Phil Collins, Penyanyi Paling Sukses Era 1980-an


Phil Collins

ROBERT ADHI KSP

PHIL Collins, salah satu penulis lagu paling sukses di dunia dan penyanyi sepanjang masa. Lagu-lagu yang ditulisnya mencetak ”hits” di Inggris Raya dan Amerika Serikat, 1976-2000, baik saat ia sebagai penyanyi solo maupun saat bergabung dengan Genesis. Lagu-lagu tersebut, di antaranya, ”Another Day in Paradise”, ”Do You Remember”, ”True Colors”, dan ”You’ll Be in My Heart”.

Philip David Charles atau dikenal dengan nama Phil Collins lahir pada tanggal 30 Januari 1951. Ia seorang penyanyi, penulis lagu, aktor, dan instrumentalis asal Inggris. Collins dikenal sebagai penabuh drum dan vokalis grup rock Genesis, ataupun sebagai penyanyi solo.

Singel solonya, ”In the Air Tonight”, ”Sussudio”, yang bergaya dance-rock, ”Againsts All Odds” bergaya power-ballad yang menonjolkan permainan piano, sampai ”Another Day in Paradise” yang berkonotasi religius dan politis. Situs AllMusic mendeskripsikan Phil Collins sebagai salah satu penyanyi pop paling sukses pada tahun 1980-an.

Collins bergabung dengan Genesis pada 1970 sebagai penabuh drum dan menjadi vokalis grup band ini pada 1975, menyusul kepergian Peter Gabriel.

Karier solonya, yang dimulai pada 1981 dan dipengaruhi oleh kehidupan pribadi dan musik soul, membawa sukses komersial yang besar baginya dan Genesis. Sebagai artis solo, Collins berhasil menjual 150 juta keping albumnya secara keseluruhan di seluruh dunia.

Sepanjang kariernya, Collins meraih sejumlah penghargaan musik, termasuk tujuh Grammy Awards, enam Brit Awards, tiga kali menang sebagai Best British Male, tiga kali meraih American Music Awards, satu Academy Award, satu Golden Globe Award, dan satu Disney Legend Award.

Ia menerima predikat bintang dalam Hollywood Walk of Fame pada 1999, masuk dalam Songwriters Hall of Fame pada 2003, dan Rock and Roll Hall of Fame sebagai anggota grup band Genesis pada 2010.

Phil Collins berada di posisi ke-22 daftar 100 Greatest Drummers of All Time versi majalah Rolling Stone.

Collins adalah satu dari (hanya) tiga artis rekaman (selain Paul McCartney dan Michael Jackson) yang sukses menjual 100 juta keping album di seluruh dunia, baik sebagai artis solo maupun sebagai anggota grup band.

Selama periode paling sukses sebagai artis solo antara 1981 dan 1990, Phil Collins mengantongi tiga lagunya sukses bertengger di tangga lagu Inggris Raya dan tujuh lagunya berada di puncak daftar Billboard Hot 100 di AS. Ketika bergabung dengan grup Genesis, lagu Collins juga bertengger di puncak tangga lagu AS pada 1986.

Ketika bersama Genesis ataupun tampil solo, Collins kerja bareng artis lain. Secara keseluruhan, Collins mengantongi lebih dari 40 hits yang masuk tangga lagu Billboard Hot 100 selama tahun 1980-an, paling banyak dibandingkan artis mana pun.

Pada 2008, Phil Collins berada di urutan ke-22 artis paling sukses versi The Billboard Hot 100 All-Time Top Artists.

Menabuh drum

Phil Collins lahir di Middlesex, London, Inggris, putra Winifred M June, agen teater dan Greville Philip Austin Collins, agen asuransi. Collins mendapat hadiah Natal satu set drum ketika berusia lima tahun.

Ketika usianya bertambah, orangtuanya membelikan satu set drum yang lebih lengkap. Collins lalu berlatih bermain musik setelah menonton televisi dan radio. Namun, ia tak pernah belajar membaca dan menulis notasi musik secara konvensional.

Pada usia lima tahun, Collins sudah ikut kontes pencari bakat. Ketika sedang menyanyi, tiba-tiba Collins berhenti dan memberi tahu orkestra pengiringnya bahwa mereka salah memainkan kunci.

Pada saat remaja, Collins mulai belajar menabuh drum dengan benar. Ia belajar dari Lloyd Ryan dan kemudian Frank King. Namun, Collins tak pernah belajar khusus soal notasi musik. Ia hanya merasakan lalu memainkannya. ”Phil Collins selalu punya masalah dengan membaca not. Itu masalah besar baginya. Sungguh memalukan karena membaca musik drum tidaklah sulit,” kata Lloyd Ryan.

Genesis

Pada 1970, Collins menjawab iklan baris yang mencari seorang penabuh drum yang sensitif pada musik akustik. Genesis memasang iklan itu setelah kehilangan tiga penabuh drum mereka setelah merilis dua album. Collins mengikuti audisi dan lulus. Peran utamanya dalam band itu adalah penabuh drum dan vokalis latar.

Collins menjadi vokalis utama lagu ”For Absent Friends” dalam album Nursery Cryme dan lagu ”More Fool Me”.

Pada tahun 1980-an Collins mengembangkan dirinya menjadi penulis lagu dan mulai merintis karier sebagai penyanyi solo. Sementara Genesis merekam album studio yang mencatat sukses besar, termasuk Duke, Abacab, Genesis, dan Invisible Touch.

Beberapa kali Genesis mampu menembus tangga lagu Billboard Amerika dan bertengger di posisi puncak. Genesis juga menerima nomine MTV Video Music Award for Video of the Year pada 1987 untuk sigel ”Land of Confusion”.

Solo

Pada tahun 1996, Phil Collins meninggalkan Genesis dan memantapkan diri untuk menjadi musisi solo. Namun, Collins sudah mulai merekam albumnya pada tahun 1981-1983. Lagu-lagu yang diciptakannya berkisah seputar gagalnya perkawinan Collins yang menyebabkan perceraian, seperti ”Please Don’t Ask”, ”Misunderstanding”, ”Behind the Lines” (dalam album Face Value), dan ”If Leaving Me Is Easy”.

Phil Collins mencatat sukses internasional pada periode 1984- 1991 setelah mengubah gaya musikna. Diawali dengan ”Against All Odds” (”Take a Look at Me Now”), lagu balada yang dipenuhi unsur piano. Lagu ini kemudian menjadi theme song film untuk judul yang sama pada tahun 1984. Lagu Collins lainnya yang melejit adalah ”Another Day in Paradise” yang dari album But Seriously (1989).

Lagu-lagu Collins yang ngepop dan enak didengar membawanya meraih Grammy pertamanya untuk kategori Best Pop Vocal Performance, Male.

Collins merilis album paling sukses, yang meraih sertifikat Diamond dan meraih posisi puncak di AS pada musim panas 1985. Lagu-lagu yang meraih hits itu adalah ”One More Night” dan ”Sussudio”, ”Don’t Lose My Number”, dan ”Take Me Home”.

Pada tahun 1989 Collins mengerjakan album keempatnya, But Seriously, yang mencatat sukses. Lagu ”Another Day in Paradise” meraih posisi puncak dalam tangga lagu Billboard pada akhir 1989, membuat Collins memenangi Brits Awards untuk kategori Best British Single pada tahun 1990, dan meraih Grammy Award untuk kategori Record of The Year 1991. Lagu ini juga lagu paling sukses sepanjang masa di Jerman.

Album But Seriously menjadi album nomor satu di AS pada tahun 1990-an dan album paling laris pada tahun 1990 di Inggris. Lagu lainnya yakni ”Something Happened on the Way to Heaven”, ”Do You Remember?”, dan ”I Wish It Would Rain Down”.

Pada tahun 1990 Collins memainkan ”Sussudio” saat tampil dalam acara MTV Video Music Awards 1990 di Los Angeles, AS.

Tahun 1993, Collins merilis album Both Sides. Dua lagu dalam album itu, yakni ”Both Sides of the Story” dan ”Everyday”, meraih sukses besar.

Pada 1996 Collins mendirikan Phil Collins Big Band, yang kemudian melakukan tur keliling dunia.

Album kompilasi bertajuk Hits yang dirilis 1998 mendapat respons pasar yang sangat bagus, mendapat status multi-platinum di AS. Lagu terbaru dalam album ini, ”True Colors”, disukai penikmat musik.

Lagu Collins lainnya, ”You’ll Be in My Heart”, dari film animasi Disney Tarzan, bertahan 19 minggu di posisi nomor dua dalam tangga lagu Billboard Adult Contemporary, dan menjadi lagu paling lama yang pernah bertahan. Lagu ini membawa Collins meraih penghargaan Academy Award dan penghargaan Golden Globe, keduanya untuk kategori Best Original Song. (SUMBER: PHILCOLLINS.COM/WIKIPEDIA)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 1 NOVEMBER 2014

Iklan

Writing is the Painting of the Voice

%d blogger menyukai ini: