Michael Bublé, Anak Nelayan yang Sukses Jadi Penyanyi


Michael Buble

Tanggal 29 Januari 2015, Michael Bublé akan tampil di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. Sudah siap menghibur kami, Michael?

ROBERT ADHI KSP

MICHAEL Bublé (39) adalah penyanyi dan pencipta lagu yang memenangi empat penghargaan Grammy serta mengantongi sertifikat multiplatinum di lebih dari 15 negara. Anak nelayan salmon asal Kanada yang sejak kecil sudah bercita-cita menjadi penyanyi ini digemari para penggemar musik semua usia karena lagu-lagu yang dibawakannya berasal dari berbagai generasi.

Michael Bublé mulai diterima penggemar musik di seluruh dunia setelah albumnya, It’s Time (2005) dan Call Me Irresponsible (2007), mencapai posisi puncak di tangga album Kanada, Inggris, Australia, serta Billboard 200 di Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa.

Album Crazy Love (2009) sukses bertengger di posisi pertama Billboard 200 di AS, tiga hari setelah dirilis di pasar, dan bertahan di sana selama dua pekan. Album Christmas (2011) bertengger di posisi pertama Billboard 200 dan bertahan selama empat pekan pada akhir 2011 dan pekan pertama 2012, atau total lima minggu di posisi puncak. Album itu juga masuk lima besar di Inggris Raya. Dengan demikian, album Christmas menjadi album ketiganya yang berada di puncak tangga album.

Album To Be Loved yang dirilis April 2013 memuat beberapa single dan komposisi orisinal Michael Bublé, di antaranya ”It’s a Beautiful Day”, ”Close Your Eyes”, dan ”After All”, bersama Bryan Adams.

Salah satu lagu ciptaan Bublé (bersama Alan Chang dan Amy Foster-Gilles) adalah ”Haven’t Met You Yet” yang masuk dalam album Crazy Love (2009). Dalam video lagu itu muncul seorang perempuan cantik berambut pirang dan bertubuh ramping. Perempuan itu adalah Luisana Lopilato (27), aktris terkenal Argentina, saat itu menjadi tunangannya, kini menjadi istri Bublé. ”Video ini tentang impian setiap orang yang mencari hubungan dan cinta,” kata Bublé, yang menciptakan lagu itu khusus untuk istri tercinta.

Michael Bublé dan Luisana Lopilato menikah pada 2011, dua tahun setelah mereka bertunangan. Lopilato, aktris Argentina yang membintangi acara-acara TV lokal yang populer, di antaranya Chiquititas,Rebelde Way, Alma Pirata, Casados con Hijos, mengungkapkan, awalnya Michael yang mengejar dirinya saat awal menjalin hubungan. ”Saya menonton pertunjukan Bublé karena saya menyukai lagu-lagunya. Dia melihat saya di halaman parkir, tetapi saya tidak melihat dia. Lalu, anggota staf Bublé bertanya apakah saya ingin berfoto bareng dengan Michael, saya jawab, ”Tidak, terima kasih. Saya pikir gengsi dong. Saya, kan, aktris terkenal di negara saya,” ungkap Lopilato.

Bublé dan Lopilato kemudian bertemu dalam sebuah pesta yang digelar perusahaan rekaman setelah pertunjukannya di Buenos Aires, Argentina. Bos perusahaan rekaman ingin memperkenalkan Michael kepada aktris paling terkenal di Argentina. Ketika bertemu Lopilato dalam acara itu, Bublé menyatakan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada gadis cantik Argentina itu.

Bublé sebelumnya sudah bertunangan dengan aktris dan penyanyi Debbie Timuss, tetapi pasangan ini berpisah pada November 2005. Bublé juga pernah berpacaran dengan aktris Emily Blunt selama dua tahun sebelum berpisah pada 2008.

Anak nelayan salmon

Michael Steven Bublé lahir 9 September 1975 di kota Burnaby, British Columbia, Kanada, dari pasangan Lewis Buble, seorang nelayan ikan salmon, dan Amber Santaga. Michael Bublé yang tumbuh sebagai seorang Katolik itu memiliki dua adik perempuan, Brandee, penulis buku cerita anak, dan Crystal, seorang aktris.

Sejak usia 14 tahun, dia berlayar sebagai nelayan bersama ayahnya dan awak lainnya. Itu dilakukannya setiap musim panas selama enam tahun. Bublé melukiskan pengalamannya bekerja menjadi nelayan sebagai ”pekerjaan fisik paling berbahaya sepanjang hidup”. ”Kami pergi berlayar selama dua bulan, kadang tiga bulan, ke laut. Hidup dan bekerja di antara para nelayan mengajarkan saya banyak hal tentang tanggung jawab dan apa makna menjadi seorang lelaki,” katanya.

Bublé memiliki passion yang kuat dalam ice hockey dan bercita-cita menjadi pemain hoki profesional untuk Vancouver Canucks. ”Jika saya menjadi pemain hoki, saya tidak akan menjadi penyanyi seperti saat ini,” katanya. Bublé memang sering bermain hoki pada usia mudanya, menyaksikan pertandingan Vancouver Canucks bersama ayahnya.

Dalam talkshow ”Oprah” pada 9 Oktober 2009, Bublé mengungkapkan sudah memimpikan dirinya menjadi penyanyi terkenal sejak berusia 2 tahun. Ketika remaja, Bublé tidur memeluk kitab Injil dan berdoa setiap malam agar cita-citanya menjadi penyanyi dikabulkan Tuhan.

Keluarganya untuk kali pertama melihat bakat menyanyi Michael Bublé saat usianya 13 tahun. Mereka mendengarkan suara Bublé yang powerful ketika melantunkan ”May your days be merry and bright” saat keluarganya menyanyikan bersama lagu ”White Christmas” di dalam mobil.

Michael Bublé menyanyi di depan publik untuk kali pertama pada usia 16 tahun di kelab malam dan difasilitasi kakeknya, Demetrio Santara, yang berdarah Italia, tukang ledeng berasal dari kota kecil Preganziol di distrik Treviso. Sang kakek juga yang membiayai kursus menyanyi yang diikuti Bublé. Salah satu instruktur vokal Bublé adalah Joseph Shore, seorang bariton opera. Sang kakek tak pernah berhenti percaya bahwa cucunya akan menjadi seorang bintang.

Saat usianya 5 tahun, pada hari raya Natal, keluarganya memainkan lagu ”White Christmas” dalam nuansa jazz. Dia mulai tertarik pada musik jazz. Apalagi Bublé sering mendengarkan koleksi rekaman jazz sang kakek, yang membuatnya makin cinta pada musik jazz. ”Kakekku sungguh teman terbaikku. Dialah yang membuka mata dan hatiku ke dalam dunia musik yang kelihatannya bukan lagi generasiku. Meski saya menyukai musik rock ’n roll dan musik modern, pertama kali kakek memutarkan musik Mills Brother untukku. Sesuatu ajaib terjadi. Liriknya sangat romantis, begitu nyata. Lagu itu seperti melihat masa depanku,” ceritanya.

Bublé tak pernah berhenti percaya bahwa suatu hari kelak dia akan menjadi seorang bintang. Bublé tak pernah belajar membaca dan menulis musik. Dia hanya menggunakan perasaannya untuk mendorong kemampuannya menulis lagu.

Pada usia 18 tahun, Bublé mengikuti kontes bakat lokal dan meraih juara. Namun, setelah memenangi kontes, dia malah didiskualifikasi oleh organizer Bev Delich karena usianya di bawah umur. Setelah itu, Delich memasukkan Bublé ke pencari bakat buda Kanada, dan sekali lagi Bublé menang.

Bublé menerima dua Genie-Award tahun 2000 untuk dua lagu ciptaannya untuk film Here’s to Life! (I’ve Never Been in Love Before, Dumb ol] Heart). Bublé juga merekam tiga album independen berjudul First Dance (1996), Babalu (2001), dan Dream (2002).

Diundang mantan PM

Karier Bublé melesat tahun 2000. Michael McSweeney, ajudan mantan Perdana Menteri (PM) Kanada Brian Mulroney (75), melihat penampilan Bublé dalam pesta bisnis dan menerima album independen yang dibiayai Bublé pribadi. McSweeney kemudian memperlihatkan album itu kepada Mulroney, istrinya, dan sepupunya, Jim.

Bublé diundang untuk menyanyikan lagu dalam acara pernikahan putri Mulroney, Caroline. Bublé diperkenalkan kepada David Foster, produser peraih penghargaan Grammy dan eksekutif perusahaan rekaman. Awalnya Foster enggan menandatangani kontrak Bublé dengan 143 Records yang dipimpinnya karena dia ”tidak tahu bagaimana pasar jenis musik Bublé”.

Bublé pindah ke Los Angeles, AS, dan berusaha meyakinkan Foster. Akhirnya Foster setuju memproduksi album Bublé asalkan dia mendapatkan 500.000 dollar AS untuk menutupi biaya produksi (dan ternyata Bublé mampu melakukannya).

Album debut yang menggunakan nama Michael Bublé dirilis 11 Februari 2003 oleh perusahaan rekaman 143 Records/Reprise Records. Album ini menghadirkan lagu-lagu dari berbagai era, di antaranya ”Fever”, ”The Way Look Tonight”, ”For Once in My Life”, ”Moondance”, dan ”You’ll Never Find Another Love Like Mine”. Dalam album itu juga terdapat lagu ”How Can You Mend a Broken Heart?” bersama Barry Gibb, personel Bee Gees.

Album ini langsung masuk 10 besar di Kanada, Inggris Raya, Afrika Selatan, dan nomor 1 di Australia, serta meraih sukses marjinal di AS setelah mencapai 50 besar dalam Billboard 200. Tiga lagu “Kissing a Fool”, “How Can You Mend a Broken Heart?” dan “Sway” masuk 30 besar dalam Billboard Hot Adult Contemporary Tracks.

Pada 2003,  Bublé mulai berkeliling dunia mempromosikan albumnya, di antaranya ke Singapura, Afrika Selatan, Filipina, Inggris Raya, Kanada, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat.

“Home”

Album studio Bublé  “It’s Time” dirilis pada 15 Februari 2005 oleh 143/Reprise Records. Album itu juga memuat lagu-lagu dari berbagai era di antaranya “You Don’t Know Me”. “Feeling Good”, “Can’t Buy Me Love”. “Save the Last Dance for Me”, “Song for You”, dan “Quando, Quando, Quando” (berduet bersama penyanyi pop Kanada, Nelly Furtado). Juga termasuk lagu orisinal “Home” di mana Bublé menjadi co-writer, sedangkan direktur musiknya Alan Chang dan Amy Foster-Gilles (putri David Foster).  Album ini mencapai posisi nomor 1 di Kanda, Italia, dan Jepang, dan dalam Billboard Top Jazz di AS, nomor 2 di Australia dan nomor 7 di Billboard 200 di AS.

Album ini juga meraih 10 besar di Inggris Raya, Swiss, Norwegia, Austria, dan Swedia. Album ini bertahan selama 104 minggu di Billboard Top Jazz chart, termasuk bertahan selama 78 minggu di posisi puncak. Ini rekor!  Album “It’s Time” dinobatkan Billboard Top Jazz Album untuk tahun 2005 dan 2006.  Lagu berjudul “Home” meraih posisi nomor 1 dalam Billboard Adult Contemporary Tracks chart dan posisi nomor 72 dalam Billboard Hot 100. Lagu lainnya “Save the Last Dance for Me” bertengger di posisi ke-5 dalam Billboard Adult Contemporary Tracks chart dab nomor 99 dalam Billboard Hot 100.

Bublé memenangi empat Juno Awards untuk kategori Pop Album of the Year untuk perusahaan rekaman 143/Reprise yang merilis album “It’sTime”, kategori Single of the Year untuk lagu “Home”, kategori Album of the Year untuk “It’s Time”, dan juga mendapat nomine Juno Fan Choice Award, tetapi kalah dari band pop Kanada Simple Plan.

Bublé  dua kali meraih nomine penghargaan Grammy untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album pada 2006 (It’s Time) dan pada 2007 (Caught in the Act) tapi dua-duanya kalah dari Tony Bennett. Pada 2007, Buble masuk nomine Juno Award untuk kategori Fan Choice tapi kalah dari Nelly Furtado.

“Everything”

Album “Call Me Irresponsible” (2007) merupakan album ketiga Bublé yang dirilis pada 1 Mei 2007 oleh 143/Reprise Records. Album ini memuat lagu-lagu di antaranya “Always on My Mind”, “Dream”, “I’ve Got the World on a String” dan “Comin’ Home Baby” (berduet dengan Boyz II Men).  Di AS, album ini mencapai posisi nomor 2 dalam Billboard 200 dan melesat ke posisi puncak pada pekan kedua.

Album ini terjual hampir dua juta keping di AS saja. Album ini juga laris manis di berbagai negara. Di Australia misalnya, album ini berada di posisi puncak dan menjadi album paling laris pada 2007. Di Inggris Raya, baik versi standar maupun edisi khusus, album ini album paling laris. Album ini juga mendapat sertifikat 2 kali Platinum di Eropa dengan penjualan lebih dari 2 juta keping. Di seluruh dunia, album “Call Me Irresponsible” terjual lebih dari 5 juta keping.

Single pertama dalam album ini “Everything” menjadi salah satu lagu Michael Buble yang meraih sukses terbesar, mencapai posisi 46 dalam Billboard Hot 100, meraih posisi nomor 1 dalam Hot Adult Contemporary Tracks chart, dan nomor 10 di Kanada.

“Haven’t Met You Yet”

Album studio keempat Buble adalah “Crazy Love” yang dirilis pada 13 Oktober 2009. Tapi di AS, album ini dirilis lebih cepat (9 Oktober 2009) karena Buble muncul dalam acara talkshow “Oprah” pada hari yang sama dan membawakan single “Haven’t Met You Yet”. Album ini dipromosikan dalam wawancara Buble dengan George Stroumboulopoulos dalam acara “The Hour” pada 17 Oktober dan pada 22 Desember dalam episode “The Glenn Beck Program”.

Album ini berisi 12 lagu, termasuk dua lagu yang diciptakan Buble, yaitu “Haven’t Met You yet” dan “Hold On”. Lagu “Haven’t Met You Yet” dirilis pada 31 Agustus 2009 dan meraih posisi nomor 1 dalam tangga lagu Adult Contemporary Billboard Kanada. Sebagian besar lagu dalam album itu direkam secara “live”.

Album “Crazy Love” meraih posisi nomor 1 dalam Billboard 200, dan menjadi album keempat Buble yang meraih posisi nomor 1 dalam Top jazz Albums chart Billboard. Album ini juga sukses di posisi puncak di Australia dan Kanada, dan menjadi album paling laris.  Penjualan abum ini juga didukung oleh Crazy Love Tour.

Pada 18 April 2010,  Bublé  mememangi empat Juno Awards untuk kategori Juno Fan Choice Award, Single of the Year (“Haven’t Met You Yet”), Album of the Year (“Crazy Love”) dan dua nomine untuk kategori Artist of the Year dan Songwriter of the Year.

Michael Bublé merilis “Crazy Love” di AS pada 25 Oktober 2010. Edisi khusus diberi judul “Crazy Love” Hollywood Edition” dan membuat beberapa bonus lagu, termasuk lagu terbarunya berjudul “Hollywood”.

“It’s Beautiful Day”

Album terbaru Bublé  “To Be Loved” dirilis pada 15 April 2013 dengan  lagu utama “It’s a Beautiful Day”. Album ini langsung melesat ke posisi nomor 1 Billboard 200.

“Saya pikir To Be Loved’ merupakan album terbaik yang pernah saya buat. Saya tahu setiap artis di muka bumi ini akan mengatakan hal yang sama setiap kali album baru mereka muncul, tapi sungguh, kali ini saya jujur. Anda bisa bertanya pada ibu saya.  Dalam album ini, saya merasakan sebuah perasaan baru dari kebebasan mencipta,” ungkapnya.

Lagu “It’s A Beautiful Day”, menurut Bublé, sebuah lagu “anti-cinta”, mungkin juga semacam balas dendam. “Itu terdengar seperti lagu yang membawa kebahagiaan tetapi jika Anda mendengarkan dengan seksama, lagu itu lagu kita semua (termasuk saya sendiri) yang dicampakkan tetapi menyadari bahwa mungkin itu jalan terbaik yang pernah terjadi dalam hidup kita. Hidup itu indah, tapi kadang-kadang ketika Anda patah hati, Anda melupakan hal itu. Saya pernah mengalami sesuatu yang buruk dalam hubugan cinta dan kini saya memiliki perspektif yang baik tentang cinta,” ungkapnya.

“Lagu lainnya yang membuat saya bangga adalah Close Your Eyes. Saya menciptakan lagu itu untuk istri saya dan kekuatan semua perempuan dalam hidup saya, saudara perempuan, ibunda, nenek dan semua perempuan umumnya. Di mana kita berada bila tanpa mereka?” katanya.

(MICHAELBUBLE.COM/WIKI/DAILYMAIL/IMDB)

SUMBER: DI MANA DIA SEKARANG, KOMPAS SIANG DIGITAL EPAPER, SABTU 17 JANUARI 2015

Iklan