Lionel Richie, Pencipta Lagu dan Penyanyi Sepanjang Masa


Lionel Richie

ROBERT ADHI KSP

Lionel Richie adalah salah satu ikon musik dunia dan superstar internasional. Selama empat dekade aktif dalam dunia musik, Richie sukses menjual 100 juta album di seluruh dunia.

Lionel Richie menerima berbagai penghargaan internasional, mulai dari penghargaan Oscar, Grammy (5 kali), American Music Award (16 kali), Golden Globe, dan People’s Choice Award (5 kali). Dia juga menerima World Music Lifetime Achievement Award sebagai tanda bahwa dia seorang penyanyi dunia sepanjang masa.

Nama Richie juga terpatri di Hollywood Walk of Fame. Dia juga menerima berbagai penghargaan dari sejumlah negara, di antaranya Jerman, Hongkong, dan Italia.

Richie adalah salah satu dari dua penulis lagu dalam sejarah musik yang memperoleh honor yang jumlahnya mencapai rekor selama sembilan tahun. Penulis lagu lainnya adalah Irving Berlin.

Kisah sukses Richie merupakan kisah mimpi Amerika (American dream). Richie lahir di Tuskegee, Alabama, Amerika Serikat (AS), 20 Juni 1949, dan besar dalam komunitas kecil yang didominasi orang Amerika keturunan Afrika. Rumah keluarganya berlokasi di dekat kampus yang sekarang menjadi Universitas Tuskegee, sebelumnya Institut Tuskegee, rumah para penerbang Tuskegee.

Nenek Richie, Adelaide Foster, adalah pianis klasik, yang diberi kesempatan hidup sampai berusia 102 tahun. Ayahnya, Lionel Richie Sr, seorang militer yang keras, teratur, tetapi juga bersikap tulus terhadap istri dan anak-anaknya.

Ibu Richie, Adelaide Richie, adalah seorang guru bahasa Inggris. Richie menguasai tata bahasa Inggris yang tepat karena sang ibu sering membagi ilmunya kepada anaknya.

Richie memiliki adik perempuan, Deborah, yang mengabdikan hidupnya kepada dunia pendidikan dan menyelesaikan masternya di University of California Los Angeles (UCLA).

Dalam tahun-tahun semasa kuliah, Lionel Richie asyik bermain tenis. Pada suatu hari, dia kebetulan berjalan kaki menuju kampusnya dan bertemu dengan pemain band yang membawa saksofon. Kelompok band bernama The Mystics itu mendekati Richie dan menanyakan apakah dia tahu cara bermain saksofon.

Richie langsung menjawab, ”Ya!” Setelah itu Richie diundang bergabung ke dalam grup band itu, yang belakangan bergandi nama jadi The Commodores.

Pada tahun 1968—meski ditentang keluarganya— Richiebergabung dengan grup musik itu. Dia ingin meninggalkan Tuskegee yang serba terbatas dan melakukan perjalanan untuk tampil dalam grup band yang dia harapkan bisa meraih sukses besar.

New York

Ketenaran pertama didapatkan Richie ketika tampil di New York. Sekelompok penggemar perempuan mulai berteriak menyebut-nyebut namanya.

Richi enggan mengikuti ajakan temannya sesama anggota grup band yang turun ke bawah dan mencium seorang gadis. Richie tahu, bagaimanapun, momentum itu awal dari ketenarannya. Sejumlah gadis itu hanya beberapa dari jutaan fans Richi, yang tidak hanya meneriakkan namanya, tetapi juga menyanyikan setiap lagu yang dibawakan Richie dalam setiap pertunjukan.

Richie makin tenar setelah tahun 1971 Skip Miller, Vice President Motown University, masuk ke sebuah klub dan melihat pertunjukan The Commodores di panggung. Sejak itu, Miller menyadari talenta yang dimiliki anak-anak muda itu.

The Commodores baru memulai sukses internasional ketika merilis singel pertama, ”Machine Gun”, pada tahun 1974. Lagu itu mencapai posisi ke-7 dalam tangga lagu-lagu R&B AS.

Setelah itu The Commodores membawakan singel lainnya, yang juga bertengger di puncak tangga lagu, di antaranya ”Brick House, ”Just To Be Close To You”, dan ”Too Hot Ta Trot”.

Pada suatu hari Richie bertanya kepada Marvin Gaye, ”Anda lulusan sekolah musik mana?” Gaye menjawab dengan santai, ”Adikku, saya tidak dapat membaca dan menulis musik.”

Menciptakan lagu

Jawaban Marvin Gaye membuat Richie berpikir. ”Jika Marvin Gaye, salah satu penulis lagu paling kreatif, mengaku tidak dapat membaca atau menulis lagu, saya rasa saya mungkin bisa berhasil sebagai seorang penulis lagu.”

Richie kemudian menciptakan lagu-lagu ”Three Times a Lady”, ”Stuck On You”, ”Lady” (yang menampilkan Kenny Rogers), ”Still”, dan ”Easy”.

Pada tahun 1981, ketika Richie memutuskan berkarier solo, penggemarnya mengikuti dia. Mereka melihat Richie menjadi salah satu artis paling sukses pada era 1980-an. Sebanyak 13 lagunya bertengger di puncak tangga lagu dunia pada periode 1981 sampai 1987. Lagu-lagunya, ”Truly”, ”All Night Long”, ”Hello”, dan ”Say You (Say Me)”, meraih penghargaan Oscar dan Golden Globe.

Pada tahun 1982 albumnya meraih platinum plus. Pada tahun 1986 lagu ”Dancing On The Ceiling” sukses menjadi lagu pop dan klasik R&B.

Richie juga menulis lagu bersama Michael Jackson berjudul ”We Are The World”, yang kemudian menjadi lagu sangat populer.

Richie telah membangun kehidupan yang banyak orang menduga tidak bisa dilakukannya.

”Tumbuh dan berhasil itu jika Anda memberi tahu saya ke kiri, saya pergi ke kanan,” katanya. ”Jika Anda membawa saya ke sebuah ruangan dan mengatakan ada satu pintu yang tidak bisa saya buka, ke pintu itulah saya akan datang dan membukanya.”

Dia menyukai legenda-legenda musisi dari Frank Sinatra hingga Carlos Santana.

Richie memiliki hubungan dengan para penggemarnya. Mereka tidak hanya datang menyaksikan penampilannya, tetapi juga ikut bernyanyi dalam setiap konsernya.

Richie melanjutkan popularitasnya sebagai seorang juri American Idol. Ketika seorang peserta finalis membawakan lagu ”Easy” pada tahun 2006, situasi itu menunjukkan bagaimana pengaruh Lionel Richie dalam musik kontemporer.

Richie merilis album studio ke-8 berjudul ”Coming Home” pada 12 September 2006. Singel pertama dalam album itu, ”I Call It Love”, menjadi hits terbesar di AS dalam 10 tahun.

Anak perempuan (adopsinya), Nicole, mengikuti jejaknya menjadi penyanyi. Albumnya sempat masuk posisi ke-6 tangga lagu Amerika, dan ini membanggakan hati Richie.

Salah satu kunci sukses Lionel Richie adalah dia memiliki kemampuan menjaga relasi dengan jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Itulah yang membuat konser Richie tetap diminati sejak dia terjun ke dunia musik. (LIONELRICHIE.COM)

Iklan