Teori Konspirasi dalam Kematian Putri Diana


oleh ROBERT ADHI KSP

 

Diana1
Putri Diana dan Pangeran Charles saat menikah pada 29 Juli 1981. DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

 

Sabtu, 30 Agustus 1997, malam. Putri Diana (36) dan kekasih barunya, Dodi al-Fayed (41), putra Mohammad al-Fayed—pengusaha Inggris berdarah Mesir—menikmati makan malam dalam kamar suite berinterior suasana abad ke-18 di Imperial Suite di Hotel Ritz Paris, Perancis.

Diana dan Dodi baru saja tiba di Paris setelah berlibur di Pulau Sardinia, Italia. Diana dan kekasihnya menghabiskan satu minggu di atas kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter bernama ”Jonikal” yang berlayar di pesisir Pantai Emerald di Pulau Sardinia. Kapal pesiar mewah itu milik Mohammad al-Fayed. Jonikal berkali-kali berhasil menghindari para paparazi yang mengejarnya. Diana tampak kecewa karena dia diburu seperti itu. Suasana hati Diana tegang. Diana memberi tahu Dodi bahwa dia ingin ke Paris ”sesegera mungkin”.

Diana dan Dodi baru saja tiba di Paris setelah berlibur di Pulau Sardinia, Italia. Diana dan kekasihnya menghabiskan satu minggu di atas kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter bernama Jonikal yang berlayar di pesisir Pantai Emerald di Pulau Sardinia.

Dalam hitungan jam, pesawat Gulfstream-IV mendarat di bandara pribadi Sardinia. Jet pribadi itu kemudian terbang dari Sardinia menuju bandara Le Bourget, sekitar 16 kilometer sebelah utara Paris.

Henri Paul, pelaksana tugas kepala keamanan Hotel Ritz Paris, menjemput mereka di bandara Le Bourget, lalu membawa mereka ke Hotel Ritz yang berlokasi di Place Vendome No 15. Hotel yang dibangun tahun 1898 oleh pengusaha hotel asal Swiss, Cesar Ritz, dan berkolaborasi dengan chef asal Perancis, Auguste Escoffier, itu dibeli oleh Mohammad al-Fayed pada tahun 1979 yang kemudian merenovasinya.

Pada tahun 1997, Mohammad al-Fayed (tahun 2017 ini berusia 88 tahun) adalah pemilik department store Harrods di Knightsbridge, London. (Harrods dijual Mohammad al-Fayed pada 2010 ke perusahaan Qatar dengan nilai 2,4 miliar dollar AS.)

Pukul 23.45, Mohammad al-Fayed menelepon Henri Paul. ”Kamu harus menyopiri mobil itu hati-hati. Kamu tidak boleh lupa, nyawa ibu calon raja Inggris dan putra tercinta saya ada di tanganmu. Saya percaya kamu tidak akan melupakan itu. Hanya Tuhan yang tahu betapa saya memercayaimu,” kata Al-Fayed.

Pukul 23.50, pengawal Diana dan Dodi, Trevor Rees-Jones, berada di dalam bar Ritz bersama staf keamanan hotel lainnya dan Henri Paul. Mereka mendiskusikan rute mana yang akan diambil. Paul sangat optimistis. ”Hotel akan menyediakan dua Range Rover untuk menipu para paparazi. Tipuan ini akan memberi Paul cukup waktu untuk meloloskan dari kejaran paparazi. ”Kendengarannya bagus,” kata Rees-Jones.

Minggu, 31 Agustus 1997, pukul 00.15. Henri Paul di lobi hotel menggunakan ponselnya untuk menggerakkan dua kendaraan tipuan. Empat menit kemudian, dua Range Rover itu keluar dari Place Vendrome di depan Ritz dan melaju kencang. Sejumlah paparazi tergoda untuk mengejar dua mobil itu.

Pukul 00.20, di pintu belakang Hotel Ritz, Henri Paul tiba dengan Mercedes dan menjemput Diana dan Dodi. Dua sejoli itu naik Mercedes S-280 yang disopiri Henri Paul. Mobil itu melaju di jalan-jalan di kota Paris, berusaha menghindari kejaran para paparazi yang masih menunggu di sekitar hotel.

Pukul 00.22, sebuah Fiat Uno warna putih melintasi lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di Place de la Concorde. Paul menghentikan Mercedes di traffic light itu.

