Arsip Tag: Raul Castro Ruz

Era Baru AS-Kuba Pasca Jabat Tangan Bersejarah


ROBERT ADHI KSP

Jabat tangan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro dalam KTT Amerika, di Panama City, Panama, Sabtu (11/4), merupakan awal baru hubungan kedua negara yang selama lebih dari setengah abad diwarnai gejolak dan konflik. Jabat tangan itu diharapkan berdampak luas. Tidak sekadar urusan dengan satu negara dan satu pemimpin, tetapi bergaung keras ke penjuru Amerika Latin.

Tak seorang pun berpikir bahwa masa-masa saling tidak percaya dan saling curiga kedua negara itu selama lebih dari setengah abad sudah berakhir lewat jabat tangan Barack Obama dan Raul Castro.

Kuba

”Kami siap berdiskusi tentang apa saja, tetapi kami harus sabar, sangat sabar,” kata Presiden Kuba Raul Castro. Obama mengakui kedua pihak sering berselisih, tetapi berharap mereka melakukannya dengan saling menghormati satu sama lain.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez, seperti dikutip Havana Times, menyebutkan, normalisasi hubungan kedua negara akan merupakan ”proses yang panjang, sulit, dan kompleks”.

Mengapa? KTT Amerika belum menyentuh hal-hal yang rinci. Rencana pembukaan kembali kedutaan besar belum ditentukan waktunya.

Setelah menggelar tiga pertemuan sejak Januari 2015, dialog kali keempat belum dapat dikonfirmasi lagi. Dalam KTT Amerika itu, Obama juga belum menyatakan mengeluarkan Kuba dari daftar hitam negara pendukung teroris.

Kuba masuk daftar itu sejak tahun 1982. Saat ini, daftar negara pendukung teroris antara lain adalah Iran, Sudan, Suriah, dan Kuba. Gedung Putih menyatakan akan mengevaluasi daftar itu, tetapi belum memutuskannya sekarang.

Kuba juga masih menolak kembalinya Organization of American States (OAS) karena pemerintahan Raul Castro beranggapan OAS adalah instrumen dominasi Washington di negerinya.

Kuba yang selama ini menganut sistem ekonomi sosialis tampaknya membutuhkan solusi lebih cepat agar perekonomian negara itu cepat bergerak. Akibat sanksi embargo yang dilakukan Amerika Serikat terhadap negara kepulauan itu sejak tahun 1962, ekonomi Kuba bergerak lamban. Pertumbuhan ekonomi hanya 2 persen-3 persen.

Kuba sendiri sudah berangsur-angsur berubah, terutama pasca Kongres Partai Komunis Kuba yang digelar untuk kali pertama pada April 2011 dalam 13 tahun terakhir. Para pemimpin negeri itu menyetujui rencana melakukan reformasi ekonomi secara terbatas.

Di antaranya mengizinkan rakyat Kuba membeli peralatan elektronik dan telepon seluler, menginap di hotel, serta membeli dan menjual mobil bekas. Pemerintah Kuba juga membuka layanan ritel untuk ”wirausaha” yang memunculkan apa yang disebut sebagai pengusaha (cuentapropistas).

Lanjutkan membaca Era Baru AS-Kuba Pasca Jabat Tangan Bersejarah

Iklan