Musibah AirAsia dan Empati Kita


ROBERT ADHI KSP

WAKIL Presiden Jusuf Kalla membatalkan rencana liburan keluarga ke Bali akhir tahun ini sebagai tanda empati dan penghormatan kepada penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ 8501 dan keluarganya.

Empati dan simpati yang ditunjukkan Wapres Jusuf Kalla sebagai ketua tim pencarian pesawat AirAsia ini memperlihatkan karakter bangsa Indonesia pada umumnya.

Sesaat setelah pesawat bertarif murah AirAsia dinyatakan hilang, ungkapan simpati dan empati disampaikan pengguna media sosial asal Indonesia. Twitter langsung diramaikan dengan tanda pagar (tagar atau hashtag) #PrayForAirAsia dan #QZ8501. Demikian pula dalam waktu singkat, Facebook diramaikan dengan ungkapan senada.

SUPAN 30 12 2014Ketika musibah terjadi, Presiden Joko Widodo sedang blusukan di Papua. Meski di pelosok Papua, Presiden terus memantau perkembangan peristiwa ini dan memberikan arahan kepada jajaran pemerintahan untuk sigap membantu keluarga penumpang dan awak, serta mengerahkan kekuatan militer dan sipil melakukan pencarian.

Meski dalam suasana liburan panjang Natal dan Tahun Baru, kedua pimpinan negara itu bergerak cepat. Langkah cepat kedua pimpinan negara ini diikuti jajaran pemerintahan. PT Angkasa Pura I mendirikan crisis center di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung mendatangi keluarga korban yang menunggu kabar dengan cemas di Bandara Juanda. Risma mendirikan posko dan memilih berkantor di Bandara Juanda agar dapat cepat memantau perkembangan musibah ini.

Dari 155 penumpang AirAsia QZ 8501 yang hilang itu, 81 di antaranya warga Kota Surabaya. Risma juga menjamin ke- amanan rumah dan aset milik warganya yang menjadi penumpang AirAsia. Sebagian besar penumpang AirAsia yang berangkat dari Surabaya itu berencana berlibur di Singapura.

Gerak cepat Presiden Joko Widodo ini ditunjukkan dengan pengerahan kekuatan besar-besaran di semua lini. TNI Angkatan Laut mengerahkan 6 kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan 1 pesawat patroli maritim CN-235 untuk mencari pesawat AirAsia selama 20 hari ke depan. KRI-KRI itu tidak akan kembali ke pangkalan sebelum pesawat itu ditemukan.

TNI Angkatan Udara juga mengerahkan sejumlah pesawat dan heli. Badan SAR Nasional mengirimkan 7 kapal dan 2 heli. Bea dan Cukai mengirimkan tiga kapal mereka. Demikian pula Kementerian Perhubungan, Badan Keamanan Laut, Polri, dan BPPT mengerahkan kapal dan pesawat mereka. Semua dikerahkan untuk menemukan pesawat AirAsia tersebut.

Dalam pencarian ini, Indonesia mendapat bantuan dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Singapura, Australia, dan Korea Selatan. Jepang, Tiongkok, dan India sudah menawarkan diri membantu Indonesia. Sementara kapal perang Amerika Serikat USS Sampson yang memiliki sistem radar dan bersonar canggih dalam perjalanan menuju lokasi pencarian.

Gerak cepat Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan dalam menangani musibah AirAsia QZ 8501 ini   memperlihatkan kepada rakyat Indonesia dan publik internasional betapa bangsa ini memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi.

Kabar terbaru, Basarnas telah menemukan serpihan pesawat dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.  Doa kita   untuk penumpang dan awak  AirAsia QZ 8501 beserta keluarganya.

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SELASA 30 DESEMBER 2014

Iklan

Bencana dan Musibah di Akhir Tahun


Bencana dan Musibah di Akhir Tahun

ROBERT ADHI KSP

Bencana dan musibah datang bertubi-tubi di sejumlah negara menjelang akhir tahun 2014 ini. Mulai dari banjir yang merendam sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sampai badai salju di berbagai kota di Eropa. Dari musibah pesawat AirAsia di Indonesia sampai terbakarnya kapal feri Italia di Yunani.

Berita yang masih mengguncang Indonesia, Malaysia, dan Singapura saat ini adalah ketika pesawat AirAsia bernomor penerbangan QZ 8501 hilang kontak sejak Minggu (28/12) pagi. Pesawat bertarif murah yang membawa 155 penumpang dan 7 awak pesawat ini melakukan kontak terakhir dengan menara kontrol di Jakarta pada pukul 06.12 WIB (Kompas, 29 Desember 2014).

Sampai Senin (29/12) siang, tim SAR gabungan dari beberapa negara mencari pesawat AirAsia di sekitar perairan Belitung dan Selat Karimata. Belasan pesawat dan kapal dikerahkan untuk mencari pesawat tersebut.

Pada hari yang sama, kapal feri Italia ”Norman Atlantic” yang membawa sekitar 500 penumpang dan 200 kendaraan bermotor terbakar di Laut Adriatik. Sampai Senin, 201 orang diselamatkan tim SAR, tetapi masih ada 276 orang yang terjebak di dalam kapal feri tersebut. Satu orang tewas setelah melompat ke laut dan satu lagi luka-luka (”One dead as hundreds await rescue on burning ferry”, CNN, 28 Desember 2014).

Di daratan Eropa, sejak beberapa hari terakhir ini badai salju mengepung sejumlah kota di Perancis, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Polandia, Rusia, Ceko, Bulgaria, Hongaria, Rumania, dan negara-negara Skandinavia (”Bitterly cold across Europe-Heavy snow”, WeatherOnline.co.uk, 28 Desember 2014).

Sedikitnya 150.000 kendaraan terjebak di jalan-jalan menuju kawasan Pegunungan Alpen di wilayah Perancis. Badai salju tersebut sangat mengganggu aktivitas warga di Eropa. Seorang pengemudi Inggris, Gavid Rigby, menggambarkan, dia membutuhkan waktu 11 jam untuk menyetir dari Val d’Isere ke Bourg Saint Maurice, yang biasanya ditempuh hanya dalam waktu 30 menit (”France Alps: Snow strands thousands of motorist in Savoy, BBC News, 28 Desember 2014). Betapa dahsyatnya dampak badai salju itu.

Lanjutkan membaca Bencana dan Musibah di Akhir Tahun

Suara Malaikat Charlotte Church


Charlotte Church

ROBERT ADHI KSP

Charlotte Church adalah salah satu soprano paling termasyhur di dunia. Dia dikenal dengan julukan ”Suara Malaikat”. Albumnya bertajuk ”Voice of an Angel” membuat Charlotte Church artis paling muda yang menggapai posisi puncak tangga album musik klasik Inggris, dan juga artis solo paling muda yang berhasil masuk dalam Billboard Top 30.

Sampai tahun 2007, Charlotte Church telah menjual lebih dari 10 juta keping album rekaman ke seluruh dunia, termasuk lebih dari 5 juta di Amerika Serikat. Pada 2010, dia memiliki kekayaan sekitar 11 juta poundsterling.

Ketika dia masih remaja, albumnya terjual jutaan keping dan konser-konsernya selalu penuh. Dia pernah tampil di depan Paus Yohanes Paulus II, Ratu Elizabeth II, serta (mantan) Presiden AS Bill Clinton dan George Bush. Bahkan, dia pernah menyanyi bersama Luciano Pavarotti.

Charlotte Maria Church adalah penyanyi, penulis lagu, aktris, dan presenter televisi, yang lahir pada 21 Februari 1986 dengan nama Charlotte Maria Reed di Llandaff, sebuah distrik di Cardiff, Wales, Inggris Raya. Dia menjadi pemeluk agama Katolik Roma setelah ibunya, Maria, berpisah dengan ayah biologis, Stephen Reed, tak berapa lama setelah Church lahir.

Charlotte Church kemudian diadopsi suami kedua Maria, James Church, yang menjadi ayah tirinya, pada Oktober 1999 pada saat album kedua Charlotte dirilis.

Charlotte mulai menyanyi di depan publik ketika usianya 3,5 tahun dengan membawakan lagu film ”The Ghost Busters” bersama sepupunya di sebuah kamp liburan di tepi laut di Caernarfon, Wales. Sampai usia 8 tahun, dia sering tampil dalam kompetisi karaoke lokal, dan membangun reputasinya sebagai vokalis yang luar biasa.

Suatu hari pada 1997, Charlotte yang waktu itu berusia 11 tahun mendengar pengumuman bahwa pembawa acara TV ”This Morning”, Richard dan Judy, mencari seorang anak berbakat, dia menghubungi mereka dan menjadi peserta.

