Independensi Media dan Pemilu


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Tiga pengusaha pemilik jaringan media di Indonesia adalah pemimpin partai politik yang ikut pemilihan umum. Apakah ada korelasi antara gencarnya pemberitaan tentang parpol yang dipimpin pemilik media dan perolehan suara dalam pemilihan legislatif pada April lalu?

Para pemilik media yang juga petinggi parpol peserta Pemilu 2014 itu adalah Hary Tanoesoedibjo (49), Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) parpol tersebut. Hary yang juga calon wakil presiden yang diusung Partai Hanura adalah pemilik dan CEO Media Nusantara Citra (MNC) Group.

Hary mengendalikan stasiun televisi RCTI, Global TV, MNC TV, Sindo TV, juga jaringan radio Sindo Trijaya, Global Radio, V Radio, dan sejumlah radio lainnya. Hary juga pemilik Koran Sindo, dan beberapa tabloid dan majalah, serta pemilik situs online Okezone.com dan sindonews.com.

Pemilik media selanjutnya yakni Surya Paloh (62), pendiri stasiun Metro TV, surat kabar Media Indonesia, dan Lampung Post, adalah Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Kemudian Aburizal Bakrie (67), pemilik stasiun TV One dan ANTV, serta situs online Vivanews, adalah Ketua Umum Partai Golkar sejak 2009.

Lanjutkan membaca Independensi Media dan Pemilu

Iklan

Frederick Forsyth, Dari Jurnalis Menjadi Penulis Novel “Thriller”


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Penggemar novel-novel ”thriller” pasti ingat dengan nama Frederick Forsyth. Novel-novelnya, antara lain, ”The Day of The Jackal”, ”The Odessa File”, dan ”The Dogs of War,” yang ditulisnya pada 1970-an merupakan buku-buku ”best-seller” dan dijadikan film. Novel-novelnya ditulis dengan gaya jurnalistik, enak dibaca. Tokoh-tokoh dan plot cerita selalu berdasarkan pada persoalan politik internasional terkini. Di mana Frederick Forsyth sekarang?

Frederick Forsyth tetap menulis novel meskipun usianya kini sudah lebih dari 75 tahun. Novel terbarunya yang berjudul The Kill List diterbitkan Random House pada 20 Agustus 2013. Seperti novel-novel sebelumnya, Forsyth selalu mengemas ceritanya dengan situasi global masa kini yang masih hangat. Ada agen rahasia, aksi teroris, konflik dalam pemerintahan, dan ada ketegangan antarnegara.

Novel ini mengisahkan sejumlah tokoh di Amerika Serikat (AS) dan Inggris dibunuh secara brutal oleh kelompok teroris dan ekstremis. Para pembunuh tersebut dikendalikan oleh seseorang yang dikenal sebagai ”pengkhotbah”, yang kemudian dimasukkan dalam daftar orang paling dicari oleh AS. Seorang agen pemburu, yang ayahnya salah satu korban pembunuhan ”sang pengkhotbah”, ditugaskan untuk mengejar, mengungkap identitas ”sang pengkhotbah”, dan menghabisinya.

Novel The Kill List akan difilmkan dan disutradarai oleh Rupert Sanders.

Selain masih menulis novel, melakukan riset, dan melakukan perjalanan untuk melengkapi deskripsi novelnya, Frederick Forsyth sampai saat ini juga tetap menulis kolom di surat kabar Inggris, Express. Dia menjadi komentator politik yang mengupas dan mengulas berbagai persoalan politik internasional.

Lanjutkan membaca Frederick Forsyth, Dari Jurnalis Menjadi Penulis Novel “Thriller”

Terorisme dan Rasa Aman di Malaysia


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Malaysia menangkap sejumlah anggota kelompok teroris dari Somalia, Al Shabaab atau Al Shabab, yang masuk ke negeri itu. Mereka diduga merencanakan aksi teror di sekolah dan universitas swasta serta mencari sasaran turis asing di Malaysia. Benarkah teroris internasional kini mengincar Malaysia sebagai salah satu ”base camp”?

Unit Khusus Anti Teroris Malaysia, pekan lalu, menangkap enam anggota kelompok Al Shabaab, kelompok teroris yang memiliki jaringan Al Qaeda. Surat kabar Malaysia, The Star, melaporkan, mereka masuk ke Malaysia beberapa pekan sebelumnya. Jumlah tersangka yang ditangkap akan bertambah. Polisi beraksi cepat sebelum mereka menyerang negeri ini. Lanjutkan membaca Terorisme dan Rasa Aman di Malaysia

Venesia, “Kota Air” nan Romantis


ROBERT ADHI KSP

Naik gondola menyusuri kanal-kanal di Venesia, Italia, sambil mendengarkan lagu ”O Sole Mio” dan menikmati semilir angin, menorehkan kenangan manis tiada tara. Tak heran bila Venesia sering kali disebut sebagai kota paling romantis di dunia.

Lagu ”O Sole Mio” dinyanyikan dengan suara ”opera” yang menggema, diiringi musik akerdeon. Gondola dikayuh melintasi Grand Canal hingga ke kanal-kanal kecil. Turis yang datang dari berbagai pelosok dunia menikmati suasana.

”O Sole Mio” yang dikenal sebagai lagu Neapolitan itu ditulis pada 1898 oleh Giovanni Capurro, dan musiknya diciptakan oleh Eduardo di Capua. Lagu ini seolah menjadi ”lagu wajib” untuk mengantar turis-turis selama menikmati gondola menyusuri kanal-kanal di Venesia pada cuaca yang cerah. Betapa segarnya udara di Venesia.

Entah mengapa turis yang datang pertama kali langsung jatuh cinta pada pandangan pertama begitu melihat Venesia yang terletak di tepi Laut Adriatik di utara Italia. Seakan ingin menegaskan, inilah lokasi yang tepat untuk menikmati bulan madu bagi pengantin baru atau bagi pasangan lama yang tetap merawat cinta agar tetap baru. Venesia menjadi romansa manis yang tak habis-habisnya diceritakan.

Di sekitar Piazza San Marco, lapangan di pusat kota yang sering menjadi tempat singgah burung-burung, tersebar kafe-kafe, tempat turis menikmati piza atau pasta, menyeruput cappuccino, gelato, atau meneguk wine italia, sambil menghabiskan malam di ”Kota Air” itu.

Lagu-lagu indah Italia yang dimainkan di salah satu kafe menambah suasana romantis di Venesia: ”Vieni Sul Mar” (”Come To The Sea”), ”The Godfather Waltz-Speak Softly Love”, ”Serenade”, dan ”Santa Lucia”, seolah meminta tamu jangan terlalu cepat pergi.

Venesia bangga kepada Antonio Vivaldi, salah satu komponis musik baroque (barok) terbesar yang lahir di Venesia. Vivaldi berperan penting dalam sejarah simfoni dan musik opera. Pada awal abad ke-18, opera merupakan hiburan paling populer di Venesia. Karya Vivaldi yang terkenal adalah ”The Four Seasons”, yang diciptakannya pada 1723.

Lanjutkan membaca Venesia, “Kota Air” nan Romantis

Berlibur ke Eropa? Waspadai Copet!


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Musim liburan sudah tiba. Kalau Anda merencanakan berlibur ke Eropa, jangan lupa untuk selalu waspada pada aksi pencopet. Bila uang Anda habis digasak pencopet, liburan yang seharusnya berakhir dengan manis akan berakhir dengan tangis.

Hampir semua kota di Eropa rawan pencopetan. Paris, Amsterdam, Brussels, Milan, Roma, Venesia, Barcelona, Madrid, Praha, dan kota-kota lainnya. Dari berbagai cerita dan pengalaman orang Indonesia yang berlibur ke Eropa, cerita tentang aksi copet selalu ada di antara kenangan liburan.

Seorang warga Indonesia yang berlibur ke Eropa bercerita bahwa tas ranselnya yang berisi laptop, paspor, dompet, dan sejumlah uang lenyap disikat penjahat yang berpura-pura mengajak ngobrol. Dia tidak menyadari ranselnya diambil ketika dia asyik ngobrol dengan penjahat lainnya. Itu terjadi sangat cepat di stasiun kereta di Brussels, Belgia.

Warga Indonesia lainnya yang sedang menikmati Amsterdam, Belanda, tidak menyadari dompetnya berisi uang dicopet. Di Milan, Italia, pencopet menyilet tas dan menggerayangi isinya.

Lanjutkan membaca Berlibur ke Eropa? Waspadai Copet!

Paul McCartney, Pencipta Lagu-lagu The Beatles


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Nama Paul McCartney dan The Beatles tak bisa dipisahkan. McCartney menciptakan banyak lagu untuk The Beatles yang kemudian menjadi lagu-lagu hit sepanjang masa, antara lain ”Yesterday”, ”Let It Be”, ”Hey Jude”; ”Ob-La-Di, Ob-La-Da”; dan ”The Long and Winding Road”. Apa yang dikerjakan McCartney pada usia menjelang 72 tahun?

Paul McCartney adalah figur kunci dalam budaya kontemporer. Dia adalah seorang penyanyi, komposer, penulis puisi, penulis, artis, pendukung kemanusiaan, wiraswasta, dan pemegang lebih dari tiga juta hak cipta lagu.

Paul McCartney masuk dalam Guinness Book of World Records untuk penjualan rekaman paling banyak, lagu di posisi puncak paling banyak, dan konser solo paling banyak penonton yang membayar (lebih dari 350.000 orang pada 1989, di Brasil). Dia, salah satu entertainer paling sukses sepanjang masa.

Paul McCartney, kini, salah satu orang terkaya di Inggris, merupakan salah satu penyanyi solo paling populer di dunia, yang sukses baik dalam penjualan album maupun jumlah penonton yang hadir dalam setiap konsernya. Sejak usia 28 tahun atau pada 1970, dia mulai berkarier solo. Hingga kini, penyanyi ini masih mencipta lagu, bermain musik, dan menyanyi.

Tahun ini, Paul McCartney tampil di sejumlah konser pertunjukan di banyak kota dan negara. Selama Mei ini, McCartney tampil di Tokyo dan Osaka (Jepang) serta Seoul (Korea Selatan). Selama Juni-Juli-Agustus, McCartney berkeliling kota di Amerika Serikat.

Lanjutkan membaca Paul McCartney, Pencipta Lagu-lagu The Beatles

Operasi Senyap dan Langkah “Bersih-bersih” Polri


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Langkah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Sutarman belum lama ini patut diapresiasi. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Polda Jawa Timur, serta Kapolda Kalimantan Barat, dimutasi menyusul dugaan pelanggaran yang ditemukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri setelah melakukan Operasi Senyap. Polri mulai ”bersih-bersih”?

Kapolda Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Arie Sulistyo, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Nurhadi Yuwono, dan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Rahmat Hidayat dimutasi setelah Divisi Pengamanan Polri (Propam) Polri melancarkan Operasi Senyap. Bukan hanya komandannya, wakil dan pimpinan unit di bawahnya juga dimutasi ke sejumlah wilayah polda di timur Indonesia. Propam Polri menemukan indikasi pelanggaran sehingga para komandan harus bertanggung jawab atas pelanggaran yang terjadi.

Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman berharap langkah pembersihan yang dilakukannya ini, untuk mengubah citra Polri, menjadi institusi yang bersih dan dicintai.

Mengubah citra Polri memang tidak mudah. Apalagi, belum lama ini, salah satu jenderal polisi yang bertugas di bidang lalu lintas, Djoko Susilo, divonis 18 tahun penjara karena korupsi. Puluhan asetnya berupa rumah dan tanah yang tersebar di beberapa lokasi disita.

Lanjutkan membaca Operasi Senyap dan Langkah “Bersih-bersih” Polri

Rod Stewart, Dari Pengamen Menjadi Miliarder


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Siapa sangka Rod Stewart, penyanyi bersuara seksi ”serak-serak basah”, pernah menjadi loper koran, pernah bercita-cita menjadi pemain sepak bola, juga pernah menjadi pengamen yang tidur di bawah jembatan Sungai Seine di Paris?

Hanya dua hal yang dapat saya lakukan, yaitu bermain sepak bola dan menyanyi,” ujar Rod Stewart, penyanyi dan penulis lagu rock berdarah Skotlandia-Inggris, yang lahir dan besar di London.

Oleh karena klub sepak bola yang ingin dimasukinya tidak memanggilnya lagi, Rod Stewart memutuskan untuk berkarier sebagai penyanyi.

Lanjutkan membaca Rod Stewart, Dari Pengamen Menjadi Miliarder

Tragedi Sewol di Korsel


SEWOL

ROBERT ADHI KSP

TRAGEDI kapal feri MV Sewol di Korea Selatan yang menenggelamkan ratusan penumpangnya berdampak serius. Pada Minggu (27/4), Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-won menyampaikan permohonan pengunduran diri menyusul kemarahan rakyat dan keluarga korban penumpang kepada pemerintah memuncak. Pemerintah dinilai tidak mampu merespons krisis dengan cepat dan melakukan penyelamatan penumpang dengan segera.

Permohonan pengunduran diri PM Korsel Chung Hong-won langsung disetujui Presiden Korsel Park Geun-hye.

Lanjutkan membaca Tragedi Sewol di Korsel

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: