ROBERT ADHI KSP

Manchester United hari Minggu (17/1/2021) menjelang tengah malam WIB akan bertandang ke kandang Liverpool di Anfield. Jika Manchester United memetik tiga poin dalam pertandingan terpenting di Liga Premier pekan ke-18 ini, The Red Devils akan makin kokoh di puncak klasemen. Sebaliknya bila ManUnited kehilangan tiga poin, Liverpool langsung menggeser posisi MU di puncak karena The Red Devils kalah dalam selisih gol meski jumlah poin masih sama. Bila kedua klub bermain imbang, MU masih bertengger di puncak klasemen karena unggul dalam perolehan poin.

Juan Mata ketika mencetak gol ke gawang Liverpool pada musim 2014/2015 silam. Sumber: YouTube Manchester United.

Manchester United datang ke Anfield dengan penuh percaya diri. Saat ini, Manchester United dalam performa terbaiknya. Dari sebelas pertandingan terakhir MU di Liga Premier, para pemain asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini menang 9 kali kemenangan dan imbang dua kali. Juara 20 kali Liga Premier ini belum pernah kalah dalam laga Liga Premier sejak awal November 2020 silam. Tujuh dari delapan laga tandang MU berakhir dengan kemenangan untuk ManUnited. Satu-satunya hasil imbang diraih MU dalam Boxing Day saat bertandang ke kandang Leicester City.

Sementara itu tim asuhan Juergen Klopp hanya memenangkan empat dari 10 pertandingan terakhir mereka. Bahkan dalam tiga laga terakhir, Liverpool gagal meraih tiga poin. Dalam pertandingan terakhir, Liverpool malah bertekuk lutut di kaki Southampton 0-1 berkat gol tunggal mantan striker Liverpool, Danny Ings.

Selama bertahun-tahun, Manchester United dan Liverpool saling bersaing. Dari 232 pertandingan antara kedua tim sejak tahun 1894, Manchester United menang 88 kali dan Liverpool 77 kali.  Adapun 67 laga berakhir imbang. Dalam sepuluh pertandingan terakhir ManUnited vs Liverpool, enam di antaranya berakhir imbang. Liverpool sebagai tuan rumah lebih unggul dalam beberapa musim terakhir, mencatat kemenangan dalam dua dari empat laga terakhir. Dua pertandingan lainnya berakhir imbang tanpa gol. 

Kemenangan terakhir Manchester United di Anfield terjadi pada Januari 2016 ketika Wayne Rooney mencetak gol kemenangan di babak kedua. Kemenangan terakhir Manchester United di Old Trafford terjadi pada Maret 2018 ketika Marcus Rashford mencetak dua gol kemenangan ke gawang Liverpool. 

Seperti Mendaki Gunung Kilimanjaro atau Everest

Siapa pemain yang akan dipilih Solskjaer dalam laga di Anfield? “Kami memiliki pemain bagus yang ingin bermain lebih banyak. Saya akan memberi ruang dan kesempatan kepada semua pemain untuk membuktikan kebugaran mereka. Semoga dapat menjadi kekuatan penuh bagi ManUnited,” jelas Solskjaer.

Hampir satu tahun kalender sejak terakhir dikalahkan Liverpool di Anfield, ManUnited kini lebih percaya diri bertandang ke kandang Liverpool. “Para pemain harus percaya diri menghadapi pertandingan ketika Anda mendapatkan hasil dan penampilan seperti yang kami capai saat ini. Keyakinan bukan hanya sesuatu yang bisa Anda berikan kepada mereka. Mereka bekerja untuk mendapatkan kepercayaan itu,” kata Solskjaer.

Menurut Solskjaer, Manchester United ke Anfield untuk berhadapan dengan juara liga yang tidak pernah kalah di sana selama tiga setengah tahun. “Ini tantangan yang berbeda. Anda tidak akan datang dan menang karena kami percaya diri. Ada yang harus lebih dari itu, yang harus masuk ke dalam permainan. Ini tentang pola pikir dan bagaimana Anda mempersiapkan pikiran untuk setiap momen kecil karena kami tahu dalam permainan ini, momen-momen kecil dapat menentukannya,” katanya.

Sejak kalah dari Liverpool di Anfield musim lalu, Manchester United mencatat kemenangan demi kemenangan tandang. Itu hasil semua kerja keras yang dilakukan semua orang di klub ini. Staf, pemain, suporter, semua orang. Ada banyak kerja keras dan kesabaran untuk mencapai posisi saat ini. Tetapi ini seperti jika Anda mendaki Gunung Kilimanjaro atau Everest, Anda sampai di puncak, Anda duduk dan rileks, lalu apa yang terjadi? Anda akan mati kedinginan. Jadi sekaranglah waktunya untuk maju dan berangkat lagi. Ada perubahan yang pasti dalam mentalitas para pemain, yang saya percaya dapat melanjutkan ke arah yang lebih besar dan lebih baik.

OLE GUNNAR SOLSKJAER, MANAJER MANCHESTER UNITED

Solskjaer memberi contoh ketika di Piala Carabao (saat melawan Manchester City) ketika MU kebobolan. “Terakhir kami kalah dari Liverpool yang melakukan sepak pojok dan mencetak gol. Kami melakukan tendangan sudut di menit terakhir, mereka melakukan serangan balik dan mencetak gol. Jadi ada selisih tipis dan perbedaan kecil. Keputusan yang salah atau benar dapat mengubah seluruh permainan,” ungkapnya.

Sejak kalah dari Liverpool di Anfield musim lalu, Manchester United mencatat kemenangan demi kemenangan tandang. “Itu hasil semua kerja keras yang dilakukan semua orang di klub ini. Staf, pemain, suporter, semua orang. Ada banyak kerja keras dan kesabaran untuk mencapai posisi saat ini. Tetapi ini seperti jika Anda mendaki Gunung Kilimanjaro atau Everest, Anda sampai di puncak, Anda duduk dan rileks, lalu apa yang terjadi? Anda akan mati kedinginan. Jadi sekaranglah waktunya untuk maju dan berangkat lagi. Ada perubahan yang pasti dalam mentalitas para pemain, yang saya percaya dapat melanjutkan ke arah yang lebih besar dan lebih baik,” papar Solskjaer.

Ole Gunnar Solskjaer sebagai pemain Manchester United beberapa kali bertanding di Anfield. Apakah Anda menikmati permainan ini sebagai pemain atau apakah itu pengalaman membuat Anda stres, tanya pers Inggris. “Saya menyukainya. Saya suka bermain di pertandingan besar, saya jarang memainkannya karena seringkali saya berada di bangku cadangan. Saya bermain ketika Diego (Forlan) mencetak beberapa gol (di Anfield) dan saya sangat menyukai intensitasnya dan merayakannya di depan para penggemar kami. Saya berada di bangku cadangan ketika Pally (Gary Pallister) juga mencetak beberapa gol dari sundulan kepalanya. Ketika ada penggemar di sana dan Anda bisa menenangkan mereka, dan penggemar tandang bernyanyi lebih keras dibandingkan penggemar tuan rumah. Itu perasaan yang luar biasa. Sekarang kami tidak memiliki penggemar. Jadi ini pola pikir yang berbeda tentang permainan,” ungkapnya. 

Solskjaer menegaskan pengaruh penggemar sangat besar dan ini terbukti dari hasil yang dicapai MU dalam sembilan atau 10 bulan terakhir tanpa kehadiran penggemar di Old Trafford. “Para penggemar memainkan peranan besar dan semangat kepada para pemain. Saya tidak sabar untuk mendapatkannya kembali suasana itu. Sambil menunggu itu, kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk menyenangkan semua orang yang menonton dari rumah masing-masing,” kata Solskjaer. 

Victor Lindelof dan Brandon Williams Cedera

Manchester United kemungkinan tidak diperkuat pemain belakang asal Swedia, Victor Lindelof, yang masih mengalami cedera punggung. Lindelof absen saat MU menjamu Watford dalam putaran ketiga Piala FA, Minggu (10/1/2021) lalu dan saat MU bertandang ke kandang Burnley di Turf Moor.  Brandon Williams, bek sayap, dan Phil Jones, dipastikan tidak ikut ke Anfield. 

Adapun Anthony Martial dan Nemanja Matic mengalami cedera ringan dalam laga versus Burnley. 

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengakui jumlah pemain ManUnited yang cedera juga sebanyak pemain Liverpool. “Begitulah sepakbola. Anda mengalami cedera dan itu hanya bagian dari permainan,” kata Solskjaer.

Apakah Paul Pogba yang melakukan tendangan voli ke gawang Burnley untuk menentukan kemenangan ManUnited akan memperkuat The Red Devils dalam laga menentukan di Anfield?  

“Anda tidak pernah tahu, saya bisa di bangku cadangan atau dimainkan dalam laga berikutnya. Anda harus menerimanya. Itulah sepakbola, dan banyak orang melakukannya dengan sangat baik. Jadi kalau saya ditanya apakah saya akan diturunkan, saya tidak bisa mengatakan apa-apa. Saya hanya perlu siap. ManUnited adalah tim, dan kami saling mendukung, saling mendorong satu sama lain, untuk melakukan yang terbaik,” jelas Pobga.

Bruno Fernandes, gelandang asal Portugal, tentu akan menjadi mesin utama ManUnited, dan kemungkinan besar akan menjadi starter. Fernandes merupakan pemain pertama Manchester United yang meraih empat penghargaan Pemain Liga Inggris Bulan Ini (Premier League of the Month Awards) dalam satu tahun kalender. 

Virgil van Dijk dan Diogo Jota Absen

Dari kubu Liverpool, bek asal Belanda, Virgil van Dijk, masih absen akibat cedera jangka panjang. Demikian pula bek tengah Joe Gomez, serta Naby Keita dipastikan bakal absen. Pemain penyerang asal Portugal, Diogo Jota, belum bisa memperkuat Liverpool akibat cedera lutut. Konstantinos Tsimikas yang bergabung pada musim panas lalu juga belum dapat bergabung.  Joel Matip masih diragukan. Namun gelandang asal Spanyol, Thiago Alcantara, yang absen dalam waktu relatif lama, kemungkinan akan kembali. 

Sejauh ini, Mohamed Salah, pemain penyerang Liverpool asal Mesir, pencetak gol terbanyak di Liga Premier dengan mengoleksi 13 gol, dan merupakan andalan Liverpool.  Dalam pertandingan musim lalu, Salah mencetak gol pada injury time, memastikan kemenangan The Reds. Salah merupakan bagian dari lini depan Liverpool, Sadio Mane dan Roberto Firmino.

Wasit pertandingan ini adalah Paul Tierney, dibantu dua asisten Lee Betts dan Constantine Hatzidakis, serta ofisial keempat Craig Pawson. Adapun wasit VAR adalah Stuart Attwell dengan asistennya Stuart Burt. 

ROBERT ADHI KSP, pendukung sejati Manchester United. Diolah dari laman resmi Manchester United, YouTube Manchester United.