Singapura Rusuh!


singapura

ROBERT ADHI KSP

Singapura dilanda kerusuhan. Peristiwa ini berawal ketika pada hari Minggu (8/12) pukul 21.23 waktu setempat, sebuah bus swasta menabrak seorang pekerja asing berkebangsaan India hingga tewas di persimpangan Race Course Road dan Hampshire Road di kawasan Little India.

Kerusuhan di Little India ini mengejutkan banyak pihak karena kerusuhan semacam ini merupakan yang pertama dalam 44 tahun terakhir. Kerusuhan sebelumnya terjadi pada 13 Mei 1969, yang berlangsung selama tujuh hari dan menewaskan empat orang serta melukai 80 lainnya.

Dalam insiden Minggu malam di Little India, identitas pekerja asing yang tewas ditabrak diketahui sebagai Sakthivel Kumaravelu, berkebangsaan India, dan berusia 33 tahun. Kumaravelu sudah bekerja di perusahaan konstruksi Heng Hup Soon selama dua tahun. Jenazah warga negara India itu diidentifikasi di Rumah Sakit Umum Singapura, Senin pagi.

Dalam pernyataan resminya, kepolisian Singapura mengungkapkan, kerusuhan pecah tak lama setelah kecelakaan tersebut terjadi. Kerusuhan yang melibatkan sedikitnya 400 orang itu menyebabkan 3 kendaraan polisi, 1 mobil ambulans, dan 1 sepeda motor hancur. Sebanyak 18 orang mengalami luka-luka, termasuk 10 petugas kepolisian dan 4 personel pasukan pertahanan sipil.

Setelah pasukan komando operasi khusus dan Gurkha dikerahkan, situasi mulai terkendali. Dalam waktu dua jam, petugas keamanan Singapura sudah menguasai keadaan.

Sangat serius

Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dalam Facebook-nya, Senin pagi, menyatakan, kerusuhan di Little India merupakan insiden yang sangat serius.

Polisi Singapura berupaya mengidentifikasi para pelaku dan menyeret mereka ke pengadilan. Lee juga meminta warga Singapura untuk tetap tenang (”Riot in Little India is a Very Grave Incident: PM Lee”, Channel News Asia, 9 Desember 2013).

Sampai Senin pagi, kepolisian Singapura sudah menangkap 27 tersangka pelaku kerusuhan, semuanya berasal dari Asia Selatan. Jumlah ini kemungkinan bakal bertambah.

Wakil PM Singapura Teo Chee Hean yang juga Menteri Dalam Negeri menegaskan, pemerintah tidak menoleransi perilaku rusuh dan meminta polisi menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum Singapura.

Komisioner kepolisian Singapura, Ng Joo Hee, menyebutkan, perusuh melemparkan pecahan botol dan benda lain ke arah petugas. Namun, polisi tidak melepaskan tembakan satu pun ke arah para perusuh.

Sejauh ini tak ada warga negara Singapura yang terlibat dalam kerusuhan ini. Melakukan kekerasan dan kerusuhan, merusak milik orang lain, dan melawan polisi bukan cara hidup orang Singapura menyelesaikan persoalan.

Hee memberi jaminan kepada warga Singapura, termasuk mereka yang tinggal di Little India, bahwa aksi kerusuhan Minggu malam akan diusut secara tuntas.

Pelaku kerusuhan di Singapura diancam hukuman lebih dari 7 tahun penjara ditambah dengan hukuman cambuk.

Banglades membantah

Sementara itu, Kedutaan Besar Banglades di Singapura mengeluarkan pernyataan yang membantah pemberitaan sejumlah media di Singapura yang menyebut pekerja Banglades terlibat dalam kecelakaan dan memicu aksi kerusuhan. Berita itu dinilai tidak berdasarkan pada fakta.

Warga Banglades di Singapura diminta tenang dan menahan diri. Mereka juga diminta bekerja sama dengan penegak hukum Singapura (”Bangladeshi Embassy Urges Nationals to Cooperate with Authorities”, The Straits Times, 9 Desember 2013).

Jarang rusuh

Kerusuhan di Singapura selama ini sangat jarang terjadi. Kerusuhan sebelumnya terjadi tahun 1969 atau empat tahun setelah Singapura merdeka dan memisahkan diri dari Federasi Malaysia.

Singapura, negara-kota seluas 697 kilometer persegi (hampir setara dengan luas Provinsi DKI Jakarta), berpenduduk 5.460.302 juta (data Juli 2013). Pendapatan per kapita penduduk Singapura berada di posisi ke-7 dunia, yaitu mencapai 60.900 dollar Singapura (data 2012).

Singapura sangat tergantung kepada pekerja asing. Jumlah tenaga kerja asing di Singapura tiap tahun bertambah. Data resmi Kementerian Tenaga Kerja Singapura menyebutkan, jumlah total tenaga kerja asing di negeri itu (Juni 2013) tercatat 1.296.800 orang atau meningkat sekitar 100.000 orang dibandingkan dengan periode sama tahun 2012.

Pekerja asing di Singapura beragam, mulai dari profesional, manajer, eksekutif, dan spesialis yang memperoleh gaji 3.000 dollar Singapura-8.000 dollar Singapura. Di tingkat bawahnya, pekerja seperti teknisi mendapatkan gaji 2.200 dollar Singapura per bulan. Di bawahnya lagi adalah pekerja asing tak punya keahlian dan pembantu.

Pekerja asing dari Asia Selatan mendominasi sejumlah sektor, di antaranya sektor konstruksi. Mereka pada umumnya tinggal di kawasan Little India.

Pada Minggu malam lalu, pekerja asing dari India dan Banglades biasanya berkumpul menikmati hari libur dan menghabiskan malam di kawasan itu.

Kerusuhan spontan pada Minggu malam menjadi perhatian serius Pemerintah Singapura. Perilaku rusuh dan keras bukan cara hidup orang Singapura. Namun, mengapa pekerja asing Asia Selatan itu mudah marah?

 SUMBER: DUDUK PERKARA, KOMPAS SIANG, SENIN, 9 DESEMBER 2013

 

Iklan

Writing is the Painting of the Voice