Arsip Kategori: Teknologi Informasi

Pusat Kendali dan Aplikasi Digital Permudah Warga


Di ruangan pusat kendali (command center) di salah satu gedung di kawasan BSD, Tangerang, Banten, terpasang delapan layar televisi. Tiga orang yang bertugas Sabtu (15/4) malam mengamati layar- layar yang terhubung dengan 44 kamera pemantau (CCTV) yang dipasang di sejumlah titik di kawasan kota baru tersebut. Sampai tiga tahun ke depan akan dipasang 300 CCTV di seluruh wilayah yang dibangun pengembang properti ini.

 

michael
Michael Widjaja (kiri) memperhatikan layar CCTV “command center” yang dipusatkan di salah satu gedung di kawasan BSD City, Sabtu (15/4/2017). FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

 

“Pusat kendali ini mengatur lalu lintas, keamanan, dan transportasi bus yang beroperasi di wilayah kami,” kata CEO Sinarmas Land (SML) Michael Widjaja dalam percakapan dengan Kompas, Sabtu lalu. Saat ini jumlah penghuni BSD sekitar 32.000 jiwa. Perkembangan wilayah Serpong yang begitu pesat membuat pengembang swasta ini berpikir perlu membantu pemerintah dan aparat keamanan.

Awalnya saat pelaksanaan Gaikindo Indonesia International Auto Show 2015 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), wilayah BSD mengalami kemacetan yang luar biasa.

“Sejak itu kami berpikir lalu lintas di wilayah ini perlu diatur dengan bantuan teknologi digital,” kata Michael.

Pada 2016, muncul inisiatif untuk mengembangkan digital hub di BSD. Kebutuhan akan pusat kendali dan inisiatif digital datang pada waktu hampir bersamaan. Command center punterealisasi dalam waktu singkat.

Namun, pengaturan lalu lintas dan keamanan yang terhubung dengan kantor polisi setempat ini belum mencapai seluruh wilayah BSD, baru di wilayah barat BSD.

“Seharusnya wilayah timur BSD, dari Kencana Loka, Sevilla, De Latinos, Griya Loka, Nusa Loka, Anggrek Loka, sampai Giri Loka, dan Puspita Loka juga dijangkau. Toh, mereka juga penghuni BSD,” kata seorang warga BSD. Michael berjanji pada tahap berikutnya wilayah timur juga dijangkau CCTV agar lalu lintas dan keamanan dapat selalu dipantau.

Command center ini merupakan bagian dari rencana digital hub, kawasan komunitas digital seluas 26 hektar di BSD,” kata cucu taipan Eka Tjipta Widjaja ini. Kawasan komunitas digital ini diproyeksikan menjadi semacam “Silicon Valley” Indonesia.

Digital hub yang dibangun dengan dana Rp 5 triliun itu dilengkapi dengan ruang rapat interaktif, gaming room, VR room, dan lainnya, yang menunjang operasional perusahaan teknologi dan digital, mulai dari usaha rintisan (start up) sampai industri kreatif.

Perusahaan asal Amerika Serikat, Apple Inc, mulai membangun pusat riset di BSD, September mendatang, dan ini akan menjadi pusat riset ketiga di dunia yang dibangun di luar AS.

Kerja sama dengan Qlue

Terkait inisiatif digital, SML bekerja sama dengan Qlue, yang berpengalaman membangun sistem layanan publik digital di seluruh wilayah DKI Jakarta. Lewat aplikasi Qlue, warga Jakarta dapat melaporkan berbagai peristiwa di Ibu Kota, mulai dari kemacetan lalu lintas, banjir, kebakaran, pohon tumbang, sampai aksi kriminal, dan lainnya.

Laporan dan komplain warga langsung direspons pemerintah untuk ditindaklanjuti. Qlue merupakan bagian dari program Jakarta Smart City yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 15 Desember 2015.

SML lalu menggandeng Qlue dan meluncurkan aplikasi One Smile bagi pengguna ponsel dengan sistem operasi Android dan iOS. Melalui aplikasi ini, semua penghuni BSD dan pekerja yang berkantor di kawasan ini mendapatkan informasi tentang transportasi, mulai dari jadwal feeder bus BSD-Jakarta (dengan rute ke Ratu Plaza, Mangga Dua, dan Pasar Baru); BSD City Shuttle (dengan rute ke halte bus Trans-BSD, Icon Centro, kluster De Park, The Breeze, Aeon, ICE); rute bus transjakarta BSD City yang mangkal di samping Giant/Lembur Kuring ke Grogol lewat tol Tangerang- Tomang; sampai jadwal KRL Commuter Line.

Lewat aplikasi One Smile, warga juga dapat membayar iuran pengelolaan lingkungan, tagihan air dan listrik, pembelian voucer kartu prabayar dan pascabayar, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan, serta multifinance. Warga juga dapat memesan makanan lewat Grab- Food dan Go-Food. Pengguna aplikasi ini juga dapat memesan tiket secara daring (online), mulai tiket masuk wahana Ocean Park dan BSD Xtreme Park, sampai tiket acara-acara yang digelar di ICE.

Yang terpenting, warga dapat melaporkan dan menyampaikan komplain ke pengembang SML lewat aplikasi One Smile lewat chat (percakapan online), surat elektronik (e-mail), dan telepon. Pada hari kerja, respons hanya 1-2 menit. Pada akhir pekan, respons ditindaklanjuti pada awal pekan.

Sebenarnya yang paling tepat tampil di depan membangun infrastruktur digital ini adalah pemerintah daerah karena ini menyangkut layanan publik. Inisiatif pengembang swasta SML membangun command center, aplikasi One Smile, dan kawasan komunitas digital (digital hub) perlu diapresiasi.

SML tidak hanya membangun rumah, rumah toko, dan fasilitas pelengkap seperti yang dilakukan pengembang properti umumnya, tetapi juga membuat kawasan ini memiliki “roh dan jiwa”, bukan sekadar deretan bangunan. (ROBERT ADHI KSP)

SUMBER: HARIAN KOMPAS, SENIN 17 APRIL 2017 HALAMAN METROPOLITAN

QLED, Teknologi Pertama TV di Dunia dengan Kekayaan Warna 100 Persen


Bayangkan Anda berada di dalam rumah yang dilengkapi televisi berteknologi terbaru QLED, teknologi pertama televisi di dunia yang memberikan kekayaan warna 100 persen. Anda dapat menikmati warna-warni yang sangat menakjubkan di layar TV QLED, dilihat dari sudut mana pun dan dalam suasana apa pun. Dan dengan smart remote, Anda dapat mengendalikan suara dan memilih kanal pilihan hanya dengan satu sentuhan tombol.

Bukan hanya itu. Pengalaman menikmati TV berteknologi mutakhir ini menjadi lebih asyik dan nyaman karena didukung perangkat soundbar M650 yang menghasilkan suara bioskop rumah (home cinema) yang powerful. Perangkat pendukung ini tidak membutuhkan sub-woofer yang terpisah, dan dapat dikendalikan dengan smart remote yang diciptakan khusus.

Pengalaman menikmati TV berteknologi canggih disempurnakan dengan sistem kabel optik tunggal yang rapi, yang memecahkan persoalan kabel kusut yang sering mengganggu estetika interior rumah. Aksesori tambahan, seperti no-gap wall mount, menjadikan pemasangan televisi yang ditempel di dinding lebih cepat dan lebih sederhana.

Keunggulan dan kecanggihan TV QLED yang menjadi flagship Samsung tahun ini diperkenalkan kepada awak media dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Oceania, termasuk harian Kompas, dalam Samsung Forum 2017 di Marina Bay Sands, Singapura, pertengahan Februari 2017. TV QLED ini awalnya diperkenalkan Samsung untuk kali pertama dalam ajang teknologi digital dunia Consumer Electronics Show (CES) 2017 awal tahun ini di Las Vegas, Amerika Serikat.

Presiden dan CEO Samsung Electronics Asia Tenggara dan Oceania Yong Sung-jeon di Singapura mengungkapkan, Samsung QLED (singkatan dari quantum dot LED) merupakan standar baru dalam home entertainment, dan menghadirkan kemajuan luar biasa dalam pengembangan teknologi quantum dot.

Sebagai pemimpin pasar televisi dunia selama 11 tahun terakhir, Samsung kali ini memimpin industri televisi masuk ke dunia teknologi quantum dot yang menyajikan kualitas gambar yang menakjubkan.

QLED 07-03-17.png

Lanjutkan membaca QLED, Teknologi Pertama TV di Dunia dengan Kekayaan Warna 100 Persen

Tukang Sayur Bisa Beriklan Gratis di Google Bisnisku


Dari 50 juta usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, baru satu sampai dua persen yang sudah online. Banyak UKM yang belum melek digital dan belum tahu manfaat digital. Padahal, UKM yang sudah online mengalami percepatan bisnis sampai 80 persen.

John Harding, Vice President of YouTube Engineering, Google.
John Harding, Vice President of YouTube Engineering – Google. FOTO: ARSIP GOOGLE

 

Google menawarkan sejumlah produk mereka untuk membantu jutaan UKM Indonesia berkembang, salah satunya lewat Google Bisnisku. Ini merupakan platform sederhana, yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang membutuhkannya tanpa mengeluarkan biaya.

Platform ini tidak hanya cocok untuk pengusaha kafe dan restoran, tetapi juga bagi tukang kunci dan tukang leding, juga pedagang kaki lima, pedagang warteg, pedagang sayur. Mereka dapat mengiklankan diri melalui produk Google yang gratis tersebut.

“Anda tinggal mendaftarkan diri di Google Bisnisku. Masukkan alamat, peta, foto usaha, dan cantumkan nomor telepon agar bisnis mereka mudah dicari pelanggan dan konsumen. Bila kode verifikasi 6 angka sudah aktif, Google Bisnisku sudah dapat berfungsi,” kata Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communication Google Indonesia, dalam percakapan dengan Kompas, pertengahan Agustus lalu.

Bila bisnis UKM mulai berkembang, pemilik UKM dapat beriklan onlineberbayar di Google Adwork Express. Ini cocok untuk UKM yang biaya promosi dan pemasarannya terbatas, misalnya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per bulan. Dalam 10 menit, pemilik UKM sudah beriklan online. Mereka bisa memilih kata kunci, butuh berapa pelanggan, difokuskan di wilayah mana. Semua sudah dihitung secara otomatis. Pengelola UKM tinggal memasukkan nomor kartu kredit ataupun melakukan transfer bank sebagai cara membayar Google Adwork Express.

Bila cara promosi dan beriklan melalui Adwork Express sudah tepat dan nyaman, Google menawarkan bagi UKM yang sudah mapan, yaitu Google Adwork dengan jangkauan yang lebih luas.

Youtube

Google memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak muda Indonesia untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui Youtube secara gratis. Google juga mengajak para kreator Youtube di Indonesia untuk memonetisasi konten mereka. Ini satu-satunya platform yang memberikan kesempatan kepada pemilik kanal untuk mencari uang lewat kanal mereka sendiri.

“Tapi yang penting idenya. Jangan memikirkan duitnya dulu.

Kalau idenya bagus pasti akan diperhatikan banyak orang. Dan, bila ide ini sudah diterima dengan baik, konten yang diunggah ke Youtube harus dilakukan secara konsisten. Kalau Anda menjanjikan bikin satu video per minggu pada hari Jumat, misalnya itu harus ditepati agar penonton tidak kecewa. Mereka akan menunggu video terbaru setiap Jumat,” kata Jason.

Penonton Youtube di Indonesia tumbuh 130 persen year on year akhir tahun 2015, sedangkan jumlah video yang diunggah dari Indonesia meningkat 600 persen.

Namun, belum banyak orang Indonesia yang memanfaatkan Youtube secara maksimal. Sampai saat ini, baru ada satu orang Indonesia yang memiliki satu juta subscribers (pelanggan/penonton) di kanal Youtube-nya, yaitu Raditya Dika. Adapun yang memiliki lebih dari 100.000 pelanggan baru 40 orang, dan yang memiliki lebih 10.000 pelanggan sekitar 100 orang. Angka-angka ini menunjukkan betapa program Youtube belum digarap maksimal.

Saat ini kreator Youtube di Indonesia tak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga di luar Ibu Kota. Beberapa nama yang meraih sukses besar adalah Bayu Skak (Malang), Ini Vindy (Surabaya), dan Wibawa Brothers (Medan).

Sejak akhir 2015, Youtube meluncurkan program “YouTube Broadcast Box”. Google membawa studio mini bertaraf profesional bersama tim ahli Youtube untuk bertemu tim kreator di Surabaya, Medan, dan Makassar, setelah melihat tingginya antusiasme di kota-kota itu.

“Melalui video, kita bisa berbagi semangat Indonesia dengan seluruh dunia. Video bukan cuma tentang hiburan. Kami telah melihat banyak orang, terutama di Indonesia, Youtube digunakan untuk belajar hal-hal baru, menonton berita, mengedukasi anak, dan mendokumentasikan hidup mereka,” kata John Harding, Vice President Engineering for Emerging Experiences, YouTube dalam acara “Google for Indonesia”, 9 Agustus lalu.

Google kini memang merambah Indonesia. Semua produk dan fitur Google disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Mari manfaatkan produk-produk gratis Google untuk kepentingan dan perkembangan UKM danstart up. (KSP)

SUMBER: GAWAI, HARIAN KOMPAS, SELASA 6 SEPTEMBER 2016

Google, Usaha Rintisan, dan UKM Indonesia


ROBERT ADHI KSP

Diajeng Lestari Soekotjo (30), Founder dan CEO Hijup.com, melihat potensi dan peluang bisnis busana muslim Indonesia begitu besar. Pengalamannya sebagai marketing researcher menunjukkan betapa para desainer busana muslimah bermunculan. Namun, mereka umumnya berjualan dari bazar ke bazar, juga melalui media sosial.

Ben Galbraith (Vice President Developer Product Group Google) dan Erica Hanson (Program Manager Developer Relations Google) bersama enam usaha rintisan Launchpad Accelerator Class 2, yakni Hijup, CodaShop, Talenta, RuangGuru.com, IDN Media, dan Jarvis Store.
Ben Galbraith (VP Developer Product Group Google) dan Erica Hanson (Program Manager Developer Relations Google) bersama enam pendiri usaha rintisan yang mengikuti Launchpad Accelerator Class 2, yaitu Hijup, CodaShop, Talenta, RuangGuru, IDN Media, dan Jarvis Store. FOTO: ARSIP GOOGLE

 

”Sebelumnya saya kesulitan menemukan busana muslimah yang fashionable untuk penampilan saya. Jadwal saya padat dan saya tak punya waktu mencarinya ke mal. Saya menganggap datang ke mal, memilih-milih busana, hanya buang waktu dan buang energi,” ungkap Diajeng dalam percakapan dengan Kompas, pekan pertama Agustus lalu.

Setelah mendapat dukungan dari suaminya, Achmad Zaky (Founder dan CEO Bukalapak), pada 1 Agustus 2011, Diajeng mendirikan usaha rintisan (start up) Hijup. Kata ”hijup” kependekan dari ’hijab up’ (seperti kata-kata make up atau dress up). Platform e-dagang ini memfokuskan pada busana perempuan muslimah.

”Saya bilang kepada suami saya, Achmad Zaki, yang sudah lebih dulu membuka bisnis online Bukalapak, bahwa saya mau membuka bisnis online khusus busana muslimah. Mas Zaky sangat mendukung. Kami memulai usaha ini dengan berbagi kantor bersama Bukalapak sehingga biaya tidak besar. Ruangan kantor Hijup awalnya hanya 2 meter x 3 meter, diisi dua pegawai, yaitu admin media sosial dan admin gudang,” ungkap Diajeng.

Dia membuka usahanya bertepatan pada masa Ramadhan sehingga momentumnya tepat. Pesanan busana muslimah sangat banyak. Nama Hijup pun melesat sebagai usaha rintisan baru yang berkembang pesat. Hijup menjadi islamic fashion e-commerce pertama di dunia yang didirikan dengan konsep online. Hijup menyediakan berbagai macam produk terbaik karya desainer busana muslimah Indonesia, mulai dari kerudung hingga aksesori. Hijup berperan sebagai perantara antara para desainer dan calon pembeli di seluruh dunia.

Melalui Hijup, para desainer meningkatkan keuntungan secara lebih efisien, sedangkan calon pembeli lebih mudah mencari produk yang dibutuhkan.

Sarjana FISIP Universitas Indonesia ini optimistis pasar bisnis online di Indonesia berkembang. Mengutip prediksi McKinsey Global Institute, pada 2020, jumlah kelas menengah Indonesia mencapai 85 juta dan meningkat pesat pada 2030 menjadi 135 juta. Ini potensi terbesar bisnis online. Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, pemain dari luar negeri berbondong-bondong masuk ke pasar Indonesia.

”Agar mampu berkompetisi, orang Indonesia harus mengubah paradigma dari konsumen menjadi produsen. Sangat penting bagi kita untuk tidak sekadar men-deliver produk, tetapi juga brand value. Kami harus melakukan diferensiasi produk,” paparnya.

”Bukan sekadar baju bagus, tetapi juga inspirasi. Kami memiliki banyak konten positif di berbagai platform media sosial, seperti Youtube dan Instagram. Kami menemani mereka dengan cara memberi inspirasi, bukan sekadar menjajakan baju,” lanjut Diajeng.

”Saya yakin, ketika perempuan aktif, perempuan memberikan kekuatan dua kali lipat untuk kemajuan Indonesia. Dengan teknologi, perempuan mampu mengakselerasi ekonomi,” ungkapnya.

Diajeng termasuk salah satu orang muda Indonesia pendiri usaha rintisan yang mengikuti program Google Developers Launchpad Accelerator. Program ini ditujukan untuk usaha rintisan yang sedikit lebih mapan supaya bisa belajar langsung dari ahlinya di bidang user interface, user experience, marketing, untuk menyempurnakan produk, aplikasi, game yang berkaitan dengan bisnis mereka.

”Kami mendapatkan insight yang bermanfaat dari mentor-mentor Google yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, mulai dari mengerjakan bisnis, studi kelayakan, membangun start up. Temanya banyak dan sangat mudah diterapkan,” katanya.

Menurut Diajeng, setelah dua minggu ikut acara di markas Google di Mountain View, California, Amerika Serikat, para peserta diberi objective key result yang dapat dipantau setiap minggu. ”Gunanya untuk mengetahui perkembangan usaha, bagaimana kami mengimplementasikan apa yang didapat selama di sana, dan perkembangan start up kami,” jelasnya.

Pada akhirnya, seorang mentor mengatakan, ”Kalian maju bukan karena mentor, melainkan karena diri kalian sendiri, with or without mentor, kalian bisa lebih baik. Jadi kuncinya bukan pada mentor, bukan pada apa yang kami pelajari, tetapi bagaimana peserta mengimplementasikan yang telah dipelajari.”

Lanjutkan membaca Google, Usaha Rintisan, dan UKM Indonesia

Yahoo, Akhir Tragis Raja Internet Era 1990-an


ROBERT ADHI KSP

Pada era 1990-an, Yahoo dikenal sebagai raja internet yang bernilai 125 miliar dollar AS. Namun, hanya dalam dua dekade sejak didirikan, Yahoo, pionir mesin pencari dan portal web yang berpengaruh yang kemudian berubah menjadi brand yang kehilangan arah, hari Senin (25/7/2016) secara resmi diakuisisi oleh Verizon, raksasa perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, dengan nilai (hanya) 4,83 miliar dollar AS. Inilah akhir yang ironis dan tragis bagi Yahoo.

Ketika didirikan Jerry Yang dan David Filo, mahasiswa Universitas Stanford, pada 1994, Yahoo yang sering dijuluki sebagai “panduan Jerry masuk ke World Wide Web” itu tumbuh dengan sangat cepat. Jutaan orang Amerika yang menyalakan koneksi internet dial-up membutuhkan Yahoo sebagai home page yang mengarahkan ke semua destinasi.

Yahoo sangat populer dan menjadi portal yang digunakan ratusan juta orang untuk mencari berita tentang apa pun dan informasi tentang cuaca. Pengguna internet memanfaatkan mesin pencari Yahoo, surat elektronik Yahoo (Yahoo Mail), pesan singkat Yahoo (Yahoo Messenger), dan Flickr (dokumentasi foto). Semua produk Yahoo menjadi tren dunia pada masa itu dan sukses mengubah dunia.

Pada 1996, ketika Yahoo go public dan gelembung (bubble) dotcom mencapai puncaknya, nilai Yahoo 500 dollar AS per saham. Pada puncak kejayaannya, Yahoo menghabiskan 4,5 miliar dollar AS untuk membeli Geocities dan mengeluarkan 5,7 miliar dollar AS untuk membeli broadcast.com.

Namun, Yahoo tampaknya “menikmati zona nyaman” dan lupa berinovasi. Yahoo membiarkan setiap gelombang teknologi baru muncul dalam mesin pencari, media sosial, dan dunia bergerak (mobile) dan abai mengikuti perubahan keinginan pengguna internet.

Saat itu Yahoo menyia-nyiakan kesempatan membeli Google dan Facebook ketika keduanya masih “bayi”. Dan Yahoo tetaplah sama dengan Yahoo satu dekade sebelumnya saat didirikan, hanya sekadar portal. Yahoo, menurut Forbes, saat itu masih percaya diri dengan kebesaran namanya dan tetap menawarkan mesin pencari sendiri. Faktanya, Yahoo kini hanya menguasai sebagian kecil pangsa pengguna mesin pencari.

Suka tidak suka, sejak kehadiran Google tahun 1998 dan kemudian Facebook tahun 2004, ketenaran Yahoo secara perlahan mulai meredup. Dan ketika perhatian dunia beralih ke aplikasi ponsel cerdas, keuntungan Yahoo di dunia desktop mulai berkurang.

Marissa Mayer, mantan eksekutif Google yang dipercaya untuk menjabat CEO Yahoo sejak 2012, berupaya menakhodai “kapal” Yahoo yang mulai oleng. Namun, masa jabatan Mayer dirusak oleh kebingungannya menerapkan strategi dan salah urus. Mayer tahun 2013 malah membeli jejaring sosial dan microblogging Tumblr, yang dibuat bukan untuk berkompetisi dengan Facebook.

Pendapatan Yahoo makin berkurang setelah Apple mengeluarkan produk iPhone generasi pertama pada 2007. Pengguna portal Yahoo menurun karena banyak yang lebih tertarik dengan aplikasi di ponsel cerdas dan website yang lebih relevan.

Satu hal yang membuat Yahoo tetap bertahan adalah risiko yang diambil Jerry Yang ketika dia membeli 40 persen saham Alibaba senilai 1 miliar dollar AS. Alibaba kemudian menjadi raja e-commerce Tiongkok. Yahoo menjual 25 persen saham lainnya dan tersisa 15 persen. Saat ini saham Yahoo di Alibaba masih bernilai 31,2 miliar dollar AS.

Akuisisi yang dilakukan Verizon tidak termasuk 15 persen saham Yahoo di perusahaan raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba dan juga 34 persen saham di Yahoo Jepang yang bernilai 8,3 miliar dollar AS. Portofolio paten Yahoo yang bernilai 1 miliar dollar AS juga bukan bagian dari penjualan.

Setelah bertahun-tahun menghadapi kekacauan, pada Februari 2016, Yahoo secara resmi mengumumkan menawarkan diri kepada investor untuk diakuisisi. Meski cukup banyak investor yang berminat membeli Yahoo, akhirnya Verizon yang terpilih. Verizon, raksasa perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat itu, telah berinvestasi dalam konten digital dan periklanan dalam beberapa tahun terakhir ini dengan membeli AOL dan The Huffington Post.

Akuisisi Yahoo oleh Verizon mengakhiri sejarah 21 tahun Yahoo sebagai perusahaan independen.

Digabung dengan AOL

Verizon mengakuisisi AOL pada 2015 dengan nilai 4,4 miliar dollar AS untuk meningkatkan bisnis periklanan dan media. Verizon tetap menjadi raksasa perusahaan telekomunikasi. Namun, akuisisi AOL dan kini Yahoo menunjukkan bahwa Verizon menginginkan diversifikasi operasi dan pendapatan.

“Akuisisi Yahoo terjadi hanya dalam satu tahun sejak kami mengakuisisi AOL. Langkah ini untuk meningkatkan strategi kami dalam penyediaan koneksi lintas layar bagi konsumen, kreator, dan pengiklan,” kata Chairman dan CEO Verizon Lowell McAdam dalam pernyataannya, Senin 25 Juli. “Akuisisi Yahoo ini akan menempatkan Verizon pada posisi yang sangat kompetitif sebagai perusahaan media mobile global yang top dan akuisisi Yahoo ini akan membantu mempercepat aliran pendapatan kami dalam iklan digital,” ungkap McAdam.

Lanjutkan membaca Yahoo, Akhir Tragis Raja Internet Era 1990-an

Skystar UMN Cetak “Technopreneur” Muda


ROBERT ADHI KSP

Osbert Adrianto, pendiri DreamBox, memulai usaha kecil-kecilannya ketika masih menjadi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, Tangerang. Sebagai “branding agency” dan “creative agency”, DreamBox membantu klien mengembangkan “branding” dan memberikan solusi teknologi sesuai keinginan klien.

Dari kiri ke kanan (berdiri): William Eka (Skyventures Capital), Yovita Surianto (Program Manager Skyventures UMN), dan Geraldine Oetama (Executive Director Skyventures UMN) dalam pertemuan dengan para peserta program inkubasi Skyventures UMN.
Dari kiri ke kanan (berdiri): William Eka (Skystar Ventures Capital Associates Director), Yovita Surianto (Program Manager Skystar Ventures UMN), dan Geraldine Oetama (Executive Director Skystar Ventures UMN). FOTO: ARSIP UMN

 

“Saya dan beberapa kawan memulai merintis DreamBox sejak masih kuliah. Awalnya kami sebagai creative agency dengan membuat website-website. Setelah ada dukungan dari para mentor di Skystar Ventures dan mendapatkan berbagai pelatihan, kami menemukan metodologi dalam berbisnis. Kami sudah menjalankan bisnis ini selama lima tahun. Saya lulus kuliah tahun 2013 dan kini DreamBox sudah memiliki belasan karyawan dengan pendapatan ratusan juta rupiah, bahkan mendekati miliaran rupiah,” ungkap Osbert dalam percakapan dengan Kompas, beberapa waktu lalu.

Osbert dan DreamBox hanya salah satu contoh sukses start up (usaha rintisan) yang didirikan mahasiswa UMN setelah mengikuti program inkubasi yang diselenggarakan Skystar Ventures. DreamBox salah satu tenant program inkubasi batch pertama. DreamBox didirikan pada 2014 oleh tiga founder alumni Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berlatar belakang Desain Grafis, Manajemen Bisnis, dan Akuntansi. DreamBox sudah menangani lebih dari 50 proyek di berbagai bidang, mulai dari logistik, perbankan, ritel, properti, sampai pada bidang pendidikan.

Pertama

Skystar Ventures adalah wadah wirausaha kreatif berbasis teknologi di Indonesia, yang didirikan UMN dan didukung Kompas Gramedia, untuk menarik minat anak muda di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Sejalan dengan misinya, Skystar Ventures bertujuan mengembangkan ekosistem usaha rintisan di Indonesia.

Skystar Ventures UMN merupakan program inkubasi yang pertama dibangun di kampus perguruan tinggi di Indonesia. Kampus lain juga memiliki program inkubasi, tetapi umumnya tidak ada tindak lanjut. Kampus-kampus lain juga baru memulai, tetapi acap kali mismanajemen.

Semua mahasiswa UMN dari lintas program studi (prodi) diwajibkan mengambil kelas entrepreneurship. Mereka diharuskan membangun ide bisnis dan mewujudkannya. Dari dua batch selama dua tahun, sudah terbentuk 15 tim start up, masing-masing beranggotakan 3-5 mahasiswa. Saat ini yang masih berjalan tim-tim lainnya. Apabila mereka kesulitan mengatur waktu, Skystar Ventures memberikan kesempatan kepada mereka untuk lulus terlebih dahulu. Yang penting, mereka sudah paham usaha rintisan.

Program Manager Skyventures Universitas Multimedia Nusantara Yovita Surianto (berbaju merah) memberikan pengarahan kepada mahasiswa peserta program Skyventures UMN.
Program Manager Skystar Ventures Universitas Multimedia Nusantara Yovita Surianto (berbaju merah) memberikan pengarahan kepada mahasiswa peserta program Skystar Ventures. FOTO: ARSIP UMN

Program inkubasi Skystar Ventures berupa pelatihan (training), mentorship, penyediaan fasilitas tempat kerja, sampai akses ke jaringan profesional. Intinya, Skystar Ventures membantu para pendiri mengembangkan ide dan kapabilitas di bidang teknologi informasi.

Banyak anak muda yang memulai usaha rintisan tidak mendapatkan pelatihan dan pengetahuan tentang bisnis. Setelah mereka lulus dari UMN, apa yang akan mereka kerjakan?

“Di Indonesia, keterampilan dalam bidang teknologi komunikasi informasi masih relatif rendah, sementara tenaga yang ahli di bidang ini banyak dibutuhkan,” kata Geraldine Oetama, Executive Director Skystar Ventures. Usaha rintisan di Indonesia saat ini jumlahnya masih relatif kecil, padahal pasar Indonesia sangat besar. Inilah saatnya untuk mengedukasi.

Geraldine berpendapat, market di dunia teknologi komunikasi dan informasi sangat besar, tetapi belum banyak yang memulainya dari kurikulum di bidang edukasi, program inkubasi, mentoring, dan foundation. “Melalui SkyStar Ventures di Universitas Multimedia Nusantara, kami membangun ekosistem start up,” katanya.

“Kami lebih fokus pada internet dan mobile base. Tahap dini, re-engine dari ide ke prototipe. Tujuannya untuk meningkatkan skill dan kapabilitas. Kenapa? Banyak kualitas pendidikan perguruan tinggi di bidang teknologi informasi masih teori,” kata Geraldine.

Lanjutkan membaca Skystar UMN Cetak “Technopreneur” Muda

Apa yang Diinginkan Microsoft Setelah Mengakuisisi LinkedIn?


ROBERT ADHI KSP

Microsoft hari Senin (13/6/2016) mengumumkan telah membeli secara tunai jejaring profesional LinkedIn dengan nilai 26,2 miliar dollar AS. Ini merupakan akuisisi terbesar bagi Microsoft sejak Satya Nadella menjabat CEO.

Setelah akuisisi ini, LinkedIn tetap mempertahankan brand dan produknya, tetapi akan menjadi bagian dari produktivitas dan segmen proses bisnis Microsoft. CEO LinkedIn Jeff Weiner akan melapor kepada Satya Nadella.

Didirikan 14 Desember 2002 oleh Reid Hoffman, Allen Blue, Konstantin Guericke, Eric Ly, dan Jean-Luc Vaillant, serta dirilis secara resmi pada 5 Mei 2003, LinkedIn kini memiliki 433 juta anggota dari 200 negara dan teritorial di seluruh dunia, sebagian besar para profesional. Sebanyak 60 persen anggota LinkedIn mengakses jejaring sosial itu dari ponsel cerdas mereka. Jumlah pencari kerja lewat LinkedIn meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 7 juta orang. Selama 13 tahun perjalanannya, LinkedIn mengakuisisi 16 perusahaan jejaring sosial dan aplikasi.

Apa sebenarnya yang diinginkan Microsoft setelah membeli LinkedIn? CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan, akuisisi ini menyatukan cloudterbesar di dunia dengan jejaring profesional terkemuka di dunia. “Saya telah mempelajari LinkedIn sambil merenungkan bagaimana jejaring dapat melakukan diferensiasi layanan cloud. Ini jelas bagi saya bahwa tim LinkedIn telah mengembangkan bisnis fantastis dengan membangun jejaring secara mengesankan, dengan memiliki lebih dari ratusan juta profesional di seluruh dunia,” kata Nadella. Microsoft berharap LinkedIn menjadi pusat profil profesional yang muncul dalam aplikasi, seperti Outlook, Skype, Office, bahkan Windows. Feed berita masuk ke dalam aliran data, yang akan menghubungkan para profesional satu sama lain melalui aktivitas rapat, catatan, dan surat elektronik.

 

Satya Nadella bahkan memberi contoh Cortana, aplikasi asisten pribadi cerdas yang dikembangkan Microsoft, terhubung dengan LinkedIn untuk menyediakan konteks orang yang mungkin dapat diajak bertemu secara profesional. Sangat jelas bahwa Microsoft melihat LinkedIn sebagai bagian penting yang membuat Cortana lebih cerdas.

Lanjutkan membaca Apa yang Diinginkan Microsoft Setelah Mengakuisisi LinkedIn?

Ponsel Cerdas yang Terjangkau


 

ROBERT ADHI KSP

Siapa bilang produk Tiongkok mudah rusak? Siapa bilang ponsel cerdas harus mahal? Smartfren, operator telko Indonesia yang memiliki kepentingan strategis membawa teknologi terbaru ke Indonesia, mematok harga perangkat Andromax  di bawah Rp 2 juta dengan target segmen menengah dan menengah bawah.  

Sejak menjalin kerja sama dengan Smartfren tahun 2012 lalu, Hisense, perusahaan elektronik asal Tiongkok itu memasok perangkat berteknologi terbaru untuk Smartfren di bawah merek Andromax sesuai perkembangan zaman.

Jumlah pengguna Smartfren saat ini 13,5 juta. Masih relatif kecil bila dibandingkan dengan pengguna Telkomsel yang mencapai 100 juta.

Survei yang dilakukan Smartfren  menunjukkan, umumnya usia pengguna Smartfren, termasuk perangkat  Andromax,  antara  15 tahun dan 30 tahun, sebagian besar tinggal di Jakarta dan Bodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Mereka  melek internet dan menggunakan media sosial. Bila di kota-kota kecil, orang lebih banyak menggunakan telepon seluler hanya untuk menelepon, lain halnya dengan pengguna di kawasan perkotaan.

Mahasiswa dan karyawan baru haus teknologi, beraktivitas dengan internet, sehingga butuh perangkat yang memiliki memori besar, kamera bagus, dan harganya terjangkau, serta dilengkapi after services di 109 di seluruh Indonesia. Bila ada masalah di perangkat, mereka dapat langsung ke galeri dan menghubungi call center 24 jam. 

Lanjutkan membaca Ponsel Cerdas yang Terjangkau

Raksasa Elektronik Tiongkok Hisense Penetrasi Pasar Indonesia


IMG_0229.jpg
Hisense Tower di kota Qingdao, Tiongkok. Foto diambil 10 Mei 2016. KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

ROBERT ADHI KSP

Hisense, salah satu perusahaan raksasa elektronik dari Tiongkok yang menguasai pasar global lewat produk-produk televisi pintar (smart TV), peralatan rumah tangga, dan ponsel cerdas (smartphone), mencari pasar baru di Indonesia. Khusus ponsel cerdas, sejak 2012, produk Hisense sebenarnya sudah masuk ke Indonesia di bawah brand Andromax milik Smartfren. Namun, mulai Juni 2016, Hisense akan membawa produk terbaru ponsel cerdas dengan brand sendiri.

Hisense tak ingin nasibnya seperti perusahaan-perusahaan elektronik Tiongkok lainnya, yang bersemangat di awal tetapi kemudian loyo di belakang. ”Kami sadar perlu proses waktu, tak bisa jalan pintas untuk bisa dikenal secara luas oleh pengguna ponsel Indonesia,” ungkap Stephen.

Kata ”Hisense” dalam bahasa mandarin bermakna visi yang luas seperti lautan dan menunjukkan kredibilitas bahwa Hisense selalu bernilai. Pada nama Inggris, Hisense adalah kombinasi kata-kata ”high” (tinggi) dan ”sense” (rasa) yang bermakna Hisense gigih mengejar teknologi tinggi, kualitas tinggi, dan selera tinggi. Budaya Hisense adalah ”teknologi, kualitas, integritas, dan tanggung jawab” yang menjadi empat elemen kunci perusahaan itu.

Lanjutkan membaca Raksasa Elektronik Tiongkok Hisense Penetrasi Pasar Indonesia

Pengguna Instagram Kini 400 Juta


ROBERT ADHI KSP

Jejaring sosial Instagram di mana para penggunanya bisa berbagi foto dan video kini mencapai milestone baru: mencapai 400 juta pengguna aktif. Pengumuman ini disampaikan dalam blog Instagram, Selasa (22/9) sore waktu Amerika Serikat, atau 10 bulan setelah Instagram mencapai angka 300 juta pengguna aktif.

Pengguna aktif Instagram sudah melampaui jejaring sosial Twitter yang saat ini memiliki 316 juta pengguna aktif setiap bulan dan juga jejaring sosial Pinterest yang baru saja mencapai angka 100 juta pengguna.

Instagram

Pertumbuhan Instagram memang sangat cepat. Ketika Instagram yang diciptakan Kevin Systrom dan Mike Krieger diluncurkan Oktober 2010 atau hampir lima tahun yang lalu, angka 400 juta tampak seperti mimpi yang sangat jauh dicapai.

Pada Desember 2010 atau tiga bulan setelah dirilis, jumlah pengguna Instagram tercatat satu juta. Pada 27 Februari 2013, dua setengah tahun setelah diluncurkan, Instagram mengumumkan jumlah pengguna aktifnya 100 juta. Jumlah ini terus meningkat. Pada 9 September 2013, Instagram mengumumkan jumlah pengguna aktifnya 150 juta. Pada Desember 2014, jumlah pengguna naik dua kali lipat menjadi 300 juta.

Diakuisisi Facebook
Instagram diakuisisi Facebook pada April 2012 dengan nilai 1 miliar dollar AS dalam uang tunai dan saham. Pada 2013, Instagram tumbuh 23 persen, sementara perusahaan induknya, Facebook, hanya tumbuh 3 persen.

Lanjutkan membaca Pengguna Instagram Kini 400 Juta