Semua tulisan dari Robert Adhi Ksp

blogger | author & writer of 11 books | book-music-food-movie lover | Manchester United fan | Apple lover

Mengenang Serangan Teror Paris 13 November 2015


PENGANTAR

Tanggal 13 November ini, genap empat tahun Serangan Teror Paris. Aksi teror yang terencana ini terjadi di stadion utama, restoran dan bar, dan gedung konser di Paris, dilakukan oleh kelompok bersenjata dan pelaku bom bunuh diri, menewaskan 130 orang dan melukai 352 orang. Berikut ini kilas balik Serangan Teror Paris.

Suasana Kota Paris. Ilustrasi: Film “November 13 – Attack on Paris” ( REPRO: NETFLIX)

Tiga Ledakan Bom Bunuh Diri di Luar Stade de France

Hari Jumat yang cerah. Suhu udara di kota Paris sekitar 13 derajat Celcius. Penggemar sepakbola bersiap-siap mendatangi stadion Stade de France karena pada malam hari pukul 21.00 waktu Paris, akan berlaga tim nasional Perancis melawan tim nasional Jerman. Itu merupakan pertemuan ke-26 antara kedua timnas. 

Dua jam sebelum pertandingan dimulai, stadion berkapasitas 81.000 orang itu sudah penuh sesak. Presiden Perancis Francois Hollande menjadi tamu VVIP yang menonton laga Perancis vs Jerman yang disiarkan langsung di televisi. 

Salim, petugas keamanan Stade de France, menghentikan langkah seorang pemuda. “Apakah saya dapat memeriksa tiket Anda?” tanya Salim. Pemuda itu memaksa masuk. “Saya butuh berada di dalam stadion. Saya harus masuk ke sana,” sahutnya, seperti terungkap dalam film dokumenter “November 13 – Attack on Paris” yang ditayangkan Netflix.

“Anda menghalangi pekerjaan saya,” kata Salim kepada pemuda itu, yang usianya masih relatif muda dan wajahnya agak kekanak-kanakan. “Silakan berdiri di samping sana. Anda lihat, banyak orang lain yang menunggu untuk masuk,” ujar Salim. Pemuda itu mematuhi perintah Salim, kemudian menatap wajah petugas keamanan itu dalam-dalam. 

“Hati-hati dengan orang itu,” teriak Salim kepada koleganya yang berdiri di sekitar pintu masuk. Salim sibuk memeriksa tiket nonton pertandingan sepakbola. Begitu dia mencari pemuda itu di tengah keramaian, dia tak menemukannya lagi. 

Pertandingan baru berjalan 20 menit ketika terdengar ledakan di luar stadion. Sebagian penonton mengira suara itu suara kembang api di luar stadion. Ledakan itu berasal dari ledakan bom bunuh diri. Pelakunya, seorang lelaki mengenakan sabuk bom bunuh diri, yang gagal masuk ke dalam stadion setelah berusaha melewati pemeriksaan rutin yang mengecek bahan peledak. 

The Wall Street Journal melaporkan, lelaki tersebut kemudian melangkah pergi dari barisan petugas keamanan, kemudian menekan tombol detonasi. Duaarr, suara ledakan terdengar keras. Pelaku bom bunuh diri itu tewas seketika, termasuk seorang yang sedang melintas di dekatnya.

Menurut Zouheir, penjaga keamanan stadion yang sedang bertugas, salah seorang penyerang memiliki tiket masuk dan berusaha masuk ke stadion melalui Gate D. Lelaki itu mengenakan rompi bahan peledak ketika digeledah di pintu masuk stadion, sekitar 15 menit setelah pertandingan dimulai.

“Penyerang meledakkan rompi yang penuh dengan bahan peledak dan baut,” kata Zouheir yang bertugas di terowongan para pemain. Polisi juga mencurigai pennyerang itu bermaksud meledakkan rompinya di dalam stadion. Lelaki itu diidentifikasi sebagai Ahmed Almohammad (25) berasal dari Suriah. 

Pukul 21.30, ledakan kedua terdengar di luar Stadion Perancis (Stade de France), masih di jalan yang sama dengan ledakan pertama, di Avenue Jules Rimet. Pelakunya diketahui bernama Bilal Hadfi (20) berasal dari Belgia dan pernah bergabung dengan NIIS di Suriah. 

Dua ledakan keras yang terdengar jelas pada babak pertama pertandingan membuat penonton di dalam stadion dan pemirsa televisi bingung. 

Awalnya Zouheir berpikir ledakan pertama adalah suara petasan. Namun dari walkie-talkie yang ramai dengan percakapan, dia mengetahui bahwa setelah ledakan pertama, Presiden Francois Hollande dibawa ke luar stadion. “Begitu saya tahu Presiden dievakuasi, saya sadar bahwa ledakan itu bukan suara petasan biasa,” katanya.  

Pukul 21.53, penyerang ketiga meledakkan diri di gerai McDonald’s di Rue de la Coquerie, menewaskan satu orang sipil di sana. Lokasinya sekitar 400 meter dari Stadion Stade de France. Lelaki ini berusia sekitar 20 tahun.

Stade de France (Stadion Perancis) pada Jumat 13 November 2015 menggelar pertandingan persahabatan antara timnas Perancis dan timnas Jerman. Tiga ledakan di luar stadion ini menewaskan empat orang, tiga di antaranya pelaku bom bunuh diri. REPRO: NETFLIX

Dalam tiga ledakan di luar stadion, empat orang tewas, tiga di antaranya pelaku bom bunuh diri, dan seorang lagi yang kebetulan sedang melintas di dekat pengebom.

Pertandingan persahabatan antara timnas Perancis dan Jerman berlanjut sampai 90 menit sesuai peraturan FIFA. Ketua Federasi Sepak Bola Perancis Noel le Graet mengatakan pihaknya sengaja tidak menyampaikan informasi tentang ledakan bom bunuh diri di luar stadion kepada para pemain dan puluhan ribu penonton di dalam stadion untuk menghindari kepanikan. 

Berita tentang aksi teror mulai menyebar di dalam stadion pada akhir babak kedua. “Selama babak kedua, saya mulai mendapat peringatan berita tentang serangan di Paris. Saya memang mendengar suara ledakan, tapi saya masih berpikir itu hanya suara petasan,” ungkap Pierre Tissier (27). 

Pelatih timnas Jerman Joachim Low mengaku cemas dengan kabar ledakan bom di luar stadion. Sebelumnya timnas Jerman yang menginap di Hotel Molitor, hotel bintang lima di Distrik ke-16 Paris, diancam bom dan dievakuasi. 

Timnas Jerman memutuskan untuk tetap bermain di Stade de France pada Jumat malam. Mereka membawa masuk kasur ke dalam ruangan pemain. Beberapa pemain tertidur tetapi sebagian lagi terjaga dan mendiskusikan peristiwa yang sedang terjadi di Paris. 

Hari Sabtu 14 November, Joachim Low dan anak-anak asuhnya pulang ke Jerman dengan pesawat pagi. Serangan itu terjadi tujuh bulan sebelum Perancis menjadi tuan rumah kejuaraan sepakbola Eropa (Euro) selama satu bulan. Pertandingan Euro 2016 —yang merupakan turnamen sepak bola terbesar pertama di Perancis setelah Piala Dunia 1998— digelar di 10 lokasi di Perancis, dua di antaranya di Paris, yaitu di Parc des Princes di barat dan Stade de France di pinggiran utara. 

                                                    ***

Kafe dan bar Le Carillon di kawasan Canal Saint-Martin di timur Paris. REPRO: NETFLIX

Penembakan di Petit Cambodge dan Le Carillon

Le Carillon adalah kafe-bar di kawasan Canal Saint-Martin yang trendi di Paris timur, terkenal dengan minuman kopi berharga relatif murah dan suasana santai. Bagi warga setempat, kafe-bar ini bersahaja dengan sofa-sofa tua dan pencahayaan yang remang-remang pada malam hari.

Saat itu pukul 21.25. Tak ada yang menyangka ketika sekelompok pemuda turun dari mobil berwarna hitam, langsun g menembaki orang-orang yang sedang berjalan di Rue Alibert dan Rue Bichart di wilayah Distrik 10 Paris, tak jauh dari Place de la Republique. Mobil itu kemudian ditemukan di pinggiran timur Montreuil, sekitar lima kilometer dari lokasi penembakan.

Ben Grant, saksi mata di Bar Le Carillon awalnya mengira petasan telah padam. Beberapa detik kemudian dia menyadari mereka ditembaki dengan senjata semi otomatis. “Orang-orang berjatuhan di tanah. Saya dan istri berlindung dengan meletakkan meja di atas kepala,” kisahnya.

Kelompok bersenjata itu juga melepaskan tembakan ke orang-orang yang berkumpul di Le Petit Cambodge, restoran Kamboja, di seberang Le Carillon. Saksi mata melukiskan, seorang lelaki menyeberang jalan dan mengarahkan senjatanya ke restoran Le Petit Cambodge.

Serangan di dekat pusat kota di sekitar tempat hiburan malam di Paris ini menyebabkan lima belas orang meninggal, 15 lainnya luka parah. Lebih dari 100 peluru ditembakkan.

Pierre Monfort tinggal di dekat restoran Kamboja, di dekat Rue Bichat. “Kami mendengar suara tembakan sekitar 30 detik tanpa henti. Kami pikir itu suara kembang api,” katanya kepada AFP.  

Saksi mata lain yang berada di dalam restoran mengatakan semua orang tergeletak di lantai. “Seorang gadis digendong seorang pemuda. Tampaknya dia sudah tak bernyawa,” ungkapnya.

Kafe La Bonne Biere di Paris. Di kafe ini, lima orang tewas ditembak. REPRO: NETFLIX.

Penembakan di La Bonne Biere

Pukul 21.32, aksi penembakan terjadi di persimpangan Rue de La Fontaine au Roi dan Rue du Faubourg du Temple di depan Cafe Bonne Biere dan resto pizza La Casa Nostra di wilayah Distrik 11 Paris. Lima orang tewas dan delapan orang terluka. Saksi mata mengungkapkan, kelompok bersenjata mengendarai mobil berwarna hitam.

***

Penembakan di La Belle Equipe

Pukul 21.36, kelompok bersenjata yang sama tiba di Restoran La Belle Equipe di Rue de Charonne nomor 92. Dua orang melepaskan tembakan sekitar tiga menit ke arah pengunjung resto yang duduk di teras kafe itu. Mereka kemudian kembali menaiki mobil hitam dan menuju ke arah stasiun Charonne.

Sembilan belas orang tewas di lokasi ini dan sembilan lainnya dalam kondisi kritis. 

Andrian Svec, fotografer asal Slovakia dan kekasihnya, Zuzanna Szamocka, sedang menikmati makan malam di restoran Septime (nomor 80), tak jauh dari La Belle Equippe. Dia mendengar suara tembakan. Dia dan pengunjung restoran sempat bersembunyi di bawah meja. Tapi beberapa saat kemudian, Svec mengikuti nalurinya sebagai fotografer. Dia tiba di lokasi dan melihat di luar resto, korban-korban tewas masih terduduk di meja dengan gaya alfresco. Dia mengambil foto-foto dengan kamera LeicaM6.

Suasana Restoran La Belle Equipe. Di restoran ini, 19 orang tewas diberondong tembakan. REPRO: NETFLIX.

“Kami mendengar suara tembakan seperti dari senjata otomatis. Saya berlari menuju restoran tersebut. Saya melihat 10 orang, tak ada tanda-tanda mereka masih bernyawa. Suasana hening. Tiba-tiba seseorang mulai berteriak dan menangis,” ungkap Svec seperti dikutip The Guardian, 17 November 2015. 

Korban di La Belle Equipe di antaranya kelompok 11 orang yang bekerja di Cafe des Anges di sekitar lokasi dan merayakan ulang tahun rekannya, Houda Saadi dan saudara perempuannya, Halima, warga Perancis keturunan Tunisia. Keduanya menjadi korban tewas.

Pemilik La Belle Equipe, Gregory Reibenberg, selamat dari serangan. Namun istrinya, Djamila, seorang muslim, tewas diberondong tembakan teroris.

Kelompok bersenjata sempat menembaki jendela depan restoran sushi Jepang di sebelah La Belle Equipe tapi tak ada korban. 

                                          ***

Restoran Comptoir Voltaire. Di restoran ini, seorang pelaku meledakkan bom bunuh diri.

Bom Bunuh Diri di Comptoir Voltaire

Pukul 21.40, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Restoran Comptoir Voltaire di Boulevard Voltaire nomor 253 di wilayah Distrik 11 Paris. Satu orang yang berada di dalam restoran itu mengalami luka serius dan dua lainnya luka-luka. 

Pelaku bom bunuh diri di restoran ini diidentifikasi bernama Ibrahim Abdeslam (31) yang tinggal di Moleenbeek, Brussels, Belgia.

“Sejak menikah dengan Ibrahim, dia pengangguran dan setiap hari mengisap ganja. Ibrahim tak pernah ke masjid dan malah beberapa kali masuk penjara,” kata mantan istrinya, Naima (36) kepada “The Mail”.  Meskipun ijazahnya sebagai teknisi listrik, Ibrahim tak pernah mendapatkan pekerjaan. Pasangan itu tidak memiliki anak karena menurut Naima, mereka tak punya uang untuk membesarkan anak.  

                                              ***

Kafe dan Bar Bataclan. REPRO: NETFLIX

Pembantaian Massal di Bataclan

Pada waktu bersamaan, pada pukul 21.40, tiga orang bersenjata masuk ke gedung konser mini Bataclan, yang jaraknya sekitar dua mil dari Notre Dame Paris. Mereka mengendarai Volkswagen Polo warna hitam yang diparkir di luar gedung tua yang berusia 151 tahun. 

Mereka lalu masuk melalui pintu utama sekitar 30 menit – 45 menit setelah grup band rock asal California, Amerika Serikat, Eagles of Death Metal memulai pertunjukannya, kemudian melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang yang berdiri di bar. 

Saksi mata, Fahmi, awalnya mengira suara petasan dan bagian dari pertunjukan. Ketika dia membalikkan tubuhnya, dua melihat seseorang roboh dan terjatuh terkena peluru. “Tiga penyerang itu menembak secara acak ke kerumunan penonton,” kisahnya kepada “Liberation”. 

Salah satu lelaki bersenjata naik tangga dan membunuh para penonton di balkon.

Kafe Bataclan. REPRO: NETFLIX

Di tengah kebingungan dan kepanikan, seorang penjaga keamanan berteriak dan meminta semua orang mengikutinya ke kiri gedung agar bisa ke luar gedung melalui jalan darurat. Banyak orang berhasil lolos dari maut, sebagian dalam kondisi terluka parah, seperti tergambar dalam video yang direkam dari jendela atas sebuah apartemen di seberang jalan.

Saksi mata mendengar kata-kata seorang lelaki bersenjata yang menyalahkan Presiden Francois Hollande ikut campur tangan di Suriah. 

Suasana di gedung teater Bataclan. Sumber: EuroNews

“Kami pikir suara kembang api tetapi kami melihat seorang lelaki menembak ke segala arah. Kami semua berbaring di lantai dan mulai merangkak menuju panggung,” ungkap seorang perempuan. Beberapa orang melarikan diri melalui pintu darurat di sebelah kiri panggung dan sebagian lagi menemukan rute ke atap.

“Kami mendengar ledakan keras. Saya mengira itu hanya bagian dari pertunjukan. Awalnya saya tidak bereaksi tapi kemudian saya mendengar orang-orang di belakang saya berteriak. Saya berbalik, saya melihat ada dua orang yang baru saja menembaki penonton dengan senjata seperti AK-47,” ungkap Michael O’Connor, warga South Shields, Inggris kepada BBC.  “Suasananya seperti rumah jagal. Saya mengarungi genangan darah sedalam satu senti meter,” ungkapnya. 

Gedung Teater Bataclan. (REPRO: NETFLIX)

Julien Pierce, jurnalis Radio Europe-1 berada di dalam gedung konser Bataclan ketika penembakan terjadi. “Beberapa lelaki bersenjata tanpa mengenakan topeng, masuk ke gedung. Mereka membawa senjata seperti Kalashnikov dan menembak kerumunan penonton secara membabi-buta. Itu berlangsung antara 10 menit dan 15 menit. Sungguh sangat kejam. Banyak orang panik. Para penyerang masih sangat muda. Mereka mengisi ulang senjata setidaknya tiga kali. Mayat tergeletak di mana-mana,” cerita Pierce dalam web stasiun radio.

“Pembantaian massal” di Bataclan menewaskan 89 orang.

Presiden Perancis Francois Hollande setelah menggelar rapat bersama Perdana Menteri Manuel Valls dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve, mengumumkan bahwa, “Perancis dalam keadaan darurat”. Aparat keamanan memperketat wilayah perbatasan.

Hollande memerintahkan agar pasukan elit diturunkan ke gedung konser Bataclan. Pukul 22.15, polisi bersenjata berat masuk ke gedung konser. Mereka merupakan tim BRI (Brigades de Recherche et d’Intervention) yang spesialisasinya menangani dan mengatasi situasi penyanderaan. “Mayat di mana-mana. Genangan darah membasahi lantai gedung. Banyak orang yang bersembunyi di setiap sudut dan celah. Kami mengeluarkan korban-korban selamat dan terluka,” kata seorang polisi. 

Michael O’Connor mengungkapkan, dia melihat pintu masuk ke arena terbuka perlahan-lahan, lalu muncul orang-orang yang melindungi diri dengan perisai anti-peluru. “Saya pikir mereka pasti polisi. Mereka tidak mengatakan apa-apa tetapi menyuruh kami semua diam. Mereka membentuk perimeter di belakang aula dan mengarahkan senjata ke balkon, tempat teroris berada,” kata O’Connor. 

Setelah satu jam menyerbu masuk gedung konser, pukul 23.15, tim BRI mencapai pintu di lantai pertama. Seorang penonton masih disandera. Terdengar suara di belakang pintu yang memberi tahu tim BRI bahwa ada dua lelaki mengenakan rompi bahan peledak. Sandera dipaksa berdiri di depan pintu dan jendela, dan menjadi perantara antara teroris dan polisi. 

Sandera memberi nomor ponsel teroris kepada perunding atau negosiator. Sebelum tengah malam, polisi perunding sempat bercakap-cakap dengan para penyerang beberapa kali melalui telepon seluler. Negosiator menyimpulkan para penyerang bersenjata tersebut berencana membantai para sandera di depan media. 

