Arsip Kategori: Perjalanan

VIDEO: Liburan ke Venesia


Saat berlibur ke Venesia, Italia, bulan Mei 2013 silam, saya sempat merekam video dan mengunggahnya ke kanal Youtube. Video satu lagi berisi kompilasi foto perjalanan di Venesia, Italia.

Video pertama berlatar belakang lagu instrumental “O Sole Mio”, sedangkan video kedua berlatar belakang lagu instrumental “Vieni sul mar”.

 

 

Iklan

Kastil Vaduz di Negeri Mini


Vaduz

ROBERT ADHI KSP

PERNAH dengar nama Kota Vaduz? Wisatawan yang melakukan perjalanan darat dengan bus dari Swiss ke Austria, pada umumnya singgah di Vaduz, ibu kota negara Liechtenstein. Kota seluas 17,3 kilometer persegi dan berpenduduk 5.372 jiwa itu merupakan salah satu dari sedikit ibu kota negara di dunia yang tidak memiliki bandar udara dan stasiun kereta.

Kota ini berada di tepi Sungai Rhine, salah satu sungai terpanjang di Eropa. Salah satu landmark Vaduz adalah Kastil Vaduz, tempat tinggal Pangeran Liechtenstein yang memerintah monarki tersebut bersama keluarganya. Kastil itu berada di puncak bukit, di tengah kota, sehingga dapat dilihat dari segala sisi kota.

Kastil Vaduz merupakan kastil paling populer di antara lima kastil yang berada di Liechtenstein. Empat kastil lainnya adalah Kastil Gutenberg di Balzers, Kastil Obere Burg, Kastil Untere Burg di Schellenberg, serta Kastil Schalun di Kota Vaduz.

Vaduz memiliki sejarah panjang di Eropa. Berdasarkan manuskrip sejarah pada abad ke-12, kota yang diberi nama Farduzes ini didirikan pada 1322 oleh Pangeran Werdenberg. Kastil Vaduz dibangun pada 1322, dan sempat dibakar oleh Konfederasi Swiss selama Perang Swabian pada 1499.

Kastil Vaduz diperbaiki dan diperluas oleh Pangeran Kaspan von Hohenems (1613-1640). Kastil ini kemudian diakusisi dan dikuasai oleh keluarga bangsawan Liechtenstein pada 1712. Setelah merdeka dari Kerajaan Romawi Suci pada 1719, Liechtenstein kemudian menjadi anggota Konfederasi Jerman (1815-1866). Restorasi kastil ini berlangsung sejak 1905 sampai 1920.

Lanjutkan membaca Kastil Vaduz di Negeri Mini

Menikmati Salju Gunung Titlis di Swiss


Titlis

ROBERT ADHI KSP

Titlis adalah nama gunung di gugusan Pegunungan Alpen di Swiss dengan ketinggian 3.020 meter di atas permukaan laut. Titlis adalah mutiara di mahkota Swiss, dan satu-satunya ”glacier” yang dapat diakses masyarakat umum. Ketika berada di puncak gunung bersalju ini, kita dapat menikmati panorama menakjubkan. Hamparan salju melapisi puncak gunung tersebut.

Pengunjung yang akan menikmati panorama salju di puncak Gunung Titlis harus naik cable car dari Engelberg, desa di lembah Pegunungan Alpen. Turis yang mengunjungi negara Swiss pada umumnya diajak operator perjalanan wisata ke Gunung Titlis, selain ke kota tua Lucerne.

Upaya Pemerintah Swiss menjadikan puncak Gunung Titlis yang selalu ditutupi salju itu sebagai destinasi wisata dimulai sejak satu abad yang lalu.

Lanjutkan membaca Menikmati Salju Gunung Titlis di Swiss

Volendam, Desa Nelayan di Belanda


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Volendam adalah desa nelayan dan pelabuhan di Belanda yang kini berubah menjadi tujuan wisata paling populer di ”Negeri Kincir Angin” tersebut. Hampir semua wisatawan mancanegara yang mengunjungi negeri Belanda diajak ke Volendam.

Di Volendam, wisatawan pada umumnya menikmati aneka hidangan laut yang dijual di tempat makan yang tersebar di seputar lokasi.

“Menikmati udang di Volendam menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan. ”Lezatnya tiada tara,” kata Elfrida, salah seorang wisatawan Indonesia. Selain udang, hidangan laut yang juga disajikan adalah cumi dan ikan.

Di Volendam, turis-turis juga memanfaatkan foto bersama keluarga dengan kostum pakaian tradisional Belanda. Foto dengan pakaian khas Belanda menjadi suvenir dan kenang-kenangan dari tempat ini.

Lanjutkan membaca Volendam, Desa Nelayan di Belanda

Venesia, “Kota Air” nan Romantis


ROBERT ADHI KSP

Naik gondola menyusuri kanal-kanal di Venesia, Italia, sambil mendengarkan lagu ”O Sole Mio” dan menikmati semilir angin, menorehkan kenangan manis tiada tara. Tak heran bila Venesia sering kali disebut sebagai kota paling romantis di dunia.

Lagu ”O Sole Mio” dinyanyikan dengan suara ”opera” yang menggema, diiringi musik akerdeon. Gondola dikayuh melintasi Grand Canal hingga ke kanal-kanal kecil. Turis yang datang dari berbagai pelosok dunia menikmati suasana.

”O Sole Mio” yang dikenal sebagai lagu Neapolitan itu ditulis pada 1898 oleh Giovanni Capurro, dan musiknya diciptakan oleh Eduardo di Capua. Lagu ini seolah menjadi ”lagu wajib” untuk mengantar turis-turis selama menikmati gondola menyusuri kanal-kanal di Venesia pada cuaca yang cerah. Betapa segarnya udara di Venesia.

Entah mengapa turis yang datang pertama kali langsung jatuh cinta pada pandangan pertama begitu melihat Venesia yang terletak di tepi Laut Adriatik di utara Italia. Seakan ingin menegaskan, inilah lokasi yang tepat untuk menikmati bulan madu bagi pengantin baru atau bagi pasangan lama yang tetap merawat cinta agar tetap baru. Venesia menjadi romansa manis yang tak habis-habisnya diceritakan.

Di sekitar Piazza San Marco, lapangan di pusat kota yang sering menjadi tempat singgah burung-burung, tersebar kafe-kafe, tempat turis menikmati piza atau pasta, menyeruput cappuccino, gelato, atau meneguk wine italia, sambil menghabiskan malam di ”Kota Air” itu.

Lagu-lagu indah Italia yang dimainkan di salah satu kafe menambah suasana romantis di Venesia: ”Vieni Sul Mar” (”Come To The Sea”), ”The Godfather Waltz-Speak Softly Love”, ”Serenade”, dan ”Santa Lucia”, seolah meminta tamu jangan terlalu cepat pergi.

Venesia bangga kepada Antonio Vivaldi, salah satu komponis musik baroque (barok) terbesar yang lahir di Venesia. Vivaldi berperan penting dalam sejarah simfoni dan musik opera. Pada awal abad ke-18, opera merupakan hiburan paling populer di Venesia. Karya Vivaldi yang terkenal adalah ”The Four Seasons”, yang diciptakannya pada 1723.

Lanjutkan membaca Venesia, “Kota Air” nan Romantis

Berlibur ke Eropa? Waspadai Copet!


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Musim liburan sudah tiba. Kalau Anda merencanakan berlibur ke Eropa, jangan lupa untuk selalu waspada pada aksi pencopet. Bila uang Anda habis digasak pencopet, liburan yang seharusnya berakhir dengan manis akan berakhir dengan tangis.

Hampir semua kota di Eropa rawan pencopetan. Paris, Amsterdam, Brussels, Milan, Roma, Venesia, Barcelona, Madrid, Praha, dan kota-kota lainnya. Dari berbagai cerita dan pengalaman orang Indonesia yang berlibur ke Eropa, cerita tentang aksi copet selalu ada di antara kenangan liburan.

Seorang warga Indonesia yang berlibur ke Eropa bercerita bahwa tas ranselnya yang berisi laptop, paspor, dompet, dan sejumlah uang lenyap disikat penjahat yang berpura-pura mengajak ngobrol. Dia tidak menyadari ranselnya diambil ketika dia asyik ngobrol dengan penjahat lainnya. Itu terjadi sangat cepat di stasiun kereta di Brussels, Belgia.

Warga Indonesia lainnya yang sedang menikmati Amsterdam, Belanda, tidak menyadari dompetnya berisi uang dicopet. Di Milan, Italia, pencopet menyilet tas dan menggerayangi isinya.

Lanjutkan membaca Berlibur ke Eropa? Waspadai Copet!

Menikmati Danau Titisee dan Black Forest


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Titisee adalah nama danau yang berlokasi di Jerman selatan. Danau seluas 1,3 kilometer persegi dan dikelilingi hutan Black Forest ini menjadi lokasi wisata alam yang menyehatkan. Di kawasan Titisee, turis dapat menikmati kue ”black forest” dengan resep orisinal dan meneguk bir Jerman.

Nama Titisee diambil dari nama Kaisar Romawi, Titus. Hingga kini, Titisee menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara

Lanjutkan membaca Menikmati Danau Titisee dan Black Forest

Olbia, Surga di Laut Mediterania


Image

ROBERT ADHI KSP

Olbia adalah kota wisata di timur laut Pulau Sardinia, pulau milik Italia di Laut Mediterania. Kota Olbia seluas 376,10 kilometer persegi  atau setengah dari wilayah kota Jakarta, tetapi jumlah penduduknya hanya 56.231 orang.

Kota tua yang berdampingan dengan kawasan wisata mewah Costa Smeralda ini berlokasi di teluk, berhadapan dengan dua pulau indah, Tavolara dan Molara. Orang-orang kaya Eropa sering berlibur di kawasan ini.

Olbia  dalam bahasa Yunani berarti ”kota menyenangkan” menyimpan banyak warisan sejarah masa silam.  Menurut temuan arkeologi, Olbia sudah dihuni pada masa prasejarah.

Lanjutkan membaca Olbia, Surga di Laut Mediterania

Menikmati Warisan Sejarah di Wurzburg


Image

ROBERT ADHI KSP

DI Wurzburg, Jerman, turis menikmati suasana kota tua dengan berbagai warisan sejarah masa lalunya. Kota yang kaya akan tradisi budaya dan bangunan bergaya arsitektur masa silam. Di Wurzburg, turis juga menghabiskan malam dengan meneguk bir atau menikmati segelas anggur (”Franconian wine”).

Wurzburg adalah  kota tua seluas 87,63 kilometer persegi dengan sekitar 140.000 penduduk. Kota tua yang kaya sejarah ini sudah dihuni sejak abad ke-5.Pada masa lalu, Wurzburg adalah pusat kerajaan yang dikenal dengan nama Franconia.Pada abad ke-19, Napoleon menggabungkan Franconia dengan Bavaria.

Lanjutkan membaca Menikmati Warisan Sejarah di Wurzburg

Menikmati Malam di Shilin Night Market di Taipei


Shilin
ROBERT ADHI KSP

Di Taiwan, pasar malam (”night market”) bertebaran. Pasar malam terbesar di Taiwan adalah Shilin Night Market yang menjadi destinasi paling populer bagi warga Taipei dan wisatawan mancanegara yang memburu suvenir dan menikmati hidangan khas Taiwan.

Lanjutkan membaca Menikmati Malam di Shilin Night Market di Taipei

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: