Shania Twain, Ratu Pop Country


Shania Twain

ROBERT ADHI KSP

SHANIA Twain, penyanyi dan penulis lagu asal Kanada, dikenal sebagai ”Ratu Pop Country” dan perempuan artis paling laris dalam sejarah musik country. Album Twain merupakan salah satu yang paling laris sepanjang masa. Albumnya terjual lebih dari 85 juta keping di seluruh dunia.

Album The Woman in Me (1995) yang membawa namanya mendunia terjual lebih dari 20 juta keping di seluruh dunia. Album Come on Over (1997) menjadi album studio paling laris sepanjang masa yang dibawakan perempuan penyanyi dalam berbagai genre dan album country paling laris sepanjang masa, terjual lebih dari 40 juta keping di seluruh dunia. Album keempat dan album studio terakhirnya Up! dirilis November 2002. Twain sering diakui mencapai batas-batas kelayakan musik hanya dengan tiga album studionya.

Twain menerima lima penghargaan Grammy, 27 penghargaan BMI Songwriter, bintang Walk of Fame Kanada, Hollywood Walk of Fame, dan Canadian Music Hall of Fame.

Twain satu-satunya perempuan artis dalam sejarah yang mengantongi sertifikat Diamond dari RIAA untuk tiga albumnya berturut-turut. Terjual lebih dari 40 juta keping di seluruh dunia, album Come on Over merupakan album paling laris yang dinyanyikan perempuan artis dan album country paling laris sepanjang masa. Twain ranking ke-10 artis paling laris versi Nielsen SoundScan.

Pada 2004, Twain mundur dari acara pertunjukan dan kembali ke rumahnya di Swiss. Dalam otobiografinya yang terbit pada 2011, dia mengatakan, suaranya melemah sehingga tidak lagi tampil di depan publik. Twain berkonsultasi dengan Canderbilt Dayani Center di Nashville. Spesialis di sana menemukan pita suaranya mengalami dysphonia sehingga Twain membutuhkan rehabilitasi dengan hati-hati. Pada 2012, Twain kembali ke panggung konser pertunjukan bertajuk ”Still the One” di The Colosseum di Caesars Palace.

Masa kecil yang sulit

Twain lahir dengan nama Eilleen Regina Edwards di Windsor, Ontario, 28 Agustus 1965, sebagai anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Sharon dan Clarence Edwards. Kedua orangtuanya bercerai ketika dia berusia dua tahun.

Setelah ibunya pindah ke Timmins, Ontario, sekitar 500 mil utara Toronto, Eilleen dan dua saudaranya, Jill dan Carrie Ann, ikut serta. Di kota itulah, Eileen dibesarkan.

Sang ibu, Sharon, menikah dengan Jerry Twain, seorang Indian Ojibway. Pasangan ini memiliki anak lelaki, Mark. Jerry mengadopsi anak-anak perempuan Sharon dan mengubah nama belakang mereka menjadi Twain.

Eilleen Twain mengalami masa kanak-kanak yang sulit di Timmins. Orangtuanya tidak memiliki banyak uang dan makanan. Eilleen tidak menceritakan situasi yang dihadapinya kepada pihak sekolah. Eilleen juga tumbuh dalam komunitas yang keras. Di sini, dia belajar berburu dan memotong kayu.

”Itu tetap membanggakan saya meski kami hidup dalam kondisi kemiskinan. Ayah dan ibu berjuang keras agar makanan yang tersimpan di lemari tetap cukup. Tetapi, saya selalu merasakan selalu ada kelimpahan musik dan cinta di dalam rumah,” katanya.

Twain sering mendengarkan suara Waylon, Willie, Dolly, dan Tammy. Selain itu, dia juga mendengarkan The Mamas and the Papas, The Carpenters, The Supremes, dan Stevie Wonder. ”Banyak jenis musik yang saya nikmati pada masa kanak-kanak tak hanya memengaruhi gaya vokal, tetapi juga gaya penulisan saya,” ungkapnya.

Twain sering memainkan gitar dan menyendiri di kamar untuk menyanyi dan menulis lagu.

Sang ibunda memperhatikan bakat Twain. Dalam waktu singkat, putrinya sering tampil di studio-studio radio dan televisi, pusat-pusat komunitas, dan rumah lansia dan ”di mana saja mereka dapat meminta saya menyanyi,” katanya.

Menyanyi di bar

Di Timmins, Twain mulai menyanyi di bar pada usia delapan tahun untuk membantu keuangan keluarga.

Twain kemudian menghabiskan musim panas bersama ayah tiri sebagai mandor dari sejumlah lelaki yang melakukan reboisasi di belukar Kanada. Di sana, Twain belajar memegang kapak dan gergaji, seperti yang dilakukan kaum lelaki. Pada musim dingin, Twain menyanyi di klub-klub, selain juga tampil di radio dan televisi, sepanjang sekolah mengizinkannya.

”Passion saya paling dalam adalah musik dan itu sangat membantu. Ada masa ketika saya berpikir, saya membenci ini. Saya tidak suka pergi ke bar dan mabuk, tetapi saya mencintai musik dan dengan demikian, saya mampu bertahan,” ungkapnya.

Twain menulis lagu pertama pada usia 10 tahun berjudul ”Is Love a Rose” dan ”Just Like the Storybooks” seperti dongeng dalam sajak. Dia menyebutkan, seni mencipta, khususnya menulis lagu, sungguh berbeda dari pertunjukan dan menjadi sesuatu yang penting.

Pada usia 13 tahun, Twain diundang untuk tampil dalam pertunjukan televisi CBC Tommy Hunter Show. Selain tampil dalam pentas musik sekolah di Timmins, Twain juga menyanyi di sebuah band lokal Longshot yang membawakan musik Top 40.

Pada 1987 di usia 21 tahun, Twain kehilangan orangtua dalam kecelakaan mobil. Dia mengambil alih tanggung jawab membesarkan tiga adik-adiknya. Dia mengurus rumah tangga sambil bekerja di Deerhurst Resort di Ontario, Kanada. Di sini, Twain belajar banyak setiap aspek pertunjukan teater, dari komedi musikal Andrew Llyod Webber sampai Gershwin.

Ganti nama

Tiga tahun kemudian, bersama adik-adik lelaki yang sudah cukup umur dan punya tanggung jawab, Twain kemudian memiliki usaha sendiri. Dia mengadopsi nama Ojibway, yaitu Shania, yang bermakna ”saya sedang dalam perjalanan”.

Twain membuat kesepakatan dengan Mercury Records. Album debut pada 1993 hanya memuat satu lagu ciptaannya, ”God Ain’t Gonna Getcha for That”.

Lagu ”What Made You Say That” dan ”Dance with One That Brought You” masuk posisi ke-55 dalam tangga lagu country Billboard. Twain mendapat telepon dari produser rock Robert John ”Mutt” Lange (yang melahirkan penyanyi, di antaranya Def Leppard, Foreigner, dan Bryan Adams) yang memuji suara dan lagu orisinalnya.

Twain kemudian bertemu Lange di Nashville pada Fan Fair tahun 1993 dan menikah enam bulan kemudian. Keduanya menulis sebagian besar lagu dari album mereka bersama. Pada 1994, mereka melakukan perjalanan dan menulis perjalanan mereka ke Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Spanyol, Italia, dan Karibia.

Mereka mulai meletakkan dasar untuk album baru, kemudian melakukan overdub dan mixing rekaman album di Quebec, Kanada.

Hasil pertama kerja mereka, ”Whose Bed Have Your Boots Been Under” masuk di posisi ke-11 tangga lagu country Billboard pada Januari 1995. Album kedua Twain, The Woman in Me, juga masuk dalam tangga album country pada bulan berikutnya.

Album yang terjual 18 juta keping tersebut membuat Twain menjadi perempuan artis country paling laris sepanjang masa.

Lagu ”Any Man of Mine” meledak pada Mei dan menjadi lagu Twain pertama yang bertengger di posisi pertama, selain ”(If You’re Not in It for Love) I’m Outta Here!”, ”You Win My Love”, dan ”No One Needs to Know”. Album ini meraih penghargaan Grammy untuk kategori album country dan dinobatkan sebagai ”Album of the Year” oleh Academy of Country Music pada 1995.

Album ketiga Twain bersama Mercury Records adalah Come on Over yang dirilis pada 1997, dua tahun setelah album sebelumnya. Album ini lagi-lagi membuat Twain melesat. Lagu ”Honey, I’m Home” dan ”Love Gets Me Every Time” sukses bertengger di puncak tangga lagu country.

Lagu balada ”You’re Still the One” sukses mencapai puncak tangga lagu country dan posisi nomor dua tangga lagu pop Hot 100 Billboard yang mengukuhkan Twain artis serba bisa.

Lagu ”Man! I Feel Like a Woman” yang masuk lima besar lagu country membuat Twain dikontrak perusahaan kosmetik Revlon yang menampilkan iklan Twain di televisi. Album Come on Over terjual 11 juta keping.

The Woman in Me memecahkan rekor dan mengantarkan Twain menjadi bintang internasional. Untuk mempromosikan albumnya, Twain membuat serangkaian video seksi.

Twain melakukan tur pertama dan utama pada 1998 menyusul peluncuran album Come on Over. Twain meraih trofi dari ACM dan Country Music Association pada 1999.

Secara keseluruhan, Twain mendapatkan lima penghargaan Grammy, termasuk untuk kategori ”Best Country Song”, yaitu ”Come on Over” dan ”You’re Still the One”. Lagu ”Man! I Feel Like a Woman!” dan ”You’re Still the One” masuk kategori ”Best Country Female Vocal Performance”.

Twain juga meraih trofi dari Canadian Country Music Awards, JUNO Awards (Kanada), dan American Music Awards.

Pada 1999, Broadcast Music, Inc (BMI) menobatkan Twain sebagai ”Country Songwriter of the Year” dan ”Pop Songwriter of the Year”. Lagu balada ”You’re Still the One” dinobatkan sebagai ”Country and Pop Song of the Year” versi BMI.

Twain dan Lange menyambut anak pertama mereka, anak lelaki bernama Eja, dan bersama-sama pada musim panas 2001 mempersiapkan album berjudul Up! yang dirilis pada 2002. Album ini memuat single hit ”I’m Gonna Getcha Good”.

Twain merilis album Greatest Hits pada musim dingin 2004. Dia juga menghadirkan soundtrack ”Desperate Housewives” pada 2005 dan menyanyi bersama legenda Kanada, Anne Murray, pada 2007.

Pada 2008, Twain dan Lange bercerai. Twain merilis memoar pertama pada musim semi 2011 yang diterbitkan Atria Books, divisi Simon and Schuster.

Pada 1 Januari 2011, Twain menikah dengan pebisnis Swiss, Frederic Thiébaud, di Puerto Rico. Ini merupakan pernikahan kedua bagi keduanya. (SHANIA TWAIN.COM)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 6 DESEMBER 2014

Iklan