Ajakan Mengawal Pemerintahan Baru


MengawalJokowi
ROBERT ADHI KSP

PRESIDEN terpilih Joko Widodo bergerak cepat. Sehari setelah Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam sidang sengketa pemilihan presiden, Joko Widodo mengajak semua sukarelawan yang mendukungnya mengawal pemerintahan baru. Sukarelawan diminta tidak membubarkan diri, tetapi tetap mengawasi roda pemerintahan baru termasuk pemerintahan daerah di seluruh Indonesia.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menginginkan laporan yang disampaikan sukarelawan bukan laporan asal bapak senang (ABS). Jokowi justru mengharapkan laporan yang disampaikan kepadanya laporan yang ”jelek-jelek” agar dia dapat segera membereskan dan memperbaikinya.

Pernyataan presiden terpilih Jokowi itu bermakna bahwa dia mengajak rakyat berperan serta dalam pemerintahannya. Jokowi tahu banyak persoalan di negeri ini yang harus diselesaikan dengan cepat. Selama ini, banyak masalah yang dihadapi rakyat di daerah, tetapi banyak pemimpin daerah seolah tidak mendengar dan melihatnya. Jokowi tidak ingin itu terjadi dalam masa pemerintahannya.

Apabila ada kantor-kantor pemerintah yang melakukan pungutan liar (pungli), memeras rakyat, Jokowi menegaskan tidak segan-segan mencopot pejabat dan pegawai pelakunya. Ini sinyal yang benderang dari presiden terpilih kepada jajaran pemerintahannya.

Selama ini, penyakit kronis dalam birokrasi pemerintahan, antara lain, pungli di semua sektor dan layanan publik yang lamban yang merugikan rakyat, serta perizinan usaha yang berbelit- belit, yang membuat investor berpikir ulang menanamkan modalnya di daerah.

Bukan rahasia umum, selama ini rakyat ”diperas” di kelurahan, kecamatan, kantor wali kota dan bupati, kantor gubernur, kantor imigrasi, kantor polisi, kantor Samsat, kantor Bea dan Cukai, dinas perhubungan, lembaga pemasyarakatan, serta lembaga dan institusi pemerintah lainnya.

Pegawai pemerintah masih beranggapan, ”Apabila bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah?” Perizinan sengaja dipersulit dan berbelit-belit. Kemudian, ujung-ujungnya, rakyat harus mengeluarkan uang tambahan agar urusan cepat selesai. Inilah ”penyakit” birokrasi di Indonesia yang tidak kunjung sembuh.

Ombudsman Republik Indonesia tahun 2013 melakukan survei kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Survei yang dilakukan di 23 pemerintah daerah di Indonesia menunjukkan, umumnya dinas- dinas yang menyelenggarakan pelayanan publik belum mematuhi standar.

Tahun 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi juga melakukan survei integritas publik dan menemukan terjadi pembayaran yang tidak sesuai dengan biaya resmi pada unit layanan pengadaan barang dan jasa.

Ketua KPK Abraham Samad prihatin melihat kenyataan bahwa Indeks Prestasi Korupsi Indonesia masih terpuruk. Salah satu indikatornya adalah pelayanan publik yang buruk. Masih banyak terjadi pemberian uang pelicin, uang suap, dan gratifikasi yang merusak pelayanan publik.

Sebenarnya beberapa institusi pemerintah sudah memperbaiki layanan publik. Layanan di kelurahan-kelurahan di wilayah Jakarta, misalnya, kini membaik setelah Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Tahun 2014 ini, Direktorat Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM meluncurkan pembuatan paspor secara online sehingga layanan ini lebih mudah, lebih cepat, dan tidak dihadang calo.

Tahun lalu, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya memberlakukan sistem pengesahan surat tanda nomor kendaraan secara online yang melibatkan tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Pelayanan publik secara online dan terintegrasi ini untuk memudahkan masyarakat membayar kewajiban pajak kendaraan.

Lanjutkan membaca Ajakan Mengawal Pemerintahan Baru

Iklan

Daoed Joeosoef, Tetap Menulis di Usia Senja


Daoed Joesoef

ROBERT ADHI KSP

Tidak banyak orang yang mencapai usia 88 tahun dalam kondisi yang sehat dan bugar. Daoed Joesoef adalah salah seorang yang beruntung. Dia baru saja merayakan ulang tahun ke-88 pada 8 Agustus 2014 lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983) era pemerintahan Soeharto ini bahkan tetap rajin menulis sampai sekarang.

Apa rahasia Daoed Joesoef tetap sehat di usia senjanya? ”Saya termasuk orang yang beruntung. Istri saya, Sri Soelastri, berasal dari Yogyakarta, telaten mengurus saya, terutama makanan saya,” ujar Daoed Joesoef, dalam percakapan dengan Kompas, pertengahan Agustus lalu. ”Kami sebenarnya sama-sama berasal dari daerah istimewa. Saya dari Daerah Istimewa Aceh, istri saya dari Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Daoed Joesoef terkekeh.

Tanpa bantuan tongkat ataupun kursi roda, Daoed Joesoef masih berjalan tegak meski langkahnya lebih lambat.

”Saya tidak merokok. Saya makan kenyang cukup satu kali sehari. Pada pagi hari, saya sarapan roti karena lebih praktis. Siang hari, saya makan nasi satu piring dengan sayur asem atau sayur bening. Saya tidak bisa makan gulai kepala ikan yang mengandung santan. Itu bisa bikin kolesterol naik. Jadi, saya bukan orang Sumatera lagi, yang suka makan santan dan pedas. Sementara pada malam hari, saya makan buah-buahan pepaya atau pisang,” kata Daoed Joesoef membeberkan rahasia sehatnya.

Selain menjaga pola makan, Daoed Joesoef mengungkapkan selalu memberi nutrisi bagi body(badan), mind (pikiran), dan soul (jiwa), tiga unsur penting dalam hidup manusia. Menurut Daoed, banyak orang sering salah mengira. Yang diberi makan hanya badan. Padahal, pikiran dan jiwa juga butuh nutrisi.

”Nutrisi untuk pikiran adalah pengetahuan. Cara mendapatkan pengetahuan adalah dengan membaca dan menulis,” ungkap lelaki berdarah Aceh kelahiran Medan itu. Nutrisi untuk soul adalah dengan melakukan retret atau bertapa.

Selain rajin menulis, Daoed Joesoef juga masih suka membaca. ”Teman-teman saya dari luar negeri sering membawakan buku untuk saya,” kata Daoed. Dia memuji bangsa Jepang yang gila membaca. Di mana pun, terlihat orang Jepang asyik membaca. Setelah buku selesai dibaca, orang Jepang meletakkan bukunya begitu saja. Mereka tahu rumah mereka sempit dan tidak cukup untuk menyimpan banyak buku.

Lanjutkan membaca Daoed Joeosoef, Tetap Menulis di Usia Senja

Merdeka dari Korupsi


MerdekadariKorupsi

ROBERT ADHI KSP

Hari Ulang Tahun Ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati dengan meriah di seluruh Indonesia. Di media sosial, rakyat Indonesia berbondong-bondong mengucapkan selamat ulang tahun sambil mengungkapkan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia dan berharap Indonesia akan lebih baik di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joko Widodo. Salah satu harapan yang mengemuka adalah agar Indonesia ”merdeka dari korupsi”.

Korupsi di Indonesia ini memang sudah menjadi-jadi dan merusak negeri, dari korupsi kecil-kecilan di kelurahan sampai megakorupsi triliunan. Ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Pegawai negeri sipil, polisi, tentara, petinggi, dan pengurus partai politik yang seharusnya mengabdi kepada negeri ini melakukan korupsi tiada henti. Berkolusi dengan pengusaha hitam, mereka menikmati uang rakyat, yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran negeri dan kesejahteraan rakyat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung menangkap ratusan pejabat dan pengusaha yang kongkalikong merampok duit rakyat.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akhir Juli lalu mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Katanya, 86,22 persen kepala daerah di Indonesia tersangkut kasus korupsi (330 orang dari 524 kepala daerah daerah dan wakil kepala daerah). Salah satu penyebab utama adalah lemahnya sistem pemilihan kepala daerah yang berbiaya mahal. Dia mengusulkan agar pemilu kepala daerah dilakukan serentak bersamaan dengan pemilu presiden untuk menekan biaya.

Sejak pilkada langsung digelar sampai Januari 2014, tercatat 318 dari 524 kepala daerah dan wakil kepala daerah tersangkut kasus korupsi. Kasus terakhir melibatkan Bupati Karawang (Jawa Barat) dan istrinya, Wali Kota Palembang dan istrinya, Bupati Biak, Bupati Bogor, dan Wali Kota Makassar.

Lanjutkan membaca Merdeka dari Korupsi

Pierce Brosnan dan ”Passion” dalam Dunia Film


Pierce Brosnan

ROBERT ADHI KSP

Pierce Brosnan (61) memiliki ”passion” dalam dunia film. Dikenal sebagai bintang film seri televisi ”Remington Steele” (1982-1987) dan agen rahasia Inggris M-16, James Bond, dalam film ”GoldenEye” (1995), ”Tomorrow Never Dies” (1997), ”The World is Not Enough” (1999), dan ”Die Another Day” (2002), Pierce Brosnan kemudian mendirikan perusahaan produksi film sendiri. Sampai saat ini pun dia masih muncul dalam berbagai film.

Tahun 2013 menjadi tahun yang sibuk bagi Brosnan. Dia memproduksi dan membintangi film How To Make Love Like an Englishman bersama Salma Hayek, Jessica Alba, dan Malcolm McDowell dengan sutradara Tom Vaughan, serta dalam film November Man yang disutradarai Roger Donaldson.

Brosnan juga bermain dalam tiga film terbaru, yaitu Love Punch bersama Emma Thompson yang diputar pertama kali di Festival Film Toronto pada musim dingin, A Long Way Down bersama Aaron Paul, Toni Collette, dan Imogen Poots, yang diputar pertama kali di Festival Film Berlin, Februari lalu, serta The Coup bersama Owen Wilson.

Karena passion-nya dalam dunia film, pada 1996 Brosnan mendirikan perusahaan produksi sendiri, yaitu Irish Dream Time. Produksi pertama perusahaan Brosnan adalah The Thomas Crown Affair yang meraih sukses di seluruh dunia

Irish Dream Time sejauh ini memproduksi 10 film termasuk November Man yang membawa Brosnan kembali ke dunia spionase, How to Make Love Like an Englishman, The Greatest (2010), Shattered(2007), The Matador (2005), Laws of Attraction (2004), Evelyn (2002), The Thomas Crown  Affair (1998), The Match (1999), dan The Nephew (1998).

Lanjutkan membaca Pierce Brosnan dan ”Passion” dalam Dunia Film

Internet Menjangkau Pelosok Nusantara, Mengapa Tidak?


 

InternetNusantara

ROBERT ADHI KSP

Bayangkan apabila jaringan internet menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga ke pelosok desa. Petani di pegunungan dan nelayan di pesisir menjual hasil kebun dan ikan mereka melalui transaksi ”online” dengan harga bersaing. Pelajar di pelosok desa tidak lagi ”buta” ilmu pengetahuan dan teknologi karena dapat belajar jarak jauh. Pemilu tingkat kabupaten, kota, dan provinsi, serta pemilu presiden dilakukan melalui ”e-vote”.

Impian itu tampaknya bakal terwujud. Pekan lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengeluarkan pernyataan bahwa Pemerintah Indonesia menyusun rencana induk jangka menengah-panjang pengembangan broadband di Indonesia agar jaringan internet masuk ke pelosok desa.

Jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2013, menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mencapai 71,19 juta atau naik sekitar 12 persen dibandingkan dengan tahun 2012 (sekitar 63 juta). Penetrasi internet di Indonesia saat ini 28 persen dari jumlah penduduk Indonesia 248 juta.

Data Internet World Stats menunjukkan, apabila dibandingkan dengan negara-negara yang berpenduduk di atas 100 juta jiwa, penetrasi internet di Indonesia masih relatif rendah. Penetrasi internet Tiongkok 40,1 persen (dari 1,3 miliar penduduk), Amerika Serikat 78,1 persen (dari 313,8 juta penduduk), Brasil 45,6 persen (dari 193,9 juta penduduk), Jepang 79,5 persen (dari 127,3 juta penduduk), Meksiko 36,5 persen (dari 114,9 juta penduduk), dan Filipina 32,4 persen (dari 103,7 juta penduduk).

Namun, penetrasi internet di Indonesia masih lebih baik dibandingkan India 11,4 persen (dari 1,2 miliar penduduk), Pakistan 15,3 persen (dari 190,2 juta penduduk), dan Banglades 5 persen (dari 161 juta penduduk).

Ini lompatan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2000. Pada waktu itu, jumlah pengguna internet di Indonesia 2 juta orang. Dalam waktu dua windu, situasi sudah berubah drastis.

Lanjutkan membaca Internet Menjangkau Pelosok Nusantara, Mengapa Tidak?

Olivia Newton-John, Tetap Sehat dan Bernyanyi di Usia Senja


 

OLIVIA NEWTON-JOHN

ROBERT ADHI KSP

Nama aktris dan penyanyi Olivia Newton-John melesat setelah membintangi film musikal ”Grease” pada 1978. Baik film maupun album ”soundtrack” ”Grease” merajai bioskop dan tangga lagu dunia. Ketika berperan sebagai siswa SMA di film itu, Olivia Newton-John sebenarnya sudah terlalu tua. Usianya 29 tahun saat ”shooting” film pada 1977.

Namun, usia bukanlah masalah bagi Olivia Newton-John. Grease menjadi film box-office pada 1978. Album soundtrack film Grease bertahan di puncak tangga lagu selama 12 minggu. Lima lagunya bersama John Travolta, antara lain ”You’re the One That I Want”, ”Hopelessly Devoted to You”, dan ”Summer Nights” menjadi lagu yang sangat populer pada masa itu.

Olivia Newton-John mendapat nomine Aktris Terbaik Golden Globe dalam bidang musik dan nomine Academy Awards pada 1979 untuk lagu ”Hopelessly Devoted to You” sebagai Best Original Song.

Penampilannya sebagai Sandy Olsson dalam film Grease membuat dia masuk dalam ranking ke-89 dari 100 Karakter Film Terbesar Sepanjang Masa versi majalah Premiere.

Pada 1979, Olivia Newton-John menerima penghargaan atas karya karitasnya dan tanda jasa Officer of the Order of the Bristish Empire (OBE) dari Ratu Elizabeth II atas jasa-jasanya dalam seni pertunjukan. Dia juga menerima Lifetime Achievement Award dalam Penghargaan ARIA ke-16 pada 15 Oktober 2002.

Olivia Newton-John juga menerima penghargaan Officer of the Order of Australia (AO) pada 2006 dari Ratu Inggris atas jasanya dalam industri hiburan sebagai penyanyi dan aktris.

Lanjutkan membaca Olivia Newton-John, Tetap Sehat dan Bernyanyi di Usia Senja

Suara Rakyat di Petisi “Online”


PetisiOnline

ROBERT ADHI KSP

Mengemukakan pendapat dalam petisi ”online” kini menjadi tren dalam masyarakat Indonesia. Dengan mengungkapkan pendapat dalam petisi dalam dunia maya, para penanda tangan petisi berharap saran dan usul mereka dibaca otoritas dan memberi perubahan.

Petisi online yang saat ini paling banyak diakses masyarakat dunia adalah change.org. Ini merupakan platform petisi terbesar di dunia, yang memberdayakan siapa pun dan di mana pun untuk dapat menciptakan perubahan. Saat ini terdapat lebih dari 70 juta pengguna change.org di 196 negara, termasuk Indonesia.

Siapa pun dapat memulai kampanye dan menggalang ratusan orang, bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia, untuk mewujudkan pemerintah dan perusahaan yang lebih responsif dan akuntabel. Penanda tangan petisi online ini bisa siapa saja. Subyek petisi juga bisa apa saja, dari hal-hal kecil sampai persoalan besar.

Mengubah kebijakan

Petisi online yang berkembang di sejumlah negara terbukti efektif. Pada umumnya, pemerintah atau perusahaan mendengarkan suara rakyat dalam petisi online.

Sudah banyak petisi online yang disampaikan melalui change.org ini mengubah kebijakan pemerintah, termasuk di Indonesia.

Salah satu contoh, menjelang dibukanya Jalan Tol Lingkar Luar (JORR) Ulujami-Ciledug-Kebon Jeruk, akhir Juli 2014 lalu, PT Jasa Marga berencana menutup pintu keluar Veteran dan Viaduct, Bintaro. Seorang pengguna jalan, Amir Sidharta, menulis petisi yang meminta pengelola tol membatalkan rencana tersebut. Petisi yang ditandatangani 3.817 pendukung itu berhasil membuat PT Jasa Marga membatalkan rencana penutupan pintu keluar Veteran, tetapi tetap menutup pintu keluar Viaduct, Bintaro.

Petisi lain yang mengubah kebijakan pemerintah adalah yang digagas Glenn Fredly dan Jacky Manuputty pada April 2014. Petisi itu meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan membatalkan izin penebangan hutan Kepulauan Aru. Glenn Fredly dan Jacky Manuputty mengkhawatirkan 500.000 hektar hutan di Maluku dibabat habis mengingat ada 28 perusahaan yang mengantongi izin Menteri Kehutanan.

Petisi yang juga diumumkan secara luas di Twitter dengan tagar #SaveAru dan didukung 15.119 suara dari seluruh penjuru Indonesia itu akhirnya berhasil membuat Menhut Zulkifli Hasan membatalkan kebijakan mengalihkan fungsi ratusan ribu hektar hutan lindung di Kepulauan Aru menjadi perkebunan tebu.

Lanjutkan membaca Suara Rakyat di Petisi “Online”

Julie Andrews, Aktris Sepanjang Masa


Julie Andrews

ROBERT ADHI KSP

Aktris film dan penyanyi Julie Andrews (79) dikenal sebagai salah satu pemeran film musikal ”The Sound of Music”. Film yang diproduksi tahun 1965 itu salah satu film musikal yang sukses sepanjang masa. Lagu-lagu dalam film itu, antara lain ”Edelweiss”, ”The Sound of Music”, dan ”Do-Re-Mi”, hingga kini masih sering diputar dan dinyanyikan di seluruh dunia. CD lagu-lagu itu didaur ulang dan tetap laris manis. Cerita dalam film itu berulang kali diadaptasi ke dalam berbagai versi dan dipentaskan dalam pertunjukan di banyak negara.

Bahkan, kota Salzburg di Austria, yang menjadi lokasi pengambilan film itu, ikut terkenal. Jutaan wisatawan mancanegara setiap tahun berkunjung ke kota ”The Sound of Music” tersebut dan menikmati keindahannya. Betapa dahsyatnya dampak sebuah film.

