Cosmas Batubara Rayakan Pesta Emas Perkawinan


Cosmas Batubara dan istri. FOTO KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Lagu ”Na Sonang Do Hita Nadua” (Senangnya Kita Berdua) menggema di Grand Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Minggu (7/1). Lagu itu sangat tepat menggambarkan pasangan hidup Cosmas Batubara (80) dan RA Cypriana Pudyati Hadiwidjana (75) yang memperingati pesta emas (50 tahun) perkawinan, bersama empat putra-putri dan para menantu, enam cucu, serta para tamu undangan.

”Na sonang do hita nadua, Saleleng au rap dohot ho, Nang ro di nasari matua, Sai tong ingoton hu do ho. Hupeop sude denggan ni basam, Huboto tu au do roham. Nasonang do hita nadua, Saleleng au rap dohot ho”.

Lagu ini bermakna, ”Senangnya kita berdua, selama aku bersamamu, bahkan sampai tua, akan selalu kuingat kau. Semua kebaikanmu, aku simpan dalam hati, aku tahu hatimu untukku. Senangnya kita berdua, selama aku bersamamu”.

Cosmas Batubara dan istri. REPRO KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Cosmas Batubara memperingati pesta emas (50 tahun) perkawinannya dengan RA Cypriana Pudyati Hadiwidjana di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (7/1).

 

”Pak Cosmas Batubara merupakan putra Batak yang memiliki integritas tinggi. Pak Cosmas dan Ibu merupakan pasangan suami istri yang patut diteladani,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman, yang hadir dalam acara tersebut.

Menurut Luhut, Cosmas Batubara adalah seniornya dalam perjuangan aksi tahun 1966. Ketika Cosmas aktif dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), dia aktif di Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) di Bandung.

”Orang Batak itu hebat. Saya yakin, perkawinan Pak Cosmas dan Ibu bisa langgeng karena Pak Cosmas itu orang Batak,” ujar Luhut blakblakan.

Pembawa acara ikut menambahkan joke segar, ”Kalau pernikahan kalian ingin langgeng, pilihlah istri atau suami Batak.” Candaan itu disambut tawa para tamu yang memenuhi Grand Ballroom Hotel Pullman.

Hadir juga pada acara tersebut antara lain Enggartiasto Lukita, Sofjan Wanandi, Fahmi Idris, Abdul Gafur, Awaloeddin Djamin, Try Sutrisno, dan Emil Salim.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berpendapat, ”Pak Cosmas dan Ibu merupakan pasangan suami-istri yang patut dicontoh. Saya selalu sampaikan ke teman-teman anggota Realestat Indonesia (REI) untuk meneladani kehidupan perkawinan Pak Cosmas.” Cosmas dikenal baik di kalangan pengembang anggota REI karena dia Menteri Perumahan Rakyat pertama pada era Presiden Soeharto.

REPRO BUKU “BERSAHAJA MAKA MULIA”/KSP

Cosmas Batubara hingga kini masih menyimpan foto Pudy muda di dompetnya. Di belakang foto itu tercantum tulisan Pudy, ”Untuk Abang tersayang, Cosmas Batubara”.

 

Sampai sekarang, Cosmas masih membawa foto Pudy muda di dompetnya. Di belakang foto itu tertulis kata-kata, ”Untuk Abang tersayang, Cosmas Batubara”.

Cosmas lahir di Purbasaribu, Simalungun, Sumatera Utara, 19 September 1938, dari pasangan Karel Batubara dan Morainim Alexia br Saragih. Cosmas lahir di rumah panggung sederhana yang terbuat dari kayu beratap seng berukuran 8 meter x 12 meter tanpa kamar mandi, tetapi dilengkapi dapur kecil di belakang. Di bawah rumah itu, terdapat tempat untuk memelihara ternak.

Adapun istri Cosmas, RA Cypriana Pudyati Hadiwidjana, lahir di Yogyakarta, 24 September 1943, dari pasangan R Suwanda Dionysus Hadiwidjana dan RA Sukartini Agnes Sosronegoro. Pudy lahir di daerah elite Yogyakarta, Kota Baru, di rumah bergaya kolonial pada lahan seluas 3.000 meter persegi di Jalan Mahameru 11.

Dalam buku berjudul Bersahaja Maka Mulia – Kisah Kasih Cosmas Batubara & Cypriana Pudyati Hadiwidjana yang disunting oleh putri Cosmas, Prisca Andriessen-Batubara, terungkap bagaimana Cosmas jatuh hati kepada Pudy untuk pertama kali. Kisah romansa mereka terjadi di sela-sela pergerakan mahasiswa masa itu.

Pada awal 1964, Cosmas sebagai Ketua Umum PMKRI melakukan kunjungan ke PMKRI Yogyakarta. Saat keluar dari ruang Krida Utama setelah berpidato, Cosmas melihat dua gadis sibuk di ruang sekretariat. Salah satunya adalah Pudy yang menarik hatinya. Cosmas langsung menghampiri dan mengenalkan dirinya.

Setelah mengenal Pudy, Cosmas sering mengunjungi PMKRI Yogyakarta. Suatu hari, Cosmas berpidato kepada mahasiswa baru, mengajak mereka bergabung dengan PMKRI. Pudy ketika itu bertugas sebagai protokoler. Ayah Pudy, Hadiwidajana, yang ikut mendengarkan pidato Cosmas, berkomentar, ”Pidato Cosmas bagus sekali dan yang berpidato pun terlihat cakap dan baik.”

Cosmas dikaruniai bakat sebagai orator ulung. Pidatonya selalu dalam dan berarti.

Kami, para aktivis 1966, tidak ada yang tahu bahwa Cosmas sudah punya pacar. Kami baru tahu setelah kongres PMKRI di Malang. Waktu itu, ada gadis lain yang mendekati Cosmas, tapi ternyata Cosmas sudah dengan Pudy,” ungkap aktivis 1966, Lim Bian Koen atau sekarang dikenal dengan nama Sofjan Wanandi.

”Kami pernah sama-sama ke Jogja, naik tiga mobil, mengantar Bung Cosmas untuk menghadiri suatu acara. Bertemulah kami dengan Pudy. Mungkin itu trik Bung Cosmas mengajak kami ke Jogja agar dia bisa bertemu dengan Pudy,” kata aktivis 1966, Fahmi Idris.

Cosmas dan Pudy bertunangan di Yogyakarta pada 2 Februari 1967 dan menikah pada 17 Desember 1967 di Gereja Santo Antonius, Kota Baru, Yogyakarta. Resepsi diadakan di rumah keluarga Hadiwidjana di Jalan Suroto Nomor 6, Kota Baru, Yogyakarta.

Pesta adat Batak digelar di Medan, 26 Desember 1967, di kediaman MW Batubara, di Pasar Merah. Resepsi diadakan di Medan Club, dikoordinasi oleh HS Dillon dan John Mull Purba.

Pasangan Cosmas Batubara dan Cypriana Pudyati Hadiwidjaja dikaruniai empat putra-putri, yaitu Dewata Mangatur Batubara lahir pada 1968 (menikah 1992 dengan Hana Eureka Sugoto), Prisca Dewanti Batubara lahir pada 1969 (menikah 1998 dengan Robertus PGM Andriessen), Elfrida Dewarini Batubara lahir pada 1971 (menikah 2007 dengan Heber P Sijabat), dan Johanes Hendra Batubara lahir pada 1972 (menikah 1999 dengan Mathilda Suryadi).

Pasangan Cosmas Batubara dan Cypriana Pudyati Hadiwidjaja dikaruniai empat putra-putri.

Cosmas dan Pudyati memiliki enam cucu, yaitu Adikara Dewata Batubara dan Aristya Batara Batubara (kembar, lahir 1998), Anindita Widyadari Batubara (lahir 1999), Nathan Johannes Mathildo Maria Andriessen (lahir 2001), Lauren Dionisa Gabriella Maria Andriessen (lahir pada 2006), dan Maria Breena Otisnata Batubara (lahir 2010).

Di pengujung acara, keluarga besar ini tampil di panggung, menyanyikan lagu ”Lisoi” sambil meneguk minuman.

Selamat berpesta emas perkawinan, Pak Cosmas dan Ibu Pudyati.

SUMBER: KOMPAS.ID, MINGGU 7 JANUARI 2018

Cosmas Batubara memperingati pesta emas (50 tahun) perkawinannya dengan RA Cypriana Pudyati Hadiwidjana bersama empat putra-putri dan para menantu serta cucu-cucu di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (7/1). FOTO KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA 

 

Iklan