Arsip Tag: Living World

Serpong, “Surga” bagi Penikmat Musik


Serpong Surga Musik
ROBERT ADHI KSP

SUARA penyanyi jazz Tiwi Shakuhachi yang lembut membawakan ”The Girl from Ipanema” berpadu dengan permainan pianonya. ”…When she walks she’s like a samba, that swings so cool and sways so gentle….” Intro Jazz Cafe & Bistro yang berlo- kasi di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, itu membuat pengunjung seolah berada di Brasil.

Pada malam lainnya, grup jazz yang terdiri dari Cendy Luntungan, Aga Hamzah, Happy Pretty, dan Gomez tampil di kafe ini. Mereka membawakan lagu-lagu, di antaranya ”As Time Goes By” dan ”Just the Two of Us”.

Musik jazz memang menjadi menu utama Intro Jazz. Setiap Jumat malam dan Sabtu malam, kafe itu menghadirkan sejumlah musisi jazz. Tiwi Shakuhachi hanya salah satunya. Penyanyi jazz asal Bandung yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) ini mengaku bahagia karena kawasan Serpong memiliki kafe khusus jazz.

Pertengahan tahun 2014 ini muncul kafe yang mendedikasikan khusus pada musik jazz. Ivan Tanuwijaya, salah satu pemilik dan pengelola kafe itu, bermimpi suatu hari Intro Jazz menjadi base camp pemain-pemain jazz di Indonesia, seperti klub-klub jazz Blue Note di Tokyo, Jepang, atau Baked Potato di Los Angeles, Amerika Serikat. ”Ada rasa bangga bila bermain di klub jazz itu. Kami berharap suatu hari Intro Jazz mencapai ke arah itu,” kata Ivan yang pernah kuliah di Amerika Serikat dan bekerja di sana selama 12 tahun.

BSD memang sejak lama sudah memiliki komunitas jazz, Jajan Jazz, yang didirikan Yunus Arifin dan kawan-kawan dan tampil di Taman Jajan Sektor 1 BSD. Musisi Jajan Jazz ini kemudian pernah tampil pula di Living World di Alam Sutera, BSD Square, dan Teras Kota di BSD. Komunitas jazz yang sudah lama terbentuk ini membuat Jajan Jazz cukup dikenal di antara musisi jazz nasional.

Warga BSD lain, Troy Kurniawan, mendirikan Jazz Musician Community (JMC) yang terdiri dari 720 anggota, musisi, dan penikmat jazz. Troy termasuk musisi jazz yang secara rutin tampil di Intro Jazz.

”Musisi jazz yang tampil di kafe ini umumnya lulusan Belanda dan Amerika Serikat. Jadi, mereka benar-benar menguasai musik jazz dengan benar. Tidak sembarangan,” kata Troy.

Selain di Intro Jazz, musik jazz juga dapat dinikmati di The Breeze, tempat nongkrong baru di ruang terbuka dengan resto-resto berkelas di BSD. Di sana juga, penggemar musik blues dapat menikmati musik ini setiap Rabu. Musisi yang tampil di antaranya Yockie Suryoprayogo. Anggota komunitas blues Indonesia, Inablues, biasanya sengaja datang meski mereka tidak tinggal di Serpong.

Lanjutkan membaca Serpong, “Surga” bagi Penikmat Musik

Iklan

Musik dan Komunitas “Line Dance” di Serpong


Komunitas Line Dance

ROBERT ADHI KSP

Komunitas ”line dance” tumbuh subur di kawasan Serpong seiring makin banyaknya grup band yang membawakan musik ”evergreen”, country, latin, dan lainnya yang manggung di berbagai tempat ”nongkrong” di kawasan ini. Komunitas ”line dance” inilah yang menghidupkan resto dan kafe, tempat band-band itu tampil setiap malam.

Line dance adalah tarian koreografi yang langkah dan gerakannya dilakukan secara bersamaan dan berulang, sesuai irama dan ketukan lagu. Dansa tanpa pasangan ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang.

Komunitas line dance tumbuh subur di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, termasuk di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Banyak pedansa mengaku jadi lebih sehat, lebih bugar, dan makin awet muda.

Komunitas line dance pertama yang muncul di Serpong adalah komunitas yang anggotanya tergabung dalam Country Music Club Indonesia (CMCI). Dalam komunitas ini, para anggotanya sudah terlatih melakukan line dance.

Satu tahun setelah tempat nongkrong di Downtown Walk Summarecon Mal Serpong (SMS) dibuka, pada 2007, grup band Abadi Soesman tampil. Abadi membawakan lagu-lagu oldies dan evergreen setiap Minggu malam, menjelang pusat perbelanjaan SMS tutup. Hingga menjelang tengah malam, Abadi Soesman dan kawan-kawannya menghibur penikmat musik ”jadul”. Yang menarik, para pedansa line dance juga tetap bertahan sampai acara musik itu selesai.

Abadi Soesman dan grup bandnya juga berhasil menghidupkan suasana Minggu malam di Downtown Walk SMS menjadi suasana gembira dengan lagu-lagu jadulnya. Berbagai komunitas line dance datang meramaikan suasana, tidak hanya dari Tangerang, tetapi juga khusus datang dari Jakarta.

Abadi Soesman juga berhasil membawa komunitas pencinta lagu-lagu The Beatles nongkrong setiap Senin malam di Downtown Walk SMS. Kali ini, gerakan pengunjung menyesuaikan irama lagu. Kalau misalnya lagu berirama rock ’n roll, beberapa penggemar maju di depan panggung dan bergoyang.

Abadi Soesman dan kawan-kawannya juga tampil setiap Kamis malam di The Breeze BSD, membawakan lagu-lagu evergreen. Banyak penggemar line dance yang datang dan melantai. ”Line dance sudah menjadi tren di mana-mana di Indonesia. Tidak heran apabila makin banyak yang tertarik belajar line dance dan kemudian mempraktikkannya di sini,” kata Abadi.

Lanjutkan membaca Musik dan Komunitas “Line Dance” di Serpong

Serpong, Magnet Baru yang Memikat


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Kalau ada peta wilayah yang setiap enam bulan sekali harus diperbarui, salah satu peta itu adalah Serpong. Dalam lima tahun terakhir ini, Serpong yang berlokasi di Tangerang Selatan berkembang sangat pesat.

Lanjutkan membaca Serpong, Magnet Baru yang Memikat

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: