Kompetisi Aplikasi Menguntungkan Konsumen


Image

ROBERT ADHI KSP

Perkembangan teknologi komunikasi makin memudahkan kita mengerjakan banyak hal. Google, raksasa internet dunia, ikut memberi kontribusi pada kemudahan tersebut.

Dalam acara A Day with Google yang digelar di Huashan Creative Park 1914, Taipei, Taiwan, 18-20 November lalu, puluhan wartawan dari sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia, mendapatkan informasi terkini tentang produk-produk Google yang diperbarui.

Salah satu produk Google yang membantu miliaran orang di seluruh dunia adalah Google Translate. Jika Anda bepergian sendirian ke negara asing dan tidak memahami bahasanya, Anda tak perlu takut dan khawatir tersesat. Meski tidak paham bahasa asing di negara yang dituju, tak usah cemas.

Anda cukup membekali diri dengan ponsel cerdas yang memiliki aplikasi Google Translate dan semua masalah bahasa dapat diatasi dengan cepat. Apabila ponsel cerdas Anda berbasis sistem operasi Android atau iOS, Anda dapat mengunduh aplikasi Google Translate.

Google terus mengembangkan fitur-fitur yang sudah ada. Jika sebelumnya Google Translate hanya digunakan untuk menerjemahkan teks, kini aplikasi ini dikembangkan dengan lebih canggih. Apa yang dibutuhkan pengguna, itulah yang dikembangkan dan disediakan Google.

Aplikasi Google Translate yang terus dikembangkan Google ini, menurut Vice President Corporate Communication Google Asia Pasifik Michael Nelson, untuk memudahkan orang berkomunikasi. ”Manfaatkanlah aplikasi Google Translate semaksimal mungkin,” kata Nelson.

Dalam aplikasi terbaru, Google Translate memberi tiga pilihan. Pertama, menerjemahkan melalui tulisan tangan. Kedua, melalui suara. Ketiga, melalui foto.

Misalkan saja Anda baru mendarat di bandara di sebuah kota yang masih asing. Anda tak paham bahasanya, baik mengucapkan maupun membaca. Anda ingin mengetahui arah lokasi tujuan, tetapi tak bisa berkomunikasi dengan bahasa asing. Anda cukup mengeluarkan ponsel cerdas, buka aplikasi Google Translate.

Anda mengucapkan dalam bahasa Inggris atau Indonesia, lalu terjemahkan dalam bahasa asing dimaksud. Terjemahan suara langsung terdengar oleh orang asing yang diajak berkomunikasi. Ia dapat menjawab dengan cara yang sama. Terjemahan suaranya dapat Anda dengar dalam bahasa Indonesia.

Tidak hanya suara. Google juga membuat terobosan baru dengan menyediakan fitur foto. Di Google Translate, Anda dapat memotret huruf yang tidak Anda pahami, seperti huruf China, Jepang, India, atau Rusia, kemudian menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia.

Aplikasi ini sangat membantu jika Anda menemukan papan nama jalan atau nama gedung dalam bahasa yang tidak Anda pahami sama sekali. Caranya mudah sekali. Buka aplikasi Google Translate, lalu pilih ikon kamera. Setelah itu potretlah huruf-huruf asing itu. Dalam sekejap, Anda langsung memahami arti huruf asing tersebut.

Ini juga sangat berguna ketika Anda mendatangi restoran dan membaca menu yang tercantum dalam huruf Kanji, misalnya. Anda tinggal memotret huruf-huruf asing melalui aplikasi ini, lalu dengan mudah mengetahui artinya.

Tak pernah terbayangkan orang bisa bicara dalam bahasa ibu, lalu dalam sekejap menerjemahkannya melalui aplikasi Google Translate ke dalam bahasa yang diinginkan. Tak ada lagi kendala berkomunikasi.

Ini betul-betul memudahkan siapa saja yang bepergian sendirian ke luar negeri, ke negara asing, tanpa perlu khawatir akan tersesat.

Kompetisi

Selain itu, Google mengembangkan fitur Google Now sebagai upaya berkompetisi dengan Apple. Fitur ini untuk menyaingi fitur Siri dalam produk Apple.

Melalui suara, pengguna ponsel cerdas dan tablet dapat meminta informasi tentang apa saja. Anda dapat mengelola hari Anda secara maksimal, efisien, dan efektif.

Melalui Google Now, Anda dapat menanyakan bagaimana cuaca hari ini di Jakarta atau London, misalnya, atau sekadar mengingatkan Anda untuk mengecek e-mail terbaru.

Google Now juga dapat mengingatkan Anda tentang rencana pertemuan dengan seseorang di lokasi tertentu. Google Now bahkan dapat memberikan informasi kepada Anda bagaimana kondisi lalu lintas menuju lokasi tersebut.

Google Now juga mengingatkan Anda ihwal hari ulang tahun sahabat-sahabat Anda yang sudah terhubung melalui Google Plus (G+) dan memberikan kesempatan kepada Anda untuk menghubunginya langsung melalui telepon.

Jika Anda sering bepergian ke luar kota atau ke luar negeri, Anda dapat mengecek status pesawat Anda secara real time melalui Google Now. Anda tinggal menanyakan lewat fitur suara.

Demikian halnya jika Anda sedang bepergian ke luar negeri dan ingin mengetahui informasi rate konversi mata uang lokal, Anda juga bisa minta bantuan Google Now mengeceknya dengan cepat.

Google Now, yang dikembangkan dari fitur Google Search ini, dapat diakses dari ponsel cerdas dan tablet berbasis sistem operasi Android ataupun iOS.

Gelar rapat

Dalam kondisi lalu lintas yang macet setiap saat, opsi melakukan rapat secara online mulai didengungkan.

Bagi para petinggi Google, rapat secara online bukan hal yang baru. Melalui fitur Google Hangouts, mereka sering melakukan rapat online. Agak mirip Skype, tetapi peserta Google Hangouts bisa mencapai 10 orang.

Michael Nelson bercerita, ia sering menggelar rapat lewat Google Hangouts dengan para koleganya yang tinggal di sejumlah kota di dunia. Dari kamar apartemennya di Tokyo, Jepang, Nelson menggelar pertemuan online dengan Amy Kunrojpanya, Head of Communications & Public Affairs Greater Mekong Sub-Region, yang berkantor di Singapura, dan dengan Vishnu Mahmud, Kepala Komunikasi Google Indonesia, di Jakarta. Semua berjalan dengan mudah.

Menurut Nelson, pengguna Google di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, juga dapat menggelar rapat-rapat online melalui Google Hangouts. Setiap peserta dapat melihat wajah peserta rapat lain. Tak ada masalah dengan kemacetan lalu lintas. Rapat tetap berjalan sesuai dengan jadwal.

Apa yang dilakukan Nelson dan kawan-kawannya di Google tentu dapat ditiru. Menggelar rapat dengan maksimal 10 orang di dunia maya, mengapa tidak?

Lompatan teknologi dalam abad digital telah memudahkan hidup banyak orang. Google ikut memberikan kontribusi dalam perubahan ini.

Akses internet

Namun, yang menjadi akar persoalan adalah kecepatan konektivitas internet di Indonesia. Pengguna internet di Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat mungkin tidak terlalu banyak menghadapi persoalan kecepatan akses internet.

Di Indonesia, persoalannya, internet masih sering lemot! Meski demikian, Nelson tetap optimistis persoalan konektivitas internet di Indonesia segera teratasi dalam waktu dekat.

SUMBER: TEROPONG, KOMPAS CETAK, JUMAT 6 DESEMBER 2013

Iklan