Dalam film The Sound of Music, Julie Andrews berperan sebagai Maria, yang mendapat tugas mengasuh tujuh putra-putri keluarga von Trapp. Setting film yang diangkat dari buku The Von Trapp Family Singersyang ditulis oleh Maria von Trapp itu terjadi ketika Nazi Jerman menduduki Austria. Film ini berakhir happy ending: Maria dinikahi Kapten George Ritter von Trapp.

Sampai kini, cerita keluarga von Trapp masih menjadi bahan pentas pertunjukan musikal. Yang terbaru adalah pertunjukan The Sound of Music di Grand Theatre, Marina Bay Sands, Singapura, Juli 2014.

Empat puluh tahun setelah film itu dirilis, pada 2005 Julie Andrews mengadakan reuni bersama ”keluarga von Trapp”. Pada 2009, mereka berkumpul lagi bersama dalam acara televisi Oprah. Kebetulan semua artis utama masih hidup. Mereka menyanyikan lagu ”Edelweiss” bersama-sama. Betapa film The Sound of Music tetap menggema hingga kini.

Selama lebih dari lima dekade, Julie Andrews telah menghibur penonton dan penikmat film di seluruh dunia. Pada 2007, dia menerima Screen Actors Guild Life Achievement Award atas prestasi profesionalnya. Pada 23 Desember 2010, Julie menerima Lifetime Achievement Grammy.

Gaya rambut Julie Andrews pada usia senjanya juga tetap sama dengan gaya rambutnya saat-saat pertama bermain film, yaitu dipotong pendek.

Lanjutkan membaca Julie Andrews, Aktris Sepanjang Masa

Serpong Diserbu Pengembang Apartemen


Serpong

ROBERT ADHI KSP

Kawasan Serpong di Kota Tangerang Selatan semakin dilirik investor properti. Saat ini semakin banyak apartemen dibangun di sejumlah lokasi di kawasan Serpong dan sekitarnya. Maraknya pembangunan gedung perkantoran baru, pusat perbelanjaan, kampus, dan sekolah, serta pembangunan gedung konvensi terbesar di Asia Tenggara di Serpong memacu kebutuhan hunian vertikal.

Menurut catatan Kompas, sampai Juli 2014 jumlah apartemen yang sudah dan sedang dibangun di kawasan Serpong (BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera) sebanyak 22, tujuh di antaranya sudah beroperasi.

Duapuluh dua apartemen yang tersebar di berbagai lokasi di Serpong itu adalah Saveria, Casa de Parco, Treepark, Parkland Avenue, Kubikahomy, Sky View, Interpark, Green View, Easton Park (BSD-Serpong), Beverly, Atria, Skyline, Majestic, K2Park, GranSchool, Medina, Scientia (Gading Serpong), Brooklyn, Saumata, Paddington Height, Silkwood (Alam Sutera), dan Great Western Residence/GWR (Jalan Raya Serpong).

Dari jumlah ini, baru tujuh yang sudah beroperasi, yaitu Kubikahomy, Sky View, Scientia, Atria, Skyline, Silkwood, dan GWR, sedangkan 14 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Di luar kawasan Serpong terdapat 11 apartemen yang tersebar di sejumlah lokasi di Tangerang, yaitu Amartapura, Matahari, Golf Karawaci, U-Residence, Urbana, Paragon (Lippo Karawaci dan sekitarnya), Ayodhya, SudirmanOne, Modernland, Paragon Square, dan Sudirman View (Kota Tangerang). Dari jumlah itu, hanya empat yang masih dalam tahap pembangunan, yaitu Ayodhya, SudirmanOne, Paragon Square, dan Sudirman View. Selebihnya sudah terbangun.

Apartemen di kawasan Lippo Karawaci dibangun untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Universitas Pelita Harapan, selain kebutuhan pekerja dan keluarga.

Lanjutkan membaca Serpong Diserbu Pengembang Apartemen

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: