Berlibur ke Eropa? Waspadai Copet!


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Musim liburan sudah tiba. Kalau Anda merencanakan berlibur ke Eropa, jangan lupa untuk selalu waspada pada aksi pencopet. Bila uang Anda habis digasak pencopet, liburan yang seharusnya berakhir dengan manis akan berakhir dengan tangis.

Hampir semua kota di Eropa rawan pencopetan. Paris, Amsterdam, Brussels, Milan, Roma, Venesia, Barcelona, Madrid, Praha, dan kota-kota lainnya. Dari berbagai cerita dan pengalaman orang Indonesia yang berlibur ke Eropa, cerita tentang aksi copet selalu ada di antara kenangan liburan.

Seorang warga Indonesia yang berlibur ke Eropa bercerita bahwa tas ranselnya yang berisi laptop, paspor, dompet, dan sejumlah uang lenyap disikat penjahat yang berpura-pura mengajak ngobrol. Dia tidak menyadari ranselnya diambil ketika dia asyik ngobrol dengan penjahat lainnya. Itu terjadi sangat cepat di stasiun kereta di Brussels, Belgia.

Warga Indonesia lainnya yang sedang menikmati Amsterdam, Belanda, tidak menyadari dompetnya berisi uang dicopet. Di Milan, Italia, pencopet menyilet tas dan menggerayangi isinya.

Kota di Eropa rawan copet

Hampir semua kota wisata di Eropa rawan pencopetan. Situs wisata TripAdvisor.com memublikasikan 10 tempat yang rawan copet berdasarkan laporan dari anggota situs tersebut.

Kota-kota di Eropa yang rawan copet adalah Barcelona (Spanyol), Roma (Italia), Paris (Perancis), Madrid (Spanyol), Athena (Yunani), Praha (Ceko), Costa Blanca (Spanyol), Lisbon (Portugal), Tenefire (Spanyol), dan London (Inggris).

Barcelona adalah ”surga” bagi pencopet. Di mana pun turis pergi, pencopet selalu menguntit. Pencopet umumnya bekerja secara berkelompok. Mereka bisa anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan orang lanjut usia sekalipun.

Bila Anda ikut tur biasanya pemimpin tur selalu mengingatkan untuk selalu waspada dan pastikan menyimpan uang dan dokumen di tempat paling aman.

Namun, bukan berarti pemimpin tur terbebas dari aksi kejahatan. Seorang pemimpin tur dari perusahaan di Jakarta pernah menjadi korban pembiusan. Untunglah anggota grup tur yang berjalan di belakangnya segera menolongnya. Namun, dia baru sadarkan diri keesokan harinya. Bayangkan betapa dahsyatnya aksi kejahatan tersebut.

Yang lebih menyeramkan adalah pengalaman serombongan turis Indonesia yang menginap di sebuah hotel di Venezia, Italia. Bus berikut koper dan barang berharga di dalamnya dibawa lari ketika bus itu diparkir di Venezia daratan.

Situs berita Channel NewsAsia pernah melaporkan, turis-turis Singapura yang baru saja selesai membeli barang-barang bermerek di Paris dan menaruhnya di bus sangat kecewa karena barang mereka di dalam bus hilang lenyap tak berbekas berikut bus dan sopirnya. Kalau sudah begini, liburan yang seharusnya berakhir manis berakhir dengan tangis.

Turis Tiongkok yang mendominasi kota-kota wisata di Eropa memang sering menjadi sasaran pencopet. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah mencetak kelas menengah baru dan melahirkan banyak orang kaya baru. Salah satu yang dilakukan orang kaya baru Tiongkok adalah berlibur dan berwisata di berbagai kota di mancanegara. Turis Tiongkok termasuk yang royal berbelanja. Mereka membawa banyak uang tunai. Tidak heran bila mereka selalu menjadi sasaran.

Karena warga negaranya sering menjadi sasaran kejahatan, Pemerintah Tiongkok secara resmi meminta Pemerintah Perancis peduli pada keamanan turis yang sedang menikmati liburan di Paris. Kedutaan Besar Tiongkok di Paris sering mendapat laporan pencopetan yang dialami warga Tiongkok.

Demikian pula dengan kehadiran wisatawan Indonesia di kota-kota di Eropa juga menjadi perhatian pencopet. Hampir semua agen perjalanan wisata di Indonesia mempunyai cerita bagaimana anggota tur menjadi korban pencopetan dan korban kejahatan.

Para pencopet di Eropa tidak bisa membedakan turis Tiongkok dan turis Indonesia. Analoginya seperti kita tak bisa membedakan turis Perancis, Italia, dan Belanda karena mereka sama-sama berkulit putih. Artinya, pencopet hanya melihat turis-turis Asia menjadi sasaran utama, tak peduli dari mana asalnya.

Krisis ekonomi yang melanda Eropa lima tahun terakhir ini menyebabkan banyak negara di Eropa menderita. Banyak pekerja dipecat. Kejahatan merajalela. Ada korelasi antara kondisi ekonomi yang memburuk dan kejahatan yang meningkat.

Tips

Ada beberapa tips yang disarankan bagi mereka yang akan berlibur ke Eropa.

Bawalah uang tunai secukupnya pada hari itu. Bila bisa ditinggal di hotel, mengapa harus membawa semua dokumen dan uang Anda? Kalau misalnya Anda ikut paket tur dan berpindah-pindah kota, Anda bisa mengambil uang secukupnya dari ATM setempat. Jadi, tidak perlu membawa uang tunai sekaligus. Pastikan ATM bank Anda dapat digunakan di luar negeri. Karena itu, sebelum berangkat konsultasikan lebih dahulu kepada bank Anda di Indonesia.

Gunakan selalu money belt ke manapun Anda pergi. Simpan uang di sana dan taruhlah money belt di tempat paling aman antara lain di balik pakaian dalam.

Jangan pernah mengeluarkan dompet Anda di depan umum karena memudahkan dan mempercepat kerja pencopet. Mereka tahu tempat dompet Anda disimpan.

Waspadalah bila berada di dalam kerumunan. Jagalah selalu barang-barang Anda, termasuk tas Anda, karena tas merupakan salah satu sasaran empuk. Kalau ada orang tak dikenal mengajak ngobrol, abaikan karena bisa jadi itu untuk mengalihkan perhatian Anda pada barang bawaan.

Turis yang sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin saja masih bisa menjadi korban pencopetan. Karena itu, yakinlah Anda sudah membuat salinan atau memfotokopi dokumen penting seperti paspor, jadwal perjalanan, dan lainnya.

Anda sudah merencanakan liburan dengan persiapan yang matang. Cerita-cerita seram tentang aksi pencopetan di kota-kota di Eropa jangan sampai membatalkan rencana berlibur Anda. Yang penting selalu waspada dan ingatkan anggota keluarga yang ikut berwisata untuk selalu berhati-hati. Jangan sampai liburan yang seharusnya penuh kenangan manis menjadi tangis.

SUMBER: KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 10 MEI 2014

 

Iklan

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: