Richard Nixon, Presiden Pertama AS yang Mundur karena Skandal


Jumat, 9 Agustus 1974. Richard Milhous Nixon (saat itu berusia 61 tahun) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden ke-37 Amerika Serikat. Nixon merupakan presiden pertama AS yang mengundurkan diri dalam sejarah 185 tahun lembaga kepresidenan AS.

Berita mundurnya Nixon menjadi berita utama harian Kompas, Sabtu, 10 Agustus 1974, dengan judul ”Nixon Mundur – Gerald Ford Dilantik jadi Presiden ke-38 AS”.

Halaman muka Harian Kompas Sabtu 10 Agustus 1974
Halaman muka Harian Kompas Sabtu 10 Agustus 1974. ARSIP HARIAN KOMPAS

Richard Nixon lahir di Yorba Linda, California, 9 Januari 1913, menyelesaikan pendidikan hukum di Duke University School of Law pada 1937. Nixon memulai karier politiknya sejak tahun 1946 di Califonia ketika dia merebut kursi Kongres dari Jerry Voorhis. Generasi tahun 1940-an melihat dia sebagai tokoh Republik yang sangat antikomunis.

Anak-anak dari generasi tersebut memberikan suara mereka yang pertama dalam pemilihan Presiden Dwight D Eisenhower, saat itu Richard Nixon sebagai wakil presiden. Richard Nixon menjabat wapres pada 20 Januari 1953 hingga 20 Januari 1961, selama dua periode, satu paket dengan Dwight D Eisenhower, yang terpilih lagi sebagai presiden untuk empat tahun kedua.  

Generasi 1960-an melihat Nixon kalah tipis dari John F Kennedy yang terpilih sebagai Presiden AS. Setelah itu, tahun 1962, Nixon kalah lagi dalam perebutan kursi Gubernur California, tempat asal Nixon. 

Kekalahan demi kekalahan yang dialaminya tidak membuat Nixon patah semangat. Akhirnya dalam pemilihan presiden tahun 1968, Richard Nixon menang tipis atas Hubert Humphrey. Nixon menjadi presiden ke-37 AS, menggantikan Lyndon B Johnson. Wakil presiden bagi Richard Nixon pada periode 1969-1973 adalah Spiro Agnew, sedangkan pada periode kedua (sampai 1974) adalah Gerald Ford. 

Dalam masa jabatan pertamanya, Richard Nixon berhasil mengakhiri Perang Vietnam, mengatasi konflik-konflik rasial, dan pergolakan mahasiswa di dalam negeri, serta mengekang inflasi. Nixon berkunjung ke Moskwa dan Peking (Beijing) untuk membuka era baru hubungan Timur dan Barat.

Dalam pemilihan presiden berikutnya tahun 1972, Richard Nixon terpilih kembali sebagai Presiden AS dengan kemenangan mutlak, merebut kemenangan di 49 negara bagian dari 50 negara bagian di AS.

Richard Nixon mengatakan, karena masalah Watergate, dia tidak bisa lagi melakukan kewajibannya sebagai seorang presiden Amerika Serikat. Ucapan Nixon disiarkan melalui siaran radio dan televisi hari Kamis, 8 Agustus 1974, malam atau 9 Agustus 1974 pukul 08.00 WIB, dan didengarkan ratusan juta orang di Amerika Serikat dan di belahan dunia lain.

Dalam pidatonya selama 17 menit, Nixon menjelaskan dengan suara tenang bahwa pengunduran dirinya dari jabatan presiden AS resmi berlaku sejak Jumat tengah hari. Pada saat bersamaan, Gerald Ford disumpah sebagai presiden yang baru.

Menurut Nixon, dirinya wajib bertahan dan berusaha sedapat mungkin menyelesaikan masa jabatannya sejak terpilih akhir tahun 1972. ”Amerika membutuhkan seorang presiden yang bekerja full time, sebuah Kongres yang bekerja full time, untuk menghadapi masalah-masalah di dalam negeri dan di luar negeri. Kepentingan nasional harus selalu mendahului pertimbangan-pertimbangan pribadi mana pun,” kata Nixon dari Ruang Oval Gedung Putih.

”Saya akan meletakkan jabatan kepresidenan mulai hari Jumat, 9 Agustus. Wakil Presiden Gerald Ford akan disumpah sebagai presiden baru di kantor ini,” lanjut Nixon. Dalam pidatonya, Nixon sama sekali tidak menjelaskan peranannya dalam skandal Watergate. Nixon hanya menyatakan amat menyesal atas setiap kerugian yang mungkin terjadi selama proses kejadian yang menghasilkan keputusan pengunduran diri tersebut.

Nixon mengakui, beberapa keputusan yang diambilnya ternyata salah. Namun, keputusan yang salah itu diambilnya ”demi kepentingan nasional pada saat itu”.  Saat ini, ujar Nixon, yang paling penting bagi Amerika Serikat adalah menyembuhkan luka-luka yang diderita negeri itu. Proses penyembuhan itu diharapkannya dapat dipercepat dengan pengunduran dirinya.

Lebih dari separuh isi pidatonya digunakannya untuk menyusun daftar hasil-hasil besar yang dicapainya selama masa jabatannya lima setengah tahun terakhir.

Nixon dinilai masih beruntung karena dia mengundurkan diri. Dia masih mendapatkan hak pensiun 60.000 dollar AS per tahun, berikut tambahan anggaran untuk gaji staf dari anggaran negara, hak atas suatu ruangan negara untuk kantor pribadi. Nixon juga masih berhak mendapatkan perlindungan polisi rahasia selama dia suka, juga surat-menyurat bebas bea selama tidak terkait kegiatan politik.

Richard M Nixon pernah berkunjung ke Indonesia 27-28 Juli 1969 dan bertemu Presiden Soeharto. Setahun kemudian, Mei 1970, Presiden Soeharto melakukan kunjungan balasan ke AS dan bertemu Nixon.

Richard Nixon meninggal pada 22 April 1994 atau hampir 20 tahun setelah dia mengundurkan diri sebagai presiden.

Digantikan Gerald Ford

Tepat tengah hari waktu setempat atau pukul 23.00 WIB, Gerald Rudolph Ford (61 tahun) diambil sumpahnya oleh Hakim Agung Warren Burger sebagai presiden ke-38. (Sampai tahun 1974) Ford merupakan presiden ketiga Amerika Serikat yang menduduki jabatan itu tanpa melewati pemilihan umum.

Nixon tidak menghadiri acara pengambilan sumpah Gerald Ford di Gedung Putih. Nixon dan keluarganya  hari Jumat itu meninggalkan Gedung Putih ke kediaman pribadi mereka di San Clemente, California. Nixon mengirimkan surat pengunduran diri sementara ke Menteri Luar Negeri Henry Kissinger, sesuai prosedur konstitusional.

Gerald Ford kepada wartawan mengatakan, pengunduran diri Nixon itu merupakan ”pengorbanan berat, baik untuk Amerika Serikat maupun Nixon pribadi”. Peristiwa itu, kata Ford, merupakan peristiwa paling sedih yang pernah dialaminya selama ini.

Ford, tokoh Republik yang bukan musuh Demokrat itu, menyatakan akan melanjutkan kebijakan luar negeri yang sudah dirintis Nixon sebelumnya. Ford sudah meminta Henry Kissinger untuk tetap menduduki jabatan sebagai Menteri Luar Negeri AS. Kissinger tidak menolak permintaan tersebut.

Peristiwa Watergate

Seperti apa skandal Watergate yang menyebabkan Richard Nixon harus mengundurkan diri dari jabatan presiden?

Juni 1972: Lima orang tertangkap basah ketika sedang menggerayangi kantor pusat Partai Demokrat di gedung Watergate, Washington. Lima hari kemudian, Richard Nixon membantah keterlibatan Gedung Putih dalam peristiwa itu.

Januari 1973: Lima pencuri Watergate mengaku bersalah di pengadilan. Dua rekan mereka juga dijatuhi hukuman karena ikut terlibat.

Februari: Senat AS dengan perbandingan suara 70:0 memutuskan untuk melakukan sendiri penyelidikan soal Watergate. Senator Sam Ervin ditunjuk sebagai Ketua Komisi Khusus beranggotakan tujuh orang untuk menyelidiki skandal Watergate.

Maret: Salah seorang pelaku, James McCord, mengungkapkan bahwa masih ada orang lain yang berhasil meloloskan diri dari penangkapan aparat saat tepergok. McCord juga mengaku, dalam sidang pengadilan Watergate, ada orang yang bersumpah palsu. Dia dan rekannya mendapat tekanan politik agar mengaku bersalah saja dan menutup mulut.

April:  Jaksa Agung AS Richard Kleindienst menyatakan tidak akan mencampuri lagi penyelidikan Watergate secara langsung karena mungkin akan melibatkan ”kawan-kawan dekatnya”. Penasihat Gedung Putih John W Dean bersumpah tidak akan bersedia dijadikan kambing hitam. Nixon mengumumkan pengunduran diri dua pembantu terdekatnya, HR Haldeman dan John Ehrilchman, Jaksa Agung Richard Kleindienst, dan pemecatan John Dean sebagai Penasihat Gedung Putih. Nixon membantah terlibat dalam spionase politik ataupun usaha penutupan skandal Watergate.

Mei:  Presiden Richard Nixon menunjuk Archibald Cox sebagai jaksa penuntut khusus kasus Watergate. James McCord menyatakan di depan Komisi Watergate pimpinan Sam Erwin bahwa dia sudah ditawari pengampunan kepresidenan apabila dia bersedia menutup mulut.

Juni:  Dalam kesaksian di hadapan Komisi Watergate, Dean melibatkan Nixon dalam upaya penutupan skandal itu dan mengungkapkan adanya daftar ”musuh-musuh” politik yang disusun Gedung Putih.

Juli: Terungkap bahwa Gedung Putih mempunya sistem perekaman pembicaraan yang dilakukan secara rahasia.

Oktober: Dean mengaku bersalah atas tuduhan berkomplot untuk menutupi kebenaran Watergate. Jaksa Agung Richardson memilih mengundurkan diri daripada harus memecat Archibald Cox, seperti diminta Nixon. Wakil Jaksa Agung juga mundur dengan alasan serupa. Pejabat Jaksa Agung Robert Bork akhirnya memecat Archibald Cox. Nixon memutuskan untuk menyerahkan beberapa pita rekaman pembicaraan yang diminta pengadilan federal meski sebelumnya Nixon mengatakan tidak akan menyerahkan pita-pita rekaman tersebut.

November: Leon Jaworski ditunjuk sebagai jaksa penuntut khusus Watergate, menggantikan Archibald Cox.

Januari 1974: Tim teknis melaporkan kekosongan sepanjang 18,5 menit dalam salah satu pita rekaman Gedung Putih akibat penghapusan yang disengaja. Padahal, justru dalam pita itu diduga terdapat percakapan yang menentukan sebagai bukti perkara Watergate.

Maret:  Tujuh orang diajukan ke pengadilan dengan tuduhan menutup-nutupi penggerayangan Watergate, yaitu Ehrlichman, Penasihat Politik Gedung Putih Charles Colson, mantan Jaksa Agung John Mitchell, mantan pembantu Nixon Gordon Sirachan, serta dua mantan pembantu Nixon dalam kampanye pemilu 1972, Kenneth Parkinson dan Robert Mardian. Nixon membantah memberi wewenang untuk menyerahkan uang tutup mulut kepada pencuri-pencuri Watergate.

April: Nixon menyiarkan dan menyerahkan salinan setebal 1.200 halaman dari pita-pitra rekaman percakapannya kepada Komisi Peradilan DPR AS. Dalam dokumen itu tidak terdapat salinan dari 11 pita rekaman dari 42 pita yang dituntut komisi.

Mei: Anggota staf kampanye pemilu Nixon pada 1972, Jeb Stuart Magruder, dijatuhi hukuman penjara antara 10 bulan dan 4 bulan karena berkomplot, baik dalam penggerayangan gedung Watergate maupun dalam usaha penutupan peristiwa itu kemudian.

Juli: Dengan perbandingan suara 8 lawan 0, Mahkamah Agung memerintahkan Nixon untuk menyerahkan kepada jaksa Jawaorski semua pita rekaman dan dokumen percakapan yang di-subpoena oleh Jaworski untuk kepentingan pengadilan Watergate. Komisi Peradilan DPR melakukan pemungutan suara dan menyetujui tiga rekomendasi pemakzulan (impeachment) terhadap Richard Nixon, termasuk tuduhan bahwa Nixon ambil bagian dalam upaya penutupan perkara Watergate.

Agustus: Nixon melepaskan salinan tiga pita yang merekam percakapan bulan Juni 1972 di mana terungkap bahwa enam hari setelah penggerayangan Watergate, Nixon pribadi memerintahkan penghentian terhadap penyelidikan yang sedang dijalankan pihak berwajib. Pengakuan Nixon atas keterlibatannya dalam penutupan skandal Watergate menyebabkan dukungan Kongres terhadap Nixon merosot drastis. Suara-suara yang menuntut Richard Nixon mengundurkan diri makin nyaring. (DIOLAH DARI ARSIP HARIAN KOMPAS, AGUSTUS 1974) 

SUMBER: KOMPAS.ID, KAMIS 10 AGUSTUS 2017

Iklan