Bangkitkan Nasionalisme di Laut


ROBERT ADHI KSP

PRESIDEN Joko Widodo menebar ancaman keras: menembak kapal-kapal asing yang mengeruk kekayaan laut Indonesia. Presiden meminta TNI dan Polri menindak tegas kapal-kapal nelayan asing yang beroperasi secara ilegal.

Presiden mengisyaratkan agar aparat keamanan Indonesia tidak segan-segan menangkap dan menyita kapal nelayan asing yang berkeliaran bebas di perairan Indonesia.

Sejak awal dilantik menjadi presiden ketujuh Republik Indonesia, Jokowi sudah mengatakan, Indonesia adalah negara maritim. Samudra, laut, selat, dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Menurut Jokowi, sudah terlalu lama kita memunggungi laut, samudra, selat dan teluk. Inilah saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga semboyan ”Jalesveva Jayamahe” yang bermakna ”di laut justru kita jaya” bisa kembali bergema.

Ketika berbicara dalam Kompas100 CEO Forum pada November lalu, Jokowi membeberkan fakta betapa kapal-kapal nelayan asing secara ilegal mengambil ikan di perairan Indonesia dengan bebas. ”Datang saja ke perairan Maluku. Pada malam hari, di tengah laut, suasana sudah seperti pasar malam,” kata Jokowi.

Sedikitnya ada 5.400 kapal asing tidak berizin yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Angka ini sungguh mengejutkan kita. Pertanyaannya, mengapa selama ini, bertahun-tahun lamanya, pencurian ikan di perairan Indonesia dibiarkan aparat keamanan yang bertugas menjaga kedaulatan Republik Indonesia?

Pernyataan keras Jokowi bahwa kapal-kapal nelayan asing ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia akan ditenggelamkan sempat memancing reaksi negara tetangga, Malaysia.

Situs berita Utusan Malaysia pekan lalu menulis, ”Maaf Cakap, Inilah Jokowi”. Dalam tulisan itu, Jokowi disebut angkuh. Utusan Malaysia juga menilai penangkapan terhadap 524 nelayan ilegal di Derawan, Kalimantan Timur, tidak adil. Namun, reaksi Malaysia itu malah ditanggapi sinis oleh pengguna media sosial dari Indonesia. Maling, ya, maling, harus ditindak tegas, demikian inti pendapat yang terungkap.

Jokowi membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia akan kekayaan negeri ini. Jika ikan-ikan di laut dikelola dengan benar, itu akan menjadi sumber pendapatan yang besar bagi negeri ini dan pada gilirannya akan membuat sejahtera nelayan-nelayan kita yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan. Selama ini, Indonesia tidak mengelola kekayaan laut dengan tepat, bahkan membiarkan orang asing leluasa mengambil kekayaan kita.

Jokowi juga membangkitkan rasa nasionalisme: jangan pernah sekali pun orang asing memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. Sebenarnya kebijakan Jokowi juga diterapkan oleh semua pemimpin negara di dunia. Negara mana yang mengizinkan orang asing memasuki wilayahnya dengan bebas tanpa izin, apalagi mengeruk kekayaan mereka seenaknya?

Dalam konteks ini, rakyat Indonesia mendukung sepenuhnya langkah tegas Jokowi yang berupaya mengangkat harkat dan martabat bangsa ini. Sudah saatnya kedaulatan Indonesia sebagai negara maritim dijaga.

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SELASA 2 DESEMBER 2014

Nasionalisme di Laut

Iklan