Raksasa Elektronik Tiongkok Hisense Penetrasi Pasar Indonesia


IMG_0229.jpg
Hisense Tower di kota Qingdao, Tiongkok. Foto diambil 10 Mei 2016. KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

ROBERT ADHI KSP

Hisense, salah satu perusahaan raksasa elektronik dari Tiongkok yang menguasai pasar global lewat produk-produk televisi pintar (smart TV), peralatan rumah tangga, dan ponsel cerdas (smartphone), mencari pasar baru di Indonesia. Khusus ponsel cerdas, sejak 2012, produk Hisense sebenarnya sudah masuk ke Indonesia di bawah brand Andromax milik Smartfren. Namun, mulai Juni 2016, Hisense akan membawa produk terbaru ponsel cerdas dengan brand sendiri.

Hisense tak ingin nasibnya seperti perusahaan-perusahaan elektronik Tiongkok lainnya, yang bersemangat di awal tetapi kemudian loyo di belakang. ”Kami sadar perlu proses waktu, tak bisa jalan pintas untuk bisa dikenal secara luas oleh pengguna ponsel Indonesia,” ungkap Stephen.

Kata ”Hisense” dalam bahasa mandarin bermakna visi yang luas seperti lautan dan menunjukkan kredibilitas bahwa Hisense selalu bernilai. Pada nama Inggris, Hisense adalah kombinasi kata-kata ”high” (tinggi) dan ”sense” (rasa) yang bermakna Hisense gigih mengejar teknologi tinggi, kualitas tinggi, dan selera tinggi. Budaya Hisense adalah ”teknologi, kualitas, integritas, dan tanggung jawab” yang menjadi empat elemen kunci perusahaan itu.

Pada 1969, awalnya Hisense didirikan sebagai pabrik radio. Kini Hisense pemimpin dunia dalam produk TV pintar, peralatan rumah tangga, dan perangkat komunikasi bergerak. Hisense adalah konglomerat global yang memiliki lebih dari 100.000 tenaga kerja di seluruh dunia. Pangsa pasar TV flat Hisense di Tiongkok meraih posisi nomor 1 selama 13 tahun berturut-turut. Hisense unggul dalam produksi TV pintar berteknologi terkini mulai dari VIDAA, Curved, sampai ULED, serta ponsel cerdas A1, C1, dan C20.

Dalam pasar global, Hisense memiliki 17 perusahaan dan 7 pusat riset dan pengembangan dan 4 basis produksi, semuanya di luar Tiongkok. Produk-produk Hisense dijual di lebih dari 130 negara di seluruh dunia. ”Masa depan Hisense ada pada pasar global,” kata Stephen Qu mengutip CEO Hisense Zhou Houjian. Revenue penjualan produk Hisense terus meningkat. Jika pada 2007 revenue tercatat 6,9 miliar dollar AS, pada 2015 mencapai 15,9 miliar dollar AS. Dari jumlah itu, revenue penjualan produk Hisense di mancanegara 3,2 miliar dollar AS.

Hisense Tower KSP
Berfoto di depan Hisense Tower, kota Qingdao, Tiongkok, 10 Mei 2016.

Data CMM Januari 2016 menunjukkan penjualan TV Hisense nomor 1 di Tiongkok (sekitar 17,98 persen). Sementara menurut data IHS Januari-Desember 2015, di tingkat global, Hisense di posisi nomor 3, menguasai pasar 5,6 persen. Masih menurut data yang sama, penjualan TV UHD Hisense di posisi nomor 3 tingkat global (8,1 persen).

Di tingkat global, brand image Hisense berada di posisi ke-7 dari sejumlah perusahaan Tiongkok, di bawah Lenovo, Huawei, Air China, Haier, Alibaba, dan ZTE. Hisense di atas TCL, Bank of China, China Mobile, Baidu, Youku Tudou, dan Tsingtao.

Upaya meningkatkan branding image dilakukan Hisense dengan menjadi sponsor utama UEFA Euro 2016, mendukung tim RedBull yang berlaga di ajang F1, sponsor tim Schalke 04 di Liga Jerman (Bundesliga).

Kerja sama Smartfren

Sejak 2012, Hisense sudah menjalin kerja sama dengan Smartfren, operator telepon seluler di Indonesia milik Sinar Mas, dan meluncurkan berbagai produk dengan nama Andromax mulai dari CDMA, GSM, 3G, sampai 4G/LTE. ”Kerja sama Hisense dengan Smartfren sangat baik.

Brand Andromax dikenal sebagai berkualitas tinggi dan bernilai tinggi. Hisense memberikan kontribusi 70 persen produk Andromax,” kata Stephen. Hisense mendapatkan keuntungan dari 13 model ponsel brand Andromax yang terjual lebih dari empat juta unit di Indonesia.

Produk terbaru Hisense pada tahun 2015 untuk Andromax dengan spesifikasi 4G/LTE adalah PureShot dan PureShot Plus yang dikemas dengan nama Andromax R, Andromax Q1 dan Es. Produk pengembangannya yang diluncurkan tahun 2016 ini adalah PureShot Plus 2 dan PureShot Lite yang dikemas dengan nama Andromax R2 dan Andromax E2+.

Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra dalam percakapan dengan Kompasmengungkapkan, sejak 2012, Smartfren memilih Hisense sebagai pemasok handset untuk ponsel-ponsel cerdas Smartfrten dengan harga terjangkau. Selama ini Smartfren melihat persepsi pengguna Andromax terhadap ponsel cerdas produksi Hisense sangat baik. Ini berbeda dengan persepsi sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap ponsel buatan Tiongkok berkualitas jelek dan mudah rusak.

Hisense sejak awal memegang komitmen untuk tetap memproduksi ponsel berkualitas baik. Hisense sadar, jika kualitas produknya buruk dan layanannya jelek, itu akan berdampak padabrand mereka. Smartfren memang mencantumkan merek Hisense pada perangkat Andromax.

Dalam kunjungan awak media ke ruang pamer dan pusat riset Hisense di Qingdao diperlihatkan bagaimana produk Hisense, termasuk ponsel, dibuat dengan riset dan uji coba berulang kali.

IMG_0239.jpg
Maskot Hisense sebagai sponsor utama UEFA Euro 2016 di Perancis yang digelar Juni 2016. Foto diambil 10 Mei 2016 di Hisense Tower, Qingdao, Tiongkok. FOTO: KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA

Kembangkan ”brand” sendiri

Tahun 2016 ini, Hisense mulai membuka pasar dengan menonjolkan brand sendiri. ”Kami akan meluncurkan 10 model baru ponsel cerdas sepanjang tahun ini,” kata Stephen. Hisense akan tampil pada Indonesia Cellular Show (ICS) awal Juni di Jakarta dan memperkenalkan ponsel cerdas model terbaru. ”Target kami segmen menengah dan menegah atas. Kami yakin karena Hisense salah satu yang terbaik di Tiongkok,” kata Stephen.

Selama ini di Tiongkok Hisense memproduksi ponsel-ponsel yang tangguh dengan pangsa pasar menengah dan menengah atas. Salah satu yang terbaru adalah King Kong 3 yang anti-air (waterproof), anti-guncangan, dan mampu membaca sidik jari. Dibalut dengan layar 5,2, kaca anti-gores, frame dari metal di sekelilingnya, ponsel yang memiliki kamera belakang 16 megapiksel, RAM 3 GB dan 32 GB ROM, King Kong 3 dijual seharga Rp 3 juta di Indonesia.

Masuknya Hisense ke open market dengan brand sendiri justru menguntungkan Smartfren. ”Ini sinergi yang bagus karena handset dual SIM yang dibawa Hisense ke Indonesia otomatis sudah memiliki satu nomor Smartfren yang bisa langsung dipakai,” kata Roberto.

”Smartfren tidak terganggu, tetapi justru saling melengkapi karena segmen berbeda. Andromax lebih ke segmen menengah dan menengah bawah. Harga Andromax paling mahal Rp 1,7 juta,” jelas Head of Mass Product Smartfren Hartadi Novianto. ”Masuknya Hisense ke pasar bebas salah satu strategi menggaet pelanggan di tengah kondisi pasar yang mulai jenuh,” lanjutnya.

SUMBER: HARIAN KOMPAS, SELASA 24 MEI 2016 HALAMAN 25

;

Iklan