Ketika Netizen Melaporkan Terbakarnya Gedung di Manhattan


ROBERT ADHI KSP

Peristiwa terbakarnya sebuah gedung di kawasan East Village, Manhattan, New York, Amerika Serikat, mendapat perhatian dari netizen. Terbakarnya gedung yang terjadi pada Kamis (26/3) pukul 15.17 waktu setempat atau Jumat (27/3) dini hari WIB itu diawali dari ledakan.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, ledakan di gedung itu berkaitan dengan gas. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Empat orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan belasan orang lainnya luka-luka. Gedung yang berfungsi sebagai tempat komersial dan tempat tinggal itu berlokasi antara Second Avenue dan Seventh Street.

Para pengguna media sosial Twitter dan Facebook yang berada di dekat lokasi kejadian ramai-ramai mengunggah foto dan video peristiwa itu.

Seorang penulis asal Sydney, Australia, yang sedang berada di sekitar lokasi menulis di Twitter-nya, @ScottWesterfeld, “Ledakan keras di sudut 7th Street dan 2nd Ave. Polisi berdatangan di sini.” Scott mengunggah beberapa laporan lagi dan mengumumkan siapa saja boleh menggunakan fotonya asalkan memberi kredit namanya.

“Saya baru mendengar suara keras. Banyak warga membantu mereka yang berlarian keluar dari gedung yang terbakar. Second Avenue ditutup untuk lalu lintas dari 9th Street ke Houston. Pengendalian massa masih terjadi. Tak satu pejalan kaki pun diizinkan masuk dari 9th Street ke 7th Street,” lapor penulis novel itu dalam Twitter-nya.

Pasukan penjinak bom New York Police Department (NYPD) berada di lokasi. Scott menulis pendapatnya, “Saya tidak berpikir ledakan ini aksi terorisme.”

Linimasa Scott langsung ramai sehingga dia harus menulis bahwa dia tidak bisa menjawab satu per satu pertanyaan pribadi. “Saya baik-baik saja,” tulisnya.

Dua jam setelah posting pertama tentang ledakan di gedung itu, Scott Westerfeld melaporkan, gedung itu runtuh, “The building is down.” Scott lalu menulis, “Saya tidak bisa meninggalkan gedung ini karena NYPD tidak akan mengizinkan saya kembali ke gedung ini lagi jika saya melakukan itu.” Scott mungkin lapar. Namun, untuk makan malam, dia mengaku memiliki persediaan popcorn. Ini terlihat dari foto yang diunggahnya.

Lebih cepat

Laporan pandangan mata yang dilaporkan Scott Westerfeld di Twitter-nya menjadi salah satu bahan media mainstream. The New York Times, misalnya, memakai video Scott sebagai bahan pelengkap laporan media terkemuka Amerika Serikat itu di situsnya. Sementara itu, seorang teman Scott di Jepang terkejut melihat nama Scott di televisi Jepang.

Laporan Scott Westerfeld di Twitter menjadi salah satu bukti betapa informasi yang disampaikan pengguna media sosial lebih cepat dibandingkan dengan media mainstream. Penulis novel Australia yang memiliki 48.800 followers (pengikut) itu hanya melaporkan apa yang dilihatnya, mengambil foto dan video, lalu mengunggahnya ke Twitter. Namun, Scott termasuk orang pertama yang menyampaikan informasi itu dari jendela gedung tempat dia berdiri. Ledakan terjadi pada pukul 14.17, sedangkan Scott mengunggah foto pertama di Twitter pada pukul 14.21. Puluhan ribu pengikutnya di Twitter langsung memberi respons dan me-retweet foto dan video yang diunggahnya.

Seorang pengguna Twitter yang lain, Jonathan Meyers @jmeyers44, musisi dan pengembang web yang tinggal di New York, mengunggah tiga foto berkaitan dengan ledakan di gedung tersebut.

Seorang jurnalis, penulis, dan editor berkebangsaan Australia, Jamie S Kennedy, yang berada di sekitar lokasi juga mengunggah foto-foto peristiwa itu. Namun, karena pengikutnya (follower) hanya 115, apa yang diunggah Jamie kurang bergaung, tetapi sempat di retweet oleh situs Mashable.

Akan tetapi, yang juga menarik, laporan dari waktu ke waktu perkembangan kebakaran gedung itu ditulis akun Twitter @NYCityAlerts. Akun ini berisi berbagai peristiwa yang terjadi di kota New York selama 24 jam, yang diikuti banyak warga New York dan kota-kota lainnya di dunia.

Contoh sebelumnya yang selalu dikutip Twitter untuk menunjukkan betapa cepatnya informasi yang disampaikan adalah ketika Jaanis Kruums @jkrums, pengguna Twitter yang sedang berada di dalam feri di Sungai Hudson, mengirim foto dan berita terkini yang mengabarkan sebuah pesawat US Airways jatuh di Sungai Hudson pada 16 Januari 2009.

Setelah sembilan tahun di jagat maya, Twitter telah mengubah cara pandang orang terhadap berita dan media karena pengguna Twitter dapat mengirim pesan singkat (maksimal 140 karakter) lebih cepat dibandingkan dengan media daring dan media arus utama mana pun, termasuk radio dan televisi. Berita itu dapat dengan mudah dan cepat dibaca oleh siapa pun di jagat maya.

SUMBER: KOMPAS SIANG DIGITAL, KOMPAS PRINT.COM, JUMAT 27 MARET 2015

Iklan