ROBERT ADHI KSP

Penerbit Pustaka KSP Kreatif sejak 2023 mempublikasikan sejumlah buku digital (e-book) di Google Books yang sebagian besar tidak berbayar atau gratis. Buku apa saja yang paling banyak diakses? Berikut buku-buku digital (gratis) yang paling sering diakses periode 2023-2025. Urutan ini mencerminkan peringkat.

Rumah Belajar Masa Depan

(Penulis: Ferry Sutrisna Wijaya)

    Berbagai ahli mengatakan bahwa saat ini adalah “kesempatan terakhir” untuk menyelamatkan umat manusia di bumi ini. Bumi sudah diperas habis-habisan oleh manusia, melebihi biokapasitas atau kemampuan bumi untuk mendukung kehidupan manusia. Kalau umat manusia tidak segera bertindak sekarang ini, kita akan kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan umat manusia.

    Buku Rumah Belajar Masa Depan ini yang diterbitkan Pustaka KSP Kreatif dan Integral Ecology Institute ini ditulis berdasarkan penelitian yang dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan krisis lingkungan hidup dan krisis nilai, terpisahnya pendidikan lingkungan hidup dari pendidikan nilai, pentingnya rumah belajar di masa depan, dan pengalaman empiris mengembangkan Spirit Camp sebagai rumah belajar lingkungan hidup, dengan tujuan mencari suatu model pendidikan lingkungan hidup yang dikembangkan sebagai model pendidikan nilai untuk sekaligus menanggapi krisis lingkungan hidup dan krisis nilai.

    Rumah Belajar Masa Depan adalah disertasi Ferry Sutrisna Wijaya dengan judul asli “Pengembangan Model Konseptual Rumah Belajar Lingkungan Hidup (Eco Learning Camp) Sebagai Model Pendidikan Nilai”.  Penelitian ini dilatarbelakangi keprihatinan akan krisis lingkungan hidup dan krisis nilai, keprihatinan akan terpisahnya pendidikan lingkungan hidup dengan pendidikan nilai, pentingnya rumah belajar di masa depan, dan pengalaman empiris mengembangkan Spirit Camp sebagai rumah belajar lingkungan hidup. Saat ini tidak ada model pendidikan lingkungan hidup yang dikembangkan sebagai model pendidikan nilai untuk sekaligus menanggapi krisis lingkungan hidup dan krisis nilai. 

    Rumusan masalah umum yang diteliti adalah “Model konseptual rumah belajar lingkungan hidup apakah sebagai sebagai model pendidikan nilai yang sekaligus dapat ikut serta menanggapi krisis lingkungan hidup dan krisis nilai?”  

    Dalam kajian pustaka diteliti pemahaman krisis lingkungan hidup dan krisis nilai, pemahaman pendidikan lingkungan hidup dan pendidikan nilai, pemahaman rumah belajar di masa depan, dan kerangka pemikiran berbagai model pendidikan lingkungan hidup, pendidikan nilai, dan rumah belajar.  Lokasi penelitian adalah Spirit Camp di Bandung. Metode Penelitian yang dipakai adalah metode grounded research yang bersifat kualitatif, induktif, deskriptif, interpretatif, partisipatif, dan futuristik. Validitas penelitian ini diuji dengan metode triangulasi yaitu dengan mengumpulkan berbagai informasi dan analisis dengan menggunakan berbagai metode, dari kajian pustaka, Focus Group Discussion, wawancara  tertulis, dan komentar ahli.

    Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rumah belajar lingkungan hidup sebagai suatu model pendidikan nilai dapat ikut serta menanggapi krisis lingkungan hidup dan krisis nilai.  Komponen-komponen model konseptual  rumah belajar lingkungan hidup terdiri dari komponen kegiatan (materi, metode, dan konteks pembelajaran) dan komponen tujuan. Materi rumah belajar lingkungan hidup adalah lingkungan hidup dalam dimensi alam, sosial-budaya, dan sains-teknologi.

    Metode pembelajaran adalah bermain kelompok dan berefleksi bersama. Konteks pembelajaran adalah alam terbuka. Tujuan rumah belajar lingkungan hidup adalah manusia bernilai (baik, sempurna, utuh, dan penuh), masyarakat bernilai (green families, green schools, green society), dan lingkungan bernilai (lestari dan utuh). Dengan istilah lain, tujuannya adalah keutuhan ciptaan (integrity of creation). Komponen pengaruhnya keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Rekomendasi dari penelitian ini ditujukan untuk penelitian selanjutnya, keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk mendukung efektifitas   rumah belajar lingkungan hidup sebagai model pendidikan nilai yang sekaligus dapat ikut serta menanggapi krisis lingkungan hidup dan krisis nilai.

    Sumiyati, Srikandi Perubahan, Inspirasi Bagi Perempuan

    (Penulis: Robert Adhi Ksp)

      Buku “Sumiyati, Srikandi Perubahan, Inspirasi Bagi Perempuan” merupakan biografi profesional Sumiyati, perempuan pertama yang menjabat Inspektur Jenderal di Kementerian Keuangan. Sumiyati, anak desa dari Sragen, Jawa Tengah ini dalam pengabdiannya selama 39 tahun 4 bulan, meninggalkan banyak legacy yang bermanfaat bagi insan Kemenkeu, di antaranya mendirikan Corporate University (Corpu) — yang kini menjadi benchmark bagi kementerian dan lembaga lain di Indonesia, dan mengubah status STAN menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN.

      Buku ini tidak hanya memuat perjalanan hidup Sumiyati yang sulit dan keras sejak awal di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen dan perjuangannya untuk tetap mengenyam pendidikan tinggi gratis (dibiayai negara) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Jakarta, tetapi juga memuat testimoni dari sejumlah narasumber tentang sosok Sumiyati

      Bangkitnya Kewirausahaan Sosial di Indonesia – Kisah Muhammadiyah

      (Penulis: M. Arsjad Rasjid)

      Kewirausahaan sosial (social enterpreneurship) adalah sebuah model bisnis yang tujuannya menyelesaikan masalah sosial dengan menggunakan instrumen bisnis. Jadi model kewirusahaan ini tidak hanya mencari keuntungan tetapi juga berorientasi pada dampak sosial dan menyelesaikan kembali sebagian besar keuntungannya untuk misi sosialnya ini. Model ini dikenal dengan triple bottom line yaitu People, Planet, dan Profit.

      Kewirausahaan sosial adalah model bisnis yang populer di kaum muda yang berjiwa sosial dan ingin mandiri secara finansial. Bidang yang populer di antaranya adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi hijau, disabilitas, pengentasan kemiskinan, gender, lingkungan.

      Muhammadiyah adalah contoh kewirausahaan paling tua di Indonesia, yang sejak awal mengembangkan kewirausahaan sosial di Indonesia. Keuntungan dari rumah sakit, sekolah, dan bisnis lainnya digunakan untuk membiayai pesantren dan kegiatan sosial lainnya sehingga ada keberlanjutan secara mandiri.
      Kadin Indonesia mendorong pengusaha Indonesia, termasuk kaum muda, untuk bergerak dan mengembangkan wirausaha sosial. Menjadi wirausaha sosial dapat menjadi pilihan karier dan bisnis yang menarik karena selain turut berkontribusi menangani tantangan-tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam masyarakat, menjadi wirausaha sosial akan menciptakan dampak melalui bisnis juga dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan daya saing bisnis, mengingat saat ini masyarakat sudah lebih sadar akan nilai (value) sosial dan lingkungan dari produk dan jasa yang dikonsumsi.

      Buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial di Indonesia – Kisah Muhammadiyah setebal 144 halaman yang ditulis M. Arsjad Rasjid P.M. (Ketua Umum Kadin 2021-2026) ini diberi pengantar oleh Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022-2027).

      Bersyukur, Berkarya, Berbagi – 30 Tahun Metland

      (Penulis: Robert Adhi Ksp)

      “Bersyukur, Berkarya, Berbagi – 30 Tahun Metland Mewarnai Negeri” adalah buku yang mengisahkan perjalanan 30 tahun perusahaan pengembang Metropolitan Land — yang setelah perubahan nama dan logo pada 2010 dan go public pada 2011, berubah menjadi PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Selama tiga dekade, Metland membuktikan diri sebagai pengembang yang berkomitmen tinggi menyediakan produk-produk berkualitas. 

      Selama 30 tahun perjalanannya, Metland berhasil menjadi salah satu perusahaan properti terbaik se-Asia-Pasifik versi majalah Forbes. Metland juga termasuk 50 perusahaan terbaik Indonesia versi majalah Forbes Indonesia pada 2013, 2015, 2016, 2018, dan 2020. Prestasi ini menjadi tonggak bersejarah dalam perkembangan Metland yang juga merupakan salah satu perusahaan properti yang memiliki bank tanah 1.236 hektar. Hal ini adalah bukti nyata komitmen Metland untuk menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan. 

      Buku ini diberi Sambutan oleh Komisaris Utama  PT Metropolitan Land Tbk Junita Ciputra Harun, Presiden FIABCI Dunia 2023-2024 Budiarsa Sastrawinata, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Ketua Umum REI 1992-1995 Enggartiasto Lukita, Pendiri dan Komisaris PT Metropolitan Land Tbk Nanda Widya, dan Presdir Anhar Sudradjat. Buku ini juga memuat hasil wawancara dengan Komisaris Independen Leland G. Rompas, Komisaris Iwan Putra Brasali, dan Direktur Utama PT Metropolitan Development Agam Nugraha Subagdja. 

      Sejumlah narasumber yang merupakan mitra bisnis Metland di antaranya Rachmat Sutiono (pemilik Fun World), Harianto Solichin (Presiden Direktur PT Nikko Sekuritas Indonesia),  Johnny Andrean (pemilik Salon Johnny Andrean dan J.Co), Solidi Silvester Korompis (mitra bisnis dalam Metland Cyber Puri), Dedi Tedja (mitra bisnis dalam Metland Hotel Cirebon), juga Louis Lim (CEO Real Estate Division of Keppel Land Corporation). Selain itu, menampilkan komentar Haryanto T Budiman (Managing Director Consumer of Banking Bank BCA), JD Juwono (Direktur PT Fast Food Indonesia/KFC), Irwin Abuthan (Director Real Estate & Store Planning PT Matahari Department Store Tbk), dan Victorinus Sugiarto (Direktur Operasional PT Gramedia Asri Media). 

      Pebulu tangkis legendaris Rudy Hartono Kurniawan, Ketua PB Jaya Raya juga memberi warna buku ini dalam segmen bakti sosial Metland dalam dunia olahraga bulutangkis, dan Darmawan Sunarja, Kepala Metland School dalam segmen bakti sosial Metland di dunia pendidikan. Buku ini juga memuat pandangan Ali Tranghanda, CEO Property Watch, dan kisah Kolonel Armed Rico Ricardo Sirait, Dandim Bekasi yang punya memori tak terlupakan di Metropolitan Mall Bekasi karena bertemu dengan pacar (sekarang istrinya Fitri) di mal tersebut saat dia berpangkat Letnan Dua dan Fitri, mahasiswi Fakultas Kedokteran UI.  

      Buku perjalanan tiga dekade Metland setebal 256 halaman ini ditulis oleh Robert Adhi Ksp (penulis sejumlah buku properti) dalam bahasa ringan yang mengalir namun kontennya tetap bernas. Buku ini layak dibaca oleh para pemerhati industri properti dan mereka yang berkecimpung dalam bisnis properti.

      Spiritualitas Ekologi

      (Editor: Ferry Sutrisna Wijaya)

      Belakangan ini cukup banyak suara berasal dari kaum agamawan tentang spiritualitas ekologi. Apa yang melandasi berkembangnya wacana itu? Apa kaitannya antara persoalan lingkungan hidup dan kepercayaan agama? Bukankah masalah lingkungan hidup seperti pemanasan global, perubahan iklim, ancaman kepunahan makhluk hidup, dan sebagainya adalah perkara alamiah yang solusinya ada di wilayah sains, teknologi, dan kebijakan politik belaka, tanpa perlu campur tangan agama? Apa relevansi spiritualitas ekologi? Singkatnya, dapatkah manusia menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup yang nyatanya sudah gawat dan mendesak ini tanpa agama? Apakah pertimbangan rasional dan sains seharusnya cukup untuk menggerakkan manusia di seluruh dunia untuk mulai bertindak mengatasi kerusakan bumi?

      Ada yang bahkan menuduh agama justru berperan dalam mengakibatkan krisis lingkungan hidup, yakni ajaran bahwa manusia diutus oleh Tuhan untuk menguasai dunia. Maka, manusia menguras sumber daya alam sebanyak-banyaknya secara semena-mena. Akibatnya, terjadilah krisis yang kita hadapi sekarang. Apakah dalam dirinya sendiri agama ternyata tidak mempunyai dorongan untuk melindungi alam? Jika pada hari ini kaum agamawan memunculkan wacana untuk menyelamatkan lingkungan hidup dengan berdasarkan ajaran moral agama bukankah itu ironis?

      Kemudian, dalam lingkup yang lebih spesifik, apa yang khas dari Gereja Katolik dibandingkan dengan agama-agama lain dalam hal gerakan perlindungan dan penyelamatan lingkungan hidup
      Pertanyaan-pertanyaan tersebut hendak dijawab dengan mencari bagaimana Paus Fransiskus memahami spiritualitas ekologi dalam Laudato Si (2015) dan Laudate Deum (2023), yaitu dua dokumen ekologi yang dipublikasikan hanya dalam selang waktu 8 tahun karena Paus Fransiskus semakin resah mengalami dan mengamati dunia semakin menuju keruntuhannya, sedangkan tanggapan manusia termasuk umat Katolik masih sangat lamban dan sangat tidak cukup.

      Dalam buku Spritualitas Ekologi ini juga dikumpulkan beberapa tulisan dari Pater Martin Harun, OFM, Romo Paulus Wirjono, SJ, Budi Widianarko, Romo Andang L. Binawan, Thomas Wendorise Rakam, Suster Amelia Hendani, SGM, Suster Kristiana Prasetyo, SGM, Tan Mariam, dan Ferry Sutrisna Wijaya, yang ditulis dengan berbagai gaya dan bahan. Masih ada juga bahan Retret Ekologi 8 Hari dari Provinsi Indonesia Serikat Yesus yang dimuat atas izin Romo Budiarto Gomulia, SJ.

      Marwanto Harjowiryono, Maestro Simfoni Perbendaharaan

      (Penulis: Robert Adhi Ksp)

      Biografi profesional berjudul “Marwanto Harjowiryono, Maestro Simfoni Perbendaharaan – Pengawal ‘Die Hard’ APBN, Pendobrak Reformasi Birokrasi” mengungkap perjalanan karier Marwanto Harjowiryono, tokoh pembaruan yang meninggalkan jejak banyak legacy di Kementerian Keuangan. Marwanto pernah menjadi Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan, Direktur Eksekutif Asian Development Bank, menjabat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan. Jauh sebelum itu, Marwanto adalah sosok di balik layar penyusunan APBN pada masa krisis Asia. 

      Buku ini tidak sekadar memuat berbagai legacy Marwanto Harjowiryono dan aneka pengalamannya bertugas 36 tahun di Kemenkeu, tetapi juga testimoni puluhan narasumber yang menguatkan itu semua. Buku ini layak dibaca oleh generasi muda Kementerian Keuangan dan calon pemimpin di masa depan. Banyak yang dapat dipelajari kaum muda dari kepemimpinan Marwanto Harjowiryono.  Tujuan utama buku biografi profesional ini disusun adalah agar pengetahuan dan pengalaman Pak Marwanto selama 36 tahun tidak hilang begitu saja, tetapi tetap berguna bagi generasi muda Kemenkeu

      Belajar Mencintai Papua

      (Editor: Ferry Sutrisna Wijaya)

      M.R. Karliansyah, 30 Tahun Menekuni Pengendalian Pencemaran

      (Penulis: Robert Adhi Ksp)

      Buku berjudul “M.R. Karliansyah, 30 Tahun Menekuni Pengendalian Pencemaran, Dari Amdal sampai Pemulihan Lingkungan” merupakan biografi profesional yang memuat perjalanan karier Muhammad Rizali Karliansyah selama 30 tahun berdinas di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan meninggalkan banyak jejak legacy yang bermanfaat bagi banyak orang.  

