Arsip Tag: Mass Rapid Transit

MRT ke Serpong


MRT ke Serpong

ROBERT ADHI KSP

Ketika berkunjung ke Redaksi Kompas pekan lalu, Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan rencana MRT memperpanjang jalur transportasi massal cepat (mass rapid transportation/MRT) itu hingga wilayah Bintaro dan Serpong di Kota Tangerang Selatan.

Dari stasiun dan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, MRT itu akan diperpanjang melintasi sepanjang tepi jalan tol Pondok Indah-Bintaro-Serpong, dan dibuat di atas jalur layang.

Tanggapan positif atas rencana itu terungkap di media sosial dan grup-grup Whatsapp. Umumnya warga yang tinggal di sekitar lokasi yang akan dilalui MRT menyambut baik rencana MRT Jakarta memperpanjang jalurnya hingga pinggiran Jakarta.

Rencana itu tentu bukan tanpa perhitungan matang. William mengincar calon penumpang MRT dari penduduk BSD City yang pada tahun 2017 ini diperkirakan lebih dari 300.000 jiwa. Apabila ditambah penduduk Gading Serpong, Alam Sutera, dan perumahan-perumahan lain di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, termasuk Bintaro Jaya, Pamulang, Ciputat, dan sekitarnya, jumlahnya lebih dari satu juta jiwa. Ini pasar potensial yang menggiurkan bagi MRT.

Selama ini, sebagian dari mereka sudah menikmati layanan KRL commuter line jurusan Tanah Abang-Serpong-Parungpanjang-Maja. Tetapi, sebagian lagi masih enggan meninggalkan mobil pribadi mereka. Jika diperpanjang melintasi hunian di Bintaro dan Serpong, MRT diperkirakan akan lebih menggoda kelas menengah berpindah ke moda transportasi massal itu.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, yang selama ini pusing dengan kemacetan di wilayah kotanya, langsung berkomentar, ”Ini keren dan patut didukung. Saya sudah mengusulkannya sejak DKI Jakarta masih dipimpin Pak Basuki Tjahaja Purnama.” Suara senada diungkap Michael Widjaja, CEO Sinarmas Land, pengembang yang membangun BSD City. MRT akan membuat warga makin mudah menuju jantung kota Jakarta tanpa pusing memikirkan ongkos tol dan biaya bahan bakar.

Michael sebelumnya menyatakan sedang merencanakan bersama investor Jepang membangun kereta ringan (light rail transit/LRT) di BSD City. Jika pengembang lain di Gading Serpong dan Alam Sutera ikut bergabung, LRT itu akan saling menghubungkan wilayah BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera. Dan yang terpenting, LRT itu akan terkoneksi langsung dengan MRT Jakarta yang ujungnya di Serpong.

Kelas menengah di metropolitan Jakarta dan Bodetabek yang selama ini naik mobil pribadi membutuhkan kenyamanan dan ketepatan waktu. Dengan jarak waktu kedatangan kereta MRT setiap lima menit sekali dan tarif sekali naik MRT sekitar Rp 20.000 per orang, MRT bisa menjadi salah satu pilihan yang menggoda. Apalagi MRT langsung ke jantung Ibu Kota, melintasi pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan di kawasan Sudirman-Thamrin. MRT juga akan terkoneksi dengan jaringan kereta bandara, sejumlah halte utama bus transjakarta (bus rapid transit/BRT), dan LRT jurusan lain.

Memperpanjang jalur MRT hingga Serpong merupakan langkah dan strategi cerdas. MRT tak sekadar menunggu, tapi langsung menjemput penumpang hingga ke permukiman.

SUMBER: KATA KOTA, HARIAN KOMPAS, MINGGU 3 SEPTEMBER 2017

Iklan

Menunggu Janji MRT dan LRT Terwujud


ROBERT ADHI KSP

Wajah transportasi Jakarta akan berubah menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang. Transportasi massal cepat (MRT) jurusan Lebak Bulus-Bundaran HI diharapkan sudah terwujud. Light rail transit rute Cibubur-Cawang-Grogol yang dibangun konsorsium BUMN juga ditargetkan rampung pada 2018.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana pembangunan kereta api ringan (LRT) di Jakarta. Dari tujuh rute yang direncanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dua rute diprioritaskan dan ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018. Dua rute LRT itu adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

MRTLRTJKT

Kabar ini menggembirakan dan membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi massal berbasis rel menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi. Presiden meminta agar pembangunan MRT dan LRT dilanjutkan ke rute Cikarang-Balaraja (timur-barat) sehingga wilayah Jabodetabek saling terhubung dengan moda transportasi massal secara mudah dan cepat.

Publik tentu berharap pembangunan MRT dan LRT di Jakarta betul-betul terwujud nyata karena publik sudah bosan dengan wacana dan janji yang disampaikan para pemimpin negeri ini.

Pembangunan infrastruktur MRT dan LRT memang sudah menjadi kebutuhan kota Jakarta. Pembangunan moda transportasi massal sebenarnya sudah direncanakan sejak lebih dari seperempat abad silam, sejak pemerintahan Presiden Soeharto.

Lanjutkan membaca Menunggu Janji MRT dan LRT Terwujud

Denda Tinggi dan Transportasi Publik


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menerapkan denda tinggi bagi penerobos di jalur bus transjakarta. Denda tinggi bisa jadi menimbulkan efek jera. Namun, apakah transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan terjadwal sudah tersedia?

Ada dua hal yang perlu dibahas dari pemberlakuan denda tinggi jalur bus transjakarta. Pertama, sterilisasi jalur dilakukan agar bus-bus melaju tanpa hambatan. Ini terkait dengan kedatangan 310 bus baru bulan Desember. Saat ini jumlah bus transjakarta 669 unit, dioperasikan di 12 koridor, tetapi belum termasuk armada yang rusak.

Kedua, penyediaan angkutan umum aman dan nyaman, yang terintegrasi dan terjadwal, juga mendesak. Bila niat pemerintah ingin pemilik mobil pindah ke angkutan umum, ya, segera benahi transportasi publik. Siapa mau menyiksa diri naik angkutan umum di Jabodetabek yang jadwal tak jelas dan tak aman?

Lanjutkan membaca Denda Tinggi dan Transportasi Publik