Charlotte langsung menjadi perhatian publik setelah tampil dalam program ”This Morning” itu, membawakan ”Pie Jesu” di telepon dan didengar produser. Charlotte diundang untuk ikut pertunjukan. Tak lama kemudian, dia muncul secara mengagumkan dalam program TV ”The Big, Big Talent Show”.

Lanjutkan membaca Suara Malaikat Charlotte Church

Transportasi Publik di Jabodetabek


ROBERT ADHI KSP

Kemacetan lalu lintas di Jabodetabek yang semakin menggila membutuhkan solusi terpadu.

Pemerintah tidak cukup mengeluarkan kebijakan menaikkan pajak progresif, menerapkan jalan berbayar (ERP), menaikkan tarif parkir, ataupun melarang sepeda motor melintas di jalan tertentu. Pemerintah harus menyediakan transportasi publik yang nyaman, aman, dan terjadwal.

SudutPandang 23122014Salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang patut diapresiasi adalah kepastian membangun jalan layang khusus bus transjakarta koridor XIII rute Ciledug-Blok M-Kapten Tendean sepanjang 9,4 kilometer. Pembangunan akan dimulai April 2015 dan dijadwalkan rampung pada Desember 2016.

Sejak beroperasi tahun 2004, bus transjakarta kini memiliki 12 koridor (210 kilometer) dengan 26 rute layanan di sejumlah wilayah Ibu Kota. Namun, setelah 10 tahun beroperasi, masih banyak keluhan penumpang bus transjakarta, mulai dari kondisi bus yang makin tua dan sakit-sakitan (sering mogok) sampai waktu tunggu yang kian lama. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan jajarannya untuk memperbaiki layanan transportasi publik.

Pemerintah juga sedang merampungkan pembangunan kereta bandara dari Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta berjarak 38 kilometer dengan waktu tempuh 54 menit. Lima stasiun yang dilintasi kereta bandara ini, selain Manggarai dan Bandara, juga Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batuceper. Pemerintah menargetkan proyek itu rampung pertengahan tahun 2015.

Di kawasan bandara, PT Angkasa Pura II sedang membangun kereta yang menghubungkan antarterminal dan lokasi-lokasi tertentu. Proyek ini dijadwalkan beroperasi awal 2016.

Proyek kereta bandara ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas ke arah bandara dan di dalam kawasan bandara. Sudah waktunya bandara internasional di Ibu Kota memiliki transportasi publik yang membanggakan. Kereta bandara ini kelak akan terkoneksi dengan MRT Jakarta yang saat ini dalam tahap pembongkaran media Jalan Fatmawati untuk konstruksi jalur dan stasiun layang MRT.

Bukan hanya Jakarta yang membutuhkan transportasi publik yang nyaman dan aman, melainkan juga kota-kota penyangga di sekitarnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, misalnya, mulai awal 2015 mengoperasikan Transanggrek Circle Line yang melintasi jalan-jalan utama di kota itu yang berbatasan dengan Jakarta dan wilayah sekitarnya. Transanggrek yang memiliki empat koridor ini terkoneksi dengan Terminal Pondok Cabe, Stasiun Pondok Ranji, dan Stasiun Rawabuntu, selain juga terhubung dengan pusat perbelanjaan Bintaro Plaza, Bintaro X-Change, dan Mal @Alam Sutera.

Upaya Pemkot Tangerang Selatan ini juga patut diapresiasi karena menyerap kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang nyaman, aman, dan saling terhubung dengan moda transportasi bus dan KRL.

Pesatnya pembangunan di Jabodetabek harus diimbangi dengan penyediaan transportasi publik yang memadai. Pemerintah berhak mengeluarkan kebijakan yang meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor di jalan. Namun, pemerintah punya kewajiban menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi. Sudah saatnya memprioritaskan infrastruktur transportasi publik di Jabodetabek!

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, SELASA 23 DESEMBER 2014

Hadiah Natal Paus untuk AS dan Kuba


Paus dan AS-Kuba

ROBERT ADHI KSP

Pulihnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kuba pertengahan Desember menjadi hadiah Natal paling berharga dari Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia. Paus Fransiskus dan diplomat-diplomat Vatikan memainkan peranan penting dalam pemulihan hubungan diplomatik antara AS dan Kuba.