      Buku yang terdiri dari tujuh bab dan setebal 434 halaman ini tidak hanya memuat berbagai legacy Muhammad Rizali Karliansyah yang mengabdi selama tiga dekade kepada bangsa dan negara melalui Bapedal/KLH/KLHK, tetapi juga testimoni puluhan narasumber yang memberi gambaran sosok Karliansyah sesungguhnya. Buku ini layak dibaca dan dijadikan pegangan generasi muda KLHK dan calon pemimpin di masa depan. Banyak yang dapat dipelajari dari kepemimpinan Muhammad Rizali Karliansyah. 

      Retret Ekologi Toraja

      (Editor: Ferry Sutrisna Wijaya)

      Retret Ekologi Toraja ditulis untuk membantu para sahabat memasuki dan mengalami dunia spiritualitas ekologi dalam konteks Toraja dan gerakan Credit Union Sauan Sibarrung. Materinya disusun berdasarkan latar belakang, bahan, dan pengalaman dalam tiga retret bertema ekologi tahun 2018, 2022, dan 2023, dengan beberapa penambahan artikel untuk memperkaya bahan retret ekologi. 

      Buku disajikan seusai urutan tahapan retret. Tiap bagian tidak harus dilaksanakan dalam satu hari, bisa lebih panjang dan bisa lebih singkat, tergantung waktu yang tersedia. Sebaiknya minimal dilaksanakan dalam waktu dua hari penuh. Bila waktunya lebih lama, tentu lebih baik karena bisa lebih mendalam. 

      Dalam retret ekologi ini referensi spiritualitas yang dipakai bukan terutama Kitab Suci, melainkan ajaran Gereja, secara khusus ajaran Gereja yang berasal dari Paus Fransiskus. Teks Kitab Suci tidak langsung digunakan dan tidak sering dipakai, namun juga tidak dilupakan karena tetap menjadi sumber inspirasi yang sesungguhnya, termasuk bagian ajaran Gereja yang diajarkan Paus Fransiskus, yang dapat dikatakan justru kembali ke akar, yaitu hidup Yesus Kristus seperti yang direnungkan dan diwartakan dalam Kitab Suci.

      Buku ini dapat juga dipakai di luar konteks Toraja setelah mengganti materi yang khas Toraja dengan bahan lain yang lebih sesuai dan akrab bagi situasi setempat. 

      Jonner Napitupulu: Sebuah Memoar Pengabdian – Pelayanan

      (Penulis: Robert Adhi Ksp)

      Jonner Napitupulu – Sebuah Memoar: Pengabdian dan Pelayanan adalah memoar Jonner Napitupulu, pengusaha nasional dan filantropis asal Medan, Sumatera Utara, yang isinya difokuskan pada aktivitasnya yang bersifat pengabdian (worldly) dan pelayanan (godly). Memoar ini ditulis tiada lain hanya untuk memuliakan nama Tuhan.

      Jonner Napitupulu lebih suka menyebut dirinya melakukan pengabdian dan pelayanan, untuk mengasihi sesama manusia dan menolong orang-orang yang membutuhkan. “Lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kisah Para Rasul 20:35). Salah satunya, menggalang dana untuk membantu mahasiswa-mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang kesulitan finansial agar tidak putus iman, putus kuliah, putus harapan, yang berdampak bagi masa depan mereka. 

      Jonner Napitupulu juga menumbuhkan asa penderita kanker yang kesulitan finansial dengan membantu Rumah Lazarus (rumah singgah bagi penderita kanker tak mampu) termasuk membantu mereka yang telah sembuh dan membutuhkan modal usaha. 

      Sebagai bagian komunitas alumni ITB dari Kaldera Danau Toba, Jonner aktif dalam Gaja Toba yang payback ke kampung halaman dengan beragam kegiatan. Jonner yang pernah menjabat Gubernur Distrik/DG Lions Clubs 307-A2 (2005-2006), saat ini Ketua Dewan Pembina Yayasan Lions Clubs Indonesia 307-A2. Jonner juga donatur tetap Kelompok Peduli Pendidikan HKBP Menteng, dan Obor Berkat Indonesia.

      Jonner lahir dari keluarga sederhana kini tumbuh menjadi pengusaha sukses. Dia tahu rasanya kesulitan biaya pendidikan tapi punya cita-cita sekolah tinggi. Dia tak ingin kaum muda Batak merasakan kesulitan yang sama. Pengabdiannya kepada keluarga diwujudkannya dalam cintanya pada Emma, Lydia, Britto dan cucu-cucunya. Pengabdiannya kepada negara diwujudkan dengan mengembangkan usahanya ke IKN. 

      Memoar Jonner Napitupulu ini layak dibaca oleh siapa saja 

      Hadiyanto, Punggawa Aset Negara

      (Penulis: Robert Adhi Ksp)

      Buku “Hadiyanto, Punggawa Aset Negara – Dari Inalum hingga Freeport” merupakan biografi profesional Hadiyanto yang pernah menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) pertama Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan RI pada periode 2006-2015, Sekretaris Jenderal Kemenkeu 2015- 2021, dan Dirjen Perbendaharaan 2021-2022. Dalam pengabdiannya selama 35 tahun 7 bulan (sejak Februari 1987 sampai 31 Oktober 2022), banyak sudah legacy yang diwariskan Hadiyanto untuk Kementerian Keuangan RI dan untuk Negara.

      40 Tahun Alumni Fikom Angkatan 1982

      (Editor: Robert Adhi Ksp)

      Buku “40 Tahun Alumni Fikom Unpad Angkatan 1982 — Kumpulan Tulisan Ilmiah dan Kenangan ” ini memperkaya bacaan tentang ilmu komunikasi, teori dan aplikasinya — yang ditulis para alumni yang berkarya sebagai dosen di dunia pendidikan, beberapa di antaranya profesor dan doktor; dan para praktisi komunikasi yang rata-rata berpengalaman dalam dunia kerja profesional lebih 30 tahun. 


      Buku ini memuat 58 artikel yang terdiri dari 25 tulisan di Bagian Pertama dan 33  tulisan di Bagian Kedua — tiga di antaranya catatan pribadi untuk mengenang tiga alumni yang telah “pergi” mendahului. Buku karya bersama angkatan 1982 ini ditulis oleh 41 alumni, plus satu istri alumnus. Di bagian akhir buku, dimuat foto-foto kenangan semasa kuliah di kampus Dipati Ukur dan kampus Sekeloa, serta foto-foto reuni. 

      Thomas Sugijata, Bekerja di Dapur Reformasi

      (Penulis: Robert Adhi Ksp & Pittor Saragih)

        Buku berjudul “Thomas Sugijata, Bekerja di Dapur Reformasi Birokrasi” merupakan biografi profesional Thomas Sugijata, Direktur Jenderal Bea dan Cukai (2009-2011) — yang sebelumnya berperan penting dalam Reformasi Kepabeanan dan Cukai 2002-2003 dan Reformasi Birokrasi Bea dan Cukai 2006-2010. Hal paling menonjol dari kepemimpinan Thomas Sugijata adalah sosoknya sebagai seorang reformis di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Thomas menekankan pentingnya transformasi budaya yang menjadi fondasi yang kokoh dalam reformasi di Ditjen Bea dan Cukai. 

        Pustaka KSP Kreatif adalah penerbit indie yang didirikan Robert Adhi Ksp pada akhir 2022 untuk ikut berkontribusi dan berperan memperkuat literasi di Indonesia. Sebagian buku yang diterbitkan Pustaka KSP Kreatif dalam format e-book digratiskan (tidak berbayar) dan dapat dibaca di Google Books (Google Buku) dan Gramedia Digital karena tujuan utamanya adalah agar makin banyak orang Indonesia, terutama di pelosok Indonesia, dapat mengakses buku-buku berkualitas secara gratis, sekaligus menyerap ilmu pengetahuan dari buku-buku tersebut.