Lionel Richie, Pencipta Lagu dan Penyanyi Sepanjang Masa


Lionel Richie

ROBERT ADHI KSP

Lionel Richie adalah salah satu ikon musik dunia dan superstar internasional. Selama empat dekade aktif dalam dunia musik, Richie sukses menjual 100 juta album di seluruh dunia.

Lionel Richie menerima berbagai penghargaan internasional, mulai dari penghargaan Oscar, Grammy (5 kali), American Music Award (16 kali), Golden Globe, dan People’s Choice Award (5 kali). Dia juga menerima World Music Lifetime Achievement Award sebagai tanda bahwa dia seorang penyanyi dunia sepanjang masa.

Nama Richie juga terpatri di Hollywood Walk of Fame. Dia juga menerima berbagai penghargaan dari sejumlah negara, di antaranya Jerman, Hongkong, dan Italia.

Richie adalah salah satu dari dua penulis lagu dalam sejarah musik yang memperoleh honor yang jumlahnya mencapai rekor selama sembilan tahun. Penulis lagu lainnya adalah Irving Berlin.

Lanjutkan membaca Lionel Richie, Pencipta Lagu dan Penyanyi Sepanjang Masa

Media Baru, Peluang Baru dan Bisnis Baru


Media Baru

ROBERT ADHI KSP

Perkembangan internet telah melahirkan banyak peluang bisnis baru dan media baru dengan berbagai kreativitas baru. Bukan hanya mengubah dunia media ”mainstream”, tetapi juga dunia periklanan. Suka tidak suka, itulah yang terjadi. Perubahan di depan mata harus dihadapi, baik oleh pelaku media maupun pelaku periklanan dan bidang terkait lainnya.

”Apa yang terjadi pada masa depan sangat bergantung pada apa yang kita lakukan sekarang,” kata Anand Tilak, Country Head of Facebook Indonesia saat berbicara dalam Asia Pacific Media Forum (APMF) 2014 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 19-20 September.

Ucapan Tilak seakan ingin menegaskan, bila pada saat ini kita tidak mempersiapkan diri, kita akan digilas zaman. Facebook sendiri sudah memanfaatkan perkembangan secara cerdas. Dengan jumlah pengguna Facebook di dunia yang sudah mencapai 1,23 miliar, Facebook menjadi salah satu media baru yang digemari pengguna internet. Iklan-iklan yang dipasang di Facebook termasuk yang disukai pengguna media sosial. Potensi pengguna Facebook asal Indonesia yang jumlahnya 70 jutaan, membuat perusahaan ini membuka kantor cabangnya di Jakarta.

Lanjutkan membaca Media Baru, Peluang Baru dan Bisnis Baru

Media Sosial: Menggugah Keterlibatan Warga


APMF2014

ROBERT ADHI KSP dan AMIR SODIKIN

MEMBANGUN kota dengan bantuan media sosial. Itulah kreativitas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Hampir setiap hari dia berkicau, menyapa warga kota, mengajak mereka berperan dan membangun kota dengan berbagai cara positif. Melalui Twitter dan Facebook, Ridwan Kamil mengajak warga kota membuang sampah di tempatnya, memberikan informasi tentang penyediaan bus gratis Damri untuk pelajar, mengajak warga kota berbahasa Sunda setiap hari Rabu, berbahasa Inggris setiap hari Kamis, dan naik sepeda setiap hari Jumat.

Ridwan Kamil yang memimpin kota seluas 167,67 kilometer persegi dan berpenduduk 2,5 juta jiwa ini percaya, 60 persen warga Kota Bandung berasal dari kalangan berpendidikan, membaca kicauannya dan menanggapinya dengan positif pula. ”Saya seorang pengguna Twitter yang menjadi Wali Kota Bandung,” kata Ridwan. Jumlah followers (pengikut) Ridwan Kamil di Twitter sudah lebih dari 714.000 dan setiap hari selalu bertambah.

Ridwan tidak hanya menyapa warga kota, tetapi juga mewajibkan semua kepala dinas, camat, dan lurah di jajaran Pemerintah Kota Bandung memiliki akun Twitter. Sebelumnya, 80 persen pejabat di Pemerintah Kota Bandung tidak paham Twitter.

Salah satu tujuan Ridwan, agar pejabat Pemerintah Kota Bandung menyerap aspirasi warga kota. Apabila ada warga menyampaikan keluhan tentang layanan publik, Ridwan langsung meminta jajarannya menanggapi dan melakukan aksi. ”Sebelum warga kota menyampaikan terima kasih, saya anggap persoalan belum beres,” cerita Ridwan Kamil dalam Asia Pacific Media Forum (APMF) 2014 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu (20/9) pekan lalu. APMF yang bertema ”Connect Deeper” menghadirkan para pembicara pakar dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan era digital.

Ridwan Kamil ingin mewujudkan Bandung menjadi kota pintar (smart city). Dia mengajak PT Telkom menyediakan akses Wi-Fi gratis untuk warga kota karena dia tahu banyak warganya yang ”fakir kuota”. Berkat Wi-Fi gratis yang disediakan Wali Kota Bandung, ada mahasiswa yang menyampaikan terima kasih karena bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu.

”Jika lima tahun lagi datang ke Bandung, insya Allah, Silicon Valley Indonesia sudah terwujud,” kata Ridwan yang tampil di panggung bersama pelaku industri kreatif Yoris Sebastian dan rapper JFlow (Joshua Matulessy). Peserta APMF yang datang dari mancanegara memberikan apresiasi tinggi.

Ridwan menantang warga Bandung membuat aplikasi yang memuat beragam informasi kota itu agar dapat diakses melalui perangkat bergerak. Tantangan itu ditanggapi positif. Tiga bulan ke depan, berbagai aplikasi tentang Bandung dapat diunduh lewat gadget bersistem operasi Android, iOS, dan lainnya.

Apa yang dilakukan Ridwan Kamil membuatnya sangat populer di mata masyarakat Kota Bandung. Warga merasa tak punya jarak dengan pemimpinnya. Warga juga dapat menjalin komunikasi langsung dengan wali kotanya melalui Twitter.

Kreativitas Ridwan Kamil memanfaatkan media sosial dalam mengelola kota menjadi contoh positif bagaimana media sosial dimanfaatkan dengan tepat dan untuk kepentingan bersama yang lebih luas.

Pemimpin kota dan relatif berusia muda seperti Ridwan Kamil mulai bermunculan. Selain Joko Widodo, mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia, ada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Bogor Bima Arya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. ”Kami berkomunikasi dalam grup Blackberry Messenger,” kata Ridwan. ”Kami adalah buah pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara langsung.”

Lanjutkan membaca Media Sosial: Menggugah Keterlibatan Warga

Mendengar Suara Rakyat


Mendengar Suara Rakyat

ROBERT ADHI KSP

Indonesia membutuhkan sosok pemimpin daerah yang mau melayani rakyatnya. Kehadiran pemimpin daerah seperti Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, dan Ridwan Kamil, yang mau mendengar suara rakyat, menanggapi, dan melakukan aksi, merupakan angin segar bagi Indonesia baru. Indonesia sudah lama merindukan ini.

Pelayanan publik memang menjadi persoalan utama bagi masyarakat. Mulai dari urusan kependudukan (akta lahir, kartu tanda penduduk,) sampai urusan perizinan (izin mendirikan bangunan, izin usaha, dan lainnya), warga harus berhadapan dengan pegawai pemerintah. Di banyak kota di Indonesia, layanan publik justru paling sering dikeluhkan. Sudah berbelit-belit, panjang dan lama, urusan ini membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan. Jarang ada yang beres.

Berubah

Namun, Indonesia mulai berubah setelah muncul sosok para pemimpin muda yang mengelola sejumlah kota. Joko Widodo ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta menyerap aspirasi rakyat dengan cara melakukan blusukan ke berbagai wilayah di Jakarta. Dia bertemu dengan masyarakat, menyerap aspirasi warga, memetakan persoalan, dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membagi-bagikan kartu namanya yang memuat tiga nomor telepon selulernya kepada masyarakat Ibu Kota. Basuki mengajak warga Jakarta melaporkan persoalan mereka dengan cara mengirimkan pesan singkat ke tiga nomor ponselnya, 0811 944 728, 0819 27666 999, dan 0858 112 919 66. Dia mempersilakan warga Ibu Kota menghubunginya kapan saja apabila menemukan persoalan, dan dia akan menanggapi dan berupaya menyelesaikannya.

 

Lanjutkan membaca Mendengar Suara Rakyat

Julio Iglesias, Penyanyi Latin Paling Sukses


Julio Iglesias

ROBERT ADHI KSP

Julio Iglesias harus melupakan mimpinya berkarier di klub sepak bola Spanyol, Real Madrid, ketika dia mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan dia harus beristirahat di rumah selama dua tahun. Namun, Julio Iglesias tidak menyerah dengan keadaan. Setelah beralih menjadi penyanyi, nasibnya berubah. Julio Iglesias berkibar di belantika musik dunia pada era 1970-an dan 1980-an. Namanya kemudian terpatri dalam Guinness World Records sebagai ”Best Selling Male Latin Artist”.

Memiliki wajah yang tampan, suara yang powerful dan kemampuan berkomunikasi dengan penonton, Julio Iglesias adalah salah satu figur penyanyi yang sangat populer dan abadi dalam sejarah musik Latin. Dia superstar internasional sesungguhnya. Selama berkarier di bidang musik, Julio Iglesias sukses menjual 300 juta keping album dalam 14 bahasa di seluruh dunia.

Tiga lagunya yang dibawakan berduet, yaitu ”To All the Girls I’ve Loved Before” bersama Willie Nelson, ”All of You” bersama Diana Ross, dan ”My Love” bersama Stevie Wonder, sukses bertengger di puncak tangga lagu dunia. Namun, lagu yang paling populer yang dibawakan lelaki berbintang Libra itu adalah ”To All the Girls I’ve Loved Before”.

 

Apa yang membuat Julio Iglesias tetap antusias menyanyi di banyak kota di dunia pada usia senjanya? ”Passion,” jawabnya. ”Passion-lah yang membuat saya melakukan banyak hal. Saya bersyukur dengan apa yang telah terjadi dalam hidup saya,” katanya. Julio Iglesias tidak pernah kehilangan passion-nya dalam dunia tarik suara. ”Sukses memiliki resep sederhana: lakukan yang terbaik dan orang-orang akan menyukainya,” katanya.

 

Lanjutkan membaca Julio Iglesias, Penyanyi Latin Paling Sukses

Kastil Vaduz di Negeri Mini


Vaduz

ROBERT ADHI KSP

PERNAH dengar nama Kota Vaduz? Wisatawan yang melakukan perjalanan darat dengan bus dari Swiss ke Austria, pada umumnya singgah di Vaduz, ibu kota negara Liechtenstein. Kota seluas 17,3 kilometer persegi dan berpenduduk 5.372 jiwa itu merupakan salah satu dari sedikit ibu kota negara di dunia yang tidak memiliki bandar udara dan stasiun kereta.

Kota ini berada di tepi Sungai Rhine, salah satu sungai terpanjang di Eropa. Salah satu landmark Vaduz adalah Kastil Vaduz, tempat tinggal Pangeran Liechtenstein yang memerintah monarki tersebut bersama keluarganya. Kastil itu berada di puncak bukit, di tengah kota, sehingga dapat dilihat dari segala sisi kota.

Kastil Vaduz merupakan kastil paling populer di antara lima kastil yang berada di Liechtenstein. Empat kastil lainnya adalah Kastil Gutenberg di Balzers, Kastil Obere Burg, Kastil Untere Burg di Schellenberg, serta Kastil Schalun di Kota Vaduz.

Vaduz memiliki sejarah panjang di Eropa. Berdasarkan manuskrip sejarah pada abad ke-12, kota yang diberi nama Farduzes ini didirikan pada 1322 oleh Pangeran Werdenberg. Kastil Vaduz dibangun pada 1322, dan sempat dibakar oleh Konfederasi Swiss selama Perang Swabian pada 1499.

Kastil Vaduz diperbaiki dan diperluas oleh Pangeran Kaspan von Hohenems (1613-1640). Kastil ini kemudian diakusisi dan dikuasai oleh keluarga bangsawan Liechtenstein pada 1712. Setelah merdeka dari Kerajaan Romawi Suci pada 1719, Liechtenstein kemudian menjadi anggota Konfederasi Jerman (1815-1866). Restorasi kastil ini berlangsung sejak 1905 sampai 1920.

Lanjutkan membaca Kastil Vaduz di Negeri Mini

Media Sosial dan Kekuatan Rakyat


Media Sosial dan Kekuatan Rakyat

>ROBERT ADHI KSP

Media sosial kini telah menjadi alat bagi hampir seluruh gerakan politik dunia, termasuk di Indonesia. Meluasnya jangkauan internet hingga ke berbagai belahan dunia telah menjadikan media sosial alat kekuatan rakyat untuk melakukan perubahan.

Kicauan ribuan pengguna media sosial dengan tagar (hashtag) #SaveAhok, beberapa saat setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu menyatakan keluar dari Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, meramaikan dunia maya belum lama ini. Basuki yang akrab dipanggil Ahok kecewa Gerindra mendukung Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada). Namun, petinggi Gerindra dan partai politik (parpol) pendukung Koalisi Merah Putih menghujat Basuki. Pada saat itulah, ribuan pengguna media sosial Twitter berkicau mendukung langkah Basuki dan menilai keputusannya merupakan keputusan berani dan tepat.

Sebelumnya, dalam masa pemilihan presiden, ribuan pengguna Twitter juga membuat tagar #SaveRRI, memberikan dukungan kepada Radio Republik Indonesia. Dukungan itu berawal ketika Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berencana memanggil manajemen RRI dan mencurigai RRI tidak netral, karena hasil hitung cepat RRI mengunggulkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Rencana DPR memanggil manajemen RRI dikecam habis-habisan oleh ribuan pengguna media sosial. Dalam pemilihan legislatif sebelumnya, RRI sudah melakukan hitung cepat dan hasilnya mendekati presisi. Dukungan rakyat terhadap RRI melalui media sosial membuat DPR mengurungkan niat mereka ”mengadili” manajemen RRI.

Gerakan #SaveAhok dan #SaveRRI di Twitter hanya salah satu contoh, betapa media sosial menjadi alat bagi rakyat untuk melakukan perubahan. Betapa dahsyatnya kekuatan media sosial. Suara pengguna media sosial bermakna sebagai suara rakyat.

Media sosial juga alat yang ampuh untuk mengumpulkan massa. Dan itu terbukti dalam ”Konser Dua Jari” di Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Juli lalu. Meski persiapannya mepet, acara itu dihadiri lebih dari 100.000 orang berkat peranan media sosial. Mereka berbondong-bondong datang tanpa dibayar.

Lanjutkan membaca Media Sosial dan Kekuatan Rakyat

Richard Clayderman, Pianis Dunia ”Prince of Romance”


Richard Clayderman

ROBERT ADHI KSP

Richard Clayderman (60), pianis asal Perancis, dijuluki Nancy Reagan sebagai ”Prince of Romance” (Pangeran Cinta) karena mahir memainkan aneka musik bernuansa romantis. Clayderman yang sudah melanglang buana ke lima benua itu tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai ”pianis paling sukses di dunia”.

Julukan “Prince of Romance” diberikan Nancy Reagan (waktu itu Ibu Negara Amerika Serikat) kepada Richard Clayderman yang tampil dalam konser amal ”Waldorf Astoria” di New York, Amerika Serikat. ”Anda tahu Richard, Anda sungguh seorang Prince of Romance,” kata Nancy, menggambarkan betapa gaya musik Clayderman begitu romantis: lembut, membangkitkan gairah cinta, emosi, dan perasaan para penontonnya.

Musik Clayderman yang dimainkannya sebagian besar memang sangat romantis dan menguras perasaan.

”Saya memang tipe orang yang agak tenang, pemalu, dan pendiam. Saya kurang begitu suka pergi ke disko, klub malam, atau bar. Saya lebih suka mendatangi tempat yang tenang untuk menyegarkan kembali energi dan konsentrasi bermain piano,” kata Clayderman.

Dia mengaku jarang berbicara dengan suara keras dan jarang kesal. ”Saya menjaga sesuatunya. Dengan cara itu, saya pikir saya seorang romantis dan mudah terharu,” paparnya.

”Menjadi seorang yang romantis artinya peduli dengan keindahan angkasa dan laut, keindahan alam, serta mencintai segala sesuatu yang indah,” kata Clayderman tentang makna romantis.

Sejauh ini, Clayderman sudah merekam lebih dari 1.300 lagu dan menciptakan ”gaya romantis baru” melalui repertoarnya, yang menggabungkan gaya aslinya dengan musik klasik dan pop.

Pada tahun 2006, dia meraih rekor perjualan, sekitar 150 juta, dan memiliki 267 album emas dan 70 album platinum.

Clayderman mendedikasikan lebih banyak waktu untuk tampil dalam berbagai konser. Sejauh ini, dia sudah tampil dalam 200 pertunjukan dalam 250 hari.

”Saya sungguh menikmati momen tampil di panggung saat saya melakukan komunikasi langsung dengan para penonton. Saya merasakan itu dan saya menikmati momen-momen ini. Dalam konser, bersama 10 musisi atau orkestra simponi, saya suka menggabungkan tempo, rhythm, dan gaya yang berbeda untuk membangkitkan beragam emosi,” jelasnya.

Lanjutkan membaca Richard Clayderman, Pianis Dunia ”Prince of Romance”

Kemacetan, Transportasi Publik, dan Jalan Baru


Kemacetan di Jakarta

ROBERT ADHI KSP

Kemacetan lalu lintas di Jakarta dan wilayah sekitarnya semakin menggila. Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta ataupun Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) mengalami kemacetan akut. Hampir setiap saat, jalan tol yang seharusnya menjadi jalan bebas hambatan, dipadati kendaraan pribadi dan kendaraan berat. Padahal, pengguna jalan tol sudah membayar ongkos tol belasan ribu sampai puluhan ribu rupiah.

“Setelah JORR W2 (Jakarta Outer Ring Road West 2) Ulujami beroperasi dan tersambung, perjalanan dari Jakarta Timur menuju Serpong yang biasanya 45 menit, kini butuh waktu lebih dari dua jam!” kata seorang pengguna jalan tol, mengeluhkan buruknya layanan JORR. Pengelola jalan tol tidak mampu menertibkan truk kontainer dan trailer yang ”merampok” lajur kendaraan pribadi.

Kemacetan di Jakarta memang semakin menggila. Pertambahan jumlah mobil dan sepeda motor seperti deret ukur, rata-rata 11,2 persen per tahun, sedangkan pertumbuhan jalan di Jakarta ibarat deret hitung, rata-rata 0,01 persen per tahun. Tidak sebanding!

Jumlah kendaraan bermotor di wilayah Polda Metro Jaya (Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok) sampai 2013 tercatat 16,1 juta unit. Dari jumlah itu, 12 juta di antaranya roda dua dan 4,1 juta roda empat.

Tahun 2012, jumlah kendaraan bermotor tercatat 14,4 juta (terdiri dari 10,7 juta unit roda dua dan 3,6 juta unit roda empat).

Sementara itu, panjang jalan di wilayah DKI Jakarta, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum, tercatat 7.208 kilometer, atau baru memenuhi 60 persen dari total kebutuhan jalan yang sebenarnya. Dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa, Jakarta sebenarnya membutuhkan jalan sepanjang 12.000 kilometer.

Kemacetan lalu lintas di Jakarta mengakibatkan pemborosan bahan bakar minyak, yang apabila dihitung mencapai lebih dari Rp 8 triliun per tahun.

Selama bertahun-tahun, pemerintah seakan menganakemaskan industri otomotif. Jutaan kendaraan bermotor baru menyesaki jalan-jalan di Jakarta. Akan tetapi, saat bersamaan, pemerintah mengabaikan pembangunan jalan baru.

Publik tak punya pilihan lain, dan harus membeli kendaraan bermotor karena transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya tidak saling terkoneksi dengan baik. Bagaimana bisa mencapai tempat kerja tepat waktu apabila sistem transportasi massa di Jakarta belum terintegrasi?

 

Lanjutkan membaca Kemacetan, Transportasi Publik, dan Jalan Baru

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: