Kebangkitan Ekonomi Tiongkok dan India, Kebangkitan Asia


ROBERT ADHI KSP

Ketika banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat, India justru mengalami hal sebaliknya. Dana Moneter Internasional menyebutkan, pertumbuhan ekonomi India tahun 2015 ini 7,2 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat menjadi 7 persen.

Reformasi kebijakan baru dan meningkatnya kepercayaan pebisnis menjadi kekuatan baru bagi aktivitas perekonomian India. Pada 2019, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memprakirakan produk domestik bruto (PDB) India akan melebihi gabungan PDB Jepang dan Jerman. Juga akan melampaui gabungan dari PDB Rusia, Brasil, dan Indonesia. Lebih dari 50 persen populasi India di bawah 25 tahun. Pada 2030, India diprakirakan memiliki jumlah tenaga kerja terbesar di dunia. Dengan lebih dari satu miliar orang yang menjadi tenaga kerja, angkatan kerja di India akan lebih besar dari angkatan kerja gabungan dari Amerika Serikat, kawasan Eropa, dan Indonesia. Dari sinilah titik tolak prediksi IMF tentang India.

Asia Bangkit

Belum dalam waktu dekat

Namun, apakah ini pertanda India akan menyalip Tiongkok dalam waktu dekat? Belum tentu dan tidak dalam 20 tahun ke depan. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat bukan berarti Tiongkok tertinggal. India saat ini masih menghadapi segudang tantangan, di antaranya angka pengangguran yang tinggi, inflasi kronis, dan masih kurangnya pembangunan infrastruktur.

Lanjutkan membaca Kebangkitan Ekonomi Tiongkok dan India, Kebangkitan Asia

Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global


ROBERT ADHI KSP

Obesitas kini menjadi masalah kesehatan publik yang lebih besar dibandingkan kelaparan. Lebih dari 2,1 miliar penduduk dunia atau hampir 30 persen dari populasi global mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut Global Burden of Disease Study yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet, jumlah itu hampir dua setengah kali jumlah orang dewasa dan anak-anak yang kekurangan gizi.

Obesitas menyumbang angka 5 persen penyebab kematian di seluruh dunia karena obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker. Pada 2010, kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan 3,4 juta orang meninggal.

Krisis ini tidak hanya merupakan tekanan besar bagi dunia kesehatan, tetapi juga merupakan ancaman bagi ekonomi global. Menurut penelitian terbaru McKinsey Global Institute (MGI), dampak obesitas terhadap ekonomi secara keseluruhan mencapai 2 triliun dollar AS per tahun atau sekitar 2,8 persen dari produk domestik bruto dunia. Ini setara dengan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh kebiasaan merokok atau kekerasan bersenjata, perang, dan terorisme (How the world could better fight obesity, McKinsey & Company, November 2014).

Obesitas

Problem ini akan makin memburuk terutama jika kecenderungan ini terus berlanjut. Hampir setengah dari populasi orang dewasa di dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada 2030. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Margaret Chan menyatakan, ”Tak satu pun negara yang berhasil mengatasi epidemi obesitas di semua kelompok umur.”

Studi The Lancet menunjukkan, di seluruh dunia proporsi indeks massa tubuh (body mass index/BMI) orang dewasa meningkat pada periode 1980-2013 dari 28,8 persen menjadi 36,9 persen untuk laki-laki dan dari 29,8 persen menjadi 38 persen untuk perempuan. Padahal, indeks massa tubuh normal antara 18,5 persen dan 25 persen.

Di Indonesia, lebih dari 40 juta orang dewasa mengalami obesitas. Modernisasi telah membuat asupan kalori penduduk Indonesia tidak seimbang, demikian kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng (Kompas, 2 Juni 2014).

Tingkat obesitas penduduk Indonesia, menurut BBC, berada di urutan ke-10 dunia, setelah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Rusia, Brasil, Meksiko, Mesir, Jerman, dan Pakistan.

Diatasi secara komprehensif

Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD), epidemi global ini tidak terbatas pada negara maju. Di negara berkembang yang sebagian penduduknya baru keluar dari kemiskinan, kegemukan menjadi masalah baru. Lebih dari 60 persen penderita obesitas di dunia hidup di negara berkembang. Industrialisasi dan urbanisasi yang pesat meningkatkan pendapatan dan asupan kalori penduduk. Di India dan Tiongkok, misalnya, prevalensi obesitas di kota-kota 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan di desa-desa.

