André Rieu, Pebiola yang Sukses Kemas Musik Waltz dan Klasik


Andre Rieu

ROBERT ADHI KSP

André Léon Marie Nicolas Rieu adalah pemain biola dan konduktor asal Belanda yang memimpin Johann Strauss Orchestra. Dalam setiap konsernya di berbagai belahan dunia, Rieu sukses mengemas musik klasik dan waltz, dan menjadikan musik itu menjadi primadona.

André Rieu lahir pada 1 Oktober 1949 di bawah bintang Libra. Orangtuanya bersama dua adik perempuannya pindah dari Amsterdam ke Maastricht, ibu kota Provinsi Limburg, di Negeri Belanda. Rieu menyusul bersama dua kakak lelaki dan saudara perempuannya. Di kota itulah kini Rieu tinggal bersama keluarganya.

Rieu bersama saudara lelaki dan perempuannya tumbuh dalam suasana musik klasik: simfoni, musik kamar, dan opera. Didukung oleh ayahnya, seorang konduktor profesional, Rieu mulai belajar biola pada usia 5 tahun. ”Pada awalnya saya sulit berkonsentrasi. Itu karena guru biola saya sangat cantik dan rupawan sehingga saya jatuh cinta kepadanya, menatapnya sepanjang waktu, bukannya mendengarkan instruksinya!” kata Rieu.

Pada 1967, setelah menyelesaikan sekolah tata bahasa, anak lelaki berbakat ini melanjutkan pendidikan biola di sekolah musik Liège dan kemudian di Maastricht (sampai 1973). Guru biolanya adalah Jo Juda dan Herman Krebbers. Pada 1974, Rieu pindah ke sekolah musik di Brussels, Belgia.

Ketika usianya 26 tahun dan masih berstatus mahasiswa, Rieu menikahi Marjorie, cinta sejatinya. Satu tahun kemudian (1977), Rieu menyelesaikan sekolah musiknya dengan nilai istimewa (premier prix) di sekolah musik di Brussels, Belgia.

Pada saat putra pertamanya. Marc, lahir pada 1978, Rieu mendirikan orkestra pertamanya, Maastricht Salon Orchestra. Bersama orkestra ini, Rieu tampil di Belanda, Republik Federasi Jerman, dan Amerika Serikat. Pada saat yang sama (sampai 1989), dia bermain sebagai pebiola di Limburg Symphony Orchestra.

Johann Strauss Orchestra

Rieu mendirikan Johann Strauss Orchestra pada 1987. ”Sebelum tampil dalam konser, kami berlatih selama enam bulan. Awalnya hanya 12 musisi yang bergabung. Kini, jumlah musisi 43 orang, kadang-kadang sampai 50 musisi yang tampil di panggung yang sangat besar,” katanya. Pada tahun itu pula, Rieu bersama istrinya mendirikan perusahaan André Rieu Productions.

Tahun baru 1988 merupakan peristiwa besar: Rieu dan Johann Strauss Orchestra tampil di publik untuk kali pertama. Penampilan itu disusul dengan tur ke sejumlah negara, termasuk negara-negara Benelux dan Republik Federasi Jerman.

Pada 1994, Rieu merilis albumnya bertajuk From Holland with Love di Belanda. Tanpa diduga, album ini menggerakkan gelombang waltz di negara kecil itu.

”Album ini merupakan terobosan bagi saya. Salah satu lagu berjudul ’Second Waltz’ merupakan musik waltz yang indah dan melankolis. Musik ini dikenal sebagai ’Waltz No 2 from Jazz Suite No 2’ oleh Dmitry Shostakovich, tetapi mungkin lagu ini tak akan menjadi terkenal dengan judul seperti itu. Marjorie menggantinya dengan nama ”Second Waltz” pada masa itu. Itulah mengapa menjadi terkenal. AlbumFrom Holland with Love dengan cepat melesat masuk daftar Top 100 di Belanda. Bahkan, album ini bertahan dalam Top 10 lebih dari satu tahun,” ungkap Rieu.

Pada 1995, dalam pertandingan sepak bola internasional di stadion Amsterdam, lelaki cerdas dari Maastricht itu mengisi waktu senggang selama setengah jam dengan ”Second Waltz”.

Para pendukung berdiri dan bergoyang mengikuti irama musik dengan penuh semangat, demikian juga mereka yang menonton melalui layar televisi. Ketika Ajax Amsterdam memenangi pertandingan dan mengalahkan Bayern München, Rieu menikmati banyaknya penggemar baru.

Rieu kemudian muncul dalam konser awal di Hamburg’s Musikhalle dan beberapa stasiun televisi. Album From Holland with Love juga dirilis di Jerman, dan dalam waktu singkat masuk dalam daftar Top 5 di negeri itu. Album itu bertahan berbulan-bulan lamanya, bahkan menerima predikat gold dan platinum.

Pada 1996, Rieu merilis album-album Modern King of Waltz, kemudian The Vienna I Love”, dan album ”live” berjudul ”In Concert” ke pasar musik Eropa. Lagi-lagi album-album Rieu bertengger di tangga lagu di banyak negara, bahkan mampu bersaing dengan ikon pop internasional, seperti Madonna.

Album The Vienna I Love memuat antara lain lagu ”Hör ich Zimbalklänge” dan ”Méditation” dari opera Thais oleh Jules Massenet. Rieu sangat menikmati kedua lagu ini saat memainkannya dengan biolanya.

”Saya memainkan dua lagu itu sejak 20 tahun lalu, tetapi saya masih menikmatinya hingga kini. Ketika saya berada di atas panggung, saya masih merasakan dengan jelas betapa musik ini langsung menusuk hati para penonton. Tentu saja hal ini membuat saya makin termotivasi dan menginspirasi saya,” kata Rieu.

Tentang album In Concert, album ”live”-nya, Rieu mengatakan, album itu selalu memberikan warna spesial. ”Anda mengalami suasana dalam auditorium,” katanya. Album In Concert direkam di Concertgebouw in Haarlem, sebuah gedung konser dengan penonton yang menakjubkan. Pada 1996, Rieu menerima World Music Award di Monte Carlo.

Tahun 1997 merupakan tahun penuh kerja keras bagi Rieu. Dia memiliki sedikit waktu untuk kehidupan pribadi dan keluarga karena melakukan tur bersama musisi dan orkestranya, Johann Strauss Orchestra ke setengah benua Eropa. Rieu juga merekam album The Christmas I Love.

”Ketika membuat CD ini, kami memilih lagu-lagu yang saya dengar saat hari raya Natal pada masa kecil saya. Lagu-lagu itu mengembalikan masa lalu saya ketika merayakan Natal di rumah bersama orangtua dan saudara. Sebagai anggota koor anak-anak, saya berkali-kali menyanyi dalam misa di gereja,” ujarnya.

Pada 1998, dalam album Romantic Moments, lagu ”King of Waltz” menekankan pada melodi yang romantis dan membawa ke alam mimpi. Nada itu berasal dari Love Theme from Romeo & Juliet.

Rieu juga menyulap musik klasik seperti ”Etude op 10” (Chopin), ”Adagio” (Mozart), dan ”Far From Home Largo” (Antonín Dvorák) ke dalam albumnya.

”Album ini berbeda dari yang lainnya. Saya sering mendengarkan jenis musik ini ketika saya mempunyai waktu untuk bermimpi. Meskipun saya memiliki kehidupan yang sibuk, saya seorang yang romantis dan cinta damai. Musik Antonín Dvorák memberikan kegembiraan,” katanya.

Memperingati 100 tahun meninggalnya komposer Johann Strauss (3 Juni 1999), Rieu merilis album 100 Years of Strauss.

”Saya memiliki kekaguman luar biasa terhadap komposer ini. Karena itulah, saya memberi penghormatan kepada Strauss melalui album ini!” ungkapnya.

Menyambut milenium baru, Rieu dan orkestranya merilis album bertajuk Celebration.

Tur keliling dunia

Pada 2000, Rieu merilis La vie est belle. ”Menciptakan lagu sudah saya lakukan dalam sepanjang hidup saya. Ketika saya masih kanak-kanak, saya berusaha mencari melodi yang indah, pertama pada biola, kemudian juga pada piano. Ini merupakan kali pertama yang merilis musik waltz dalam CD, karya bersama dengan saudara saya, Jean-Philippe, La vie est belle,” katanya.

Pada 2001, Rieu untuk kali pertama melakukan tur ke Jepang. Rieu melakukan 17 kali konser di 11 kota berbeda di Jepang dua tahun kemudian.

Anak laki-laki Rieu bergabung dalam bisnis pada 2002. Dia bertanggung jawab untuk semua aspek teknis produksi konser dan rekaman. Produksi kedua dari studio Rieu adalah Walzertraum yang dibuat dalam tujuh versi di seluruh dunia.

Rieu merayakan 25 tahun manggung dengan merilis CD bertajuk Romantic Paradise yang direkam secara khusus di Cortona, sebuah kota di Italia. Rieu mengundang semua fans-nya dari seluruh dunia untuk menghadiri rekaman khususnya—tiga konser—secara gratis.

Pada awal 2003, Romantic Paradise mendapat nominasi penghargaan Rose d’or. Pada Juli, Rieu menggelar konser spektakuler yang dihadiri 18.000 penonton di Stadion Parkstad Limburg, Kerkrade. Konser ini menghasilkan CD dan DVD bertajuk The Flying Dutchman, sebuah nama yang juga sering menjadi julukannya.

Pada 2005, setelah menggelar konser Tahun Baru di Cologne Arena, Jerman, Austria, dan Perancis, Rieu menggelar 19 konser musim semi ”The Flying Dutchman” bersama orkestranya di sejumlah kota di Amerika Serikat dan Kanada.

Setelah sukses dengan turnya di mancanegara, Rieu kembali ke rumahnya di Maastricht, Belanda, untuk konser musim panas di Vrijthof Square.

Pada 2006, Rieu kembali menggelar konser di Jerman, Perancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Tur di 25 kota itu membuat tur di AS dan Kanada terbesar yang pernah terjadi. Pada bulan Juli, Rieu membuka kantor di New York. Bulan itu bulan tersibuk baginya. Di Vienna, Austria, dia menggelar konser khusus untuk direkam di lapangan di depan Schönbrunn Palace dan merupakan produksi terbesar Rieu.

Sejak itu, Rieu semakin sibuk melakukan tur di seluruh dunia. Sambutan pencinta musik terhadap konser-konser Rieu membuatnya harus kembali ke kota-kota yang pernah dikunjunginya. CD dan DVD-nya laris manis.

Pada 2008, Rieu dan Johann Strauss Orchestra tampil bersama lebih dari 250 artis di Düsseldorf, Leipzig, Amsterdam, Paris, dan Brussels. Konser itu menampilkan antara lain Platinum Tenors, the Vienna State Opera Ballet, dan 80 Vienna Debutantes.

Ratu Inggris dan Belanda

Pada 7 April 2008, Rieu dan Johann Strauss Orchestra menerima medali emas kehormatan dari Wali Kota Maastricht Gerd Leers.

Pada tahun itu Rieu melakukan tur di Australia, disiarkan langsung oleh TV Australia dan Belanda.

Pada akhir tahun, Rieu satu-satunya musisi klasik yang berada dalam 10 besar Pollstar, ranking tahunan paling penting dalam kaitan kegiatan tur seluruh dunia. Nama-nama yang bisa menyaingi Rieu adalah Madonna dan The Police.

Pada akhir 2009, Rieu tampil bersama sejumlah artis, antara lain Lady Gaga dan Michael Buble dalam konser khusus Ratu Inggris Elizabeth II. Pada 2010, Rieu juga menggelar konser untuk Ratu Belanda Beatrix di Valkenburg. Konser ini berkaitan dengan peringatan 125 tahun organisasi pariwisata Belanda (VVV).

Pada Agustus 2010, Rieu untuk kali pertama dalam 32 tahun karier sebagai musisi harus membatalkan sejumlah konsernya karena sakit. Namun, pada November dia menggelar konser di Antwerp setelah tur pertamanya di Meksiko. Dokumentasi konser turnya di Meksiko dirilis dalam album DVD bertajuk Fiesta Mexicana.

Pada Juli, buku Rieu diterbitkan. Buku itu dibuat oleh fotografer terkemuka asal Belanda, Govert de Roos yang mendeskripsikan buku itu sebagai ”perjalanan 1.000 hari bersama Rieu”.

Telepon Anthony Hopkins

Bulan April, Rieu menerima telepon dari Anthony Hopkins, aktor peraih Academy Award yang menulis musik selama bertahun-tahun. Dia menciptakan karya terbarunya And The Waltz Goes On. Rieu sangat antusias menyambut kerja bareng itu. Istri Hopkins meneteskan air mata selama penampilan dua musisi itu.

”Rieu seorang musisi besar. Istri saya dan saya memiliki mimpi yang sama untuk bertemu dia suatu hari nanti. Jadi, saya mengirim beberapa lagu ciptaan saya. Mimpi itu menjadi kenyataan ketika Rieu membawakan lagu-lagu itu bersama orkestranya. Saya sangat terkejut melihat hasilnya. Melebih apa yang saya harapkan,” kata Hopkins tentang kerja samanya dengan Rieu. Hopkins bersama istrinya terbang dengan jet pribadi untuk menghadiri konser Rieu di Maastricht, Belanda.

Pada 2012, Rieu kembali menggelar konser di Jerman, Perancis, dan Denmark. Dia juga menggelar konser pertamanya di Brasil. Lebih dari 180.000 orang menonton konser Rieu di Sao Paulo pada Mei, Juni, Juli, dan September. Rieu dan konsernya tampil di Domingão do Faustão, salah satu pertunjukan paling lama dan terbesar di Brasil.

Bulan Juni, Rieu meraih posisi pertama dalam daftar majalah Billboard Hot Tours.

Rieu juga memenangi Classic Brit Award untuk tahun kedua. Kali ini untuk albumnya And The Waltz Goes On yang didedikasikan untuk Hopkins yang menulis lagu yang menjadi judul album itu.

Pada 30 April 2013, Rieu menggelar Coronation Concert di Museum Square di Amsterdam untuk menghormati raja baru Belanda Willem Alexander dan ratu Maxima. Sekitar 10.000 orang menghadiri konser unik yang disiarkan langsung oleh televisi nasional itu.

Pada tahun itu, Rieu menggelar konser untuk kali pertama di Argentina dan Cile. Tahun-tahun sebelumnya, Rieu sukses menggelar konser di Meksiko dan Brasil.

Bulan Oktober, Rieu merilis 10 album serialnya bertajuk André Rieu: Welcome to My World.

Masih di bulan Oktober, Rieu memenangi Album of the Year dalam Classic Brit untuk tahun ketiga. Albumnya bertajuk Magic of the Movies mengalahkan nomine lain, termasuk Andrea Bocelli, Lang Lang, dan Nicola Benedetti.

November 2013, Rieu untuk kali pertama menggelar konser di Turki. Tiket konser yang digelar di Sinan Erdem Dome, Istanbul, itu habis terjual. Demikian pula konser-konsernya di Inggris dan Irlandia.

Rieu adalah pemain biola dan konduktor yang sukses menggubah musik klasik menjadi musik yang dapat dinikmati orang kebanyakan. Melalui sentuhan Rieu, musik klasik dan waltz dikemas menjadi musik primadona. (ANDRERIEU.COM)

SUMBER: DIMANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 8 NOVEMBER 2014

Iklan