Franz Beckenbauer, “Sang Kaisar”


Franz Beckenbauer

ROBERT ADHI KSP

Franz Beckenbauer adalah satu-satunya orang yang sukses terlibat di Piala Dunia sebagai pemain dan manajer/pelatih.

Perannya sangat unik. Dia menjadi kapten ketika tim Jerman Barat meraih juara di Piala Dunia 1974 (setelah menaklukkan tim Belanda 2-1) dan Piala Eropa UEFA tahun 1972 (setelah menekuk tim Uni Soviet 3-0).

Ketika menjadi pelatih, Beckenbauer mengantarkan timnas Jerman meraih juara Piala Dunia 1990 di Italia (setelah menang 1-0 atas Argentina).

Beckenbauer juga kapten klub Bayern Munich yang memimpin klub utama Jerman meraih juara Liga Champions tiga kali (juara musim 1973-1974 setelah melibas Atletico Madrid 4-0 di Brussel, juara musim 1974-1975 setelah menaklukkan Leeds United 2-0 di Paris, dan juara musim 1975-1976 setelah mengalahkan Saint-Etienne 1-0 di Glasgow).

Franz Beckenbauer memegang rekor sebagai pemain dunia yang terbanyak memperkuat tim nasional: 103 kali. Dia memulai kariernya di timnas sejak 1966 ketika masih berusia 20 tahun. Dia mencetak gol ke gawang Uni Soviet, yang menentukan langkah Jerman Barat ke final.

 

Namun, bukan hanya medali dan trofi yang membuat Beckenbauer dikenang. Dia dikenal sebagai pemain yang punya gaya dan juga genius. Setiap momen yang dia buat dilakukannya dengan elegan. Ada semacam kesombongan dalam permainan yang dia pimpin.

”Kaisar Franz” dan ”The Kaiser” adalah julukannya. ”Saya tidak tahu mengapa orang menjuluki saya kaisar. Padahal, saya sadar saya punya kelemahan terlalu sensitif terhadap kritik. Mungkin karena ini pula saya lalu menjadi orang perfeksionis. Maunya segala sesuatu yang saya lakukan sempurna,” kata Beckenbauer dalam kolomnya di harian Kompas, 27 Mei 1990.

Namun, lebih dari itu, Beckenbauer adalah pemikir besar tentang permainan dan membawa revolusi bagaimana sepak bola dimainkan dengan menciptakan peranan sweeper yang menyerang.

Mereka kuat berlari jauh dari pusat pertahanan. Sampai saat itu, tidak ada yang berpikir bahwasweeper memiliki pekerjaan apa pun saat berada di setengah lapangan lawan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan dan mewariskan taktik ini untuk permainan sepak bola modern.

Klub lokal

Beckenbauer lahir pada 11 September 1945 di Munich, Jerman, tak berapa lama setelah Perang Dunia II usai, sebagai anak kedua dari Franz Beckenbauer Sr dan Antonie. Pada usia 13 tahun, dia mulai berlatih sepak bola di klub lokal SC Muenchen. Satu tahun kemudian, dia bergabung dengan tim remaja di Bayern ketika usianya 14 tahun. Tiga tahun kemudian, dia meninggalkan pekerjaannya sebagai salesman asuransi dan fokus menjadi pesepak bola profesional.

Pada masa itu, Bayern adalah salah satu klub Jerman Barat yang belum pernah meraih tempat di Bundesliga sejak didirikan tahun 1963. Namun, setelah Beckenbauer bergabung dalam klub tersebut tahun 1964, Bayern menembus Bundesliga.

Piala Dunia 1966

Dengan cepat Beckenbauer beradaptasi. Saat itu usianya 20 tahun. Dia bermain dalam laga kualifikasi Piala Dunia yang krusial saat bertandang ke Swedia, memperlihatkan ketenangannya saat membawa tim Jerman Barat menang 2-1 dan lolos ke Piala Dunia 1966 di Inggris.

Beckenbauer mencetak gol ketika Jerman Barat berhadapan dengan tim Uni Soviet di semifinal. Gol yang dicetaknya ke gawang kiper legendaris Lev Yashin membawa Jerman Barat melangkah ke babak final.

Dalam laga final melawan Inggris, Beckenbauer ditempel ketat oleh pemain Inggris Bobby Charlton.

Charlton sangat ditakuti pemain-pemain Jerman Barat saat itu. ”Inggris mengalahkan kami dalam final Piala Dunia 1966 karena Bobby Charlton lebih baik dibandingkan saya,” kata Beckenbauer.

Inggris unggul 4-2 dalam perpanjangan waktu melalui gol hattrick Geoff Hurst. Hasil ini mengecewakan Beckenbauer muda. Namun, final 1966 itu merupakan satu dari tiga final Piala Dunia yang dimainkan Beckenbauer.

Bayern Muenchen

Kembali ke Bayern, Beckenbauer menjadikan klub itu mencatat prestasi besar. Bayern Munich meraih Piala Jerman Barat pada 1966 dan 1967, dan kemudian untuk kali pertama meraih trofi-trofi Eropa.

Saat itu Beckenbauer kapten Bayern. Klub itu memiliki tim yang dipenuhi orang-orang bertalenta yang mendominasi Eropa. Bersama kiper Sepp Maier dan pemain depan-tengah Gerd Muller, yang dikenal dengan julukan ”Der Bomber”, Beckenbauer membawa Bayern Munich meraih posisi puncak kompetisi Bundesliga pada 1969.

Beckenbauer terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa 1976, setelah dia mencetak hattrick dalam Piala Eropa 1976, meski pada turnamen itu Jerman Barat kalah di final dalam adu penalti dari Cekoslovakia. Sebelumnya, tahun 1972, Beckenbauer juga pernah mendapat gelar pemain terbaik Eropa.

Pada 1977, Beckenbauer menerima nilai kontrak sebesar 2,5 juta dollar AS dari New York Cosmos untuk bermain Liga Sepak Bola Amerika Utara.

Beckenbauer bermain di Cosmos selama empat tahun dan mengantarkan klub Cosmos juara Liga Amerika tiga kali.

Setelah mengundurkan diri dari Cosmos, pada 1984 Beckenbauer ditunjuk menjadi manajer timnas Jerman Barat, menggantikan Jupp Derwall. Ini merupakan penunjukan istimewa mengingat Beckenbauer tidak memiliki pengalaman melatih.

Piala Dunia 1986 dan 1990

Beckenbauer sukses mengantarkan Jerman hingga ke babak final Piala Dunia 1986 di Meksiko, tetapi sayangnya kalah 2-3 dari Argentina.

Meskipun tim Jerman tak berhasil meraih juara, Beckenbauer tetap dianggap pahlawan. Pemerintah Jerman menganugerahinya Bintang Jasa kelas I.

Pada Piala Dunia 1990 di Italia, situasi sudah berbeda. Beckenbauer memiliki timnas yang kuat dan siap bertarung. Dalam final ulangan, Jerman menang tipis 1-0 atas Argentina dan merebut juara.

”Apa yang diraih Jerman merupakan hal yang pantas karena Jerman menunjukkan permainan yang konsisten sepanjang kejuaraan itu. Ini dibuktikan lagi ketika menghadapi Argentina di final,” kata Beckenbauer (Kompas, 11 Juli 1990).

Dengan permainan yang terus menekan sepanjang 90 menit dan tidak sekalipun ada tekanan ke gawang Jerman, Beckenbauer menilai Jerman pantas menjadi juara.

Setelah sukses di Piala Dunia 1990, Beckenbauer pindah ke Perancis, melatih klub Olympique de Marseille pada 1990, tetapi dia hanya bertahan selama empat minggu.

Presiden Muenchen

Setelah kembali ke Jerman, Beckenbauer melatih Bayern Muenchen pada akhir 1993 hingga April 1996. Dia sukses mengantarkan klub itu meraih gelar juara Bundesliga pada 1994 dan merebut Piala UEFA pada 1996.

Pada 1994, Beckenbauer menjadi Presiden Bayern Muenchen, kemudian menjabat Chairman Dewan Penasihat sejak 2002. Pada 1998, Beckenbauer menjabat Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman.

Franz Beckenbauer salah satu legenda sepak bola dunia. Karier emas Beckenbauer seakan tak lekang oleh waktu. Dia bukan sekadar pemain sepak bola, melainkan juga inovator dan pemenang.

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 12 JULI 2014

Iklan