Arsip Tag: Jerman

Penembakan di Munich, Pengamuk atau Teroris?


ROBERT ADHI KSP

JUMAT 22 Juli 2016. Salah satu akun Facebook milik seorang gadis dengan nama Selina Akim mengajak orang untuk datang ke gerai McDonald’s di seberang mal Olympia Einkaufszentrum pukul 16.00 waktu Munich, menawarkan makanan gratis. “Ayo datang ramai-ramai ke mal Olympia. Saya akan memberi barang (makanan) yang kalian inginkan, dan harganya tidak terlalu mahal.”

Sebelum pukul empat petang, cukup banyak remaja yang sudah ramai berkumpul di gerai McDonald’s , seorang lelaki muda mengenakan pakaian hitam berdiri di area parkir mal yang beratap berteriak, “Saya orang Jerman,” kemudian melepaskan tembakan dari pistol Glock 17 kaliber 9mm, ke arah kerumunan orang. Beberapa orang jatuh. Genangan darah membasahi lantai.

Thomas Salbey (57), yang duduk di balkon apartemennya, sedang menikmati bir ketika dia mendengar suara tembakan dari arah McDonald’s. Salbey melihat ke bawah dan menyaksikan penembak itu berlari. “Saya melemparkan kaleng bir ke arahnya,” ungkap Salbey.

Setelah menembak korbannya di McDonald’s, lelaki bersenjata itu masuk ke dalam mal Olympia.

Leonora (22) yang bekerja di toko Jack and Jones di mal itu bercerita kepada The Telegraph, ketika dia mendengar suara tembakan, dia mendengar rekannya berteriak ‘lari’. Leonora langsung berlari sekuat mungkin melalui pintu belakang. “Saya tidak tahu mengapa saya berlari. Begitu tiba di rumah, saya baru tahu ada korban yang tewas ditembak.”

Lanjutkan membaca Penembakan di Munich, Pengamuk atau Teroris?

Iklan

Serangan dalam Kereta di Wuerzburg dan Kebijakan Merkel soal Pengungsi


ROBERT ADHI KSP

Kereta malam melaju dari kota Treuchtlingen menuju kota Wuerzburg di Bavaria, Jerman, Senin, 18 Juli 2016. Kereta itu sudah berjalan hampir dua jam sejauh 140 kilometer di jalur yang dibangun sejak satu setengah abad silam. Waktu menunjukkan pukul 21.15 ketika kereta itu mendekati stasiun terakhir di kota Wuerzburg di selatan Jerman.

Tiba-tiba seorang remaja membawa kapak dan pisau berdiri di antara penumpang. Remaja itu secara membabi-buta mengayunkan kapak dan pisau ke sejumlah penumpang kereta. Para penumpang berteriak histeris ketika kapak yang diayunkan remaja itu melukai sejumlah penumpang kereta.

 

Wuerzburg Jerman Juni 2013
Suasana kota Wuerzburg, Jerman. Foto diambil Juni 2013. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

 

Seorang saksi mata kepada DPA News melukiskan, suasana di kereta tampak seperti suasana “jagal”. Darah menggenangi lantai kereta itu. Dia melihat penumpang merangkak meminta pertolongan, sementara penumpang lain tergeletak di lantai kereta.

Empat penumpang kereta yang merupakan satu keluarga dari Hongkong luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Setelah melukai empat penumpang, lalu menarik rem darurat, remaja itu berusaha melarikan diri ke arah kota Heidingsfeld.

Namun, berkat laporan yang cepat disampaikan ke pihak berwajib, satu unit polisi khusus yang kebetulan berada di sekitar lokasi kereta langsung memburu remaja itu. Polisi menembak tewas remaja itu setelah berusaha menyerang seorang perempuan dan seorang polisi.

Pemimpin Hongkong Leung Chun-ying mengecam serangan yang melukai empat dari lima anggota keluarga Hongkong yang sedang berlibur di Jerman itu. Wisatawan asal Hongkong itu baru saja mengunjungi kota tua peninggalan Abad Pertengahan, Rothenburg ob der Tauber.

Remaja Afganistan

Penyerang itu seorang remaja Afganistan bernama Muhammed Riayad berusia 17 tahun. Dia datang sendirian ke Jerman dua tahun lalu (2014) sebagai imigran. Sebelumnya, dia mendaftarkan diri sebagai pencari suaka di kota Passau di perbatasan Austria.

Menteri Dalam Negeri Bavaria Joachim Herrmann dalam penjelasan resmi mengungkapkan, remaja Afganistan itu tinggal di Wuerzburg sejak Maret 2016. Setelah mendapatkan akomodasi sebagai pengungsi selama beberapa bulan, ungkap Die Welt, dia pindah dan tinggal bersama keluarga angkat di Ochsenfurt sekitar dua pekan lalu.

Lanjutkan membaca Serangan dalam Kereta di Wuerzburg dan Kebijakan Merkel soal Pengungsi

Franz Beckenbauer, “Sang Kaisar”


Franz Beckenbauer

ROBERT ADHI KSP

Franz Beckenbauer adalah satu-satunya orang yang sukses terlibat di Piala Dunia sebagai pemain dan manajer/pelatih.

