Arsip Tag: Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014

Saatnya Bersatu Kembali


SaatnyaBersatuKembali

ROBERT ADHI KSP

Pesta demokrasi di Indonesia sudah usai. Komisi Pemilihan Umum akan mengumumkan hasil pemilihan presiden sesuai jadwal, Selasa (22/7). Setelah kampanye yang menguras energi, kini saatnya rakyat Indonesia bersatu kembali membangun negeri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merekatkan kembali dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang berkompetisi dalam pemilihan presiden. Di Istana Negara, mereka duduk satu meja dalam acara buka puasa bersama, Minggu (20/7).

Sejak kampanye pemilihan presiden, rakyat Indonesia terbelah. Ingar-bingar pilpres ini betul-betul menguras emosi, pikiran, dan tenaga. Tiba-tiba banyak orang merasa perlu turun tangan, membantu capresnya. Mulai dari politisi, akademisi, seniman dan artis, sampai rakyat biasa. Mereka menjadi relawan dalam berbagai bidang, termasuk mengikuti perbincangan di media sosial Facebook dan Twitter.

Tiada hari tanpa posting yang berkaitan dengan pilpres di Facebook. Tiada hari tanpa hashtag (#) atau tagar tentang pilpres atau capres-cawapres di Twitter. Saling berdebat di media sosial. Lima acara debat capres-cawapres menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu. Semua menyimak, semua memberikan komentar dan penilaian atas penampilan capres-cawapres. Rakyat Indonesia mengikuti proses demokrasi dengan saksama.

Namun, kini semuanya sudah usai. Dalam setiap kompetisi pasti ada yang kalah dan yang menang. Semua peserta pilpres harus siap kalah dan siap menang. Peserta yang mengakui kekalahannya memiliki sikap ksatria dan jiwa besar. Sebaliknya, peserta yang menang tetap rendah hati dan tidak sombong. Itulah makna sebuah kompetisi dalam bidang apa pun, termasuk pemilihan umum presiden.

Hari Senin ini, hampir semua media di Indonesia memberitakan kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berdasarkan hasil rekapitulasi nasional suara pemilihan umum Presiden dari 33 provinsi di seluruh Indonesia dan luar negeri yang dikerjakan Komisi Pemilihan Umum.

Harian Kompas misalnya menyebutkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih suara 53,15 persen (70.633.576 pemilih), unggul sekitar 6 persen (8 jutaan) dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang meraih suara 46,85 persen (62.262.844 pemilih). Angka ini memang belum final, tetapi kalaupun ada perubahan persentasenya tak banyak berubah.

Jutaan relawan pendukung Jokowi-Jusuf Kalla tetap mengawal suara pemilu di KPU. Beberapa di antaranya adalah upaya sekelompok anak muda yang kuliah di Singapura dan Amerika Serikat. Mereka membuat situs kawalpemilu.org. Semua data di situs itu berasal dari pindaian formulir C1 yang dipublikasikan KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen yang independen. Lewat situs ini, semua orang dapat mengikuti perkembangan terakhir hasil pilpres.

Lanjutkan membaca Saatnya Bersatu Kembali

Pilpres Paling Bergairah


Pilpres Paling Bergairah

ROBERT ADHI KSP

Pemilihan Presiden 2014 bisa disebut paling bergairah sepanjang sejarah Republik Indonesia. Jutaan warga negara Indonesia di mancanegara dan di seluruh negeri berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara. Belum pernah rakyat merasa bergairah memilih calon presiden pilihan mereka seperti 9 Juli lalu.

Seorang ketua KPPS di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, mengaku baru kali ini surat suara habis. Rakyat pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) melebihi prediksi. Padahal, bila mengacu pemilihan umum tingkat daerah, tingkat provinsi, pemilu legislatif, dan pemilu presiden yang pernah diadakan sebelumnya, jumlah pemilih tidak sebanyak Pilpres 2014.

Biasanya warga apatis dan tak terlalu peduli dengan pemilu. Siapa yang menjadi wali kota atau bupati, gubernur, atau wakil rakyat, warga tidak terlalu antusias ke TPS. Namun, kali ini berbeda. Tampaknya ”Jokowi effect” atau ”dampak Jokowi” membuat pilpres kali ini lebih berwarna, lebih semarak, dan lebih meriah.

Jumlah pemilih dalam Pilpres 2014, menurut KPU, tercatat 190.307.134 orang di 33 provinsi. Mereka memilih di 478.339 TPS. Dalam pemilu legislatif April lalu, jumlah pemilih tercatat 187.852.992 orang dengan tingkat partisipasi pemilih 75,11 persen. Menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah suara sah dalam pileg tercatat 124.972.491, dan angka golput mencapai 24,89 persen.

Lanjutkan membaca Pilpres Paling Bergairah

Independensi Media dan Pemilu


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Tiga pengusaha pemilik jaringan media di Indonesia adalah pemimpin partai politik yang ikut pemilihan umum. Apakah ada korelasi antara gencarnya pemberitaan tentang parpol yang dipimpin pemilik media dan perolehan suara dalam pemilihan legislatif pada April lalu?

Para pemilik media yang juga petinggi parpol peserta Pemilu 2014 itu adalah Hary Tanoesoedibjo (49), Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) parpol tersebut. Hary yang juga calon wakil presiden yang diusung Partai Hanura adalah pemilik dan CEO Media Nusantara Citra (MNC) Group.

Hary mengendalikan stasiun televisi RCTI, Global TV, MNC TV, Sindo TV, juga jaringan radio Sindo Trijaya, Global Radio, V Radio, dan sejumlah radio lainnya. Hary juga pemilik Koran Sindo, dan beberapa tabloid dan majalah, serta pemilik situs online Okezone.com dan sindonews.com.

Pemilik media selanjutnya yakni Surya Paloh (62), pendiri stasiun Metro TV, surat kabar Media Indonesia, dan Lampung Post, adalah Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Kemudian Aburizal Bakrie (67), pemilik stasiun TV One dan ANTV, serta situs online Vivanews, adalah Ketua Umum Partai Golkar sejak 2009.

Lanjutkan membaca Independensi Media dan Pemilu

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: