Serpong Diserbu Pengembang Apartemen


Serpong

ROBERT ADHI KSP

Kawasan Serpong di Kota Tangerang Selatan semakin dilirik investor properti. Saat ini semakin banyak apartemen dibangun di sejumlah lokasi di kawasan Serpong dan sekitarnya. Maraknya pembangunan gedung perkantoran baru, pusat perbelanjaan, kampus, dan sekolah, serta pembangunan gedung konvensi terbesar di Asia Tenggara di Serpong memacu kebutuhan hunian vertikal.

Menurut catatan Kompas, sampai Juli 2014 jumlah apartemen yang sudah dan sedang dibangun di kawasan Serpong (BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera) sebanyak 22, tujuh di antaranya sudah beroperasi.

Duapuluh dua apartemen yang tersebar di berbagai lokasi di Serpong itu adalah Saveria, Casa de Parco, Treepark, Parkland Avenue, Kubikahomy, Sky View, Interpark, Green View, Easton Park (BSD-Serpong), Beverly, Atria, Skyline, Majestic, K2Park, GranSchool, Medina, Scientia (Gading Serpong), Brooklyn, Saumata, Paddington Height, Silkwood (Alam Sutera), dan Great Western Residence/GWR (Jalan Raya Serpong).

Dari jumlah ini, baru tujuh yang sudah beroperasi, yaitu Kubikahomy, Sky View, Scientia, Atria, Skyline, Silkwood, dan GWR, sedangkan 14 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Di luar kawasan Serpong terdapat 11 apartemen yang tersebar di sejumlah lokasi di Tangerang, yaitu Amartapura, Matahari, Golf Karawaci, U-Residence, Urbana, Paragon (Lippo Karawaci dan sekitarnya), Ayodhya, SudirmanOne, Modernland, Paragon Square, dan Sudirman View (Kota Tangerang). Dari jumlah itu, hanya empat yang masih dalam tahap pembangunan, yaitu Ayodhya, SudirmanOne, Paragon Square, dan Sudirman View. Selebihnya sudah terbangun.

Apartemen di kawasan Lippo Karawaci dibangun untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Universitas Pelita Harapan, selain kebutuhan pekerja dan keluarga.

Lokasi
Harga rumah di kawasan Serpong saat ini sudah melambung. Harga rumah seluas 120 meter persegi di BSD, misalnya, sudah di atas Rp 1 miliar. Karena itu, banyak orang mulai melirik apartemen sebagai solusi.

Harga satu unit apartemen untuk tipe studio bervariasi antara Rp 200 juta dan Rp 500 juta tergantung lokasi dan luasnya.

Dua menara apartemen Casa de Parco di kawasan CBD BSD yang diluncurkan sejak tahun lalu dan dijual dengan harga Rp 400-an juta (tipe studio) sudah habis terjual.

Lokasi apartemen ini di seberang pusat perbelanjaan baru AEON BSD City dan tak jauh dari gedung konvensi terluas di Asia Tenggara yang sedang dibangun Grup Kompas Gramedia serta kampus Swiss German University dan kampus Prasetiya Mulya Business School. Apartemen ini juga dekat dengan gerbang tol baru Serpong-Balaraja (masih tahap perencanaan).

”Lokasi strategis menjadi pertimbangan orang membeli apartemen,” kata Raymond, karyawan pemasaran BSD City.

Tidak semua apartemen di kawasan BSD dibangun pengembang Sinarmas Land. Pada umumnya pengembang swasta membeli tanah kosong di kawasan BSD dan sekitarnya serta memanfaatkan pesatnya perkembangan kawasan BSD.

Apartemen Treepark, misalnya, dibangun di samping Hotel Pop dan McDonalds (belakang Giant BSD). Tak jauh dari apartemen itu sudah dibangun tiga gedung perkantoran baru (sejajar dengan Wisma BCA BSD). Pengembang lain membangun Apartemen Parkland Avenue di Cilenggang. Harga apartemen tipe studio rata-rata sekitar Rp 400 juta.

Di Alam Sutera, pengembang apartemen memanfaatkan pesatnya kawasan itu. Kampus Universitas Binus dan belasan gedung perkantoran baru di Alam Sutera memacu kebutuhan hunian vertikal. Kondisi serupa terjadi di Gading Serpong. Kehadiran Universitas Multimedia Nusantara yang memiliki ribuan mahasiswa memacu kebutuhan hunian.

SUMBER: KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, KAMIS 31 JULI 2014

Iklan