John Grisham Pernah Ditolak 28 Penerbit


JohnGrisham

ROBERT ADHI KSP

John Grisham adalah salah satu penulis novel ”best seller” internasional. Novel-novelnya sebagian besar berkaitan dengan persoalan hukum dan sistem peradilan. Sembilan novel John Grisham diangkat ke layar lebar. Namun, sebelum meraih sukses besar ini, novel pertama Grisham, ”A Time to Kill”, yang diselesaikannya selama tiga tahun pernah ditolak oleh 28 penerbit.

John Grisham tidak menyerah. Dia menawarkan lagi naskah novelnya kepada penerbit ke-29, yaitu Wynwood Press. Penerbit itulah yang menerima naskah Grisham dan kemudian mencetak 5.000 eksemplar novel A Time to Kill pada Juni 1988.

Tak disangka-sangka novel itu menjadi novel paling laris di Amerika Serikat, bahkan diterjemahkan ke berbagai bahasa di banyak negara, termasuk Indonesia.

Grisham menghabiskan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan novel A Time to Kill pada 1987. Dia mulai menulis novel tersebut sejak 1984.

Setiap hari dia bangun pukul 05.00 dan meluangkan waktu beberapa jam sebelum berangkat bekerja di kantor firma hukum dan mengikuti sidang-sidang pengadilan.

Jauh hari sebelum namanya identik dengan thriller hukum modern, Grisham bekerja selama 60-70 jam per minggu di kota kecil Southaven, Mississippi, Amerika Serikat.

John Grisham lahir dari pasangan pekerja konstruksi dan ibu rumah tangga di Jonesboro, Arkansas, Amerika Serikat, pada 8 Februari 1955.

Cita-cita pemain ”baseball”

”Saya tumbuh dalam keluarga Baptist selatan, di mana semuanya sangat terbatas. Jadi saya tidak sabar menunggu ke college untuk bersenang-senang. Saya menyelesaikannya dalam dua tahun pertama. Dan saya menyesal sekali karena nilai saya banyak yang jatuh. Saya tak pernah mendapat kesulitan yang serius kecuali nilai saya tersebut,” ungkap
Grisham.

Ketika remaja, Grisham pernah bermimpi menjadi pemain baseball profesional.

Menyadari tidak memiliki kesempatan masuk ke karier profesional, Grisham kemudian banting setir, kuliah di bidang akunting di Mississippi State University.

Lulus dari Mississippi State University dan Ole Miss Law School, John
Grisham memperoleh gelar sarjana hukumnya pada 1981 dan membuka praktik hukum selama 10 tahun.

Dia kemudian terpilih sebagai anggota parlemen (House of Representatives) Negara Bagian Mississippi pada 1983 selama tujuh tahun sampai 1990.

Suatu hari di pengadilan DeSoto County, Grisham mendengar kesaksian dari korban perkosaan berusia 20 tahun.

Dari sanalah Grisham mendapat inspirasi untuk mulai menulis novel dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila ayah si gadis membunuh penyerang anaknya.

Grisham pun mulai menulis novel pertamanya, A Time to Kill, yang berdasarkan pengalamannya sebagai pengacara muda, dengan karakter utama penduduk dari selatan Amerika Serikat, juga berdasarkan sistem peradilan di AS.

Grisham mengungkapkan, novel pertamanya itu sempat ditolak oleh 28 penerbit. Namun, dia tidak putus asa dan tetap menawarkan naskahnya kepada penerbit lain. Sampai akhirnya ada penerbit yang mau menerbitkan A Time to Kill.

Banyak orang berpikir Grisham akan mengakhiri hobi menulisnya karena ternyata novel pertamanya terus-terusan ditolak banyak penerbit.

Namun, Grisham rupanya sudah mempersiapkan novel berikutnya, yaitu The Firm. Novel The Firm masuk dalam daftar buku best seller The New York Times dan menjadi novel paling laris pada 1991.

Grisham dengan cepat mengubah hobi menulisnya menjadi karier baru purnawaktu. Dia tercatat sebagai penulis novel paling cepat meraih sukses dalam sejarah Amerika Serikat.

Ketika Grisham menjual hak cipta The Firm kepada Paramount Pictures senilai 600.000 dollar AS, Grisham tiba-tiba menjadi ”properti yang hot” di antara para penerbit. Hak cipta bukunya dibeli Doubleday.

”Best seller”

Kesuksesan ”The Pelican Brief yang melesat ke posisi puncak daftar buku best seller The New York Times dan The Client yang juga berada di posisi pertama makin menegaskan reputasi John Grisham sebagai master thriller hukum.

Keberhasilan Grisham membuat A Time to Kill diterbitkan ulang dalam bentuk hardcover oleh Doubleday dan kemudian dalam versi paperback oleh Dell. Buku itu tetap menjadi best seller.

Sejak A Time to Kill terbit pertama kali pada 1988, Grisham menulis satu novel setiap tahun. Dia membutuhkan waktu enam bulan untuk menulis sebuah novel.

Novel-novel Grisham lainnya adalah The Firm, The Pelican Brief, The Client, The Chamber. The Rainmaker, The Runaway Jury, The Partner, The Street Lawyer, The Testament, The Brethren, A Painted House, Skipping Christmas, The Summons, The King of Torts, Bleachers, The Last Juror, The Broker, Playing for Pizza, The Appeal, The Associate, The Confession, dan The Litigators. Semua novel tersebut menjadi best seller internasional.

Saat ini lebih dari 275 juta eksemplar buku-buku John Grisham dicetak di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 40 bahasa.

Layar lebar

Sembilan novel Grisham diangkat ke layar lebar, yaitu The Firm, The Pelican Brief, The Client, A Time to Kill, The Rainmaker, The Chamber, A Painted House, The Runaway Jury, dan Skipping Christmas.

Satu novel lagi yang ditulis khusus untuk layar lebar adalah The Gingerbread Man. Adapun The Innocent Man (Oktober 2006) merupakan karya pertama nonfiksi John Grisham dan Ford County (November 2009) merupakan kumpulan cerita pendek pertama Grisham.

Pada 2007, majalah Forbes memperkirakan pendapatan Grisham pada tahun itu sekitar 9 juta dollar AS.

Menurut iMDB, pendapatan John Grisham dari film-film layar lebar yang mengambil cerita dari novel-novelnya adalah The Firm (1993) sebesar 100.000 dollar AS, A Time to Kill (1996) sebesar 6 juta dollar AS, The Chamber (1996) sebesar 3,75 juta dollar AS, dan Runaway Jury (2003) sebanyak 8 juta dollar AS.

Pada 1996, Grisham sempat mengambil cuti dari menulis selama beberapa bulan untuk kembali ke ruang sidang, setelah lima tahun absen.

Dia menghormati komitmen yang dibuatnya sebelum pensiun dari firma hukum dan menjadi penulis purnawaktu: mewakili keluarga juru rem kereta api yang tewas terjepit di antara dua mobil.

Mempersiapkan kasusnya dengan semangat dan dedikasi yang sama seperti buku-bukunya yang protagonis, Grisham berhasil memenangkan kasus kliennya dan mendapatkan penghargaan juri sebesar 683.500 dollar AS, raihan terbesar dalam kariernya.

Demokrat sejati

John Grisham tinggal bersama istrinya, Renne Jones (yang dinikahinya 8 Mei 1981), dan dua anaknya, Ty dan Shea. Mereka tinggal di kawasan perkebunan di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat. beberapa tahun terakhir ini. Namun, keluarga Grisham juga memiliki rumah bergaya Victoria di kawasan peternakan Oxford, Mississippi, AS.

Ketika Grisham tidak menulis, dia mencurahkan waktunya untuk kegiatan amal, termasuk yang baru-baru ini dilaksanakan, yaitu Rebuild The Coast Fund, yang mendapatkan 8,8 juta dollar AS untuk perbaikan Gulf Coast setelah badai Katrina menghantam New Orleans dan
Mississippi.

Grisham tetap menjaga passion terbesarnya, yaitu baseball. Dia seorang yang pernah bermimpi menjadi pemain baseball profesional, dan kini menjadi komisaris Little League lokal.

Enam lapangan baseball dibangun di lahan miliknya dan menjadi tuan rumah bagi 350 anak-anak yang bermain dalam 26 tim Little League.

Grisham seorang Demokrat sejati. Dia termasuk yang mendorong Hillary Rodham Clinton menjadi presiden Amerika Serikat.  (IMDB/JGRISHAM.COM)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 19 JULI 2014

Iklan