Dihujani 27 peluru, tim BRI masuk dengan perisai logam antipeluru. Mereka harus menyelesaikan ini dengan cepat. Anggota unit BRI berhasil menembak mati satu penyerang dengan sabuk penuh bom. Tapi dua penyerang lainnya meledakkan diri. Operasi pengepungan dan pembebasan sandera di Bataclan berakhir pukul 00.17.

Ketiga penyerang Bataclan diketahui sebagai Omar Ismail Mostefai (29), Samy Animopur (28) dan Foued Mohamed-Aggad (23). 

Serangan Paris pada Jumat malam, 13 November 2015 di gedung konser, stadion utama, restoran dan bar oleh kelompok bersenjata dan pelaku bom bunuh diri, menewaskan 130 orang dan melukai 352 orang. 

Presiden Perancis Francois Hollande melukiskan serangan tersebut sebagai “aksi perang” yang diorganisir kelompok militan. “Tiga tim terkoordinir” diyakini berada di belakang serangan mematikan tersebut, kata jaksa kepala Paris, Francois Molins.

Hari-hari berikutnya setelah Serangan Paris, polisi Perancis melakukan 128 penyergapan di seluruh negeri untuk mencari para tersangka, termasuk di Brussels, Belgia. 

Selama 24 jam pada 16 dan 17 November 2015, Perancis  melancarkan serangan udara dan menjatuhkan 16 bom ke pusat pelatihan dan komando NIIS di Raqqa di Suriah.

***

Para pelaku Serangan Paris 2015. Sumber: BBC

Siapa Pelaku Serangan Teror Paris 2015?

Dari hasil investigasi yang dilakukan pemerintah Perancis, diketahui para pelakunya pernah bergabung dengan NIIS di Suriah. Otak penyerangan ini adalah Abdelhamid Abaaoud, berkebangsaan Belgia, tewas dalam serangan polisi di Saint-Denis di utara Paris, beberapa hari setelah Serangan Paris terjadi. Figur kunci lainnya adalah Salah Abdeslam yang ditangkap pada 18 Maret 2016 setelah melarikan diri. 

Mohamed Abrini, tersangka lainnya diyakini memiliki jaringan dengan Serangan Paris, ditangkap di Brussels pada 8 April 2016. 

Salah Abdeslam saat ditangkap di wilayah Molenbeek, berusia 26 tahun. Lelaki kelahiran Brussels ini terluka saat disergap polisi yang memburunya sejak 13 November 2015. Pada 15 Maret 2016, sidik jari Abdeslam ditemukan di flat di distrik Forest di selatan Brussels.

Jaksa Belgia kepada BBC mengatakan, saat itu belum jelas apakah dia ada di sana karena sidik jarinya tidak tercatat waktunya. Pada 10 Desember 2015, polisi menemukan satu sidik jarinya, jejak bahan peledak TATP (acetone peroxide) dan tiga sabuk buatan —tampaknya untuk bahan peledak, di sebuah apartemen di Distrik Schaerbeek. Apartemen itu disewa dengan nama palsu. Ada dugaan pelaku bom bunuh diri mengambil sabuk mereka di apartemen ini sebelum beraksi di Paris. 

Salah Abdeslam diperkirakan kembali ke Belgia setelah Serangan Paris. Dia menyewa mobil VW Polo di Belgia —yang kemudian ditemukan di dekat gedung konser Bataclan di Paris. Dia juga menyewa mobil Renault Clio dan memesan dua kamar hotel di luar kota Paris sebelum serangan dilakukan. Perannya belum jelas meski saudara kandungnya, Ibrahim Abdeslam meledakkan diri.

Penyelidik meyakini Salah Abdeslam mendorong tiga pelaku bom bunuh diri yang menyerang Stade de France ke tujuan mereka. Salah juga menugasi mereka melakukan serangan di Distrik ke-18 meski serangan itu tidak pernah terjadi karena ketiganya sudah meledakkan diri di luar stadion. 

Masa lalu Salah Abdeslam dipenuhi dengan hukuman. Beberapa laporan menyebutkan, Salah menghabiskan waktu di penjara karena kasus perampokan. Saat di penjara itulah, Salah bertemu dengan Abdelhamid Abaaoud. Februari 2016, Kepolisian Belanda menahan Salah dan mendendanya 70 Euro karena memiliki ganja. Pada 27 April 2016, Salah diekstradisi ke Perancis dan menghadapi dakwaan terkait Serangan Paris 13 November 2015. Salah juga menghadapi dakwaan terlibat dalam aksi penembakan di Brussels pada 15 Maret 2016 yang mennyebabkan empat polisi terluka. 

Saudara kandung Salah Abdeslam yaitu Ibrahim Abdeslam meninggal sebagai pelaku bom bunuh diri di kafe Comptoir Voltaire di Boulevard Voltaire. Dia menyewa mobil Seat, yang ditemukan sehari setelah Serangan Paris, di Montreuil ke arah timur Paris. 

Nama Ibrahim Abdeslam muncul dalam beberapa dokumen Kepolisian Belgia bersama nama Abdelhamid Abbaoud, terkait kasus-kasus pidana pada 2010-2011. 

Pada awal 2015, Ibrahim melakukan perjalanan ke Turki dan bermaksud melanjutkan ke Suriah, namun otoritas Turki mendeportasinya kembali ke Brussels., kata pejabat Jaksa Belgia mengungkapkan ini kepada suratkabar “Le Soir”. Yang menjadi pertanyaan, mengapa saat kembali ke Belgia, Ibrahim dibebaskan. 

Beberapa jam setelah Serangan Paris, Salah Abdeslam berada di dalam VW Golf bersama dua teman lelakinya di perbatasan Belgia. Mobil mereka sempat dihentikan satu kali oleh polisi. Ketika penacrian makin gencar dilakukan di Belgia, saudaranya bernama Mohamed meminta Salah untuk menyerah. 

***

Surat Terbuka Penyintas Serangan Paris

Para korban Serangan Paris yang selamat meminta Pemerintah Perancis dan negara lainnya untuk menghentikan kaum jihadis Barat melarikan diri dari penjara di Suriah untuk mendirikan otonomi baru menyusul penarikan tentara Amerika Serikat.  

Dalam surat terbuka yang dipublikasi di suratkabar “Le Parisien” dua pekan menjelang peringatan 4 tahun Serangan Paris, sebuah kelompok terdiri dari 44 korban selamat (penyintas) mengajukan permintaan kepada Pemerintah Perancis dan negara-negara Barat lainnya untuk tidak melarang orang Kurdi berperang melawan NIIS. 

Kelompok penyintas mengungkapkan pendapat mereka sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan, “Tidak adil jika pemerintah Inggris belum membawa kembali para jihadis Inggris yang ditangkap tentara AS.”

Dalam wawancara di Radio LBC dengan Nigel Farage, pemimpin Partai Brexit, Trump mengatakan, “Kami menawarkan untuk memberi jihadis Inggris untuk dibawa kembali ke Inggris tapi mereka tidak menginginkannya.”  Trump juga mengajukan tawaran yang sama kepada Perancis dan Jerman tapi pemerintah kedua negara itu tidak meresponnya.

Banyak orang Perancis dan kaum jihadis Barat lainnya ditahan di kantong Suku Kurdi yang dilindungi tentara AS dan kekuatan udaranya. “Ketidakaktifan saat ini membuat ratusan teroris melarikan diri, termasuk para jihadis Perancis yang sangat berbahaya,” demikian surat para korban selamat. Berapa banyak waktu lagi yang dibutuhkan sebelum mereka menyerang lagi?

Pemerintah Perancis di bawah Presiden Emmanuel Marcon dan pendahulunya Francois Hollande berusaha “membersihkan” warga berkebangsaan Perancis yang ditangkap di Suriah, namun tekanan meningkat untuk membawa mereka kembali menghadapi pengadilan di Perancis pasca-penarikan tentara AS di Suriah. Beberapa orang dipindahkan ke penjara di Irak.

Nasib para jihadis Perancis merupakan “ladang ranjau” bagi Macron. Komisi Hak Asasi Manusia dan kelompok Sayap Kanan Perancis menyerukan agar pemerintah mencabut kewarganegaraan Perancis para jihadis di Suriah dan Irak.

NIIS mengklaim merencanakan Serangan Paris di Suriah. Sebagian besar penyerang memiliki dwi kewarganegaraan Perancis dan Irak. Beberapa penyerang pernah bertempur di Suriah dan masuk Eropa di tengah membanjirnya imigran dan pengungsi ke wilayah ini.

Hari Rabu 13 November 2019 ini, jaringan televisi France24 menayangkan liputan Mengenang Serangan Teror Paris 13 November 2015. Wali Kota Paris Anne Hidalgo memberi karangan bunga di monumen mengenang 130 korban tewas. REPRO: FRANCE24

Perancis dan Sejarah Panjang Kekerasan Militan

Aksi teror yang menyebabkan korban tewas berulang terjadi di Perancis. Pada 7 Januari 2015 serangan terhadap kantor majalah satire Charlie Hebdo, menewaskan 20 orang.

Sebelumnya, pada pertengahan Maret 2012, seorang pemuda Perancis keturunan Aljazair, Mohammed Merah (23 tahun) tewas ditembak polisi penembak jitu setelah Merah diketahui membunuh tiga prajurit penerjun payung, seorang Rabbi, dan tiga pelajar sekolah selama 11 hari di Toulouse dan Montauban. Mohammed Merah menderita masalah psikologi dan mengaku marah terhadap Perang Afganistan.

