Arsip Tag: Stroke

Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global


ROBERT ADHI KSP

Obesitas kini menjadi masalah kesehatan publik yang lebih besar dibandingkan kelaparan. Lebih dari 2,1 miliar penduduk dunia atau hampir 30 persen dari populasi global mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut Global Burden of Disease Study yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet, jumlah itu hampir dua setengah kali jumlah orang dewasa dan anak-anak yang kekurangan gizi.

Obesitas menyumbang angka 5 persen penyebab kematian di seluruh dunia karena obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker. Pada 2010, kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan 3,4 juta orang meninggal.

Krisis ini tidak hanya merupakan tekanan besar bagi dunia kesehatan, tetapi juga merupakan ancaman bagi ekonomi global. Menurut penelitian terbaru McKinsey Global Institute (MGI), dampak obesitas terhadap ekonomi secara keseluruhan mencapai 2 triliun dollar AS per tahun atau sekitar 2,8 persen dari produk domestik bruto dunia. Ini setara dengan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh kebiasaan merokok atau kekerasan bersenjata, perang, dan terorisme (How the world could better fight obesity, McKinsey & Company, November 2014).

Obesitas

Problem ini akan makin memburuk terutama jika kecenderungan ini terus berlanjut. Hampir setengah dari populasi orang dewasa di dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada 2030. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Margaret Chan menyatakan, ”Tak satu pun negara yang berhasil mengatasi epidemi obesitas di semua kelompok umur.”

Studi The Lancet menunjukkan, di seluruh dunia proporsi indeks massa tubuh (body mass index/BMI) orang dewasa meningkat pada periode 1980-2013 dari 28,8 persen menjadi 36,9 persen untuk laki-laki dan dari 29,8 persen menjadi 38 persen untuk perempuan. Padahal, indeks massa tubuh normal antara 18,5 persen dan 25 persen.

Di Indonesia, lebih dari 40 juta orang dewasa mengalami obesitas. Modernisasi telah membuat asupan kalori penduduk Indonesia tidak seimbang, demikian kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng (Kompas, 2 Juni 2014).

Tingkat obesitas penduduk Indonesia, menurut BBC, berada di urutan ke-10 dunia, setelah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Rusia, Brasil, Meksiko, Mesir, Jerman, dan Pakistan.

Diatasi secara komprehensif

Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD), epidemi global ini tidak terbatas pada negara maju. Di negara berkembang yang sebagian penduduknya baru keluar dari kemiskinan, kegemukan menjadi masalah baru. Lebih dari 60 persen penderita obesitas di dunia hidup di negara berkembang. Industrialisasi dan urbanisasi yang pesat meningkatkan pendapatan dan asupan kalori penduduk. Di India dan Tiongkok, misalnya, prevalensi obesitas di kota-kota 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan di desa-desa.

Sampai tahun 1980, satu dari 10 orang mengalami obesitas di negara-negara yang tergabung dalam OECD. Tiga dekade kemudian, angka ini naik dua-tiga kali lipat.

Penelitian terbaru OECD menyebutkan, pada 2014, satu dari lima anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas di negara-negara di wilayah OECD. Epidemi obesitas menyebar dalam lima tahun terakhir, meningkat 2 persen-3 persen di Australia, Kanada, Perancis, Meksiko, Spanyol, dan Swiss. Namun, angka obesitas mulai relatif stabil di Inggris, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Lanjutkan membaca Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global