Misteri Hilangnya Presiden Interpol Meng Hongwei


oleh ROBERT ADHI KSP

Berita mengejutkan datang dari markas besar Interpol di Lyon, Perancis. Presiden Interpol periode 2016-2020, Meng Hongwei (64 tahun), dilaporkan hilang sejak melakukan perjalanan ke negara asalnya, China, pada 29 September 2018 lalu. Istri Meng yang sejak 2016 mengikuti suaminya tinggal di Lyon,  melaporkan hal ini kepada Kepolisian Perancis.

Kepolisian Perancis hari Jumat (5/10/2018) menyatakan sedang melakukan investigasi atas hilangnya Meng Hongwei, pejabat China pertama yang menduduki posisi puncak dalam organisasi Interpol yang beranggotakan 192 negara. Meng terpilih dalam Sidang Umum ke-85 Interpol yang digelar di Bali, Indonesia, tahun 2016 silam. Interpol adalah organisasi kerja sama kepolisian dan penegak hukum terbesar di dunia.

Namun terpilihnya Meng sempat membuat akademisi dan aktivis hak asasi manusia khawatir dia akan menyalahgunakan kekuasaan Interpol untuk menangkap orang-orang China yang tinggal di luar negeri. Salah satunya disampaikan oleh Nicholas Bequelin, Direktur Amnesti Internasional untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, pada 10 November 2016, menanggapi akun twitter Interpol yang mengabarkan Meng Hongwei terpilih sebagai Presiden Interpol.

Pemerintah China selama beberapa tahun terakhir ini meminta bantuan negara-negara asing untuk menangkap dan mendeportasi kembali warga negara China yang melakukan korupsi dan yang terlibat terorisme.

Interpo

 

Di bawah kepemimpinan Meng,  Interpol pada April 2017 pernah mengeluarkan red notices kepada konglomerat China, Guo Wengui atas permintaan pemerintah China. Guo Wengui merupakan satu dari 44 orang yang mendapat red notices dari Interpol.

Guo Wengui pernah mengklaim memiliki bukti-bukti korupsi dalam tubuh Partai Komunis China. Guo meninggalkan China daratan pada Desember 2013 dan menjadi buronan sejak April 2014. Menurut catatan Interpol, Guo memiliki hubungan dengan mantan Wakil Menteri Keamanan Negara, Ma Jian. Guo disebut menyuap Ma dengan uang sebesar 60 juta Yuan.

Tidak terlihat di Perancis
Kemana sebenarnya Meng Hongwei? Sumber Kepolisian Perancis kepada Reuters dan stasiun radio Europe-1 menyebutkan, Meng tidak dapat dikontak oleh keluarganya sejak dia melakukan perjalanan ke negara asalnya, 29 September lalu. Sejak itulah tak ada kabar apapun lagi tentang Meng.

Tidak jelas benar di mana Meng hilang. Namun sumber di Kepolisian Perancis mengatakan, “Meng tidak terlihat di Perancis.”

Acara resmi terakhir Meng sebagai Presiden Interpol digelar pada 23 Agustus 2018 lalu ketika dia bertemu dengan Lai Chung Han, pejabat Singapura.

Dalam pernyataan resminya, Interpol yang bermarkas besar di Lyon menyatakan, organisasi kepolisian dan penegak hukum seluruh dunia itu memantau laporan media terkait dugaan hilangnya Presiden Interpol Meng Hongwei. Laporan hilangnya Meng merupakan persoalan bagi otoritas di Perancis maupun di China. Namun pihak Sekretariat Jenderal Interpol tidak berkomentar lebih jauh soal hilangnya petinggi Interpol tersebut.

“Sekretaris Jenderal Interpol adalah pejabat yang bertanggung jawab penuh untuk pelaksanaan aktivitas Interpol sehari-hari, bukan Presiden Interpol,” demikian pernyataan resmi Interpol seperti dikutip The Independent. Sekjen Interpol saat ini dijabat oleh Juergen Stock berkebangsaan Jerman. Stock menduduki jabatan Sekjen sejak empat tahun lalu. Dia terpilih dalam Sidang Umum ke-84 Interpol di Monaco, November 2014 silam.

Reuters belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah China tentang kabar hilangnya Meng. The South China Morning Post menulis, baik Kementerian Keamanan Publik maupun Kementerian Luar Negeri China belum merespon permintaan media Hong Kong itu untuk mendapatkan penjelasan.

Dalam pernyataan resminya yang dikeluarkan Sabtu 6 Oktober 2018, Sekjen Interpol Juergen Stock telah mengajukan permohonan kepada pemerintah China tentang status Presiden Interpol Meng Hongwei. Pihak Sekretariat Jenderal Interpol menunggu tanggapan resmi dari Pemerintah China.

Wakil Menteri di China
Di China, Meng Hongwei masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keamanan Publik. Namun Meng telah kehilangan kursi dalam Komite Partai Komunis China, badan pembuat kebijakan sesungguhnya.

Meng Hongwei berpengalaman dalam bidang kebijakan dan peradilan pidana. Selama 40 tahun, Meng bertugas mengawasi lembaga-lembaga penegakan hukum, lembaga pengendalian narkotika, lembaga antiteroris, mengawasi wilayah perbatasan, institusi imigrasi dan mendalami kerja sama internasional.

Meng Hongwei menduduki sejumlah jabatan di Kementerian Keamanan Publik termasuk Direktur Divisi Polisi Patroli, Direktur Jenderal Departemen Pengendali Lalu Lintas, Asisten Menteri dan Wakil Menteri.

Di China, Meng juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pengendali Narkotika Nasional (NNCC) dan anggota Dewan Kerja Sama Organisasi Regional Shanghai dalam bidang Antiterorisme. Meng juga menjabat Direktur Jenderal Penjaga Pantai China. Setelah lulus dari pendidikan hukum, Meng Hongwei menjabat Kepala Biro Pusat Nasional Interpol China.

Dalam Sidang Umum ke-86 Interpol di Beijing, China, September 2017, Meng mengingatkan pentingnya kerja sama internasional dan menghancurkan kejahatan siber (cybercrime).

Hilangnya petinggi Interpol merupakan kali pertama dalam sejarah panjang organisasi kepolisian seluruh dunia itu. Semoga Interpol mampu menemukan kembali “sang presiden” yang hilang misterius.

NB: Direvisi Sabtu 6 Oktober 2018

SUMBER: KOMPAS.ID, JUMAT 5 OKTOBER 2018

Iklan