Engelbert Humperdinck, Selama Lima Dekade Tak Pernah Berhenti Menyanyi


Gambar

ROBERT ADHI KSP

Penggemar lagu-lagu lawas pasti ingat dengan nama Engelbert Humperdinck. Lagu ”Release Me” dan ”There Goes My Everything” yang dibawakannya pada akhir dekade 1960-an sampai sekarang masih terdengar. Menjelang usia ke-78 pada 2 Mei 2014, Engelbert Humperdinck masih tetap berkibar. Dia berencana tampil bersama BBC Concert Orchestra di London Palladium pada Mei nanti.

Bukan hanya itu. Engelbert juga baru saja merilis album terbarunya, album ke-80, pada 17 Maret lalu di Inggris. Album berjudul Engelbert Calling yang akan beredar di Amerika pada musim semi itu terdiri dari dua CD   berisi 23 lagu.

Dalam album tersebut, Humperdinck berduet dengan sejumlah musisi, antara lain Elton John, Cliff Richard, Olivia Newton-John, Il Divo, Willie Nelson, Gene Simmons, Lulu, Smokey Robinson, Shelby Lynne, Kenny Rogers, Andrea Corr, Neil Sedaka, Johnny Mathis, Dionne Warwick, dan Wynonna Judd.

 

Humperdinck belum pernah merilis album duet semacam ini. ”Ini perubahan besar bagi saya. Saya mendapatkan kehormatan besar untuk bekerja sama dengan para legenda musik. Semua lagu sangat pribadi. Saya tidak akan memilih lagu-lagu itu jika saya tidak menyukainya. Semuanya memiliki makna tertentu yang melekat dan berhubungan dengan hidup saya dan penyanyi lainnya,” katanya.

Humperdinck memberikan apresiasi kepada Elton John, yang menyanyikan ”The Way You Look Tonight” bersama dia dalam konsep Engelbert Calling.

Berkat ganti nama

Siapa bilang nama tidak memiliki makna? Bagi Humperdinck, justru setelah mengganti namanyalah, kariernya sebagai penyanyi langsung meroket.

Nama asli Engelbert Humperdinck sebenarnya Arnold George Dorsey. Dia lahir di Madras, India, 2 Mei 1936 sebagai anak kedua dari 10 bersaudara dari pasangan Mervyn dan Olive Dorsey. Ibunya keturunan Jerman, mengajar alat musik biola dan memiliki suara ”opera”.

Arnold kecil tinggal di Madras mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai insinyur di militer Inggris. Setelah selesai tugas di India, keluarga Dorsey tinggal di Leicester, Inggris. Pada usia 11 tahun, Arnold mulai belajar saksofon.

Arnold sempat menjadi seorang penyendiri dan pemimpi. Dia drop out dari sekolahnya pada usia 15 tahun. Setelah melakukan tugas bela negara di Jerman, dia mulai menyanyi di klub. Dia membawakan lagu pertamanya, ”I’ll Never Fall in Love Again” pada 1958 tetapi kurang mendapat respons.

Pada masa itu, sulit bagi Dorsey untuk bisa mengembangkan kariernya. Menyanyi dengan nama Gerry Dorsey, dia mengalami kesulitan finansial, terutama setelah dia sakit TBC. Tekanan kesulitan uang ini bertambah setelah dia menikah dengan Patricia Healey pada tahun 1964 yang menganugerahinya empat orang anak.

Setelah sembuh dari sakitnya, Dorsey mengubur masa lalunya. Dia bangkit menjadi seorang pemuda yang kuat, dinamis, bertubuh tinggi dan atletis.

Kariernya bersinar setelah manajernya yang juga teman sekelasnya di sekolah menengah, Gordon Mills (yang juga manajer Tom Jones), mengubah namanya menjadi Engelbert Humperdinck, nama seorang komposer Jerman yang hidup pada abad ke-19 dan pencipta opera ”Hansel dan Gretel”.

Tanpa banyak protes, Dorsey mengikuti saran Mills. ”Saya tak punya pilihan,” katanya memberi alasan. ”Saya seorang penyanyi dan seseorang memberi saya kesempatan untuk berhasil dalam bisnis,” ungkapnya.

Pada pertengahan 1960-an, Humperdinck mengunjungi penulis lagu asal Jerman terkenal, Bert Kaempfert, di rumahnya di Spanyol, yang mengaransemen tiga lagu ”Spanish Eyes”, ”Strangers in the Night”, dan ”Wonderland by Night”. Sekembalinya ke Inggris, Humperdinck menyanyikan ketiga lagu itu dan merekamnya.

 

”Release Me”

Pada tahun 1967, Humperdinck mencatat sukses pertamanya lewat lagu ”Release Me” yang didaur ulang dari lagu yang kali pertama dipublikasikan pada tahun 1946. Lagu ini sukses menggeser lagu The Beatles ”Penny Lane” dari puncak lagu populer di Inggris.

”Release Me” adalah lagu pertama yang bertengger di puncak lagu populer Inggris selama enam pekan berturut-turut selama Maret-April 1967, dan menangguk penjualan tertinggi di Inggris pada tahun itu. ”Release Me” bahkan tercatat mengalami penjualan lagu terbaik sepanjang masa dengan   1,38 juta. Lagu ini juga masuk dalam 10 top lagu populer di Amerika Serikat.

Humperdinck   tampil dalam acara variety show Inggris, ”Sunday Night at the London Palladium”, yang makin melambungkan namanya.

Gaya Humperdinck yang santai dan wajahnya yang tampan membuat dia digila-gilai para perempuan penggemarnya yang menamakan diri sebagai ”Humperdinckers”.

Sukses Humperdinck dalam ”Release Me” disusul dua lagu balada lainnya, yaitu ”There Goes My Everything” dan ”The Last Waltz”.

Pada tahun 1968, lagu ”A Man Without Love” (Quando M’innamoro) mencapai posisi nomor dua dalam UK Singles Chart, sedangkan album dengan nama yang sama berada di posisi ketiga.

Pada awal 1970, Humperdinck sibuk dengan jadwal rekaman yang padat. Lagu-lagunya, ”We Made It Happen” (ditulis Paul Anka), ”Sweetheart” (ditulis Barry Gibb dan Maurice Gibb), ”Another Time, Another Place”, dan ”Too Beautiful To Last” (theme song film ”Nicholas and Alexandra”).

Pada pertengahan dekade 1970-an, gaya lagu-lagu balada mulai kurang populer. Humperdinck berkonsentrasi pada pertunjukan musik. Dia tampil secara rutin di Riviera Hotel di Las Vegas, AS.

Pada tahun 1980-an, menjelang usianya ke-50, Humperdinck muncul dalam drama televisi populer, seperti ”The Love Boat”, ”Hotel”, dan ”Fantasy Island”. Pada dekade itu, Humperdinck juga merilis sejumlah album, antara lain A Lovely Way To Spend An Evening (1985) dan Remember, I Love You.

Nama Engelbert Humperdinck terpatri sebagai bintang di Hollywood Walk of Fame pada tahun 1989 dan memenangi Golden Globe Award sebagai entertainer of the year. Dia juga banyak terlibat dalam acara-acara karitas yang diselenggarakan Leukemia Research Fund, American Red Cross, American Lung Association, dan beberapa organisasi AIDS.

Memasuki abad ke-21, karier Engelbert Humperdinck tidak meredup, dan justru terus bersinar. Pada tahun 2000, albumnya yang berjudul Engelbert at His Very Best masuk lima besar album terpopuler di Inggris dan kembali ke puncak lima tahun kemudian setelah dia muncul dalam iklan televisi John Smith.

Pada musim semi 2003, Humperdinck berkolaborasi dengan artis dan produser peraih Grammy Award, Art Greenhaw, membuat album gospel Always Hear the Harmony: The Gospel Sessions.

Pada tahun 2006, University of Leicester memberikan penghargaan gelar Honorary Doctorate of Music kepada Humperdinck, yang menghabiskan masa kecilnya di kota Leicester.

Pada tahun 2007, untuk memperingati 40 tahun berkiprah di dunia tarik suara, Humperdinck merilis The Winding Road, album yang menampilkan karya komposer Inggris, dan didedikasikannya untuk Inggris. Mendapatkan 4 nominasi Grammy, 1 penghargaan Golden Globe ”Entertainer of the Year” (1988), 63 gold records, dan 24 platinum records, dan 1 bintang Hollywood Walk of Fame, Humperdinck sukses sebagai entertainer selama lima dekade. Dia tetap menikmati jadwal konser musik di berbagai kota dan negara.

Tidak hanya sukses sebagai penyanyi internasional, Humperdinck juga berhasil sebagai pebisnis dan wirausaha real estate. Dia menanamkan investasi, membeli real estate premium di Hawaii dan kota-kota lainnya di Amerika Serikat, serta di Meksiko.

Engelbert Humperdinck selama     lima dekade mewarnai dunia musik, dan tak pernah berhenti menyanyi. (BILLBOARD/BIOGRAPHY/ENGELBERT.COM)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 26 APRIL 2014

Iklan