Pemimpin negara AS dan Kuba mengakui pentingnya ajakan Paus agar kedua negara memulihkan hubungan diplomatik yang telah lama membeku. Puluhan tahun lamanya AS menjadi musuh Kuba dan juga sebaliknya, Kuba menjadi musuh AS. ”Dukungan Paus Fransiskus dan Vatikan sangat penting bagi kami,” kata seorang pejabat senior AS.

Mencairnya hubungan diplomatik AS dan Kuba merupakan pencapaian diplomatik terbesar Paus Fransiskus sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Maret 2013 silam.

Paus Fransiskus mengajak Presiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro melakukan kesepakatan damai melalui sejumlah langkah cerdas, termasuk mengirim surat kepada kedua pemimpin negara itu pada musim panas lalu.

Surat Paus Fransiskus mengimbau kedua negara untuk ”menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan tentang kemanusiaan yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kondisi tahanan tertentu, dalam upaya memulai babak baru dalam hubungan kedua negara” (Pope Francis and the Vatican played key roles in US-Cuna thaw, leaders reveal, The Guardian, 17 Desember 2014).

Paus mendiskusikan kompromi paling memungkinkan dengan Obama ketika Presiden AS itu berkunjung ke Vatikan, Maret 2014 lalu. Paus juga menjadi tuan rumah pertemuan negosiasi kunci antara AS dan Kuba, termasuk yang digelar bulan Oktober lalu.

Lanjutkan membaca Hadiah Natal Paus untuk AS dan Kuba

Josh Groban, “You Raise Me Up”


Josh Groban

ROBERT ADHI KSP

NAMA Josh Groban identik dengan lagu ”You Raise Me Up” yang ia nyanyikan dalam album ”Closer” (2003). Penyanyi, penulis lagu, aktor, dan produser rekaman asal Amerika Serikat ini dinobatkan sebagai artis paling laris nomor satu di Amerika Serikat pada 2007 setelah album rekamannya terjual lebih dari 22,3 juta keping di negeri itu. Selain itu, lebih dari 25 juta keping albumnya juga terjual di seluruh dunia.

“You Raise Me Up memiliki pesan universal bagi banyak orang, dan orang senang mendengarkannya. Setiap saat Anda melihat reaksi penonton, setiap kali Anda menyanyikannya lagi. Alangkah beruntungnya memiliki lagu seperti itu,” kata Groban suatu hari.

Joshua Winslow ”Josh” Groban lahir pada 27 Februari 1981 di Los Angeles, California, dari pasangan Lindy, seorang guru sekolah, dan Jack Groban, seorang pengusaha keturunan Yahudi Polandia dan imigran Rusia. Ibu Groban keturunan Inggris, Jerman, dan Norwegia. Adik Groban, Chris, lahir ketika Groban merayakan ulang tahun ke-4.

Groban pada awalnya belajar akting. Namun, dia pindah menjadi penyanyi untuk mengembangkan suaranya.

”Saya bernyanyi dalam kehidupan saya. Orangtua mengajak saya bernyanyi di seputar rumah ketika saya masih muda. Saya bukan dari keluarga showbiz. Menyanyi hanya sesuatu yang saya lakukan dan saya nikmati,” ungkap Groban suatu hari.

Lanjutkan membaca Josh Groban, “You Raise Me Up”

Saatnya Sejahterakan Rakyat di Daerah


ROBERT ADHI KSP

Pemerintah akan membangun jalan trans dan jalur kereta api di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Inilah janji Presiden Joko Widodo yang akan memprioritaskan percepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah di luar Jawa.

Presiden menyampaikan hal ini dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Wilayah Kalimantan di Tarakan yang dihadiri gubernur, bupati, dan wali kota se-Kalimantan, Senin (15/12) malam. Pembangunan infrastruktur transportasi itu membutuhkan banyak dana, tetapi Joko Widodo berjanji mencarikan dana dari APBN, swasta, ataupun kombinasi APBN dan swasta.

Sudut KSP 16 12 2014Kita garis bawahi janji Joko Widodo ini. Sudah sejak lama, masyarakat di luar Jawa berharap daerah mereka disentuh pembangunan. Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke memang sangat luas dan menyimpan banyak potensi. Namun, persoalan utama yang dihadapi banyak daerah adalah infrastruktur transportasi.

Global Competitiveness Report 2013-2014 menyebutkan, infrastruktur Indonesia berada di peringkat ke-61 dari 144 negara. Indonesia di bawah Thailand di posisi ke-47 dan Malaysia di peringkat ke-29.

Selama 69 tahun Indonesia merdeka, panjang jalan di Indonesia yang sudah dibangun, menurut data Biro Pusat Statistik (1987-2013), adalah 508.000 kilometer, terdiri dari 287.926 km jalan beraspal dan 220.074 km jalan tidak beraspal. Sungguh belum sebanding dengan luas daratan Indonesia 1,9 juta kilometer. Panjang tol di Indonesia sejak 1978 ketika Tol Jagorawi dioperasikan hingga 2014 tercatat 918 kilometer. Bandingkan dengan panjang tol di negeri tetangga, Malaysia, yang memiliki tol sepanjang 3.000 kilometer.

Saat ini, wilayah-wilayah di luar Jawa membutuhkan akses transportasi yang memadai dan saling terhubungkan. Dengan demikian, akan makin banyak daerah yang selama ini menyimpan potensi sumber daya alam dan pariwisata tapi terisolasi akan mudah diakses. Pada gilirannya, ekonomi daerah akan bergerak dan rakyat di daerah akan menikmati hasilnya.

Berapa banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata? Dari Sabang sampai Merauke, semuanya menyimpan potensi pariwisata yang eksotis. Sayangnya, belum ada akses transportasi yang memadai ke daerah-daerah tersebut. Bayangkan jika infrastruktur jalan trans dan rel kereta api menghubungkan daerah-daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pembangunan akan bergerak cepat. Rakyat setempat diharapkan menikmati ”kue” pembangunan.

Tentu bukan hanya sektor pariwisata yang bisa dikembangkan. Banyak daerah di luar Jawa yang menyimpan kekayaan sumber daya alam. Untuk memasarkannya dibutuhkan akses transportasi yang cepat dan mudah. Karena itu, tak ada jalan lain, pembangunan infrastruktur transportasi seperti yang dijanjikan Joko Widodo harus didukung penuh! Sudah saatnya pemerintah membangun daerah-daerah di luar Jawa dengan serius dan menyejahterakan rakyat di daerah.

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SELASA 16 DESEMBER 2014

Pembantaian Nanjing dan Hubungan Tiongkok-Jepang


Nanjing Masscare

ROBERT ADHI KSP

Presiden Tiongkok Xi Jinping memimpin peringatan ke-77 Pembantaian Nanjing (”Nanjing Massacre”), Sabtu (13/12) pekan lalu. Dalam insiden pada 1937 itu, tidak kurang dari 300.000 warga sipil tewas dibantai tentara Jepang. Sejak itu, hubungan Tiongkok-Jepang tak pernah harmonis lagi. ”Kemarahan” rakyat Tiongkok terhadap Jepang masih terasa meskipun peristiwa Nanjing sudah berlalu lebih dari tujuh dekade.

”Kami menolak kejahatan itu terulang kembali. Kami memperingati peristiwa ini untuk mendorong perdamaian, bukan memperpanjang kebencian,” kata Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan 10.000 orang yang hadir dalam peringatan di Nanjing Massacre Memorial Hall. ”Tanggung jawab atas kejahatan perang berkaitan dengan segelintir militer, bukan rakyat. Namun, kejahatan perang tidak mungkin bisa dilupakan,” katanya.

Jinping mengecam kaum nasionalis Jepang yang menyangkal pembantaian di Nanjing. ”Siapa pun yang berusaha menyangkal peristiwa ini tidak akan diizinkan oleh sejarah, oleh jiwa-jiwa 300.000 korban pembantaian, oleh 1,3 miliar rakyat Tiongkok, dan oleh semua orang yang mencintai perdamaian dan keadilan di dunia,” ungkap Jinping (Nanjing Massacre: China’s Xi Jinping Leads First State Commemoration, BBC, 13 Desember 2014).

Monumen Nanjing Massacre di kota Nanjing, Tiongkok. Foto diambil tahun 2008. Sedikitnya 300.000 warga Tiongkok tewas dalam pembantaian yang dilakukan serdadu Jepang. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Monumen Nanjing Massacre di kota Nanjing, Tiongkok. Foto diambil tahun 2008. Sedikitnya 300.000 warga Tiongkok tewas dalam pembantaian yang dilakukan serdadu Jepang.
FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Jepang dan Tiongkok menjalin hubungan diplomatik pada 1972. Namun, hubungan kedua negara sering diwarnai ketegangan, terutama karena persoalan sengketa pulau-pulau tak berpenghuni di Laut Tiongkok Timur, pandangan kaum nasionalis Jepang, dan sikap politisi Jepang yang mengunjungi kuil Yasukuni untuk menghormati korban perang Jepang, termasuk penjahat Perang Dunia II yang dihukum (China Remembers Nanjing Massacre, The Guardian, 13 Desember 2014).

Pembantaian Nanjing

Kekejaman seperti apa yang dialami rakyat Tiongkok? Situs History.com yang mengupas Nanjing Massacre menulis, pada akhir 1937, selama enam minggu, tentara Kerajaan Jepang secara brutal melakukan pembunuhan terhadap ratusan ribu orang, termasuk prajurit dan rakyat sipil, di kota Nanking (sekarang disebut Nanjing). Peristiwa mengerikan itu dikenal dengan nama Pembantaian Nanjing (Nanjing Massacre) atau Perkosaan Nanking (The Rape of Nanjing) setelah 20.000 sampai 80.000 perempuan Tiongkok mengalami kekerasan seksual. Nanjing, yang kemudian menjadi ibu kota pemerintahan Tiongkok Nasionalis, menyisakan reruntuhan.

Lanjutkan membaca Pembantaian Nanjing dan Hubungan Tiongkok-Jepang

Andrea Bocelli, Suara Emas dari Italia


Andrea Bocelli

ROBERT ADHI KSP

Andrea Bocelli adalah tenor paling dicintai di dunia dan salah seorang mitos positif terbesar dari milenium ketiga. Meskipun buta, suara emas Bocelli sukses memperkenalkan kebudayaan Italia ke seluruh dunia.

Andrea Bocelli merekam 14 album studio solo, musik klasik, dan pop; 3 album greatest hits; dan 9 opera lengkap yang terjual lebih dari 100 juta keping di seluruh dunia sehingga mengukuhkan Bocelli sebagai salah satu artis terbaik dalam penjualan album. Dia meraih sukses sebagai artis yang tampil membawakan musik klasik ataupun lagu-lagu pop yang top.

Pada 1998, Bocelli masuk sebagai salah satu dari ”50 Most Beautiful People” versi majalah People. Pada 1999, Bocelli masuk nominasi sebagai ”Best New Artist” dalam Grammy Awards.

Lagu ”The Prayer” yang dibawakannya berduet bersama penyanyi Kanada, Celine Dion, yang diputar dalam film animasi Quest for Camelot, memenangi Golden Globe untuk kategori ”Best Original Song” dan menjadi nomine dalam Academy Award untuk kategori yang sama.

Setelah merilis album klasik Sacred Arias, Bocelli masuk dalam Guinness Book of World Records. Bocelli secara terus-menerus berhasil menempatkan lagunya ke tiga besar tangga album klasik Amerika Serikat. Tujuh albumnya masuk 10 besar dalam Billboard 200.

Lanjutkan membaca Andrea Bocelli, Suara Emas dari Italia

Banjir Jakarta dan Kepedulian Kita


ROBERT ADHI KSP

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan normalisasi sungai dan pengerukan waduk sebagai salah satu upaya mengantisipasi banjir di Ibu Kota.

Selain itu, Komando Pasukan Khusus mempersiapkan personel dan peralatan, juga melatih anggota Pramuka, untuk membantu warga Jakarta jika banjir datang. Berbagai langkah ini untuk menghadapi puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Januari dan Februari.

Dalam hal normalisasi sungai, pemerintah mulai menertibkan 375 bangunan sepanjang dua kilometer di sisi selatan Kali Sunter, Pulogadung, Jakarta Timur (Kompas, Selasa, 9 Desember 2014). Pada umumnya, penertiban berjalan lancar karena warga sudah membongkar sendiri bangunan yang didirikan di tepi kali itu. Penertiban bangunan di tepi sungai ini terus dilakukan di sejumlah lokasi.

Normalisasi 13 sungai yang mengalir di wilayah Jakarta ini sangat mendesak dilakukan sebagai upaya pengendalian banjir. Lebar sungai-sungai di Jakarta sudah makin menyempit akibat okupasi bangunan liar tak berizin. Kedalaman sungai-sungai di Jakarta juga makin berkurang akibat masuknya berbagai jenis sampah.

Selain menertibkan bangunan yang berada di tepi kali, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengeruk sejumlah waduk, salah satunya Waduk Pluit. Pengerukan besar-besaran dijadwalkan dimulai Januari 2015.

Lanjutkan membaca Banjir Jakarta dan Kepedulian Kita