Penataan Trotoar dan Keamanan Ibu Kota


ROBERT ADHI KSP

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama, pekan lalu, menyatakan akan menjadikan kawasan Thamrin-Sudirman dan Jalan Dr Satrio (Casablanca) sebagai kawasan tanpa pagar dan tembok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menciptakan kawasan tersebut hidup 24 jam.

Ini berarti pagar dan tembok yang membatasi gedung-gedung di sepanjang jalan protokol itu akan dirobohkan. Dengan demikian, trotoar di sepanjang jalan akan lebih lebar. Pejalan kaki akan diberi tempat terhormat.

Ada pro-kontra dalam hal penghilangan pagar dan tembok di sepanjang Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman karena masih ada kecemasan dalam hal keamanan Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan Jakarta seperti Singapura. Trotoar di Orchard Road, misalnya, memanjakan pejalan kaki karena lebar dan nyaman. Di sana tak ada pagar dan tembok pemisah antara gedung satu dan gedung lain. Banyak bangku dan pepohonan rindang disediakan di sepanjang trotoar.

Kebijakan memanjakan pejalan kaki tersebut patut diberi apresiasi. Namun, yang menjadi persoalan adalah keamanan Jakarta tidak seperti keamanan di Singapura. Di Singapura, turis menikmati suasana kota berjalan kaki dengan aman dan nyaman. Pemilik dan pengelola gedung di sepanjang Orchard Road juga tidak waswas dan cemas dengan keamanan.

Sebaliknya, di Jakarta, keamanan masih menjadi persoalan serius. Tingkat kriminalitas masih relatif tinggi. Apakah gedung-gedung di sepanjang jalan protokol itu dijamin aman dari aksi kriminal jika tanpa pagar dan tembok?

Karena itulah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap harus mempertimbangkan masalah keamanan. Apalagi, sering sekali terjadi aksi demonstrasi di jantung Ibu Kota. Keriuhan menjelang Pemilu Presiden 2014, yang diperkirakan bakal menghangatkan Ibu Kota, juga harus menjadi pertimbangan.

Publik sebenarnya menyambut gembira upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata ulang trotoar di sejumlah kawasan. Sebab, hak-hak pejalan kaki di Jakarta sejak lama dikebiri. Proyek percontohan dimulai dengan trotoar sepanjang 6,7 kilometer di Jalan Gatot Subroto, dari depan Markas Polda Metro Jaya di kawasan Semanggi sampai di depan Patung Dirgantara di kawasan Pancoran. Jokowi juga berencana melebarkan trotoar di Jalan Gatot Subroto dari 3 meter menjadi 8 meter.

Revitalisasi trotoar di Jalan Gatot Subroto, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan Jalan Satrio direncanakan selesai seluruhnya pada akhir tahun 2013 ini. Langkah ini merupakan upaya nyata Jokowi-Basuki membuat Jakarta lebih nyaman.

Namun, dalam hal pembongkaran pagar dan peniadaan tembok di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mempertimbangkan banyak hal, terutama masalah keamanan Jakarta. Jangan sampai niat baik akhirnya menjadi bumerang bagi pemilik dan pengelola gedung.

robert.adhiksp@kompas.com

SUMBER: SUDUT PANDANG, KOMPAS SIANG, SELASA 8 OKTOBER 2013

Gambar

Iklan