Penetrasi 4G di Indonesia Bisa Lebih Cepat


ROBERT ADHI KSP

HONGKONG, KOMPAS — Penetrasi 4G LTE (long term evolution) di Indonesia bisa lebih cepat. Saat ini operator-operator telepon seluler di Indonesia sangat berharap teknologi 4G yang digdaya (powerful) diadopsi agar dapat memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada para pengguna.

Beberapa produk yang menggunakan prosesor Qualcomm terbaru.
Beberapa produk yang menggunakan prosesor Qualcomm terbaru. KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Shannedy Ong, Senior Director and Country Manager Qualcomm International di Indonesia, mengungkapkan ini dalam wawancara dengan sejumlah media Asia di sela-sela Qualcomm 3G/LTE Summit di Hotel The Ritz-Carlton Hongkong, Rabu (16/9) sore. Shannedy Ong didampingi Mantosh Malhotra, Senior Director, Business Development Qualcomm Technologies Inc.

Shannedy mengatakan, para operator sudah siap mencoba jaringan, membangun perangkat 4G, dan mengoperasikan teknologi 4G. Qualcomm akan bekerja sama dengan operator seluler di Indonesia, membawa ekosistem ini ke pasar. Jika sebelumnya operator mengoperasikan teknologi paling dasar 2G, kemudian berevolusi ke 3G, dan kini teknologi 4G.

Evolusi dari 2G ke 3G lebih sulit dibandingkan dengan evolusi dari 3G ke 4G. Lebih dari 90 persen gedung sudah terjangkau oleh 3G. Karena itu, Shannedy optimistis evolusi ke 4G lebih cepat. “Saya sangat yakin evolusi dari 3G ke 4G akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan evolusi dari 2G ke 3G karena teknologi 4G bukan hal yang baru,” ujarnya.

Namun, berapa lama teknologi 4G bisa diimplementasikan, menurut Shannedy, itu bergantung pada hasil diskusi dengan pemerintah. Qualcomm juga bekerja sama dengan operator dan vendor. Qualcomm akan membantu operator agar penetrasi 4G bisa berjalan mulus dan masuk ke pasar dengan mulus pula.

Shannedy Ong, Country Manager Qualcomm Indonesia.
Shannedy Ong, Country Manager Qualcomm Indonesia. KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Geliat operator Indonesia

Hampir semua operator di Indonesia, yaitu Telkomsel, XL, Indosat, dan Smartfren, juga merilis layanan 4G/LTE. Terakhir Smartfren merilis layanan LTE Advances pada 19 Agustus 2015.

Qualcomm juga bekerja dengan OEM (Original Equipment Manufacturer) untuk memastikan dari sisi perangkat bahwa ekosistem ini bisa berjalan. OEM diharapkan menciptakan produk gawai yang terjangkau dengan teknologi 4G.

Smarfren, misalnya, memproduksi Andromax dengan berbagai tipe. Dengan layanan 4G LTE Advanced, pelanggan dimungkinkan menikmati layanan lebih luas, cepat, dan stabil.

Shannedy juga menyebutkan sejumlah OEM yang sudah siap memproduksi gawai 4G LTE, di antaranya Lenovo, Asus, Xiaomi, Oppo, Sony, LG, dan Polytron.

Country Manager Qualcomm wilayah Indonesia itu mengatakan, perangkat bergerak (mobile devices) yang berbasis LTE sebaiknya juga bisa digunakan di jaringan 2G dan 3G. Pengguna gawai 4G dapat dengan mudah berpindah ke teknologi antarmuka yang berbeda di daerah yang berbeda.

Bukan sekadar kecepatan

Mantosh Malhotra, Senior Director, Business Development Qualcomm Technologies Inc, menambahkan, teknologi 4G/LTE bukan sekadar memiliki kecepatan tinggi, melainkan juga akan membuat gawai-gawai yang diproduksi kaya fitur, memanjakan pengguna dengan pengalaman gim yang mengesankan dan menikmati video streaming dan musik, juga mengunduh dengan waktu singkat.

“Jelas ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengguna. Dan ini bukan sekadar kecepatan tinggi,” kata Mantosh yang bertanggung jawab mengelola dan menjalin hubungan Qualcomm dengan ekosistem perangkat bergerak di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Qualcomm LTE Summit yang berlangsung dua hari, Selasa dan Rabu (16/9), di The Ritz-Calton Hongkong diikuti ratusan peserta dari berbagai perusahaan teknologi di dunia.

Lebih dari 1 miliar

Qualcomm Inc merupakan perusahaan teknologi jaringan 3G, 4G, dan generasi nirkabel masa depan di dunia. Sejak 1985, selama tiga dekade, ide dan penemuan Qualcomm memengaruhi evolusi komunikasi digital dan teknologi mobile atau bergerak.

Qualcomm mengklaim sebagai pemimpin dunia dalam teknologi mobile dan pemasok chipset dan software bagi industri nirkabel. Qualcomm juga mengembangkan teknologi augmented reality, jaringan ad-hoc dan context awareness.

Salah satu produk unggulan Qualcomm adalah prosesor Snapdragon yang mendukung kecepatan tinggi, keunggulan grafis yang memukau dan daya tahan baterai yang diklaim lebih lama pada perangkat bergerak. Sampai saat ini, lebih dari 1 miliar perangkat bergerak didukung prosesor Snapdragon.

Prosesor Snapdragon 820 adalah yang terbaru dan tercanggih yang diluncurkan dalam acara tahunan di Hongkong kali ini.

SUMBER: TEKNOTRIKA, SAINS, KOMPASPRINT.COM, 17 SEPTEMBER 2015

Iklan