Perannya sangat unik. Dia menjadi kapten ketika tim Jerman Barat meraih juara di Piala Dunia 1974 (setelah menaklukkan tim Belanda 2-1) dan Piala Eropa UEFA tahun 1972 (setelah menekuk tim Uni Soviet 3-0).

Ketika menjadi pelatih, Beckenbauer mengantarkan timnas Jerman meraih juara Piala Dunia 1990 di Italia (setelah menang 1-0 atas Argentina).

Beckenbauer juga kapten klub Bayern Munich yang memimpin klub utama Jerman meraih juara Liga Champions tiga kali (juara musim 1973-1974 setelah melibas Atletico Madrid 4-0 di Brussel, juara musim 1974-1975 setelah menaklukkan Leeds United 2-0 di Paris, dan juara musim 1975-1976 setelah mengalahkan Saint-Etienne 1-0 di Glasgow).

Franz Beckenbauer memegang rekor sebagai pemain dunia yang terbanyak memperkuat tim nasional: 103 kali. Dia memulai kariernya di timnas sejak 1966 ketika masih berusia 20 tahun. Dia mencetak gol ke gawang Uni Soviet, yang menentukan langkah Jerman Barat ke final.

 

Namun, bukan hanya medali dan trofi yang membuat Beckenbauer dikenang. Dia dikenal sebagai pemain yang punya gaya dan juga genius. Setiap momen yang dia buat dilakukannya dengan elegan. Ada semacam kesombongan dalam permainan yang dia pimpin.

”Kaisar Franz” dan ”The Kaiser” adalah julukannya. ”Saya tidak tahu mengapa orang menjuluki saya kaisar. Padahal, saya sadar saya punya kelemahan terlalu sensitif terhadap kritik. Mungkin karena ini pula saya lalu menjadi orang perfeksionis. Maunya segala sesuatu yang saya lakukan sempurna,” kata Beckenbauer dalam kolomnya di harian Kompas, 27 Mei 1990.

Lanjutkan membaca Franz Beckenbauer, “Sang Kaisar”

Karl-Heinz Rummenigge, Legenda Jerman


Rummenigge

ROBERT ADHI KSP

Siapa pemain sepak bola Jerman terbaik setelah era Franz Beckenbauer? Karl-Heinz Rummenigge (59) adalah salah satunya; selain Helmut Rahn, Uwe Seeler, dan Gerd Mueller. Merekalah yang membuat tim Jerman (Barat) menjadi tim sepak bola kelas dunia pada masanya.

Pada Maret 2004, Rummenigge disebut sebagai salah satu dari 125 legenda hidup sepak bola terbesar sepanjang masa.

Saat ini, Rummenigge adalah CEO (chief executive officer) klub sepak bola Bayern Muenchen AG, yang bermain dalam Bundesliga. Rummenigge saat ini juga pelaksana Chairman Asosiasi Klub-klub Eropa (European Club Association).

Rummenigge yang memiliki panggilan akrab Kalle adalah salah satu striker berbahaya. Dia sering mencetak gol secara individual, terutama dari sayap kanan. Selain itu, Kalle juga mampu mengalihkan perhatian pemain belakang lawan untuk menempelnya secara ketat agar teman-temannya memiliki peluang mencetak gol. Kalle dikenal sebagai pemain yang memiliki teknik bagus dan kualitas atletik menyeluruh.

Pada 1980, Karl-Heinz Rummenigge dinobatkan sebagai Pemain Sepak Bola Terbaik Jerman dan kemudian Pemain Terbaik Eropa. Tahun 1981, Rummenigge mendapatkan penghargaan terbaik Eropa untuk kali kedua. Pada masa itu, tidak banyak pemain sepak bola yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa lebih dari satu kali. Di antaranya Alfredo di Stefano (1957, 1959), Johan Cruyff (1971, 1973, 1974), Franz Beckenbauer (1972, 1976), dan Kevin Keegan (1978, 1979).

Bersama timnas Jerman Barat, Kalle masuk dalam tim Piala Dunia 1978, 1982, dan 1986. Pada Piala Dunia 1978, Jerman Barat terhenti di putaran kedua. Pada Piala Dunia 1982 dan 1986, Jerman Barat lolos ke babak final, tetapi kalah dari Italia dan Argentina.

Lanjutkan membaca Karl-Heinz Rummenigge, Legenda Jerman

Menikmati Danau Titisee dan Black Forest


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Titisee adalah nama danau yang berlokasi di Jerman selatan. Danau seluas 1,3 kilometer persegi dan dikelilingi hutan Black Forest ini menjadi lokasi wisata alam yang menyehatkan. Di kawasan Titisee, turis dapat menikmati kue ”black forest” dengan resep orisinal dan meneguk bir Jerman.

Nama Titisee diambil dari nama Kaisar Romawi, Titus. Hingga kini, Titisee menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara

Lanjutkan membaca Menikmati Danau Titisee dan Black Forest