Sampai tahun 1980, satu dari 10 orang mengalami obesitas di negara-negara yang tergabung dalam OECD. Tiga dekade kemudian, angka ini naik dua-tiga kali lipat.

Penelitian terbaru OECD menyebutkan, pada 2014, satu dari lima anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas di negara-negara di wilayah OECD. Epidemi obesitas menyebar dalam lima tahun terakhir, meningkat 2 persen-3 persen di Australia, Kanada, Perancis, Meksiko, Spanyol, dan Swiss. Namun, angka obesitas mulai relatif stabil di Inggris, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Lanjutkan membaca Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global

100 Tahun Pembantaian Armenia


ROBERT ADHI KSP

Peristiwa pembantaian warga Armenia yang terjadi 100 tahun yang lalu akan diperingati besar-besaran di sejumlah negara di dunia pada 24 April mendatang. Pada 1915, pada masa Perang Dunia I, sedikitnya 1,5 juta warga Armenia tewas dibantai tentara Kekaisaran Ottoman (yang kemudian menjelma menjadi negara Turki).

Namun, Turki selalu mengelak membahas peristiwa tersebut. Bahkan, membicarakan pembantaian Armenia merupakan hal terlarang di Turki saat ini. Meskipun dilarang Pemerintah Turki, sekelompok lelaki dan perempuan dengan berani menyatakan akan berkumpul di Taksim Square di pusat kota Istanbul untuk menggelar peringatan pembantaian 1,5 juta warga Armenia ini. Tak jauh dari Taksim Square, pada 1915, Kekaisaran Ottoman mengumpulkan ratusan intelektual dan penulis Armenia di satu lokasi, lalu membantai mereka. Tidak hanya itu. Yang terjadi setelah itu adalah kaum perempuan Armenia diperkosa massal dan anak-anak Armenia dibunuh.

Armenia
“Lebih dari 100.000 orang Turki menemukan kenyataan bahwa nenek dari nenek mereka adalah perempuan-perempuan korban pemerkosaan massal, yang menjadi budak dan digiring dari Anatolia ke padang gurun Suriah utara. Sejarawan Turki sendiri kini memiliki bukti-bukti dokumenter paling rinci tentang kejahatan yang dilakukan Kekaisaran Ottoman pada masa itu. Terus menyangkal kebenaran terjadinya kekejaman ini merupakan kejahatan,” tulis Robert Fisk di situs media Inggris, The Independent, 19 April 2015. Fisk mengakui pernah menemukan tulang belulang dan tengkorak korban pembantaian Armenia di gurun Suriah dalam penggalian pada 1992.

Pekan lalu, Paus Fransiskus sudah menyinggung soal pembantaian Armenia, pembantaian paling mengerikan yang terjadi pada masa Perang Dunia I pada awal abad ke-20.

Kesadaran umat manusia tentang kekejaman terhadap bangsa Armenia pada masa lalu meluas. Hari Minggu 19 April 2015, di Toronto, Kanada, sekitar 2.000 orang memperingati pembantaian Armenia di Queen’s Park di pusat kota. Di antara yang hadir adalah Menteri Pertahanan Kanada Jason Kenney dan Wali Kota Toronto John Tory. Peringatan 100 tahun pembantaian Armenia ini diikuti juga berbagai komunitas berbeda. “Kami ingin berdiri bersama melawan pembantaian yang merupakan kejahatan kemanusiaan,” kata Garen Megerditchian, koordinator acara di Toronto, seperti dilaporkan CTVNews, (19 April 2015).

Bintang film Hollywood, Hugh Grant, mengunggah foto peringatan 100 tahun pembantaian Armenia di Twitter-nya. Demikian pula selebritas Amerika Serikat, Kim Kardashian dan Kanya West, mengunggah foto-foto mereka bersama anak-anak Armenia.

Burhanuddin Maras, Tak Ragu Bercita-cita Tinggi


ROBERT ADHI KSP

Lahir sebagai anak polisi di pelosok desa di Lahat, Sumatera Selatan, justru mendorong Bur Maras (79) berjuang keras untuk kehidupan yang lebih baik. Ia bercita-cita bisa belajar di luar negeri, meski saat itu tak punya biaya. Itu sebabnya, ia terpacu untuk mendapatkan beasiswa. Kerja kerasnya rupanya sejalan dengan rencana Yang Maha Kuasa. Ia mendapatkan beasiswa pendidikan di ”college” di Jacksonville, Amerika Serikat

Ketika belajar di AS, untuk mencukupi biaya hidup di negeri orang, Bur bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran. Namun, Bur yang bergelar Ratu Prabu Sira Alam Muda itu kini menjadi pengusaha minyak dan gas sukses, pemilik Ratu Prabu Energy Tbk. Ia juga pemilik Gedung Ratu Prabu 1 dan 2 di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Tahun ini, ia berencana membangun apartemen, hotel, serta gedung Ratu Prabu 3.

Ketika kuliah di Oklahoma State University, Bur mengikuti pendidikan militer, dan menjadi orang Indonesia pertama di kampus itu yang berpangkat letnan dua tentara AS. Namun, ketika akan terjun ke Perang Vietnam, Bur diancam pencabutan paspor oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di AS, dia pun memutuskan keluar dari militer.

Bur melanjutkan pendidikan di New Mexico Institute Mining Technology di Kota Socoro. Ketika itu, dia pun nyambi bekerja di pusat riset, dan bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran di kawasan wisata.

Sebelum tahun 1980, Bur makin sukses setelah perusahaan yang dia dirikan, PT Lekom Maras, mendapat proyek inspeksi las pipa di Laut Jawa, dan berkembang menjadi perusahaan terbesar di bidang non-destructive testing inspection di Indonesia.

Demikian juga ketika merintis perusahaan sendiri di Indonesia, Bur menghadapi banyak tantangan. Namun, dia berhasil melalui masa-masa sulit itu.

Kini pada usianya menjelang 79 tahun, Bur masih bersemangat, terutama ketika berdiskusi tentang Indonesia masa depan.

Bur Maras

Lanjutkan membaca Burhanuddin Maras, Tak Ragu Bercita-cita Tinggi

Menunggu Janji MRT dan LRT Terwujud


ROBERT ADHI KSP

Wajah transportasi Jakarta akan berubah menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang. Transportasi massal cepat (MRT) jurusan Lebak Bulus-Bundaran HI diharapkan sudah terwujud. Light rail transit rute Cibubur-Cawang-Grogol yang dibangun konsorsium BUMN juga ditargetkan rampung pada 2018.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana pembangunan kereta api ringan (LRT) di Jakarta. Dari tujuh rute yang direncanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dua rute diprioritaskan dan ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018. Dua rute LRT itu adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

MRTLRTJKT

Kabar ini menggembirakan dan membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi massal berbasis rel menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi. Presiden meminta agar pembangunan MRT dan LRT dilanjutkan ke rute Cikarang-Balaraja (timur-barat) sehingga wilayah Jabodetabek saling terhubung dengan moda transportasi massal secara mudah dan cepat.

Publik tentu berharap pembangunan MRT dan LRT di Jakarta betul-betul terwujud nyata karena publik sudah bosan dengan wacana dan janji yang disampaikan para pemimpin negeri ini.

Pembangunan infrastruktur MRT dan LRT memang sudah menjadi kebutuhan kota Jakarta. Pembangunan moda transportasi massal sebenarnya sudah direncanakan sejak lebih dari seperempat abad silam, sejak pemerintahan Presiden Soeharto.

Lanjutkan membaca Menunggu Janji MRT dan LRT Terwujud

Era Baru AS-Kuba Pasca Jabat Tangan Bersejarah


ROBERT ADHI KSP

Jabat tangan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro dalam KTT Amerika, di Panama City, Panama, Sabtu (11/4), merupakan awal baru hubungan kedua negara yang selama lebih dari setengah abad diwarnai gejolak dan konflik. Jabat tangan itu diharapkan berdampak luas. Tidak sekadar urusan dengan satu negara dan satu pemimpin, tetapi bergaung keras ke penjuru Amerika Latin.

Tak seorang pun berpikir bahwa masa-masa saling tidak percaya dan saling curiga kedua negara itu selama lebih dari setengah abad sudah berakhir lewat jabat tangan Barack Obama dan Raul Castro.

Kuba

”Kami siap berdiskusi tentang apa saja, tetapi kami harus sabar, sangat sabar,” kata Presiden Kuba Raul Castro. Obama mengakui kedua pihak sering berselisih, tetapi berharap mereka melakukannya dengan saling menghormati satu sama lain.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez, seperti dikutip Havana Times, menyebutkan, normalisasi hubungan kedua negara akan merupakan ”proses yang panjang, sulit, dan kompleks”.

Mengapa? KTT Amerika belum menyentuh hal-hal yang rinci. Rencana pembukaan kembali kedutaan besar belum ditentukan waktunya.

Setelah menggelar tiga pertemuan sejak Januari 2015, dialog kali keempat belum dapat dikonfirmasi lagi. Dalam KTT Amerika itu, Obama juga belum menyatakan mengeluarkan Kuba dari daftar hitam negara pendukung teroris.

Kuba masuk daftar itu sejak tahun 1982. Saat ini, daftar negara pendukung teroris antara lain adalah Iran, Sudan, Suriah, dan Kuba. Gedung Putih menyatakan akan mengevaluasi daftar itu, tetapi belum memutuskannya sekarang.

Kuba juga masih menolak kembalinya Organization of American States (OAS) karena pemerintahan Raul Castro beranggapan OAS adalah instrumen dominasi Washington di negerinya.

Kuba yang selama ini menganut sistem ekonomi sosialis tampaknya membutuhkan solusi lebih cepat agar perekonomian negara itu cepat bergerak. Akibat sanksi embargo yang dilakukan Amerika Serikat terhadap negara kepulauan itu sejak tahun 1962, ekonomi Kuba bergerak lamban. Pertumbuhan ekonomi hanya 2 persen-3 persen.

Kuba sendiri sudah berangsur-angsur berubah, terutama pasca Kongres Partai Komunis Kuba yang digelar untuk kali pertama pada April 2011 dalam 13 tahun terakhir. Para pemimpin negeri itu menyetujui rencana melakukan reformasi ekonomi secara terbatas.

Di antaranya mengizinkan rakyat Kuba membeli peralatan elektronik dan telepon seluler, menginap di hotel, serta membeli dan menjual mobil bekas. Pemerintah Kuba juga membuka layanan ritel untuk ”wirausaha” yang memunculkan apa yang disebut sebagai pengusaha (cuentapropistas).

Lanjutkan membaca Era Baru AS-Kuba Pasca Jabat Tangan Bersejarah

Melesatnya Jumlah Orang Superkaya di Tiongkok


ROBERT ADHI KSP

Meskipun pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat sejak tahun lalu, jumlah orang superkaya di Tiongkok pada tahun ini mencatat rekor tertinggi. Dalam China Ultra High Net Wealth Report 2014-2015 seperti dikutip China Daily (6/4/2015) terungkap, jumlah orang Tiongkok daratan yang memiliki aset kekayaan bernilai sedikitnya 500 juta yuan atau setara dengan 81,35 juta dollar AS sekitar 17.000 orang.

Orang Superkaya Tiongkok

Laporan yang dirilis China Minsheng Bank dan Hurun Research Institute, Kamis pekan lalu di Beijing, itu menyebutkan, sejak tahun 2008 sampai tahun 2013, jumlah orang superkaya di Tiongkok daratan tak lebih dari 1.000 nama. Namun, jumlah orang superkaya pada 2015 mencatat rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Laporan itu berdasarkan investigasi secara mendalam terkait di mana mereka tinggal, bagaimana mereka mengakumulasi kekayaan mereka, dan gaya hidup mereka.

Jumlah total aset orang superkaya Tiongkok melonjak menjadi 31 triliun yuan, atau 10 kali produk domestik bruto (PDB) Norwegia dan 20 kali PDB Filipina. Mereka rata-rata berusia 51 tahun dan memiliki aset rata-rata 1,82 triliun yuan.

Sebagian besar yang masuk dalam daftar orang superkaya Tiongkok adalah wirausaha, pengusaha properti dan investor profesional. Sebanyak 300 orang dari mereka memiliki aset kekayaan bernilai sedikitnya 10 miliar yuan dan sebanyak 5.100 orang memiliki aset kekayaan bernilai antara 1 miliar dan 2 miliar yuan. Dan, terbanyak memiliki aset kekayaan bernilai 500 juta sampai 1 miliar yuan.

FOTO: DOKUMENTASI ROBERT ADHI KSP
FOTO: DOKUMENTASI ROBERT ADHI KSP

Jumlah orang Tiongkok yang memiliki kekayaan sekitar 500 juta yuan meningkat. Jumlah orang superkaya di Tiongkok lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Rupert Hoogewerf, pendiri Hurun Research Institute mengaitkan kondisi ini dengan perkembangan ekonomi Tiongkok dan pemulihan pasar saham.

Sebagian besar wirausaha datang dari industri manufaktur dan perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham di Shanghai atau Shenzhen. Situs zaobao.com (Singapura) melaporkan, 55 persen dari orang-orang superkaya Tiongkok ini tidak tinggal di kota-kota lapis pertama, seperti Beijing misalnya, tetapi di kota-kota lapis kedua dan lapis ketiga.

Sebenarnya indikator ini sudah terlihat sejak 5-10 tahun lalu. Ketika mengunjungi kota Hangzhou dan Suzhou tahun 2010, Kompas melihat iklan dan ruang pamer mobil-mobil mewah bertebaran. Orang-orang kaya baru di Tiongkok menyukai mobil-mobil mewah, seperti Audi, BMW, Ferrari, Maserati, Volkswagen, Lexus, Mercedes Benz, Porche, Lamborghini, Land Rover, Volvo, Infiniti, sampai Cadillac. Betapa mudahnya menemukan mobil Ferrari parkir di depan sebuah toko kecil di kota Suzhou, misalnya. Kota itu bukanlah kota lapis pertama.

Lanjutkan membaca Melesatnya Jumlah Orang Superkaya di Tiongkok

Hasil Pemilu Nigeria dan Pekerjaan Rumah Buhari


ROBERT ADHI KSP

Nigeria sukses menggelar pemilihan umum pada 28 Maret 2015. Muhammadu Buhari (72), mantan pejabat militer, terpilih sebagai presiden baru mengalahkan calon petahana Goodluck Jonathan. Kemenangan Buhari dengan margin lebih dari 2 juta suara memberi sinyal datangnya era baru dalam demokrasi dan rekonsiliasi di negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Afrika itu.

Pemilu di Nigeria yang berjalan damai menjadi peristiwa penting sejak negara itu merdeka dari Inggris pada 1960 setelah bertahun-tahun pemerintahan Nigeria dipimpin rezim militer. Pemilu 2015 merupakan pemilu kedelapan sejak Nigeria merdeka atau pemilu kelima sejak demokrasi dijalankan pada 1999. Buhari yang menyebut diri sudah menjadi seorang sipil dan demokrat kalah dalam pemilu 2003, 2007, dan 2011 sebelumnya akhirnya menang dalam pemilu 2015 ini.

Nigeria

Menyambut hasil pemilu yang damai, pasar saham Nigeria naik 8 persen sebagai tanda dukungan dari para investor. Nilai obligasi juga naik. Mata uang Nigeria, naira, yang telah kehilangan 20 persen nilainya dalam dua devaluasi sejak November lalu juga naik 0,5 persen.

Dalam pidatonya, Rabu lalu, Buhari memuji Goodluck Jonathan dan mengajak rakyat Nigeria memberi selamat kepada Jonathan atas “kenegarawanannya” mengakui hasil pemilu presiden. “Saya mengulurkan tangan persahabatan kepada dia. Saya akan bertemu dengan Jonathan sesegera mungkin dan kami merencanakan transisi kekuasaan dengan damai,” kata Buhari.

Kepada rakyat Nigeria yang menggunakan hak pilih, Buhari dalam Twitter-nya @ThisIsBuhari mengatakan, “Kalian sudah memilih untuk Nigeria, bukan sebagai seorang dari wilayah utara atau wilayah selatan, bukan sebagai seorang Kristen atau seorang Muslim, tetapi sebagai seorang Nigeria. Pemerintahan ini adalah pemerintahan kalian dan setiap keputusan yang kami ambil akan memberikan kalian masa depan yang positif.”

Buhari juga mengimbau rakyat Nigeria, “Sekarang bukan saatnya berkonfrontasi. Ini merupakan momen bagi kita untuk menyembuhkan luka-luka dan bekerja bersama demi masa depan yang lebih baik.”

Lanjutkan membaca Hasil Pemilu Nigeria dan Pekerjaan Rumah Buhari