ICE, Rumah Baru bagi Musisi, Pekerja Seni, Pekerja Kreatif


ROBERT ADHI KSP

Indonesia Convention Exhibition, gedung konvensi dan ekshibisi terbesar di Asia Tenggara, yang berlokasi di BSD City, Tangerang, Banten, menjadi ikon baru dan menjadi “rumah” bagi pekerja seni dan musisi Indonesia.

Dalam bulan Agustus 2015, Indonesia Convention Exhibition (ICE) menampilkan acara-acara seni, mulai dari Teater Koma yang memainkan lakon “Sampek Engtay” yang legendaris, acara musik yang menghadirkan duet Afgan dan Raisa, sampai pada penampilan Magenta Orchestra pimpinan Andi Rianto dengan bintang-bintang musik: Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Rossa, Ari Lasso, Judika, Maudy Ayunda, Kunto Aji, dan Zahra Damariva.

Magentra Orchestra pimpinan Andi Rianto (kiri) membawakan karya para komposer Indonesia  dengan musisi (dari kiri) Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Ari Lasso, Judika, Zahra Damariva, Maudy Ayunda, dan Kunto Aji. Tidak tampak adalah Rossa. Pertunjukan musik digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (9/8/2015) malam.
Magentra Orchestra pimpinan Andi Rianto (kiri) membawakan karya para komposer Indonesia dengan musisi (dari kiri) Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Ari Lasso, Judika, Zahra Damariva, Maudy Ayunda, dan Kunto Aji. Tidak tampak adalah Rossa. Pertunjukan musik digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (9/8/2015) malam. KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Sampek Engtay Teater Koma

Kompas yang menonton pertunjukan “Sampek Engtay” oleh Teater Koma pada Minggu (2/8) siang melihat antusiasme penonton yang memenuhi kursi-kursi di Hall 1 ICE. Selama tiga hari Teater Koma menghibur penonton dengan cerita yang disadur dari legenda Tiongkok tentang kegagalan cinta sepasang kekasih.

Lakon “Sampek Engtay” yang dimainkan Teater Koma di ICE BSD City, awal Agustus lalu, merupakan produksi ke-140 teater pimpinan Ratna Riantiarno itu. Menurut Ratna, lakon “Sampek Engtay”, kisah cinta klasik Tiongkok, tetap menarik penonton meski sudah dipentaskan lebih dari 100 kali sejak 1988.

“Penonton Teater Koma yang berdomisili di Tangerang dan di wilayah selatan Jakarta kini bisa lebih nyaman menjangkau pentas di ICE BSD. Sungguh hal yang membahagiakan karena mereka yang tak sempat menonton pentas-pentas Teater Koma kini punya peluang besar menyaksikan pentas kami di ICE BSD City karena lokasi yang relatif dekat,” ujar Ratna Riantiarno dalam buku panduan.

Dalam lakon “Sampek Engtay” di ICE BSD, yang berperan sebagai Engtay adalah Tuti Hartati, sedangkan yang berperan sebagai Sampek adalah Ade Firman Hakim. Lakon yang dimainkan lebih dari empat jam itu tetap memikat penonton.

Seorang pencinta teater yang tinggal di Serpong, Elfrida, mengatakan, ia senang sekali dapat menyaksikan pentas Teater Koma di ICE BSD. “Sekarang tak perlu bermacet-macet ke Jakarta untuk menikmati seni pertunjukan yang berkualitas. Saya berharap ICE terus menampilkan pertunjukan teater berkualitas,” katanya.

Para pemain Teater Koma memainkan lakon
Para pemain Teater Koma memainkan lakon “Sampek Engtay” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Minggu (2/8) lalu.
KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Pertunjukan musik

Ketika membuka pertunjukan musik Magenta Orchestra pada Minggu (9/8), Andi Rianto, pimpinan orkestra itu, tampak senang dan berucap, “Selamat datang di ICE, rumah para musisi, tempat pertunjukan musik berkualitas.”

Andi Rianto bersama orkestranya memainkan musik karya komposer-komposer Indonesia, di antaranya Ibu Soed, AT Mahmud, Ismail Marzuki, Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Dewiq, Oddie Agam, Rinto Harahap, dan Guruh Soekarno Putra. Lagu- lagu karya para komposer itu dinyanyikan oleh Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Rossa, Ari Lasso, Judika, Maudy Ayunda, Kunto Aji, dan Zahra Damariva. Lagu “Tanah Airku” yang dibawakan Zahra dan membuka pertunjukan membangkitkan nasionalisme penonton.

ICE Rumah Baru Musisi

Sehari sebelumnya, dua musisi muda Indonesia, Afgan dan Raisa, tampil di tempat yang sama dan mendapat sambutan dari penggemarnya.

Indonesia Convention Exhibition kini sudah menjadi ikon baru yang membanggakan Indonesia. Wajar jika pekerja seni dan musisi senang Indonesia memiliki tempat yang representatif untuk menggelar pentas mereka.

Direktur PT Indonesia International Expo (IIE) Ishak Chandra menyatakan, ICE sebagai tempat paling representatif untuk menggelar berbagai pertunjukan seni dan musik. Dua penyanyi internasional yang sudah manggung di ICE adalah Michael Buble dan Katty Perry. Beberapa grup boyband asing juga sukses menggelar acara di sini sebelum ICE resmi dibuka.

ICE juga tempat paling representatif untuk penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, conference, exhibition). Selain paling luas di Asia Tenggara (dibangun di lahan 22 hektar), ICE juga didukung berbagai fasilitas dan infrastruktur lainnya, seperti hotel berbintang, akses jalan, dan lahan parkir yang memadai.

ICE juga baru saja menjadi tempat pameran bagi industri kreatif yang bertema “Dari Indonesia untuk Dunia” yang digelar Badan Ekonomi Kreatif dan beberapa kementerian. Beberapa pelaku ekonomi kreatif, seperti Nadiem Makarim, Dewi Lestari, Ratna Riantiarno, dan Yovie Widianto, berdialog dengan Presiden Joko Widodo dalam temu kreatif nasional pada hari peresmian ICE, 4 Agustus lalu.

Indonesia Convention Exhibition (ICE) KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Indonesia Convention Exhibition (ICE)
KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Selain memanjakan pekerja seni dan musisi, ICE juga menjadi tempat para pebisnis dan pengusaha memamerkan produk mereka. Pekan depan, 20-30 Agustus, ICE akan menjadi tempat pameran mobil Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015. Pameran itu akan diikuti 34 brandotomotif dan lebih dari 320 industri pendukung otomotif.

Kita berharap kehadiran ICE betul-betul menjadi pemacu kebangkitan industri kreatif yang membahagiakan pekerja seni, musisi, dan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Kita juga berharap ICE mampu membangkitkan perekonomian negeri melalui industri MICE.

SUMBER: KOMPAS PRINT.COM, SENIN 10 AGUSTUS 2015

Iklan