Menikmati Malam di Shilin Night Market di Taipei


Shilin
ROBERT ADHI KSP

Di Taiwan, pasar malam (”night market”) bertebaran. Pasar malam terbesar di Taiwan adalah Shilin Night Market yang menjadi destinasi paling populer bagi warga Taipei dan wisatawan mancanegara yang memburu suvenir dan menikmati hidangan khas Taiwan.

Pasar Malam Shilin ini dinikmati pula oleh sejumlah wartawan yang mengikuti acara “A Day with Google”, di Taipei, Taiwan, 18-20 November. Dari Hotel Palais de Chine tempat menginap, kami menuju stasiun MRT yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari bawah pusat perbelanjaan di sebelah hotel. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit dengan MRT di jalur merah (tiam shui line) untuk mencapai pasar malam tersebut. Kami berhenti di Stasiun Jiantan.

Gemerlap lampu di kawasan pasar malam itu terlihat benderang. Di jalan dan lorong di kawasan pasar malam ini, para pedagang kaki lima dengan bebas menggelar dagangan di tengah jalan. Pengunjung rela berdesak-desakan melewati lorong panjang pasar malam ini.

Suara pedagang yang mempromosikan dagangan masing-masing bercampur aduk dengan suara musik yang diputar di dekatnya. Betul-betul mengingatkan pada suasana pasar malam di Indonesia.

Pasangan muda-mudi Taiwan ramai terlihat di kawasan ini. Warga Taiwan menikmati suasana pasar yang hiruk-pikuk ini. Suhu udara malam mencapai 14 derajat celsius.

Seperti lazimnya pasar malam lain di Taiwan, Shilin Night Market mulai dibuka pukul 16.00 dan tutup selepas tengah malam hingga pukul 01.00 atau 02.00. Bukan hanya tempat makan pinggir jalan yang menjadi pilihan pengunjung, melainkan juga tempat yang menjual aneka suvenir khas Taiwan.

Bekas dermaga

Pasar Malam Shilin berlokasi di bekas dermaga di Sungai Keelung. Di masa lalu, hasil pertanian dan peternakan dari daerah Shilin yang dikirim ke pelabuhan lain, seperti Banka dan Dadaocheng, biasanya dijual di kawasan ini.

Pasar Shilin (siang hari) mulai beroperasi pada tahun 1909 dan diresmikan pada 1913. Bertambah banyaknya pelanggan memunculkan bisnis dan gerai makanan baru. Pasar Malam Shilin pun mulai beroperasi.

Bangunan tua yang sebelumnya pasar tua Shilin dirobohkan pada Oktober 2002 oleh Pemerintah Kota Taipei. Para pedagang makanan dipindahkan ke sekitar lokasi. Setelah bangunan itu direnovasi, Pasar Malam Shilin dibuka kembali pada 25 Desember 2011. Setelah MRT beroperasi beberapa tahun lalu, Pasar Malam Shilin pun menjadi destinasi favorit warga Taiwan dan pengunjung kota Taipei.

Pasar Malam Shilin memiliki dua bagian yang saling terkait. Bagian pertama merupakan bangunan tua yang menjadi lokasi pujasera (food court). Di sini terdapat lebih dari 500 kios makanan. Tersedia pula tempat parkir berkapasitas sekitar 400 mobil. Bagian lain adalah toko-toko yang menjual berbagai produk nonmakanan.

Pasar Malam Shilin menjadi yang terbesar dan terpopuper di Taiwan, terutama dikenal dengan makanannya. Pasar malam ini menjadi lokasi paling favorit untuk menikmati kehidupan malam bagi warga Taipei dan pengunjung kota ini.

Jadi, siapa bilang berbelanja harus datang ke mal?

SUMBER: KELANA, KOMPAS SIANG, SABTU 30 NOVEMBER 2013

Iklan