Pukul 00.23, Mercedes mendekati terowongan Alma. Paul pasti melihat Fiat Uno putih yang melaju di depannya.

Pukul 00.24, Paul mengemudikan mobil dengan kecepatan 90 mph (miles per hour) atau 144-145 kilometer per jam, melaju di jalan menurun di muka terowongan. Diana dan Dodi duduk di jok belakang. Beberapa detik kemudian, Paul kehilangan kendali, membanting setir, kemudian mobil menghantam pilar ke-13 di terowongan Alma.  

Henri Paul dan Dodi al-Fayed meninggal seketika dalam kecelakaan tersebut, sedangkan Putri Diana yang sekarat sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong. Beberapa jam kemudian, Putri Diana mengembuskan napas terakhir. Hanya pengawal Dodi dan Putri Diana, Trevor Rees-Jones, yang selamat.

Pukul 00.26, Frederic Mailliez merupakan dokter pertama yang tiba di lokasi kejadian. Dia kebetulan sedang mengemudikan mobilnya di sekitar lokasi. Begitu tahu terjadi kecelakaan, dokter itu langsung buru-buru menuju lokasi. Dokter inilah yang pertama menelepon otoritas.

Pukul 00.28-00.30, dua anggota kepolisian tiba di lokasi dan mulai menutup lokasi kejadian dari para paparazi.

Pukul 00.32, mobil pemadam kebakaran dan ambulans tiba di lokasi. Delapan paparazi ditangkap di lokasi dan diperiksa.

Pukul 00.54, kantor berita Perancis melaporkan bahwa Diana mengalami luka serius dalam kecelakaan mobil dan satu orang lainnya meninggal.

Pukul 00.58, Reuters mengutip sumber kepolisian Paris menyebutkan, Diana mengalami luka parah akibat kecelakaan mobil.

Pukul 01.15, polisi Paris mengonfirmasi bahwa Dodi al-Fayed dan sopir mobil tewas dalam kecelakaan (laporan Reuters). Seorang juru bicara menyebutkan, orang keempat, yaitu pengawal Putri Diana, mengalami luka-luka.

Pukul 01.25, satu jam setelah kecelakaan terjadi, ambulans yang membawa Putri Diana meninggalkan lokasi kejadian menuju rumah sakit. Diana mengalami luka parah.

Pukul 01.54, kantor berita Associated Press (AP) menyebutkan, Diana mengalami luka parah, sedangkan Dodi al-Fayed dan sopirnya tewas di lokasi.

Pukul 01.55, ambulans yang membawa Putri Diana berhenti selama lima menit untuk memberikan kesempatan petugas medis memberi injeksi adrenalin ke dalam tubuhnya.

Pukul 02.06, ambulans tiba di Rumah Sakit Pitie-Salpetriere. Diana menerima pijat jantung selama dua jam.

Pukul 02.37, Presiden AS Bill Clinton dan istrinya, Hillary, mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sangat peduli dengan kecelakaan yang dialami Diana (laporan Reuters).

Pukul 03.03, PM Inggris Tony Blair dibangunkan dan diberi tahu soal kecelakaan tersebut. Duta Besar Inggris di Paris, Sir Michael Jay, mengambil alih situasi, terutama mengamati perkembangan Putri Diana.

Pukul 03.07, juru bicara Mohammad al-Fayed, Michael Cole, mengatakan, pemilik Harrods itu dalam perjalanan menuju Paris dengan helikopter. Dia tidak memberikan konfirmasi atas laporan stafnya tentang kematian putranya, Dodi al-Fayed.

Pukul 03.47, Pangeran Charles ditelepon di tempat peristirahatan musim panas Kerajaan Inggris di Balmoral dan diberi tahu bahwa Diana mengalami luka-luka.

Pukul 04.00, Putri Diana diumumkan telah meninggal.

Pukul 05.25, Istana Buckingham mengonfirmasi kematian Diana, Putri Wales. Wartawan Radio BBC Andrew Crawford melaporkan, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip terguncang dan tertekan dengan kabar duka ini.

DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

Mobil Mercedes hitam S-280 yang ditumpangi Diana dan Dodi al-Fayed setelah menabrak pilar di terowongan di kota Paris, 31 Agustus 1997.

Beberapa saat setelah kecelakaan terjadi, ungkap Gordon Thomas dalam bukunya yang berjudul The Secret History of the Mossad, Fiat Uno putih dibawa ke sebuah jalan kecil dekat Avenue Montalgne. Di sana sudah menunggu truk boks besar, menurunkan pintu belakangnya. Fiat Uno itu masuk ke dalam boks. Pintu truk boks diangkat dan ditutup. Beberapa jam kemudian, Fiat Uno itu sudah remuk oleh capit mesin penghancur metal. Dalam waktu sekejap, mobil itu berubah jadi onggokan besi yang tak akan bisa dikenali lagi.

Investigasi yang dilakukan pihak berwenang Perancis dan Inggris menyimpulkan bahwa Henri Paul bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Semua media massa di seluruh dunia memberitakan kabar duka ini. Upacara penghormatan bagi Putri Diana diadakan di Westminster Abbey pada 6 September 1997. Jenazah Putri Diana dimakamkan di Althrop Estate, di kawasan rumah keluarga Spencer di Northamptonshire.

Investigasi yang dilakukan pihak berwenang Perancis dan Inggris menyimpulkan bahwa Henri Paul bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Paul disebutkan mabuk dan kehilangan kendali saat mengemudikan Mercedes yang melaju di terowongan Alma yang berlokasi di dekat Sungai Seine, dan berupaya menghindari diri dari kejaran paparazi.

Pada April 2008, juri pemeriksa di Pengadilan Tinggi London menyatakan, para paparazi yang mengejar mobil Putri Diana dan sopir Mercedes, Henri Paul, bersalah atas ”kelalaian” yang menyebabkan kecelakaan terjadi dan menewaskan Putri Diana, Dodi, dan Henri Paul. Juri yang telah mendengarkan lebih dari 250 saksi mata itu juga menyimpulkan, Diana dan Dodi kemungkinan masih hidup apabila mereka menggunakan sabuk pengaman.

DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

Mohammad al-Fayed, ayahanda Dodi al-Fayed.

Sejumlah teori konspirasi

Sejumlah teori konspirasi seputar kematian Putri Diana bermunculan, bahkan bertahun-tahun setelah kematiannya. Berikut ini beberapa teori konspirasi yang paling sering diungkap dan dikupas, seperti dikutip media Inggris, The Telegraph. Sebagian teori konspirasi ini diungkap ayahanda Dodi, yaitu Mohammad al-Fayed, yang menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada seluruh anggota Parlemen Inggris, Juli 1998, atau satu tahun setelah kematian Diana dan putranya, Dodi.

  • Kematian Putri Diana atas perintah keluarganya

Dalam teori konspirasi ini disebutkan Putri Diana hamil dan mengandung bayi hasil hubungannya dengan Dodi al-Fayed. Diana dan Dodi berencana bertunangan dalam waktu dekat. Keluarga Kerajaan tidak dapat menerima skandal itu dan tidak bisa menerima Diana menikah dengan lelaki bukan seagama. Karena itu, salah satu kesimpulan teori konspirasi ini adalah kematian Diana terjadi setelah diperintahkan keluarganya sendiri.

  • M16 terlibat dalam kematian Putri Diana

Richard Tomlinson adalah mantan agen M16 yang dipecat dari dinas intelijen Inggris dan kemudian dipenjara karena melanggar Undang-Undang Rahasia Negara tahun 1989. Tomlinson menuduh agen-agen M16 memantau perkembangan Putri Diana. Kematian Diana, menurut Tomlinson, mirip dengan rencana pembunuhan terencana terhadap Presiden Serbia Slobodan Milosevic pada tahun 1992. Namun, penyelidikan yang dilakukan otoritas Inggris akhirnya menyimpulkan, klaim Tomlinson hanya ”bunga-bunga”.

Sepanjang pemeriksaan, ayahanda Dodi, Mohammad al-Fayed, berpendapat, Diana dan Dodi dibunuh agen-agen M16 atas perintah Duke of Edinburgh.

  • Fiat Uno putih yang misterius

Analisis terhadap mobil Mercedes yang remuk menunjukkan mobil itu sempat menyenggol Fiat Uno warna putih. Ini terlihat dari bekas cat pada badan Mercedes. Ayahanda Dodi, Fayed, menuduh bahwa Fiat Uno putih itu digunakan ”dinas keamanan” untuk memblokir jalan di depan Mercedes. Hal itu menyebabkan Mercedes itu kehilangan kendali dan menabrak pilar terowongan. Namun, Fiat Uno putih itu tidak pernah ditemukan lagi.

  • Kurangnya gambar dari kamera pengintai (CCTV)

Mohammad al-Fayed pada tahun 2003 menyatakan, ada sekitar sepuluh kamera CCTV yang berada di rute yang dilalui Mercedes yang ditumpangi Dodi dan Diana, termasuk yang berada di pintu masuk terowongan. Namun, tak ada satu pun rekaman peristiwa yang terjadi selepas tengah malam itu.

The Independent juga menyatakan pada tahun 2006 bahwa terdapat lebih dari 14 kamera CCTV di terowongan Pont de l’Alma, tapi tak satu pun kamera yang merekam kecelakaan fatal tersebut.

  • Sabuk keselamatan (seatbelt) disabotase

Baik Diana maupun Dodi tidak ”tertahan” oleh sabuk pengaman atau sabuk keselamatan mereka saat kecelakaan terjadi. Muncul spekulasi bahwa sabuk keselamatan mereka kemungkinan telah disabotase sebelumnya.

Namun, para penyelidik Perancis pada 1998 menyatakan, semua sabuk pengaman di mobil itu berfungsi. Analisis yang dilakukan terhadap Mercedes yang remuk itu setelah dipulangkan ke Inggris pada 2005 membuktikan bahwa semua sabuk pengaman atau sabuk keselamatan di Mercedes itu bekerja dengan baik, termasuk yang digunakan Diana. Kerusakan terjadi diperkirakan setelah kecelakaan terjadi.

  • Keterlibatan Henri Paul

Fakta bahwa Henri Paul ikut meninggal dalam kecelakaan tersebut merupakan bukti bahwa Paul tidak terlibat dalam kecelakaan itu. Namun, menurut teori konspirasi, Paul digaji dinas keamanan nasional. Bukti utama untuk ini adalah dugaan bahwa Paul memiliki banyak uang tunai pada saat kecelakaan mobil itu.

The New York Times 30 Agustus 2017 menurunkan laporan yang memperingati 20 tahun kematian Putri Diana. Craig R Whitney pada 1997 adalah wartawan The New York Times di Paris (kemudian menjadi Kepala Biro NYT di Paris, kini pensiun dan menjadi penulis). Whitney mengungkapkan, bukan paparazi yang ”membunuh” Diana dan Dodi, tetapi Henri Paul, sopir berusia 41 tahun yang mengemudikan mobil Mercedes tiga kali lebih cepat dari batas yang diizinkan dan kemudian Paul kehilangan kendali.

Siapa Henri Paul?

Siapa Henri Paul, pengemudi Mercedes S-280 yang membawa Diana dan Dodi al-Fayed pada malam naas itu? Paul adalah asisten kepala Hotel Ritz Paris, yang juga berperan sebagai sopir bagi tamu selebritas VVIP yang menginap di hotel tersebut.

Dalam buku The Secret History of the Mossad yang ditulis Gordon Thomas, disebutkan dinas intelijen Israel, Mossad, ”menanam” informan di Hotel Ritz karena hotel itu merupakan tempat bertemu para pedagang senjata Timur Tengah dan kontak mereka di Eropa. Hotel Ritz memiliki arti penting bagi operasi Mossad.

Hanya Paul yang memiliki akses untuk membuka deposit para tamu. Paul juga tahu perempuan mana yang pernah melayani tamu-tamu di hotel itu. Paul masih bujangan, belum menjalin ikatan permanen, tinggal di apartemen murah, mengendarai mobil Mini warta hitam. Paul gemar minum minuman beralkohol, dan dia ikut memanfaatkan layanan pelacur kelas tinggi yang juga melayani sebagian tamu hotel mewah itu.

Pertengahan Agustus 1997, ada kabar bahwa Diana, Putri Wales, dan pacar barunya, Dodi al-Fayed, akan menginap di Ritz. Semua staf hotel diinstruksikan untuk menjaga kerahasiaan rencana kedatangan Diana ke hotel itu. Namun, Paul tetap memberikan rencana detail kunjungan Diana kepada sejumlah paparazi. Dari setiap paparazi, Paul menerima banyak uang.

”Pernikahan dongeng” yang hancur berantakan

Putri Diana yang bernama lengkap Diana Frances Spencer lahir 1 Juli 1961. Diana bertemu dengan Pangeran Charles di Althrop pada 1977 ketika berusia 16 tahun, sedangkan Charles berusia 29 tahun. Tiga setengah tahun kemudian, persisnya 29 Juli 1981, Pangeran Charles dan Putri Diana menikah di Katedral St Paul di London, tiga pekan setelah Diana berusia 20 tahun.

Pasangan ini dianugerahi dua anak lelaki, yaitu William (lahir 21 Juni 1982) yang bernama lengkap Pangeran William Arthur Philip Louis dan Harry (lahir 15 September 1984) yang bernama lengkap Henry Charles Albert David.

DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

Putri Diana dan Pangeran Charles tahun 1981.

Sebelas tahun setelah ”pernikahan dongeng”, pada Desember 1992, Perdana Menteri Inggris John Major mengumumkan di depan House of Commons bahwa pasangan Charles-Diana berpisah secara damai. Pada 3 Desember 1993, Diana mengumumkan bahwa dirinya mundur dari kehidupan publik. Berita ini tidak mengejutkan karena sudah menjadi rahasia umum bahwa pada akhir 1980-an Charles dan Diana sudah hidup berpisah.

Putri Diana memberi isyarat bahwa pernikahannya sudah berakhir pada 1992 ketika dia berpose sendirian di halaman Taj Mahal di India. Ketika ditanya wartawan, Diana hanya mengatakan, ”Ini pengalaman penyembuhan, sangat menyembuhkan.” 

Dua tahun setelah berpisah, pada November 1995, Diana ikut ambil bagian dalam wawancara terbuka acara terkenal BBC, Panorama. Ketika ditanya tentang affair Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles (yang pertama kali bertemu dengan Charles pada 1971 dan pacaran sampai 1973), Diana menyindir, ”Nah, ada tiga orang dalam pernikahan ini, jadi memang agak ramai.”

Diana juga mengonfirmasi affair-nya dengan James Hewitt. ”Ya, saya memujanya. Ya, saya jatuh cinta kepadanya. Tapi saya dikecewakan dia.”

Ratu Elizabeth II menasihati Pangeran Charles dan Diana untuk segera bercerai, mengirim surat kepada mereka satu bulan kemudian, atau 20 Desember 1995.

Pada Februari 1996, Diana membuat jengkel Ratu Elizabeth II karena mengeluarkan pengumuman pribadinya tentang perceraiannya dengan Charles. ”Putri Wales telah menyetujui permintaan Pangeran Charles untuk bercerai. Putri tetap terlibat dalam semua keputusan yang berkaitan dengan anak-anak dan akan tetap di Istana Kensington dan berkantor di Istana St James. Putri Wales akan mempertahankan gelar yang dikenal sebagai Diana, Putri Wales,” katanya. 

Istana Buckingham langsung membantah pernyataan Diana. ”Kami memastikan bahwa Pangeran Charles dan Putri Wales mengadakan pertemuan pribadi sore ini di Istana St James. Pertemuan ini tidak membahas rincian penyelesaian perceraian dan juga tidak membahas peran Putri di masa depan. Semua hal yang rinci tentang persoalan ini tetap harus didiskusikan dan diselesaikan. Ini akan makan waktu,” demikian pernyataan Istana.

Pangeran Charles dan Putri Diana bercerai secara resmi pada 18 Agustus 1996. Diana tetap mempertahankan gelar Diana, Putri Wales, tetapi kehilangan gelar ”Yang Mulia”.

Pangeran Charles dan Putri Diana bercerai secara resmi pada 18 Agustus 1996. Diana tetap mempertahankan gelar Diana, Putri Wales, tetapi kehilangan gelar ”Yang Mulia”.

Setelah pengumuman perceraian secara resmi itu, Diana kemudian dekat dengan Dodi al-Fayed, putra konglomerat pemilik Harrods London dan pemilik Hotel Ritz Paris, Mohammad al-Fayed. Dodi al-Fayed menghabiskan usia 20-an tahunnya di London. Playboy itu sering mengunjungi klub-klub di London, berteman dengan para selebritas, di antaranya Brooke Shields dan Winona Ryder.

Dodi pernah menikah dengan model Suzanna Gregard pada tahun 1986, tapi hanya bertahan selama tujuh bulan. Dia bertunangan dengan model lain, Kelly Fisher, pada 1997 sebelum akhirnya jatuh di pangkuan Putri Diana.

Dodi dan Diana bertemu pertama kali tahun 1986 dalam sebuah pertandingan polo. Saat itu Diana sudah menikah dengan Pangeran Charles.

Meskipun tak ada yang menyarankan Dodi menjalin hubungan romantis dengan Diana, menurut metro.co.uk, sebelas tahun kemudian Dodi mengundang Diana (yang saat itu sudah bercerai dari Charles) bersama William dan Harry untuk berlibur di kapal pesiarnya di Perancis selatan.

Diana memenuhi undangan Dodi ke kapal pesiar. Diana terlihat mencium Dodi di kapal pesiar mewah itu dan terekam oleh paparazi. Foto itu langsung tersebar luas, menjadi santapan media Inggris berhari-hari. Foto itu membenarkan bahwa Diana sedang menjalin hubungan dengan Dodi.

Diana, ranjau darat dan Echelon

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau NSA memiliki 1.051 lembar dokumen tentang Diana dan Dodi. Mengapa NSA memiliki dokumen-dokumen tersebut? Salah satu alasannya adalah Diana dan Dodi saat itu di bawah pengintaian Echelon, salah satu sistem pengintaian NSA paling sensitif dan ultrarahasia. Sistem ini memungkinkan NSA dan pihak yang diizinkan untuk berbagi informasi—termasuk Inggris—untuk melakukan intersepsi dan mendekode setiap bentuk komunikasi elektronik di seluruh dunia, secara real time.

Setelah bercerai dengan Pangeran Charles, Diana meluncurkan kampanye larangan penggunaan ranjau darat. Diana bicara blakblakan dan mendapat banyak dukungan. Namun, Diana dianggap mengganggu oleh pemerintahan Bill Clinton di AS, London, dan beberapa negara di Eropa. Diana dianggap orang yang tidak sepenuhnya memahami apa yang dikampanyekannya. Karena faktanya, industri manufaktur ranjau darat menyediakan ribuan lapangan kerja. Tak ada yang ingin menyaksikan ranjau darat itu digunakan. Dan, tidak seorang pun ingin melihat banyak orang kehilangan lapangan kerja karena keusilan Diana.

Menurut Gordon Thomas, munculnya Dodi dalam kehidupan Diana otomatis berdampak dirinya menjadi bagian dari aktivitas pengumpulan data Echelon. Tanpa mereka ketahui, setiap komunikasi mereka, termasuk yang intim pun, diam-diam dikumpulkan oleh Echelon. Tahun 1997, nama Mohammad al-Fayed ditambahkan pada pencarian komputer global dalam sistem tersebut.

Munculnya Dodi dalam kehidupan Diana otomatis berdampak dirinya menjadi bagian dari aktivitas pengumpulan data Echelon.

Echelon menjadi pihak pertama di luar kalangan keluarganya yang tahu bahwa Mohammad al-Fayed berharap putranya bisa menikahi putri kerajaan—dan bahwa pada malam menjelang kematian mereka, dia berencana mengumumkan pertunangan keduanya. Dokumen NSA itu menyebutkan, Diana memang berencana untuk menikahi Dodi al-Fayed.

Rekaman Echelon menunjukkan betapa pasangan Diana dan Dodi berbicara tentang pernikahan dan kehidupan mereka di masa depan. Dodi terus meyakinkan Diana bahwa dia bisa menjaga privasi mereka dengan memanfaatkan layanan proteksi ayahnya.

Kini, 20 tahun setelah kecelakaan di Paris, kematian Diana dan Dodi masih dibahas media-media di dunia. Berbagai buku ditulis untuk memuaskan rasa ingin tahu penggemar Diana dan pembaca. Berbagai ulasan masih ditulis untuk mengingatkan kembali kematian Diana. (Diolah dari berbagai sumber)

DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS

Putri Diana dan Pangeran Charles ketika berkunjung ke Indonesia.

SUMBER: Kompas.id, Jumat 1 September 2017

Iklan