Pada 3 Februari 2015, tiga penjaga di pusat komunitas Yahudi di Nice luka-luka diserang lelaki berusia 30 tahun bernama Moussa Coulibaly. Pada 19 April 2015, seorang mahasiswa Aljazair berusia 24 tahun menabrak mati seorang perempuan di luar kota Paris. Setelah itu lelaki yang menembak kakinya sendiri itu ditangkap. Polisi, seperti dikutip Deutsche Welle, menemukan bukti bahwa mahasiswa itu berhubungan dengan para militan di Suriah yang membantu dia merencanakan menyerang dua gereja di Paris.

Pada 26 Juni 2015 terjadi serangan di sebuah pabrik gas industri di kota Grenoble di sebelah tenggara Perancis. Satu orang menabrakkan mobilnya di perusahaan Amerika Serikat dan menimbulkan ledakan, menyebabkan sejumlah orang luka-luka. Ditemukan satu kepala supervisor pabrik yang dipenggal dengan tulisan arab di gerbang pabrik itu. Penyerang itu bernama Yassin Sahli (35 tahun) ditangkap, tapi dia tewas bunuh diri di penjara.

Pada 21 Agustus 2015, seorang lelaki warga negara Maroko berusia 25 tahun, Ayoub El Khazzani ditangkap setelah melakukan penembakan massal dengan senapan serbu Kalashnikov di kereta cepat Thalys jurusan Amsterdam-Paris. Khazzani naik dari stasiun Brussels, Belgia, dan menyerang penumpang, sebelum akhirnya dibekuk oleh empat penumpang lain, tiga berkebangsaan Amerika Serikat dan satu warga Inggris. Dalam aksi teror itu, empat penumpang kereta cepat luka-luka.

Pada 13 Juni 2016, seorang Perancis keturunan Maroko berusia 25 tahun, Larossi Abballa menyerang dan membunuh seorang komandan polisi dan istrinya di rumahnya di Magnanville, sekitar 55 kilometer dari kota Paris. Penyerang itu dalam video streaming menyatakan bersumpah setia kepada NIIS, sebelum akhirnya dilumpuhkan pasukan komando. Balita berusia 3 tahun ditemukan dalam kondisi hidup di rumah itu.

Pada 14 Juli 2016, teroris yang mengemudikan truk menabrakkan diri pada kerumunan orang di kawasan Promenade des Anglais di kota Nice di tepi Laut Mediterania. Sebanyak 84 orang tewas -10 di antaranya bayi dan remaja, serta 202 lainnya luka-luka, 52 di antaranya dalam kondisi kritis dan 25 lainnya luka.

Mengapa Perancis sering menjadi sasaran aksi teror? Paul Adams dari BBC menulis, Perancis memiliki sejarah panjang kekerasan militan, diawali serangan militan Aljazair di kereta bawah tanah Paris pada 1995 silam.

Beberapa tahun terakhir, ribuan kaum muda muslim Perancis ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan NIIS. Jumlah itu terbesar untuk negara di daratan Eropa. Beberapa di antaranya kembali ke Perancis, melakukan kekerasan di negaranya. Perancis kini menghadapi persoalan besar dalam ancaman teror dan peristiwa terorisme. Perancis harus lebih memperketat keamanan negerinya.

ROBERT ADHI KSP

Diolah dari berbagai sumber: BBC, CNN, France24, The Guardian, The Telegraph, The Mail, The Wall Street Journal, Netflix, EuroNews, Aljazeera, SkyNews


Rahasia Awet Muda dan Tubuh Sehat Bugar


Agustus 2019

“Apa rahasia awet muda? Murah senyum ya, Bang?” tanya seorang pramuniaga yang menjual alat penimbang berat badan di salah satu pusat perbelanjaan di Tangerang, September 2019 lalu.

Ya, apa rahasia awet muda? Bagi saya, yang paling penting adalah menjaga pola makan sehat agar berat badan tetap ideal dan normal, rutin berolahraga, dan selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala yang dimiliki saat ini.

Apa jenis makanan yang saya makan dan olahraga yang saya jalani? Sebenarnya lapar atau kenyang itu tergantung pikiran kita. Kalau otak kita memerintahkan bahwa perut sudah cukup kenyang, kita tidak akan banyak makan.

2005 (kiri) dan Agustus 2019 (kanan)

Saya pernah memiliki badan gendut dan perut buncit dengan pipi tembem. (Lihat dua foto di atas dan satu foto di bawah). Foto kiri atas adalah foto saya pada tahun 2005 dan foto kiri di bawah adalah foto tahun 2006 ketika berat badan saya 78-80 kg (mungkin lebih) dan ukuran celana 36.

Foto kanan (atas dan bawah) adalah foto saya pada Agustus 2019 ketika berat badan saya 61-62 kg. Ukuran celana saya sekarang 30. Terus terang, saya lebih mencintai diri saya versi 2019.

KIRI: foto tahun 2006. KANAN: foto Agustus 2019

Bertubuh gemuk dan gendut (overweight), apalagi jarang bergerak dan duduk berjam-jam (karena tuntutan kerja) menyebabkan saya mengalami low back pain (syaraf terjepit). Saya harus digotong dengan tandu dan dirawat di rumah sakit beberapa hari. Saya dibius, dikasih pereda nyeri. Setelah itu pun, saya harus rutin ke rumah sakit untuk menjalani fisioterapi agar rasa nyeri pada syaraf yang terjepit reda. Betapa melelahkan dan membosankan!

Dokter spesialis yang memeriksa low back pain memberi nasihat –yang menurut saya, itu solusi yang paling tepat. “Anda overweight. Anda harus menurunkan berat badan. Salah satu caranya dengan berenang,” kata dokter. Itu terjadi tujuh tahun lalu. (Dokter spesialis ini sudah berumur. Anaknya juga jadi dokter dengan spesialisasi sama).

Saya mematuhi nasihat dokter itu. Saya rutin berenang dengan gaya bebas. Hasilnya? Sungguh ajaib. Low back pain lenyap tanpa bekas! Saya tak perlu lagi ke rumah sakit berkali-kali untuk fisioterapi karena rasa nyeri sudah menghilang.

Saya mulai menyadari betapa pentingnya bergerak dan berolahraga teratur. Saya tak mau lagi memiliki tubuh overweight dan obesitas. Selain tak sedap dipandang, bertubuh overweight itu “penyakitan”! Kini saya harus mengucapkan “selamat tinggal badan gendut dan perut buncit!”

Lima tahun lalu, pada 2014, saya mengikuti program Wellness Revolution, dan saya mampu menurunkan berat badan terbanyak (8 kg) dalam waktu 66 hari, setelah mengikuti petunjuk yang disampaikan mentor. Ternyata, setelah mengetahui cara-cara yang tepat, menurunkan berat badan mencapai berat ideal itu, tidak susah. Gampang sekali asalkan kita berdisiplin.

Good health and good sense are the two of life’s greatest blessings. Kesehatan yang baik dan akal sehat adalah dua anugerah terbesar kehidupan.

Saya mengikuti Wellness Challenge pada 2014 dan berhasil menjadi peserta yang menurunkan berat badan terbanyak yaitu 8 kilogram dalam 66 hari.

Saya mempertahankan berat badan normal tersebut selama tiga tahun (2014-2017). Pada tahun 2018, karena saya tidak disiplin: menyantap makanan asal-asalan, termasuk yang kurang sehat, jarang berolahraga, dan kurang waktu tidur, berat saya bertambah lagi sekitar 6 kg sampai 8 kg. Ini membuat saya kurang nyaman.

Sejak awal 2019, saya bertekad untuk menjalani hidup sehat. Saya harus menyediakan waktu untuk berolahraga teratur setiap hari, menerapkan pola makan sehat (lebih banyak sayur dan buah), dan memiliki waktu tidur yang cukup. Saya yakin bisa tanpa perlu datang ke tempat gym. Dan terbukti, saya berhasil menurunkan berat badan menjadi normal dan ideal kembali.

8 November 2019.

Saya hanya menerapkan “rumus” sederhana dan mudah, yaitu menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga (berjalan kaki, berlari, dan berenang) dan makan secukupnya (tidak berlebihan).

Those who do not find time for exercise will have to find time for illness. Mereka yang tidak pernah punya waktu untuk berolahraga, suatu hari bakalan sakit.

Manfaatkan aplikasi teknologi

Kebetulan saat ini, aplikasi teknologi mampu menghitung jumlah kalori yang sudah dibakar saat berolahraga (dengan menggunakan jam tangan pintar). Jadi saya tinggal menghitung berapa jumlah asupan kalori. Intinya, asupan kalori dari makanan dan minuman tidak berlebih dari jumlah kebutuhan kalori.

Jam tangan Apple (Apple Watch) memacu saya untuk lebih sering berolahraga. Jika satu hari saja angka pada aplikasi-aplikasi kesehatan seperti StepsApp, Argus, Pedometer, Pacer, Steps menunjukkan angka yang rendah, saya merasa bersalah. Jadi Apple Watch sangat membantu saya untuk terus bergerak dan melangkah.

Aplikasi Google Fit juga sangat membantu. “Get healthy with Google Fit” merupakan semboyan aplikasi yang dapat diunduh di semua ponsel Android maupun produk Apple. Google Fit membagi dua kategori: Move Minutes dan Hearts Points. Semua gerak dan langkah kita dicatat dan masuk dalam Move Minutes.

Sedangkan olahraga yang kita lakukan (jalan kaki, lari, renang, dansa, aerobik dll) dicatat dalam Heart Points. Misalkan Anda berlari selama 30 menit, maka skor Heart Points dikalikan dua menjadi 60.

Tetapkan target per hari. Saya menargetkan angka 70 untuk Move Minutes maupun Heart Points setiap hari atau 490 per minggu (7 hari).

Sebenarnya rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), setiap minggu kita berolahraga (sedang) minimal 150 menit atau berolahraga (cepat, kuat) minimal 75 menit. Angka-angka ini masuk ke dalam Move Minutes. Jadi seandainya kita mengikuti rekomendasi WHO, kita cukup menargetkan 25 menit setiap hari untuk Move Minutes. Tapi saya menargetkan 70 menit setiap hari untuk mengetes kebugaran dan kekuatan saya.

WHO juga merekomendasikan, skor Heart Points minimal 150 per minggu. Jadi sebenarnya tak perlu olahraga terlalu berat. Yang penting kan selalu bergerak dan terus melangkah.

Dengan memenuhi syarat sehat menurut WHO tersebut, kita sudah cukup sehat dan bugar.

Health and intellect are the two blessings of life. Kesehatan dan kecerdasan adalah dua berkah kehidupan.

Berapa Move Minutes per minggu tertinggi sejauh ini? Move Minutes tertinggi sejauh ini saya capai pada periode 4-10 Agustus 2019 yaitu 1.288 menit. Sedangkan Heart Points tertinggi saya capai pada periode 13-19 Oktober 2019 yaitu 603 poin. Semua angka ini jauh di atas melampaui angka rekomendasi WHO.

Baca juga: Memiliki Tubuh Sehat dan Bugar

1996
Mei 2013 di Venesia, Italia.
28 September 2019

Sejak September 2019, saya memilih lari sebagai jenis olahraga pagi hari. Awalnya saya “menantang” diri saya sendiri: apakah masih kuat berlari? Ternyata masih. Tapi saya belum berminat ikut lomba-lomba lari yang makin marak digelar. Saya hanya ingin membakar kalori lebih cepat. Tentu saja saya selingi dengan berjalan kaki santai, berjalan kaki cepat, berenang, dan bersepeda.

Saya meyakini, olahraga teratur akan membuat tubuh lebih sehat, lebih bugar, juga membuat berat badan menjadi normal dan ideal.

Exercise not only change your body. It changes your mind, your attitude, and your mood. Berolahraga tidak hanya mengubah tubuhmu, tetapi juga mengubah pikiranmu, sikapmu, dan suasana hatimu.

Lari pagi memang membakar kalori. Manfaat lari pagi – untuk menyebut jenis olahraga pagi — bagi kesehatan tubuh sangat terasa. Jantung lebih sehat, demikian juga paru-paru dan pernafasan. Tekanan darah normal dan detak jantung lebih teratur. Berlari pagi rutin membuat otot makin kuat dan sehat. Berlari pagi membuat tulang makin sehat berkat disiram sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D.

24 Oktober 2019

Sejak rutin berolahraga, saya jarang pegal-pegal dan tidak pernah lagi mendatangi gerai pijat refleksi. Peredaran darah saya lancar! Saya merasakan betul dampak positif rutin berolahraga. Stamina dan daya tahan tubuh relatif kuat. Selain itu, kualitas tidur membaik. Tubuh yang sehat dan bugar mampu mencegah penyakit-penyakit lain datang, seperti diabetes, stroke, jantung, demensia, impotensi, asam urat, dan lainnya.

The greatest wealth is health. Kekayaan terbesar adalah kesehatan.

Jenis makanan apa yang saya santap? Saya tetap makan nasi karena tubuh tetap butuh karbohidrat. Tahun 2014 lalu ketika saya berusaha keras menurunkan berat badan, saya tidak makan nasi, tapi hasilnya: wajah terlalu kurus dan kelihatan kurang segar. 

Nah pada 2019 ini, saya tetap makan nasi tapi secukupnya. Saya tetap menikmati rendang di warung padang (rendang disebut-sebut sebagai makanan Indonesia paling lezat di dunia). Saya juga tetap menikmati empal (gepuk) sebagai padanan nasi timbel sunda. Saya juga tetap makan sate kok. Saya tetap makan daging meski tidak setiap hari. Saya juga makan ikan. Juga tetap makan aneka pempek yang lezat. O ya, saya tetap menikmati es krim (yang tentunya mudah meleleh) yang biasanya dicampur dengan espresso, dan kombinasi ini bernama affogato.

Apakah tidak takut gendut? Saya hanya menghitung berapa asupan kalori yang dibutuhkan dan berapa jumlah kalori yang dibakar. Selama jumlah kalori yang masuk tidak berlebih, saya tak perlu khawatir bakal melar lagi.

Aplikasi Steps+ mencatat jumlah langkah setiap hari. Catatan Steps+ sampai Jumat 15 November 2019. pukul 19.00. Aplikasi-aplikasi kesehatan dan kebugaran sangat membantu pengguna untuk tetap berolahraga secara rutin.

Saya selalu makan buah setiap hari. Jenisnya beragam, dari yang tergantung musim (seperti mangga) sampai yang selalu ada sepanjang tahun (pisang dan jeruk). Saya juga rutin minum air kelapa muda dan “daging” kelapanya. Manfaat air kelapa muda di antaranya menghilangkan dehidrasi setelah berolahraga.

Hindari gula dan garam berlebih

Yang saya hindari adalah minuman manis yang kadar gulanya tinggi. Setiap kali memesan minuman apa pun, saya selalu meminta, “tolong tanpa gula”.  

Gula itu jahat banget karena merusak jantung, membentuk lemak perut dan membuat tubuh gemuk. Kebanyakan gula membawa kita pada penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Saya juga menghindari makanan yang sangat asin dengan kadar garam yang tinggi. Sejak kecil kita sudah tahu kan, kebanyakan makan yang asin bisa menyebabkan darah tinggi (hipertensi). Selain itu menurunkan fungsi otak, menganggu fungsi ginjal, meningkatkan risiko stroke dan demensia.

Selalu cek jumlah kalori dahulu

Saya tidak mau asal beli makanan dan minuman, juga tak mau asal makan atau minum. Misalnya, sekarang saya tak pernah lagi membeli kopi sachet karena unsur gulanya banyak. Saya jarang membeli makanan dan minuman kemasan, namun jika saya akan membelinya, saya mengecek dulu jumlah kalori yang tercantum pada kemasan. Karena seringkali kalori pada snack jumlahnya relatif tinggi, saya urung membelinya.

Juga ketika akan memesan pisang goreng atau tahu goreng di kafe, saya berhitung berapa kalori cemilan-cemilan tersebut? Kadang saya berpikir ulang. Jika dua pisang goreng lebih dari 200 kalori (apalagi ditambah susu, cokelat, keju), berapa jumlah kalori yang sudah saya bakar pagi tadi? Saya mengecek aplikasi Google Fit lebih dahulu. Setelah berpikir ulang, akhirnya saya memesan kopi susu (caffe latte) tanpa gula yang jumlah kalorinya antara 130-140.

Sayangi tubuh sendiri

Begitulah. Saya menjalani ini semua karena saya mencintai kesehatan tubuh saya. Take care of your body. It’s the only place you have to live. Jaga tubuhmu. Itu satu-satunya tempat Anda harus tinggal.

Saya bersyukur karena istri saya sangat peduli memilih makanan sehat, menjaga kesehatan, termasuk menjaga berat badannya agar tetap normal.

Jadi apa rahasia sehat, bugar dan awet muda? Disiplin menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, memiliki waktu tidur yang cukup, dan yang paling penting adalah selalu bersyukur kepada Sang Pencipta atas apa yang dimiliki saat ini, dan selalu ingat untuk berbagi. Tak perlu menunggu punya banyak uang dulu, baru berbagi. Iya kan?

Physical fitness is the first requisite of happiness. Kebugaran fisik adalah syarat pertama kebahagiaan.

Mari kita menjaga agar tubuh kita selalu sehat dan bugar. Kalau bukan kita sendiri yang mencintai diri kita, siapa lagi? Ingat pepatah, if you love life, life will love you back. Jika kita mencintai kehidupan (termasuk menyayangi kesehatan tubuh sendiri), maka kehidupan juga akan balik mencintaimu.

6 Agustus 2019

Saat Ainun “Ngidam” di Aachen, BJ Habibie Minta Belimbing Kepada Johnny Widjaja


Tulisan ini dikutip dari buku “Johnny Widjaja – Cuplikan Kehidupan” (Maret 2014/Robert Adhi Ksp).

Johnny Widjaja, Maret 2014 bersama Robert Adhi Ksp

Ketika BJ Habibie berstatus sebagai mahasiswa di Aachen, Jerman, dia sering bertemu dengan Johnny Widjaja, pengusaha asal Indonesia, yang pada masa itu membuka usaha di kota itu bersama kakaknya, Tony Oey dan adiknya, Robert Widjaja.

Habibie saat itu sedang mengikuti studi teknik penerbangan dengan spesialiasi konstruksi pesawat terbang di RWTH (Rheinisch-Westfaelische Technische Hochschule) Aachen. Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen merupakan salah satu universitas yang mengembangkan teknologi ke depan dalam riset maupun aplikasi untuk dunia industri di Jerman.

Johnny memanggil BJ Habibie dengan nama “Rudy”. Mereka sering bertemu. Satu momen yang diingat Johnny adalah ketika Rudy pernah sakit selama tiga bulan. Dokter hampir saja menyerah. Setelah penyakitnya didiagnosa dengan tepat oleh rumah sakit di Jerman, akhirnya Rudy bisa disembuhkan.

Ketika istri Rudy, Hasri Ainun, mengandung putra pertama (Ilham), Rudy mendatangi kantor perusahaan Johnny di Aachen.

“John, Ainun sedang hamil dan dia ngidam belimbing. You punya belimbing?” tanya Rudy. Kebetulan pada saat itu, Johnny menyimpan dua kaleng belimbing, kiriman dari temannya di China.

“Ambil saja dua kaleng belimbing ini. Toh saya tidak bisa menjualnya di Jerman,” kata Johnny. Mendapat kaleng belimbing itu, Rudy senang bukan kepalang.

Ketika menjadi mahasiswa, Rudy sering ditertawakan oleh mahasiswa senior. Dia dianggap memiliki banyak ide yang sulit direalisasikan. Dalam diskusi-diskusi, Johnny sering membela Rudy. “Kalian salah. Rudy memang aneh, tapi kalian mesti lihat idenya yang cemerlang. Guru besar-guru besar di Aachen saja menyimak ide-idenya,” ujar Johnny.

Setelah lulus dari Aachen, Rudy ditawari menjabat direktur perusahaan pesawat terbang di Jerman, Messerschmitt-Bolkow-Blohm. Habibie yang menjabat direktur kehormatan perusahaan itu seumur hidup.

Ketika Rudy pulang ke Indonesia untuk kali pertama setelah lulus dari Jerman , Johnny menggelar acara reuni di rumahnya di Slipi, Jakarta Barat. Sejak itu, teman-temannya yang pernah kuliah dan bekerja di Aachen sering berkumpul bersama Rudy dalam berbagai acara reuni.

Pada masa BJ Habibie masih menjabat Menristek dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Johnny masih sering bertemu dan berdiskusi dengan dia. Setelah BJ Habibie menjabat Presiden RI (21 Mei 1998-20 Oktober 1999) menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri, Johnny baru datang ke Istana enam bulan setelah Rudy resmi sebagai Presiden.

Pada saat itu, Johnny sebagai Penasihat Kamar Dagang Inggris-Indonesia diundang hadir dalam sebuah acara di Istana. Pada sesi bersalaman dengan Presiden, Johnny ikut antre. Saat tiba giliran Johnny menyalami Presiden, Rudy melihatnya dan langsung merangkulnya.

“Lho kemana saja kamu John ? Enam bulan saya menjadi Presiden, kok Anda tidak muncul-muncul?” tanya Rudy.

“Nanti jangan pulang dulu ya John. Saya mau bertemu dan ngobrol dengan Anda. Saya ingin menunjukkan kepada Anda ruang kerja Presiden yang saya rombak, dan bagaimana saya bekerja,” ungkap Habibie.

Johnny dan Rudy ngobrol lama. Rudy memang suka bercerita dan seringkali sulit berhenti. Banyak tamu lain yang menunggu lama. Ajudannya sudah mengingatkan jadwalnya menerima tamu lain, namun Rudy tetap bercerita panjang lebar tentang masa depan Indonesia.

Setelah adiknya, Fanny Habibie, mengingatkan bahwa masih banyak tamu lain yang harus diterimanya, barulah Rudy berhenti bicara.

Bagi Johnny Widjaja, “BJ Habibie is a good man. Fantasinya memang luar biasa.”

Tentang siapa Johnny Widjaja, baca “Rahasia Umur Panjang dan Hidup Bahagia Johnny Widjaja”

Inspirasi Jonner Napitupulu


Saya bersama Jonner Napitupulu di Hotel JW Marriott Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019

Buku ke-11 yang saya tulis dan diterbitkan berjudul “The Inspiring Story: Sebuah Biografi Jonner Napitupulu”. Buku ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan diluncurkan pada 9 Agustus 2019 bertepatan dengan HUT ke-60 Emma Siahaan (istri Jonner Napitupulu).

Buku ini memuat kisah kehidupan Jonner Napitupulu, pengusaha asal Medan, Konsul Kehormatan Polandia di Medan, seorang Doktor lulusan Leeds University, Inggris. Diberi judul “The Inspiring Story” karena kisah kehidupan Jonner memberi inspirasi bagi anak-anak muda yang masih berjuang untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita dan impian.

Lahir dari keluarga sederhana, Jonner sejak kecil sudah menunjukkan daya juang dan sikap pantang menyerah. Dia pernah membantu ayahnya menjaga kios beras di Pasar Pringgan dan membantu ibunya menjual kain di Pasar Muara Takus, Medan. “Hidup ini keras, terutama bagi keluarga yang berpenghasilan pas-pasan seperti kita. Kalian harus berhemat agar hari esok masih ada,” demikian pesan ayah Jonner, Intan Napitupulu, dan ibunya Dame boru Siagian. 

Kultur masyarakat Batak rela tidak makan enak, rela tidak membeli perhiasan emas, rela tidak membeli baju baru –seperti tergambar dalam lagu karya Nahum Situmorang “Anakkon Hi Do Hamoraon di Au” (Anakku adalah harta paling indah dalam hidupku). Banyak orangtua yang meskipun kondisi ekonomi lemah, bahkan berkekurangan, namun rela bekerja keras, membanting tulang asalkan anak-anak mereka dapat menyelesaikans sekolah, melanjutkan kuliah di perguruan tinggi dan lulus sebagai sarjana.

Jonner sadar betul pengorbanan ibu dan ayahnya yang sangat bernilai bagi dirinya. 

Meski tidak “extraordinary”, namun kehidupoan Jonner peniuh warna dan bervariasi. Dia pernah menjadi dosen di Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara (USU) Medan, juga pernah menjabat Gubernur Distrik Lions Clubs Indonesia sampai dijuluki sebagai “Gubernur Distrik Tsunami”. 

Aktivitasnya sebagai Konsul Kehormatan Polandia di Medan mengharuskannya terus berkomunikasi dengan Duta Besar H.E. Beata Stoczynska. Pengalaman ini menambah eksposur kehidupannya di antara para konsul dan duta besar negara-negara sahabat Indonesia.

Bersama Ketua Umum Kadin Sumatra Utara Ivan I Batubara dan pengurus lainnya, Jonner Napitulu bersama-sama mengembangkan Kadin di provinsi tersebut. Bisnis Jonner saat ini bergerak dalam bidang “civil engineering”, infrastruktur, dan perkebunan sawit. Selama aktif di Kadin, Jonner belajar tentang bisnis, tentang perlunya membangun jejaring. Dia termotivasi kalimat, “Make friends and do business among friends and do business with busy people because busy people are effective”. 

Di Perkumpulan Gaja Toba Semesta -komunitas alumni ITB yang berasal dari Sumtra Utara yang diketuai Ramles M Silalahi-, Jonner peduli membantu mengembangkan bidang pendidikan dan berharap generasi muda Batak berkarakter unggul. Tak ada jalan lain untuk meraihnya selain dengan belajar, berbuat terbaik, menguasai iptek, dan menerapkan GRIT, passion and preserverance. 

Sampai usianya saat ini (pada 2019 usianya 63 tahun), Jonner Napitupulu bersyukur memiliki istri yang setia yaitu Emma Siahaan, perkawinan mereka diberkati, sepasang putra-putri dan seorang cucu yang kehadirannya membawa suka cita dalam keluarga, juga rumah yang nyaman di Medan dan Jakarta. Jonner juga bersyukur memiliki bisnis yang masih berjalan dan menghasilkan, berkehidupan sosial: diberkati menjadi berkat bagi orang lain.

“Do the best and let God do the rest,” demikian pesan Jonner yang selalu diingat putrinya, Lydia Napitupulu, sampai sekarang. “Daddy sosok superhero,” ungkap Britto tentang sosok sang ayah. 

“Jonner adalah tipe lelaki yang penuh perhatian dan bertanggung jawab pada keluarga, berani mengambil inisiatif untuk bertindak kalau dia yakin itu benar. Jonner bukan tipe no action talking only,” kata Emma Siahaan, istrinya. 

“Jonner adalah sahabat yang rendah hati dan sportif,” kata Samuel Hutagalung, sahabatnya di SD Negeri I Medan. “Sudah sepantasnya Jonner sukses dalam hidup,” ungkap Franz S Simanjuntak, sahabatnya di SMP Negeri I Medan. “Jonner adalah sahabat yang dipercaya dan menenangkan hati,” kata Sri Umiyati, sahabatnya di SMA Negeri I Medan. “Jonner sosok pendiam dan baik hati. Hidupnya rapi dan teratur,” kata Ricardo Simanjuntak, keponakannya.

“Jonner pengusaha daerah yang sukses dan salah satu prominent businessman di Medan,” kata Yasonna H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM, sahabatnya di USU Medan. “Jonner pengusaha daerah berwawasan nasional yang berhasil mengoptimalkan network,” kata Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatra Utara, sesama alumni SMA Negeri I Medan. 

“Semoga kisah hidup Jonner yang dituangkan dalam buku ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Batak dan kaum muda Indonesia,” kata Beata Stoczynska, Duta Besar Polandia untuk Indonesia.  ***

Sampul buku “The Inspiring Story – Sebuah Biografi Jonner Napitupulu”

Di Balik Buku “Andy Noya: Kisah Hidupku”


B

                       

Buku “Andy Noya, Kisah Hidupku” adalah buku keenam yang saya garap. Buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas (2015) ini hasil kolaborasi saya dengan Andy Noya. Wawancara dilakukan sejak 2011, dan buku ini baru diterbitkan pada 2015. Cukup lama juga ya? Harus menunggu empat tahun!

Bagaimana awal mula persahabatan saya dengan Bang Andy Noya? Buku ini digarap setelah buku pertama saya “Panggil Aku King” (biografi legenda pebulu tangkis Indonesia Liem Swie King) terbit pada 2009.

Bang Andy Noya dan Kang Dhony Rahajoe — kami sesama warga BSD — terlibat dalam proses awal buku biografi King. Bang Andy-lah yang “memaksa” King agar mau mengisahkan pengalamannya ke dalam buku. “Kalau Anda tak mau menceritakan, Anda tidak nasionalis,” kata Bang Andy kepada King pada awal 2009. King kaget dan akhirnya bersedia. “Nah, King sudah OK. Sekarang kita cari penulisnya,” kata Bang Andy. Dhony lalu mengusulkan nama saya sebagai penulis buku. Singkat cerita, saya menjadi penulis dan Bang Andy Noya menjadi editor buku “Panggil Aku King”. (Khusus “Di Balik Buku Panggil Aku King“, akan saya tulis terpisah di blog ini).

Setelah buku “Panggil Aku King” terbit pada pertengahan 2009, kami bertiga beberapa kali bertemu. Setelah ngobrol santai sana-sini bersama Bang Andy Noya dan Kang Dhony Rahajoe, suatu hari saya memprovokasi, “Sudah waktunya buku tentang Andy Noya ditulis dan diterbitkan.”

Namun saat itu Bang Andy mengatakan,” Ah, siapa yang mau membaca kisah hidup saya?” Pada masa itu program Kick Andy memang masih baru. Saya sering menerima SMS dari Bang Andy soal ajakan menonton acara itu di Metro TV. Tampaknya saat itu Bang Andy belum percaya diri. Meski demikian, saya meyakini sosok Andy Noya sosok yang disukai pembaca dan penggemarnya.

Tahun 2011, Bang Andy mengontak saya dan mengajak saya ngobrol. Dia setuju saya menulis biografinya. Hampir setiap hari Sabtu atau hari Minggu, saya bertandang ke rumah Bang Andy. Jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari rumah saya. Kami sama-sama warga BSD, tapi beda klaster. Kadang-kadang saya diajak makan siang oleh Bang Andy dan Mbak Upi (Palupi) di rumahnya dengan menu rumahan, seperti sayur asem dan ikan asin.

Saat buku hampir selesai, Bang Andy tiba-tiba mengatakan, “Sepertinya belum waktunya buku saya ini terbit. Kita tunda dulu ya,” katanya. Bang Andy masih menunggu waktu yang pas.

Sementara saya menyelesaikan buku-buku lainnya, saya tetap gigih menanyakan kelanjutan buku ini. “Bagaimana Bang? Buku Karni Ilyas sudah terbit nih, masak buku Bang Andy belum juga?” tanya saya. (Kebetulan waktu itu saya sedang di toko buku Gramedia dan melihat buku Karni dipajang). Bang Andy masih masih mengatakan, “Belum waktunya.”

Setiap tahun saya mengontak Bang Andy, sampai akhirnya pada tahun 2014, Bang Andy mengatakan, “Adhi, kita lanjutkan buku saya.” Wawancara pun diperdalam lagi. Bang Andy ikut memoles sana-sini.

Sama seperti buku “Panggil Aku King“, buku Andy Noya juga diberi pengantar oleh Bapak Jakob Oetama. (Terima kasih kepada Pak St Sularto dan Mbak Etty yang membuka jalan).

Buku Andy Noya akhirnya terbit pada 2015. Sebelumnya, Penerbit Buku Kompas melakukan “pre-order”, sekaligus tes pasar. Tanggapannya luar biasa. Pada masa “pre-order” saja, buku terjual lebih dari 2.000 eksemplar. Ini bukti “feeling” saya tepat. Bang Andy memang sosok yang merakyat.

Setelah itu, buku ini “meledak”. Penggemar Bang Andy Noya di seluruh Indonesia memburu buku ini. Bukan hanya itu, Bang Andy juga rajin mempromosikan buku ini pada saat dia diundang ke berbagai acara (bahkan ketika Bang Andy bertemu dengan Presiden Joko Widodo akhir Februari 2019 lalu). Sampai 2019, buku ini sudah dicetak ulang ke-24.

Buku tentang Andy Noya ini buku ke-6 yang saya garap, sedangkan sampai 2018, saya sudah menulis 10 buku. Sementara buku ke-7, 8, 9, dan 10 yang saya tulis muncul silih berganti dan terpajang di toko buku Gramedia, buku “Andy Noya: Kisah Hidupku” tetap terus terterpajang, dan masuk kelompok “best seller”.

Saya bersyukur bisa berkolaborasi dengan Bang Andy Noya yang murah hati dan rendah hati. Terima kasih untuk Bang Andy Noya yang sudah bersedia berkolaborasi dengan saya.

Foto-foto ini merupakan rekaman peristiwa ketika saya mewawancarai Andy Noya di rumahnya dalam berbagai kesempatan sejak Andy Noya masih berambut kribo dan sering bertopi sampai Andy berkepala plontos.

AFN12
Bersama Bang Andy Noya, 17 Juli 2011
249733_10150199021852311_6680361_n
afn11
Wawancara Andy Noya
Bersama Andy F Noya, Juni 2014
Bersama Andy F Noya di sela-sela wawancara penulisan buku biografi, 23 Juni 2014
Bersama Andy Noya, 13 September 2014
Bersama Andy Noya, 13 September 2014

bersama Andy Noya
bersama Bang Andy Noya di rumahnya, Agustus 2015
Bersama Andy Noya dan Sarah Sechan
Bersama Andy Noya dan Sarah Sechan sesuai rekaman program Kick Andy, akhir Juli 2015 di stasiun Metro TV.

Tingginya Harga Tiket Berdampak Negatif terhadap Pariwisata Tapanuli


Suasana sejuk di luar Kafe Piltik di Siborongborong, Tapanuli Utara. FOTO: ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Hari Minggu 13 Januari 2019 lalu, saya mengunjungi Kafe Piltik yang “cozy” dengan suasana alam yang sejuk, sebelum kembali ke Jakarta melalui Bandara Silangit. Kafe Piltik ini sudah dua tahun dikelola Edward Tigor Siahaan dan istrinya. Lokasinya di Siborongborong, sekitar 3 km dari Bandara Silangit.

Saya ditemani Pak Jonner Napitupulu, sosok pengusaha yang sedang saya tulis biografinya. Kafe ini bernuansa “country”, suasana pedesaan dengan pemandangan alam yang sejuk, dilengkapi dengan “homestay” (semalam antara Rp 350.000-Rp 450.000).

Dalam percakapan dengan kami pada Minggu pagi, Edward menyampaikan, “Hampir semua Batak keren sudah pernah ke kafe ini. Juga sejumlah menteri dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.” Tentu saja wisatawan dari Jakarta seperti saya.

Suasana Kafe Piltik di Siborongborong, Tapanuli Utara. FOTO: ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Edward juga menyampaikan keluhan soal turunnya jumlah wisatawan sejak naiknya harga tiket sampai dua kali lipat. “Masak tarif tiket ke Silangit dua kali lipat dibandingkan ke Bali?” katanya kecewa.

Saya menyimak ucapan Edward dengan serius. Saya bisa memahami keluhannya karena dia dan istrinya kembali ke kampung, untuk ikut membangun pariwisata daerah melalui kafe keren itu. Lha masak tidak didukung oleh sektor lain? Pak Jonner yang dekat dengan Pak Luhut Panjaitan berjanji menyampaikan keluhan ini.

Edward Tigor Siahaan dan istrinya, pemilik dan pengelola Kafe Piltik di Siborongborong, Tapanuli Utara. FOTO: ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Setelah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, saya membaca berita: pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat sampai 60 persen. (Wah rupanya pemerintah cepat tanggap).

Semoga kebijakan pemerintah ini makin menghidupkan pariwisata Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Sayang kan jika kafe keren semacam Kafe Piltik ini harus tutup akibat kekurangan tamu. Semoga pemerintah membuat kebijakan terpadu untuk memajukan pariwisata daerah.

Robert Adhi Ksp, 15 Januari 2019

Nasib Mantan Presiden Interpol dan Kampanye Antikorupsi Xi Jinping


20181009KSP Meng

 

oleh ROBERT ADHI KSP

Pernyataan Pemerintah China yang menyebutkan Meng Hongwei (64 tahun), Wakil Menteri Keamanan Publik yang juga Presiden Interpol, terjerat kasus suap dan korupsi, mengejutkan banyak pihak. Meng ditahan dan diperiksa oleh Komisi Pengawas Nasional, badan antikorupsi tertinggi di China sejak akhir September 2018 lalu.

Kasus penangkapan Meng Hongwei merupakan kasus terbaru penangkapan pejabat dan tokoh di China dalam kaitan kampanye antikorupsi yang dilancarkan Xi Jinping sejak 2012. Kasus-kasus korupsi di China kini ditangani Komisi Pengawas Nasional (NSC) yang belum lama ini diberi kekuasaan yang lebih luas dan kuat.

Xi Jinping yang menjabat Sekjen Partai Komunis China sejak 2012 dan menjadi Presiden China sejak tahun 2013 meluncurkan kampanye antikorupsi. Selama enam tahun terakhir, lebih dari satu juta orang dihukum karena terjerat kasus korupsi dan suap. Namun langkah Xi Jinping dikritik karena itu dianggap sebagai cara Xi menghancurkan lawan-lawan politiknya.

Sejumlah pengamat dan analis internasional mengomentari penahanan atas (mantan) Presiden Interpol tersebut. “Presiden Interpol ditangkap di negara asalnya karena korupsi, itu sangat memalukan,” kata Richard McGregor dari Sydney’s Lowy Institute, seperti dikutip CNN, Selasa (9/10/2018).

“Partai Komunis China tidak responsif terhadap dunia luar dan hanya asyik dengan dunia internal sendiri. Penangkapan Meng menunjukkan Komisi Pengawas Nasional hanyalah perpanjangan tangan partai, bukan lembaga pemerintah yang mewujudkan perlindungan hukum yang lebih besar,” kata McGregor.

Advokat hak asasi manusia, Michael Caster berpendapat, “Sungguh sangat memprihatinkan jika China berpikir dapat menculik dan menahan pimpinan organisasi internasional dengan sewenang-wenang.”

Michael menyimpulkan bahwa Meng Hongwei sebagai Presiden Interpol bekerja untuk melayani kebijakan Partai Komunis yang dipimpin Xi Jinping.

Kasus Meng Hongwei ini menyusul kasus aktris China, Fan Bingbing yang menghilang berminggu-minggu dan ternyata terjerat kasus penghindaran pajak. Menurut Caster, “Ini menunjukkan tidak ada yang aman dari jangkauan partai tersebut. Siapapun bisa menjadi korban berikutnya.”

Namun media pemerintah China, Global Times membantah tuduhan tersebut. “Media Barat tidak menghormati dan tidak memahami hukum China, juga salah paham terhadap kampanye antikorupsi China. Di manapun, sistem hukum China berbeda dengan Barat. Mereka dengan arogan menganggap perbedaan itu sebagai kekurangan,” demikian editorial Global Times.

Lanjutkan membaca Nasib Mantan Presiden Interpol dan Kampanye Antikorupsi Xi Jinping

Mantan Presiden Interpol Dituduh Bahayakan Partai dan Kepolisian


20181008KSP Presiden Interpol

 

Meng Hongwei (64 tahun) baru dua tahun menjalankan perannya sebagai Presiden Interpol/ICPO (International Criminal Police Organization) yang bermarkas di Lyon, Perancis. Meng terpilih dalam Sidang Umum ke-85 Interpol di Bali, Indonesia pada 10 November 2016 silam. Seharusnya Meng masih memimpin organisasi kepolisian dan penegak hukum yang beranggotakan 192 negara di seluruh dunia itu sampai tahun 2020.

Namun kabar mengejutkan datang dari Lyon. Sekretariat Jenderal Interpol melalui akun twitternya Minggu (7/10/2018) menyatakan Presiden Interpol Meng Hongwei mengundurkan diri dan Sekretariat Jenderal Interpol menerima pengunduran diri Meng. Interpol akan memilih presiden baru dalam Sidang Umum ke-87, November 2018 mendatang.

Pada saat yang hampir bersamaan, Minggu menjelang tengah malam, istri Meng, Grace, menggelar jumpa pers di Lyon. Grace mencemaskan nasib suaminya yang melakukan perjalanan ke China.

Grace menerima ancaman dalam bentuk emoji berupa pisau belati dalam WhatsApp. Meng masih sempat memberi tahu, “Tunggu telepon saya.” Namun sejak itu, Grace tak pernah dihubungi lagi dan dia hilang kontak dengan suaminya.

Pada Minggu malam juga, pemerintah China seperti dilansir China Daily menyebutkan, Meng Hongwei, Wakil Menteri Keamanan Publik, sedang diperiksa dan diselidiki oleh lembaga tertinggi antikorupsi China yaitu Komisi Pengawas Nasional karena diduga melakukan pelanggaran hukum. Saat itu belum dijelaskan secara rinci jenis pelanggaran hukum yang dilakukan Meng.

Membahayakan partai dan kepolisian
Senin (8/10/2018) siang WIB, pemerintah China mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Meng Hongwei saat ini sedang ditahan dan diselidiki dalam kasus suap dan korupsi. Namun belum jelas kapan Meng melakukan suap dan korupsi yang dilakukannya.

China menanggapi permintaan Interpol yang pada 6 Oktober meminta klarifikasi dan penjelasan tentang hilangnya Meng Hongwei di negara asalnya.

Kementerian Keamanan Publik China seperti dikutip The South China Morning Post Senin menyebutkan, “Meng diduga melakukan suap serta korupsi dan melanggar undang-undang yang sangat membahayakan Partai Komunis China (partai berkuasa) dan Kepolisian China.”

Pemerintah China membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam penyuapan yang dilakukan Meng.

Lanjutkan membaca Mantan Presiden Interpol Dituduh Bahayakan Partai dan Kepolisian

Misteri Hilangnya Presiden Interpol Meng Hongwei


oleh ROBERT ADHI KSP

Berita mengejutkan datang dari markas besar Interpol di Lyon, Perancis. Presiden Interpol periode 2016-2020, Meng Hongwei (64 tahun), dilaporkan hilang sejak melakukan perjalanan ke negara asalnya, China, pada 29 September 2018 lalu. Istri Meng yang sejak 2016 mengikuti suaminya tinggal di Lyon,  melaporkan hal ini kepada Kepolisian Perancis.

Kepolisian Perancis hari Jumat (5/10/2018) menyatakan sedang melakukan investigasi atas hilangnya Meng Hongwei, pejabat China pertama yang menduduki posisi puncak dalam organisasi Interpol yang beranggotakan 192 negara. Meng terpilih dalam Sidang Umum ke-85 Interpol yang digelar di Bali, Indonesia, tahun 2016 silam. Interpol adalah organisasi kerja sama kepolisian dan penegak hukum terbesar di dunia.

Namun terpilihnya Meng sempat membuat akademisi dan aktivis hak asasi manusia khawatir dia akan menyalahgunakan kekuasaan Interpol untuk menangkap orang-orang China yang tinggal di luar negeri. Salah satunya disampaikan oleh Nicholas Bequelin, Direktur Amnesti Internasional untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, pada 10 November 2016, menanggapi akun twitter Interpol yang mengabarkan Meng Hongwei terpilih sebagai Presiden Interpol.

Pemerintah China selama beberapa tahun terakhir ini meminta bantuan negara-negara asing untuk menangkap dan mendeportasi kembali warga negara China yang melakukan korupsi dan yang terlibat terorisme.

Interpo

 

Di bawah kepemimpinan Meng,  Interpol pada April 2017 pernah mengeluarkan red notices kepada konglomerat China, Guo Wengui atas permintaan pemerintah China. Guo Wengui merupakan satu dari 44 orang yang mendapat red notices dari Interpol.

Lanjutkan membaca Misteri Hilangnya Presiden Interpol Meng Hongwei

Aplikasi ”Laut Nusantara” Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan


IMG_7233

Wayan Kartika (45), nelayan asal Perancak, Jembrana, Bali, biasanya menangkap ikan di perairan Tabanan, sekitar 17 kilometer dari kampungnya.

”Sudah bertahun-tahun saya melaut. Seperti nelayan lainnya, saya hanya menebak-nebak lokasi ikan berkumpul. Tapi, setelah saya mengunduh aplikasi Laut Nusantara, saya mengetahui persis lokasi untuk menangkap ikan,” kata Wayan.

Setelah menggunakan aplikasi Laut Nusantara, lanjut Wayan, jumlah ikan yang didapatnya meningkat dua kali lipat, dari 5-10 kilogram menjadi sekitar 20 kilogram.

Hal senada disampaikan Mispandi, nelayan Air Kuning. ”Nelayan menikmati teknologi. Berkat aplikasi ini, kami lebih mudah mendapatkan ikan,” katanya, beberapa waktu lalu.

IMG_7286.jpg

Aplikasi Laut Nusantara diciptakan untuk membantu nelayan kecil perseorangan yang selama ini mengandalkan tangkapan untuk menopang kehidupan keluarga mereka sehari-hari.

Aplikasi ini hasil kolaborasi antara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta perusahaan telekomunikasi PT XL Axiata Tbk.

”Selain memuat informasi tentang lokasi ikan di lautan, aplikasi ini memberi informasi tentang kondisi cuaca. Ini sangat bermanfaat dan menjadi panduan bagi nelayan,” kata Kepala BROL Dr I Nyoman Radiarta, MSc di Jembrana.

Lanjutkan membaca Aplikasi ”Laut Nusantara” Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan