Mason Greenwood mencetak gol pertama Manchester United ke gawang Burnley, Minggu (18/4/2021) malam WIB. Sumber foto: YouTube Manchester United.

Kemenangan Manchester United 3-1 atas Burnley, Minggu (18/4/2021) malam WIB pada pekan ke-32 memperpendek jarak dengan Manchester City, pemimpin klasemen sementara Liga Premier, dan kini sama-sama menyisakan enam pertandingan lagi.  Situasi mirip seperti ini terjadi pada musim 2011/202, ketika itu ManUnited sudah unggul 8 poin dari ManCity, namun ManCity berhasil mengejar The Red Devils dan akhirnya menang dalam jumlah selisih gol. 

ManUnited yang mengoleksi 66 poin dari 32 pertandingan kini terpaut selisih 8 poin dari ManCity, unggul 11 poin dari West Ham di peringkat ke-4, 16 poin dari Tottenham Hotspur (peringkat ke-7) dan 20 poin dari Arsenal (peringkat ke-9), yang sama-sama sudah bermain 32 kali. 

Apakah ManUnited masih punya peluang merebut gelar juara Liga Premier musim ini? “Setidaknya ManCity belum bisa mengangkat trofi. Yang perlu kami lakukan adalah kami harus terus meraih kemenangan dalam setiap pertandingan, dan melihat apa yang mereka lakukan,” kata Ole Gunnar Solskjaer. 

Baik MU maupun City menyisakan enam laga lagi. MU masih harus berhadapan dengan Leeds (30/4), Liverpool (1/5), Aston Villa (8/5), Leicester City (12/5), Fulham (15/5),  dan Wolves (23/5), sedangkan ManCity berhadapan dengan Aston Villa (22/4), Crystal Palace (1/5), Chelsea (8/5), Newcastle United (13/5), Brighton (15/5), dan Everton (23/5).

Dua Gol Mason Greenwood dan Satu Gol Edinson Cavani

Gol-gol kemenangan Manchester United dicetak oleh Mason Greenwood (menit ke-48 dan ke-84) dan Edinson Cavani (menit ke-93). Ini merupakan kemenangan pertama ManUnited atas Burnley di Old Trafford sejak 2015. Dalam enam musim, MU hanya bermain imbang atau kalah dari Burnley saat menjamu Burnley. 

Mason Greenwood mencetak gol lebih dahulu, tiga menit setelah babak kedua dimulai setelah memanfaatkan asis dari Marcus Rahsford. “Setengah asis dari Rashford, setengah dari Bruno,” kata Greenwood bercanda kepada media ManUtd.com seusai pertandingan. “Kejaran Rashford yang hebat dan kecerdasan Bruno yang membiarkan saya menembak bola dari Rashford ke gawang Burnley,” kata Greenwood. 

Namun dua menit kemudian, James Tarkowski membuat skor imbang 1-1. Gol Burnley itu membuat Manchester United tim ke-11 dalam sejarah Liga Premier yang kebobolan 1.000 gol. Syukurlah, MU merupakan tim terakhir andalan papan atas yang mencapai angka yang tidak diinginkan itu. Liverpool, Arsenal, Chelsea sudah melampaui angka kebobolan 1.000 gol tersebut sejak lama.

Enam menit menjelang pertandingan berakhir, Mason Greenwood mencetak gol kedua. Dia memanfaatkan asis dari Paul Pogba menggetarkan gawang Bailey Peacock-Farrell lewat tendangan kerasnya. 

Sumber: YouTube Manchester United

Mason Greenwood kini mencetak 15 gol di Liga Premier — pemain remaja yang terbanyak mencetak gol, menyamai rekor Wayne Rooney saat masih berusia remaja. “Saya ingin melampaui rekor ini,” tambah Greenwood. 

Pada injury time, Donny van de Beek yang menggantikan Marcus Rashford pada menit ke-84 memberi asis kepada Edinson Cavani yang berdiri bebas di depan gawang. ManUnited puas dengan kemenangan 3-1 atas Burnley. 

Sejauh ini, Edinson Cavani sudah mencetak 10 gol pada injury time pada musim ini. Cavani berhasil mengonversi empat gol Liga Premier dari bangku cadangan — yang menempatkannya sejajar dengan Diogo Jota dari Liverpool sebagai pemain pengganti dengan pencetak gol terbanyak di Liga Premier. Hanya Ole Gunnar Solskjaer (musim 1998/1999) dan Javier Hernandez (musim 2010/2011) yang mencetak lebih banyak gol dari bangku cadangan di Liga Premier.

Kebugaran dan Mentalitas Pemain, Kunci Kemenangan Manchester United

Greenwood mengakui pertandingan The Red Devils vs The Clarets di Old Trafford pertandingan yang tidak mudah. “Tetapi kami berhasil meraih tiga poin di kandang. Kebugaran dan mentalitas pemain adalah kunci. Kami memiliki ini semua. Kami berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan,” kata Greenwood. 

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer berpendapat, “Permainan MU terus meningkat dan kami bermain lebih baik sehingga pantas memenangi pertandingan. Semakin banyak pemain yang bugar dan mampu bermain 90 menit, semakin banyak yang dapat kami lakukan. Saya selalu mengatakan ini kepada para pemain. Semakin keras Anda berlatih dan semakin keras Anda bermain, Anda semakin siap. Inilah kesenangan yang saya dapatkan dari meraih kemenangan dalam pertandingan seperti ini karena musim lalu, kami tidak memiliki ini. Tetapi pada musim ini, kami telah melakukan banyak hal. Ini tergantung pada tempat latihan dan sikap para pemain.”  

Menurut Solskjaer, dibandingkan dua tahun sebelumnya, permainan MU makin meningkat. “Ini sinyal kepada para pemain bahwa ini adalah cara kami bermain. Anda bisa melihat statistik selama pertandingan. Tentu saja kepercayaan diri muncul karena kami yakin mampu melakukan ini. Dan nyatanya, kami telah melakukan ini berkali-kali pada musim ini. Kami tampil bagus menjelang akhir pertandingan dan meraih kemenangan. Salah satu contoh, ketika kami tertinggal 0-2 dari Southampton, kami akhirnya mampu menang 3-2,” papar Solskjaer. 

ROBERT ADHI KSP, pendukung sejati Manchester United. Sumber: ManUtd.com, BBC Sport, Manchester Live, YouTube Manchester United.