 36 tahun tidak hilang begitu saja, tetapi tetap berguna bagi generasi muda Kemenkeu.


“M.R. Karliansyah, 30 Tahun Menekuni Pengendalian Pencemaran – Dari Amdal sampai Pemulihan Lingkungan” (Penulis: Robert Adhi Ksp)


Buku berjudul “M.R. Karliansyah, 30 Tahun Menekuni Pengendalian Pencemaran, Dari Amdal sampai Pemulihan Lingkungan” merupakan biografi profesional yang memuat perjalanan karier Muhammad Rizali Karliansyah selama 30 tahun berdinas di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan meninggalkan banyak jejak legacy yang bermanfaat bagi banyak orang.


“40 Tahun Alumni Fikom Unpad Angkatan 1982 – Kumpulan Tulisan Ilmiah Populer dan Kenangan” (Editor: Robert Adhi Ksp)

Buku “40 Tahun Alumni Fikom Unpad Angkatan 1982 — Kumpulan Tulisan Ilmiah dan Kenangan ” ini memperkaya bacaan tentang ilmu komunikasi, teori dan aplikasinya — yang ditulis para alumni yang berkarya sebagai dosen di dunia pendidikan, beberapa di antaranya profesor dan doktor; dan para praktisi komunikasi yang rata-rata berpengalaman dalam dunia kerja profesional lebih 30 tahun. 

Buku ini memuat 58 artikel yang terdiri dari 25 tulisan di Bagian Pertama dan 33  tulisan di Bagian Kedua — tiga di antaranya catatan pribadi untuk mengenang tiga alumni yang telah “pergi” mendahului. Buku karya bersama angkatan 1982 ini ditulis oleh 41 alumni, plus satu istri alumnus. Di bagian akhir buku, dimuat foto-foto kenangan semasa kuliah di kampus Dipati Ukur dan kampus Sekeloa, serta foto-foto reuni. 


Hadiyanto, Punggawa Aset Negara – Dari Inalum hingga Freeport” (Penulis: Robert Adhi Ksp)


Buku “Hadiyanto, Punggawa Aset Negara – Dari Inalum hingga Freeport” merupakan biografi profesional Hadiyanto yang pernah menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) pertama Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan RI pada periode 2006-2015, Sekretaris Jenderal Kemenkeu 2015- 2021, dan Dirjen Perbendaharaan 2021-2022. Dalam pengabdiannya selama 35 tahun 7 bulan (sejak Februari 1987 sampai 31 Oktober 2022), banyak sudah legacy yang diwariskan Hadiyanto untuk Kementerian Keuangan RI dan untuk Negara.

SUMBER: Laman Pustaka KSP Kreatif 3 Maret 2025