Sharon Stone: Kecantikan dan Kesehatan Mental


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Sharon Stone pernah dinobatkan majalah ”People” sebagai salah satu perempuan paling cantik di dunia. Sharon Stone juga masuk dalam ”100 bintang paling seksi dalam sejarah film”. Setelah memasuki usia kepala lima, apa yang dikerjakan Sharon Stone?

Bulan Maret 2014, Sharon Stone masih muncul di sampul majalah Shape dengan penampilannya yang masih seksi. Sharon mengaku dia berusaha menerima kenyataan bahwa usianya kini sudah menjelang lansia.

”Ini bukan hal yang mudah. Ketika saya memasuki usia 40 tahun, saya masuk ke kamar mandi dengan sebotol anggur, mengunci pintu, dan mengatakan, ’Saya tidak akan keluar sampai saya menerima cara saya melihat saya sekarang’,” kata Sharon Stone kepada majalah Amerika Serikat (AS) tersebut.

Bertepatan dengan ulang tahunnya ke-56 pada 10 Maret 2014, Sharon Stone tampil dalam acara ”Oprah Winfrey” bersama Cameron Diaz, membahas ”menjadi tua dengan anggun”. Sharon menjelaskan filosofinya menjadi cantik luar dan dalam.

”Kita harus memiliki kesehatan dan kebugaran di dalam tubuh. Itu berarti kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan spiritual,” ungkap Sharon.

Pada awal 2012, Sharon tampil di sampul majalah AARP. Saat itu, Sharon mengaku setelah mengalami pendarahan di otak pada 2002, dia merasa tidak pernah menjadi cantik lagi. ”Saya sering kehilangan ingatan,” katanya. Namun, itu sudah berlalu.

Sharon tetap menikmati hari-harinya. Dia masih bermain dalam film seri televisi Agent X yang ditayangkan di saluran TNT AS pada 2014.

Sharon juga masih bermain dalam film Lovelace (2013). Dalam film drama biografi tersebut, Sharon berperan sebagai Dorothy Boreman, ibunda Linda Lovelace.

Sharon masih dikejar-kejar paparazzi saat sedang mengenakan bikini ketat dengan tubuh yang masih seksi.

Di luar itu, Sharon sibuk membesarkan tiga anak adopsinya, yakni Roan Joseph Bronstein (22 Mei 2000), Laird Vonne Stone (7 Mei 2005), dan Quinn Kelly Stone (8 Juni 2006), di rumah mewahnya, di Beverly Hills, California, AS.

Mimpi jadi Marilyn Monroe

Sharon Yvonne Stone lahir dan besar di Meadville, Pennsylvania, AS, 10 Maret 1958, sebagai anak kedua dari empat bersaudara.

Ayahnya, Joseph Stone, seorang pekerja pabrik, sedangkan ibunya seorang akuntan. Adapun bibinya, Vonne Stone, seorang pelukis dan penulis.

Ketika masih anak-anak, Sharon sudah bermimpi akan menjadi Marilyn Monroe.

Pada usia 15 tahun, Sharon belajar di Seagertown High School, Pennsylvania. Di sekolah itu, Sharon meraih gelar ratu kecantikan pada 1975.

Pada usia yang sama, Sharon masuk Edinboro State University of Pennsylvania, menekuni pelajaran utama menulis kreatif dan fine arts.

Sharon pernah meraih gelar ratu kecantikan di sekolahnya pada 1975. Sharon meninggalkan sekolah itu sebelum lulus karena ingin menekuni karier sebagai model di Eileen Ford Model Agency.

Bertahun-tahun kemudian, dari sekolah ini, Sharon mendapat gelar penghargaan doktor kehormatan doctorate in philosophy dalam layanan publik pada 2007.

Sharon seorang gadis yang sangat cerdas dan menjadi seorang kutu buku. Dia diberi tahu bahwa pekerjaan yang cocok untuk dia dan untuk kepintarannya adalah menjadi seorang pengacara.

Sharon menyukai film-film hitam putih, terutama yang menampilkan Fred Astaire dan Ginger Rogers. Pada usia 17 tahun, Sharon mengikuti kontes kecantikan Miss Crawford County dan menjadi pemenangnya.

Mulai bekerja paruh waktu sebagai pegawai di gerai McDonald’s, Sharon Stone kemudian sukses sebagai model Ford, baik di iklan televisi maupun di iklan surat kabar.

Bintang Hollywood

Pada 1980, dia mulai bermain dalam film pertamanya dalam Stardust Memories yang disutradari Woody Allen. Dia mulai ikut mengisi suara dalam film horor Deadly Blessing (1981), dan berperan dalam King Solomon’s Mines (1985) dan Action Jackson (1988).

Pada awal kariernya, Sharon mengaku bahwa bintang Rock Hudson membantunya menjadi artis yang percaya diri, dalam film televisi The Vegas Strip War pada 1984.

Sharon mulai dikenal setelah berperan dalam film Total Recall (1990) yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. Film fiksi sains yang disutradarai Paul Verhoeven itu melambungkan nama Sharon Stone. Apalagi setelah itu Sharon berpose dalam majalah Playboy.

Pada 1992, Sharon bermain lagi dalam film yang disutradarai Paul Verhoeven, yaitu Basic Instinct. Kali ini, Sharon bermain film bersama Michael Douglas yang berperan sebagai Detektif Nick Curran. Dalam film misteri thriller ini, Sharon berperan sebagai novelis sosiopat, Catherine Tramell. Penampilan Sharon dalam film itu dibahas di mana-mana. Sharon menerima MTV Awards sebagai Most Desirable Female and Best Female Performance Awards. Sharon juga masuk nominasi Best Actress dalam Golden Globe.

Setelah itu Sharon bermain dalam film roman-thriller Sliver (1993) yang disutradarai Phillip Noyce, bersama bintang William Baldwin dan Tom Berenger.

Tahun berikutnya, 1994, Sharon Stone berperan sebagai istri Richard Gere dalam film drama roman Intersection (1994) yang disutradarai Mark Rydell.

Nama Sharon makin melesat setelah bermain dengan Sylvester Stallone dalam film action-thriller The Specialist (1994) yang disutradarai Luis Llosa.

Sharon juga bermain dalam The Quick and the Dead (1995) bersama Gene Hackman, juga film Casino (1995) yang disutradarai Martin Scorsese, bersama Robert de Niro. Berkat film itu, Sharon menerima Golden Globe pertama dan masuk nominasi penghargaan Oscar.

Setelah menerima beberapa penghargaan itu, Sharon bermain dalam film drama horor Diabolique (1996) yang disutradarai Jeremian Chechik, bersama Isabelle Adjani, dan film Last Dance (1996) yang disutradarai Bruce Bresford. Dalam film itu, Sharon berperan sebagai perempuan yang menunggu hukuman mati.

Kehidupan pribadi

Tahun 1984, Sharon menikah dengan Michael Greenburg, produser film seri MacGyver (1985). Namun, mereka berpisah tiga tahun kemudian, dan bercerai resmi pada 1990.

Pada 1993, Sharon bertemu dengan William J MacDonald dalam film Sliver. MacDonald meninggalkan istrinya, Naomi Baca, dan bertunangan dengan Sharon Stone. Akan tetapi, pasangan ini bercerai satu tahun kemudian, pada 1994.

Pada 14 Februari 1998, Sharon menikah dengan editor eksekutif surat kabar The San Francisco Examiner, Phil Bronstein. Pasangan ini mengadopsi bayi laki- laki, Roan Joseph Bronstein, pada tahun 2000. Namun, pernikahan itu hanya bertahan enam tahun, sampai tahun 2004.

Pada 2001, suami Sharon, Phil Bronstein, diserang oleh komodo ketika berkunjung ke Kebun Binatang Los Angeles, bersama keluarga.

Tur itu diadakan Sharon sebagai hadiah Father’s Day untuk sang suami. Bronstein memang sudah lama ingin melihat dari dekat komodo yang berasal dari Indonesia itu. Kemungkinan besar, komodo itu mengira sepatu putih yang dikenakan Bronstein sebagai tikus putih yang biasa dimakannya setiap hari.

Setelah bercerai, Sharon mengadopsi dua anak lagi, yaitu Laird Vonne Stone dan Quinn Kelly Stone.

Pada 1998, Sharon membintangi film sci-fi thriller Sphere (1998) dan menerima nominasi ketiga Golden Globe untuk film The Mighthy.

Tahun berikutnya, dia bermain dalam film Gloria (1999) sekaligus sebagai asisten produser eksekutif. Film komedi pertama The Muse (1999) membawa Sharon Stone menerima nominasi Golden Globe.

Pada usianya ke-47, Sharon bermain lagi dalam film Basic Instinct 2: Risk Addiction (2006) yang disutradarai Michael Caton-Jones. Dalam film ini, Sharon masih berperan sebagai novelis Catherine Tramell. Namun, kali ini, lawan mainnya Stan Collymore. Film ini memberi Sharon penghasilan sejumlah 13,6 juta dollar AS.

Pada tahun 2006, Sharon Stone menjadi co-host Konser Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, bersama Anjelica Huston. Konser tersebut untuk memberi penghormatan kepada pemenang Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus dan Grameen Bank.

Nama Sharon Stone terpatri dalam Hollywood Walk of Fame di Hollywood Boulevard pada tahun 1995. (IMDB/PEOPLE)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL, SABTU 19 APRIL 2014

Iklan