Arsip Kategori: Pendidikan

Skystar UMN Cetak “Technopreneur” Muda


ROBERT ADHI KSP

Osbert Adrianto, pendiri DreamBox, memulai usaha kecil-kecilannya ketika masih menjadi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, Tangerang. Sebagai “branding agency” dan “creative agency”, DreamBox membantu klien mengembangkan “branding” dan memberikan solusi teknologi sesuai keinginan klien.

Dari kiri ke kanan (berdiri): William Eka (Skyventures Capital), Yovita Surianto (Program Manager Skyventures UMN), dan Geraldine Oetama (Executive Director Skyventures UMN) dalam pertemuan dengan para peserta program inkubasi Skyventures UMN.
Dari kiri ke kanan (berdiri): William Eka (Skystar Ventures Capital Associates Director), Yovita Surianto (Program Manager Skystar Ventures UMN), dan Geraldine Oetama (Executive Director Skystar Ventures UMN). FOTO: ARSIP UMN

 

“Saya dan beberapa kawan memulai merintis DreamBox sejak masih kuliah. Awalnya kami sebagai creative agency dengan membuat website-website. Setelah ada dukungan dari para mentor di Skystar Ventures dan mendapatkan berbagai pelatihan, kami menemukan metodologi dalam berbisnis. Kami sudah menjalankan bisnis ini selama lima tahun. Saya lulus kuliah tahun 2013 dan kini DreamBox sudah memiliki belasan karyawan dengan pendapatan ratusan juta rupiah, bahkan mendekati miliaran rupiah,” ungkap Osbert dalam percakapan dengan Kompas, beberapa waktu lalu.

Osbert dan DreamBox hanya salah satu contoh sukses start up (usaha rintisan) yang didirikan mahasiswa UMN setelah mengikuti program inkubasi yang diselenggarakan Skystar Ventures. DreamBox salah satu tenant program inkubasi batch pertama. DreamBox didirikan pada 2014 oleh tiga founder alumni Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berlatar belakang Desain Grafis, Manajemen Bisnis, dan Akuntansi. DreamBox sudah menangani lebih dari 50 proyek di berbagai bidang, mulai dari logistik, perbankan, ritel, properti, sampai pada bidang pendidikan.

Pertama

Skystar Ventures adalah wadah wirausaha kreatif berbasis teknologi di Indonesia, yang didirikan UMN dan didukung Kompas Gramedia, untuk menarik minat anak muda di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Sejalan dengan misinya, Skystar Ventures bertujuan mengembangkan ekosistem usaha rintisan di Indonesia.

Skystar Ventures UMN merupakan program inkubasi yang pertama dibangun di kampus perguruan tinggi di Indonesia. Kampus lain juga memiliki program inkubasi, tetapi umumnya tidak ada tindak lanjut. Kampus-kampus lain juga baru memulai, tetapi acap kali mismanajemen.

Semua mahasiswa UMN dari lintas program studi (prodi) diwajibkan mengambil kelas entrepreneurship. Mereka diharuskan membangun ide bisnis dan mewujudkannya. Dari dua batch selama dua tahun, sudah terbentuk 15 tim start up, masing-masing beranggotakan 3-5 mahasiswa. Saat ini yang masih berjalan tim-tim lainnya. Apabila mereka kesulitan mengatur waktu, Skystar Ventures memberikan kesempatan kepada mereka untuk lulus terlebih dahulu. Yang penting, mereka sudah paham usaha rintisan.

Program Manager Skyventures Universitas Multimedia Nusantara Yovita Surianto (berbaju merah) memberikan pengarahan kepada mahasiswa peserta program Skyventures UMN.
Program Manager Skystar Ventures Universitas Multimedia Nusantara Yovita Surianto (berbaju merah) memberikan pengarahan kepada mahasiswa peserta program Skystar Ventures. FOTO: ARSIP UMN

Program inkubasi Skystar Ventures berupa pelatihan (training), mentorship, penyediaan fasilitas tempat kerja, sampai akses ke jaringan profesional. Intinya, Skystar Ventures membantu para pendiri mengembangkan ide dan kapabilitas di bidang teknologi informasi.

Banyak anak muda yang memulai usaha rintisan tidak mendapatkan pelatihan dan pengetahuan tentang bisnis. Setelah mereka lulus dari UMN, apa yang akan mereka kerjakan?

“Di Indonesia, keterampilan dalam bidang teknologi komunikasi informasi masih relatif rendah, sementara tenaga yang ahli di bidang ini banyak dibutuhkan,” kata Geraldine Oetama, Executive Director Skystar Ventures. Usaha rintisan di Indonesia saat ini jumlahnya masih relatif kecil, padahal pasar Indonesia sangat besar. Inilah saatnya untuk mengedukasi.

Geraldine berpendapat, market di dunia teknologi komunikasi dan informasi sangat besar, tetapi belum banyak yang memulainya dari kurikulum di bidang edukasi, program inkubasi, mentoring, dan foundation. “Melalui SkyStar Ventures di Universitas Multimedia Nusantara, kami membangun ekosistem start up,” katanya.

“Kami lebih fokus pada internet dan mobile base. Tahap dini, re-engine dari ide ke prototipe. Tujuannya untuk meningkatkan skill dan kapabilitas. Kenapa? Banyak kualitas pendidikan perguruan tinggi di bidang teknologi informasi masih teori,” kata Geraldine.

Lanjutkan membaca Skystar UMN Cetak “Technopreneur” Muda

Universitas Multimedia Nusantara Bangun Menara Ketiga


Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berlokasi di Gading Serpong, Tangerang, membangun menara (tower) ketiga. Ground breaking menara ini diadakan Senin (18/1/2016) pagi.

Menara ketiga kampus UMN akan memiliki 18 lantai dengan ketinggian hingga 80 meter. Menara ini dapat menampung lebih dari 5.000 mahasiswa dan ditargetkan rampung pada Agustus 2017. Menara ini mengusung konsep hemat energi. Banyak ruang terbuka menggunakan ventilasi udara alam yang masih sejuk sehingga penggunaan AC dikurangi.

UMN2
Dari kanan ke kiri: Komisaris Utama PT Medialand dan Komisaris Kompas Gramedia Irwan Oetama; Ketua Yayasan Medialand Teddy Surianto; Thomas Sigit; Budiman (arsitek); dan Rektor UMN DR Ninok Leksono. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Kampus baru UMN ini akan menggunakan double skin yang memungkinkan pengelola gedung mengendalikan intensitas cahaya dan panas matahari yang masuk ke ruangan sehingga ruangan dingin dan terang. Menara ini juga menggunakan roof garden sehingga kampus UMN tetap asri dan udara tetap sejuk. Cerobong-cerobong udara memanfaatkan perbedaan tekanan udara dan membuat basement tak perlu lagi menggunakan kipas listrik.

Kampus baru UMN akan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium Program Studi Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, dan Lecture Theatre. Juga sarana olahraga indoor, di antaranya lapangan basket, lapangan futsal, dan lapangan bulu tangkis.

Mengapa mendirikan UMN?

Irwan Oetama, Komisaris Kompas Gramedia dan Komisaris Utama PT Medialand, menjelaskan, Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia dan juga pendiri UMN, selalu peduli dengan UMN dan selalu menanyakan kabar terbaru UMN.

”Pak Jakob selalu mengatakan bahwa beliau dulu seorang guru. Demikian juga Pak PK Ojong dan Pak IJ Kasimo. Seorang romo kemudian memberikan nasihat kepada Pak Jakob bahwa guru sudah banyak, tetapi yang menjadi wartawan masih sedikit. Karena itu, Pak Jakob memilih menjadi wartawan. Setelah mengelola perusahaan Kompas Gramedia, Pak Jakob selalu menempatkan diri sebagai wartawan, bukan pengusaha,” papar Irwan Oetama, salah satu putra Jakob Oetama.

”Di usia senjanya, Pak Jakob berpikir sudah waktunya beliau juga memiliki universitas. Teman-temannya, yaitu almarhum Pak Frans Seda, mendirikan Universitas Katolik Atma Jaya; almarhum Pak PK Ojong mendirikan Universitas Tarumanagara. Almarhum Pak IJ Kasimo mendirikan LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Manajemen). Pak Jakob ingin mendirikan universitas. Beliau ingin ada sesuatu yang ditinggalkan untuk bangsa dan negara ini,” ungkap Irwan lagi.

UMN3.jpg
Irwan Oetama, Komisaris Kompas Gramedia. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

”Pak Jakob mengingatkan kami bahwa surat kabar, majalah, hotel, toko buku ada masanya. Pemiliknya bisa berganti. Tetapi, kepemilikan universitas tetap,” kata Irwan.

Lanjutkan membaca Universitas Multimedia Nusantara Bangun Menara Ketiga